
Perjalanan kembali dilakukan yang mana sudah setengah jalan hingga rombongan sampai di kota selanjutnya, setidaknya itulah yang Yu Jie dengar dari pembicaraan para prajurit sebab wilayah kerajaan Zirah Besi hampir tidak pernah Yu Jie datangi di kehidupan pertamanya.
“Entah perasaanku saja atau memang benar jalur yang dilewati lebih sepi dari yang seharusnya?" gumam Yu Jie.
Untuk ukuran jalur utama memang keadaan jalanan tersebut tidak normal, setidaknya meski tengah sepi sekalipun bukan berarti benar-benar kosong seperti sekarang yang jelas membuat Yu Jie curiga.
“Aku akan membicarakan ini dengan Mu Yang agar setiap prajuritnya bisa lebih waspada." Yu Jie tidak ingin ada hal buruk terjadi.
Rombongan terus bergerak hingga tidak terasa matahari mulai terbenam berganti cahaya rembulan menunjukan kilaunya, jalanan yang sepi kini terasa semakin sunyi sebab hanya terdengar suara alam dari area sekitar tempat rombongan melangkah.
“Kita istirahat untuk bermalam sebelum melanjutkan perjalanan!!!"
Seruan Mu Yang terdengar dari arah depan rombongan, setiap prajurit segera menepi menyiapkan tenda, beberapa memasuki hutan untuk mencari kayu bakar guna kebutuhan bermalam.
Tidak butuh waktu lama sampai semua itu siap, setiap prajurit mulai asik sendiri yang bersamaan dengan ini Xiang He telah memasuki tenda yang disiapkan untuknya oleh para prajurit.
Yu Jie segera menjauh dari rombongan tidak lama kemudian, sebelum itu dirinya sempat memberi Mu Yang isyarat untuk mengikutinya pergi dari sana.
“Tuan Muda Jie, apa ada hal ingin Anda bicarakan?" tanya Mu Yang.
“Ada, ini terkait serangan tiba-tiba yang mungkin akan terjadi," ucap Yu Jie.
Mu Yang segera terkejut mendengar ini, dirinya tidak merasa ada keanehan sedari awal perjalanan hingga tidak memiliki pikiran akan ada serangan datang.
“Beberapa kelompok dagang yang kita sempat dahului saat awal perjalanan, aku merasa aneh karena mereka tidak terlihat lagi," ucap Yu Jie.
Kecepatan gerak rombongan Yu Jie sadari tidak cepat bahkan terkesan santai, beberapa kelompok dagang yang sempat didahului seharusnya sudah mendahului kembali apalagi jika mengingat rombongan tuan putri telah istirahat dua kali.
“Bukankah itu normal, Tuan Muda Jie? Mereka anggota kelompok dagang kebanyakan hanya orang biasa sementara semua orang di rombongan kita adalah kultivator, stamina mereka seharusnya tidak sekuat itu yang mengharuskan mereka beristirahat beberapa kali lebih banyak dari kita."
“Kau salah, kumpulan pengawal dari beberapa kelompok dagang sebelumnya merupakan kultivator setara prajurit mu sehingga tidak mungkin staminanya selemah itu. Belum lagi kalau membicarakan kelompok dagang, kebanyakan dari mereka memiliki kecenderungan bergegas untuk cepat-cepat sampai tujuan sehingga tidak banyak dari mereka mau menghabiskan waktu beristirahat seperti kita," sanggah Yu Jie.
Mu Yang segera bungkam menyadari ucapan Yu Jie ada benarnya, hal ini tiba-tiba membuatnya khawatir takut benar akan ada serangan datang menyasar rombongannya.
__ADS_1
“Mereka yang seolah mengambil jalur berbeda hingga tidak searah dengan kita di tambah sepinya jalan yang kita lewati ini, aku takut ada pihak yang memang telah mempersiapkan ini semua," lanjut Yu Jie.
“Lalu jika sudah seperti ini kita harus apa, Tuan Muda Jie?"
“Suruh prajurit mu memperkuat penjagaan malam ini, seharusnya jika dugaan ku benar maka mereka yang punya niat buruk akan bergerak tidak lama lagi."
“Baik, Tuan Muda Jie," ucap Mu Yang sembari memberi hormatnya.
Mu Yang segera pergi kembali ke rombongan untuk melaksanakan apa yang Yu Jie katakan, sesaat kepergian Mu Yang tiba-tiba pesan sistem muncul di hadapan Yu Jie.
[Misi muncul, Gagalkan usaha pengambil alihan tahta yang dilakukan pangeran pertama sesampainya Anda di ibu kota. Hadiah 100% exp juga 1000 poin sistem akan Tuan terima sebagai hadiah]
Mata Yu Jie melebar melihat misi juga hadiah yang ditawarkan sistemnya, peningkatan sistem jelas bukan omong kosong belaka jika sudah seperti ini.
[Harap Tuan berhati-hati, pangeran pertama adalah orang licik dengan banyak akal juga keji sehingga tidak ragu langsung menyingkirkan apa yang dianggapnya mengancam]
“Apa ini salah satu fitur yang sistem bicarakan? Memberi penjelasan tentang musuh ... tidak buruk juga," gumam Yu Jie.
Yu Jie masih asik mendalami misi yang baru didapatnya saat tiba-tiba merasakan pergerakan beberapa orang tidak jauh darinya, membuat Yu Jie melangkah saat itu juga untuk memeriksa.
“Mereka pengintai?" gumam Yu Jie.
Yu Jie segera menggunakan Sayap Naga Surgawi, melesat menghampiri sebelum menghajar salah satu dari mereka.
Buaghhh!!!
Dengan satu pukulannya, Yu Jie berhasil menjatuhkan salah seorang mereka, membuat empat yang lain menyadari keberadaannya sehingga waspada.
“Sial, kita ketahuan!!!"
Empat orang jubah hitam mulai mengangkat senjata mereka masing-masing, bersiap untuk menyerang guna menjatuhkan Yu Jie dan membungkamnya.
Yu Jie tentu tidak diam saja, dirinya mulai menarik pedang dari sarungnya sebelum menyambut serangan keempatnya.
__ADS_1
Permainan pedang Yu Jie tanpa kesulitan bisa mengungguli keempat orang itu, membuat mereka sadar kalau Yu Jie adalah kultivator dengan ranah di atas mereka.
“Berpencar, dirinya berbahaya!!!"
Empat orang jubah hitam mulai bergerak mundur di tengah pertukaran serangan, ingin pergi dari sana sebelum situasi semakin buruk yang mungkin bisa membuat kehadiran mereka disadari oleh rombongan tuan putri yang tengah mereka intai.
“Kalian pikir bisa pergi dengan mudah?"
Yu Jie dengan Sayap Naga Surgawi bergerak cepat melumpuhkan satu persatu dari keempatnya, tidak ada perlawanan berarti sebab mereka semua hanya kultivator Pengumpulan Qi.
“Sialan, siapa kau?!! Kenapa kau ikut campur urusan kami?!!"
Yu Jie tidak menghiraukan ocehan yang banyak keluar dari mulut mereka, memilih mengumpulkan kelimanya di tempat yang sama untuk ditanyai olehnya guna mendapat informasi.
Yu Jie mengikat kelimanya dengan akar jalar yang ditemukannya, kelima orang itu sudah lemas sebab serangannya sehingga tidak ada hal bisa mereka lakukan.
“Siapa yang memerintahkan kalian?!!" tanya Yu Jie.
Kelimanya tidak menanggapi Yu Jie, mereka terus menutup mulut seolah tidak sedikitpun mendengar pertanyaan Yu Jie.
“Menarik, sekarang coba tetap bungkam kalau bisa," ucap Yu Jie.
Yu Jie memainkan pedang di antara jemarinya menghampiri lebih dekat kelimanya, membuat kelima orang itu melirik satu sama lain dengan keringat dingin yang mulai mengucur membasahi dahi mereka.
Yu Jie mungkin terlihat seperti pemuda biasa namun tidak dengan kekuatannya, mereka merasakan sendiri perbedaan kekuatan nyata sehingga merasa takut Yu Jie akan melakukan hal buruk pada mereka.
“Kita tidak boleh membuka mulut apapun yang terjadi, dibanding kita disiksa sampai berbicara lebih baik kita akhiri ini semua."
Salah satu dari mereka berbicara membuat Yu Jie menaikan alis mendengarnya, belum dirinya memberi reaksi lebih jauh tiba-tiba kelima orang itu ambruk dengan darah mengucur deras dari mulut masing-masingnya.
Yu Jie segera memeriksa apa yang terjadi, cukup terkejut dirinya mengetahui kelimanya ternyata telah menggigit lidah untuk mengakhiri hidup mereka.
“Apa-apaan, hanya karena tidak ingin membocorkan informasi mereka tidak ragu melakukan hal seperti ini?" Yu Jie dengan decak kesal.
__ADS_1
Yu Jie segera sadar kalau kepatuhan lima orang dengan jubah hitam itu tidak main-main, mulai memutuskan juga untuk lebih berhati-hati agar kedepannya hal sejenis tidak terjadi lagi.