Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Buruknya Suasana Hati


__ADS_3

Di aula klan Yu, Yu Jie tengah duduk di atas singgasananya dengan risau. Satu minggu telah berlalu sejak kematian Yu Gang, yang mana dalam kurun waktu itu Xia Mei belum juga ditemukan.


“Mei, sedang ada di mana kau ...."


Yu Jie beberapa kali memijat keningnya yang terasa sakit, setiap anggota klan telah ditugaskan olehnya mencari di sekitar bekas markas Yu Gang tetapi tidak ada hasil berarti dari pencarian tersebut.


“Patriak Jie, aku datang untuk menyampaikan sesuatu," ucap Yu Pao sesaat memasuki aula.


Yu Jie segera berdiri dari duduknya, menghampiri Yu Pao setelahnya sebab laporan semacam inilah yang sedari tadi ditunggunya.


“Bisa kau sampaikan sekarang informasi yang ingin kau sampaikan?" Yu Jie menatap Yu Pao penuh harap.


Yu Pao menyadari tatapan Yu Jie segera menghela napas, merasa bersalah sebab dirinya tidak membawa kabar baik sesuai dengan apa yang Yu Jie ingin dengar.


Yu Pao setelahnya merogoh kantung jubahnya, tidak lama sebuah kalung dengan es berkilau terlihat dari sana.


“Ini ...."


Yu Jie mengambil kalung itu, mata kalung tersebut dibuat oleh Xia Mei menggunakan Qi dapat dirinya langsung ketahui.


Hadiah yang Xia Mei sempat ingin berikan, mengingat ini dada Yu Jie tiba-tiba terasa sesak.


“Dimana kau menemukan ini, Tetua Pao?" tanya Yu Jie cepat.


Yu Pao segera mengajak Yu Jie mengikutinya, mereka setelahnya melesat terbang ke arah kalung es itu ditemukan.


Tidak jauh dari tempat Yu Jie bertarung dengan orang yang membawa pergi Xia Mei, di sana telah ada banyak anggota klan berkumpul dan nampaknya merekalah yang menemukan kalung tersebut.


“Hormat kami, Patriak Jie!!!" Anggota klan setelah menyadari kedatangan Yu Jie.


Yu Jie hanya menghiraukan mereka, dirinya lebih tertarik mengetahui di mana tepatnya kalung itu ditemukan dan meminta ditunjukan oleh mereka semua.


Yu Jie segera dituntun oleh anggota klan yang ada di sana, kalung itu ternyata ditemukan tidak jauh dari sana yang arahnya menjauh dan bukan mendekat ke arah markas Yu Gang.

__ADS_1


Dengan ini mulai jelas kalau orang yang membawa pergi Xia Mei tidak ada hubungannya dengan Yu Gang, hal ini membuat Yu Jie menyesal karena sudah salah arti sehingga mengurus Yu Gang terlebih dahulu ketimbang mencoba mencari Xia Mei sesaat adiknya itu baru dibawa pergi.


“Sialan!!!" seru Yu Jie mencoba melepas kemelut emosi dalam dirinya.


Seruan Yu Jie segera membuat setiap anggota klan merasa ngeri, mereka bahkan melangkah mundur takut menjadi sasaran amuk Yu Jie.


Yu Pao yang takut Yu Jie kehilangan kendali segera menghampiri Yu Jie untuk menenangkannya, Yu Jie masih muda sehingga tidak aneh kalau hal semacam ini benar-benar memengaruhi emosinya.


“Patriak Jie, percayakan pada kami. Kami akan terus mencari nona muda Mei tidak peduli sesulit apapun itu," ucap Yu Pao.


Yu Jie segera menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri karena paham kalau situasi hatinya saat ini tengah begitu kacau.


“Patriak Jie, aku ingat beberapa hari lalu Patriak San datang untuk membicarakan sesuatu. Mengapa tidak menemuinya terlebih dahulu? Masalah nona muda biar kami yang urus dan apabila kami menemukan petunjuk lain akan langsung aku laporkan padamu," lanjut Yu Pao.


Yu Jie hanya mengangguk, beberapa waktu kebelakang pikirannya terus dipenuhi oleh Xia Mei sehingga mengesampingkan hal lain termasuk hubungan baiknya dengan klan Bai.


“Aku tidak boleh egois, bagaimanapun aku ketua sebuah klan sekarang," gumam Yu Jie karena bukan tidak mungkin Bai San akan tersinggung sebab sikapnya.


“Patriak San tau hal terkait menghilangnya Xia Mei, aku harap permintaannya bertemu denganku ada hubungannya dengan ini," gumam Yu Jie setelah melihat wilayah klan Bai tidak jauh di depannya.


Yu Jie segera mendarat sebelum memutuskan berjalan kaki setelahnya, memasuki wilayah orang dengan terbang bisa menyinggung sehingga walau malas harus Yu Jie tetap lakukan.


“Patriak Jie, kedatangan Anda sudah patriak kami tunggu sedari lama," ucap dua orang yang tengah berjaga di depan gerbang klan.


Yu Jie hanya mengangguk, dirinya dipersilahkan lewat tanpa dipersulit memperlihatkan sedekat apa hubungan klan Yu dengan klan Bai saat ini.


Yu Jie sendiri hanya berjalan santai ke arah tempat Bai San dikatakan tengah berada, mengikuti petunjuk dari penjaga sebelumnya hingga tidak lama akhirnya sampai di sebuah aula besar milik klan Bai.


“Menyingkir!!!"


Yu Jie segera menepi saat suara teriakan terdengar, tidak lama setelahnya kereta kuda mewah melalui tempatnya berada dengan kecepatan tidak biasa.


“Menyebalkan," gumam Yu Jie.

__ADS_1


Suasana hati Yu Jie tengah begitu buruk saat ini, melihat ada kereta kuda tiba-tiba lewat bahkan hampir menabraknya membuat Yu Jie yang biasanya tenang menjadi tidak ingin membiarkan hal ini begitu saja.


“Keluarga kerajaan?" Yu Jie penuh tanda tanya.


Yu Jie perlahan mulai mencoba mengingat bendera yang berkibar di kereta kuda mewah tersebut, kereta kuda itu memang berhenti tepat di depan aula klan Bai sehingga Yu Jie tidak kesulitan memerhatikan benderanya.


Tidak lama setelahnya ada dua orang turun dari kereta kuda, satu orang wanita cantik dengan gaun mewah sementara yang lain merupakan pria tua dengan zirah perang di tubuhnya.


“Ternyata benar? Akan menjadi semakin menarik kalau begitu," gumam Yu Jie sebelum melangkah mendekat.


[Misi muncul, beri pelajaran pada keluarga kerajaan yang membuat Anda kesal. Hadiah 5% exp juga 100 poin sistem akan Tuan terima sebagai imbalan keberhasilan]


Yu Jie hanya melirik pesan sistem sesaat sebelum tidak menghiraukannya, hadiah dari sistem hanya akan dianggapnya bonus sebab memberi pelajaran pada kedua orang itu murni datang dari keinginannya sendiri.


Tidak perlu waktu lama sampai keberadaan Yu Jie disadari oleh kedua orang itu, hal ini membuat yang wanita terpana sementara pria tua dengan zirah langsung waspada.


“Hei, berhenti di sana. Jangan mencoba mendekat atau kau akan menyesal!!!" seru pria tua.


Yu Jie tanpa perubahan ekspresi terus melangkah, ranah kultivasi pria tua itu bahkan tidak ada setara dengannya sehingga tidak terlalu menganggap serius peringatannya.


“Tuan Putri, mundur. Dirinya berbahaya," ucap pria tua sebelum melangkah maju agar Yu Jie tidak semakin mendekat.


Pria tua itu memang sempat mencoba membaca ranah Yu Jie tetapi tidak berhasil, hal ini hanya memiliki satu arti yaitu Yu Jie memiliki ranah kultivasi lebih tinggi darinya.


Yu Jie hanya menatap pria tua dengan sinis, pria tua itu tau dirinya berbahaya tetapi masih berani melangkah maju membuat Yu Jie semakin tertarik.


“Hei, Nak. Apa ada sesuatu telah kami lakukan hingga kau tampak tidak senang seperti ini?!!" tanya pria tua mencoba menghindari pertarungan.


Yu Jie sempat menatap pria tua tajam sebelum berkata, “Apa aku bahkan tidak boleh kesal saat ada kereta kuda hampir menabrakku?"


Pria tua segera melirik kusir kereta kudanya, yang mana hanya menunduk takut kusir itu karena tau apa yang baru dilakukannya telah menimbulkan masalah.


“Sekarang jelas bukan alasan tindakanku? Kalau begitu bagaimana jika kita langsung selesaikan saja ini semua?" Yu Jie yang perlahan menarik pedang dari sarungnya.

__ADS_1


__ADS_2