
Pagi itu Yu Jie keluar dari istana sebab ada hal ingin dilakukannya, kelompok Pedang Darah dirinya sudah dapat percaya sehingga tidak lagi menaruh pengawasan pada mereka.
Yu Jie pergi ke salah satu kedai yang ada di pusat kota, dirinya sering kemari untuk mencari tau apa kabar yang tengah ramai beredar di kerajaan.
“Hei, tahukah kalian jika para bangsawan belakang banyak datang ke kota ini?"
“Benar, aku sudah menghitungnya dan kira-kira ada belasan keluarga bangsawan mengirim perwakilan mereka."
Pembicaraan di antara pengunjung kedai terpaku pada datangnya para bangsawan, mereka juga langsung menduga jika kedatangan bangsawan tersebut ada hubungannya dengan Xiang He yang akan menjadi ratu kerajaan.
“Lupakan para bangsawan, aku ada berita penting dan jauh lebih memukau," ucap salah satu pengunjung.
Setiap mata para pengunjung terpaku pada yang baru bicara, mereka penasaran apa yang pria itu maksud.
“Aku tengah berjalan kemari ketika mendengar ini, klan Yu dan klan Bai ternyata mengirimkan perwakilan mereka juga ke kota ini."
Para pengunjung tidak langsung percaya, bagaimanapun hubungan buruk antara kerajaan dengan dua klan tersebut adalah hal yang umum untuk diketahui.
“Jangan meragukan ucapanku, kabarnya kedatangan mereka ada hubungannya dengan Tuan Muda Jie yang mendukung tuan putri."
Para pengunjung langsung merasa masuk akal jika benar demikian, bagaimanapun pemuda misterius bernama Yu Jie memanglah tengah santer dibicarakan memiliki pengaruh luar biasa di dunia kultivasi kerajaan Zirah Besi.
Pembicaraan para pengunjung kedai pada akhirnya beralih pada Yu Jie, mereka mendiskusikan siapa Yu Jie sebenarnya dan darimana asalnya hingga kemunculannya bisa membuat kehebohan luar biasa.
“Tuan Muda Jie ini memang merupakan pemilik kekuatan langit, dikatakan tidak ada satupun orang di kerajaan bisa menghadapinya."
“Benar, bahkan sekte Pedang Darah yang terkenal kuat saja bukan apa-apa di hadapannya."
Berbagai pujian terlontar dari para pengunjung tanpa menyadari Yu Jie yang mereka bicarakan tengah ada di sana, yang mana hanya bisa tersenyum simpul saja Yu Jie mendengar itu semua.
“Bisakah kalian berhenti membicarakan Tuan Muda Jie atau siapalah itu? Semua cerita tentangnya hanya kebohongan sehingga tidak perlu dibesar-besarkan!" seru pemuda yang duduk di salah satu meja.
Para pengunjung segera menoleh padanya, penasaran siapa orang berani meremehkan Yu Jie sang penyelamat kerajaan.
Pemuda yang baru berbicara langsung dikenali para pengunjung kedai sebagai salah satu bagian keluarga bangsawan, terlihat dari jubah mewah yang pemuda itu kenakan.
“Tuan Muda, Anda mungkin baru datang ke kota ini sehingga tidak tau cerita sebenarnya. Ada baiknya Anda menjaga ucapan atau menyesal kemudian," ucap salah seorang pengunjung memperingatkan pemuda itu.
__ADS_1
Pemuda itu hanya tersenyum remeh sebelum memperkenalkan dirinya sebagai Peng Fu, pemuda yang dikenal cukup jenius dalam kultivasi dari keluarga bangsawan Peng.
“Kalian pasti sudah pernah mendengar namaku, biar aku katakan jika pemuda bernama Yu Jie itu tidak akan sanggup menahan bahkan satu saja seranganku," ucap Peng Fu dengan senyum sombong.
Para pengunjung pada akhirnya terdiam, mereka tidak setuju tetapi juga tidak mau repot berurusan dengan keluarga bangsawan.
Yu Jie hanya memerhatikan itu semua dari mejanya sebelum tertawa, kesombongan pemuda bernama Peng Fu ini cukup menggelitik untuknya.
Peng Fu mengetahui ada orang berani menertawakannya langsung merasa emosi, dirinya berdiri dari meja sebelum menyambangi Yu Jie.
“Apa maksud tawamu, kau meremehkanku?" Peng Fu dengan sorot mata tajam.
Yu Jie hanya melirik Peng Fu sejenak sebelum mengalihkan pandangannya, tidak sama sekali tertarik berurusan dengan kultivator yang bahkan belum berhasil melewati ranah Pelatihan Tubuh.
Diamnya Yu Jie ternyata di tangkap Peng Fu berbeda, hal ini membuat Peng Fu percaya jika pemuda di hadapannya takut.
“Lihat, bahkan pemuda ini saja tidak berani macam-macam. Apalagi seorang bernama Yu Jie itu!" seru Peng Fu pada setiap pengunjung kedai.
Peng Fu sudah siap menerima banyak pujian ketika para pengunjung kedai ternyata hanya diam, mereka lebih tertarik memerhatikan Yu Jie sebab wajahnya terasa begitu familiar.
Setiap pengunjung kedai yang lain segera mengiyakan sebab mereka juga menduga hal serupa, semua ini membuat setiap orang di kedai berdiri dari duduk mereka.
“Hormat kami, Tuan Muda Jie!" seru serempak setiap pengunjung kedai.
Yu Jie hanya memperlihatkan senyum tipis untuk menanggapi mereka, hal ini membuat Peng Fu yang melihatnya terpaku tanpa bisa bicara.
Peng Fu awalnya hanya ingin membual terkait dirinya bisa mengalahkan Yu Jie, sosok Yu Jie tengah begitu panas dibicarakan akhir-akhir ini membuatnya ingin mengambil keuntungan untuk menaikan namanya.
Di tengah aksinya tiba-tiba pemuda yang dimaksud ada di hadapannya, membuat Peng Fu bingung harus bagaimana.
Yu Jie tertawa pelan melihat ekspresi Peng Fu yang kini tampak amat menyedihkan, membuatnya memutuskan untuk melakukan sesuatu agar tidak ada lagi orang macam Peng Fu.
Yu Jie berdiri dari duduknya seraya menatap Peng Fu lekat, melirik dari atas hingga bawah penuh penilaian.
Peng Fu hanya bisa menunduk dengan tubuhnya yang bergetar, sosok Yu Jie baru dirinya sadari ternyata begitu mengintimidasi.
“Kau yang berkata bisa mengalahkanku dengan mudah?" Yu Jie menaikan alisnya.
__ADS_1
Peng Fu segera menggeleng kencang, mencoba menjelaskan tetapi tidak ada kata keluar dari mulutnya.
“Mengaku saja," ucap Yu Jie seraya mencengkram kuat bahu Peng Fu.
“Be— benar, aku mengaku salah. Mohon Tuan Muda Jie tidak memperpanjang masalah ini." Peng Fu dengan suara lemas
Yu Jie tersenyum sinis sebelum berkata, “Kenapa harus memperpanjangnya jika bisa aku selesaikan sekarang juga?"
Peng Fu menelan ludah tanpa kata, kakinya lemas tau akan ada hal buruk menimpanya.
“Aku hanya bercanda, hahaha ...."
Setelah mengucapkan itu, Yu Jie keluar dari kedai dengan santainya, meninggalkan Peng Fu yang sudah jatuh berlutut sebab tubuhnya yang tidak memiliki tenaga.
“Sial, hampir saja ..." Peng Fu dengan napas lega.
Setiap pengunjung kedai sedari awal memerhatikan semuanya dalam diam, bagaimana Yu Jie membalikan situasi begitu mudah benar-benar tampak luar biasa di mata mereka.
“Hei, ingatkah kalian ada seorang bangsawan pernah berkata bisa mengalahkan Yu Jie dengan satu serangan?" celetuk salah satu pengunjung kedai.
“Aku ingat, kabarnya bangsawan itu kini tengah berlutut sebab ketakutan," timpal pengunjung lain.
Tawa segera pecah memenuhi seisi kedai, mereka tidak peduli walaupun Peng Fu tersinggung sebab apa yang Peng Fu baru lakukan memang amat pantas untuk ditertawakan.
Peng Fu hanya bisa mengepal jemarinya erat ketika setiap orang di kedai menertawakannya, meski kesal dirinya coba tidak pikirkan sebab ada hal lebih penting harus dirinya lakukan.
“Aku harus memastikan Tuan Muda Jie tidak menyimpan dendam," gumam Peng Fu sebelum meninggalkan dengan terburu-buru.
Peng Fu sadar kalau Yu Jie tidak akan memaafkannya semudah ini, apalagi jika mengingat kabar kalau Yu Jie merupakan sosok tanpa ampun juga kejam.
“Sial, dimana dirinya?! Aku masih ingin hidup sebab kekasih saja aku tidak pernah punya!" seru Peng Fu sebab frustasi.
Yu Jie belum meninggalkan kedai tidak terlalu jauh dengan suasana hati kurang baik, apa yang baru terjadi benar-benar menjengkelkan sebab dirinya tidak bisa bebas memberi Peng Fu pelajaran karena ada terlalu banyak orang.
Sosok Yu Jie benar-benar dikenal amat baik belakangan ini, membuat Yu Jie tidak dapat sembarangan melakukan sesuatu yang bisa membuat citranya tercoreng.
“Sialan, berani sekali bocah itu membual. Hanya aku yang boleh, sialan!" Yu Jie dengan tangan terkepal menahan geram.
__ADS_1