
Yu Jie melayang di udara dengan santainya ketika orang-orang baru saja memulai aktifitas paginya, sosok Yu Jie segera menjadi buah bibir warga kota sebab kemunculannya sebagai kultivator legenda yang sering ada di cerita-cerita.
“Luar biasa, siapa tuan itu hingga membuat kehebohan semacam ini?"
Warga kota menatapi terbangnya Yu Jie penuh kagum, yang mana Yu Jie hanya biarkan sembari memikirkan sesuatu untuk diucapkan.
Banyak warga kota mulai keluar dari rumah mereka setelah mendengar kemunculan kultivator tingkat tinggi seperti di cerita legenda, membuat tatap mata yang memandang Yu Jie sudah demikian banyaknya.
Warga kota menyerukan harapan pada Yu Jie terkait kesejahteraan mereka, pandangan orang biasa pada kultivator setingkat Yu Jie memang demikian tingginya.
“Simpan semua harapan kalian di hati masing-masing sebab aku tau satu hal yang pasti menjadi keinginan kalian, yaitu kemajuan kerajaan juga kedigdayaan di masa depan," ucap Yu Jie dengan Qi dalam suaranya.
Setiap warga kota yang mendengar kembali bersorak-sorai, mereka terpana pada Yu Jie yang bahkan mengetahui kekhawatiran mereka.
Setelah pangeran pertama maju sebagai calon raja, situasi di ibu kota menjadi demikian parahnya hingga terkesan penuh teror sebab banyak prajurit mati tanpa alasan jelas.
Di tambah tidak berapa lama lalu dinding kota runtuh yang pelakunya bahkan belum tertangkap hingga sekarang, mereka berharap Yu Jie bisa membuat ibu kota kembali seperti sedia kala.
Semua itu diucapkan warga kota, beberapa bahkan memohon pada Yu Jie untuk menangkap buronan yang diduga melakukan itu semua.
Yu Jie entah harus menanggapi ini bagaimana, sebab selain serangan di istana, semua teror yang terjadi adalah ulahnya.
“Mereka meminta aku menangkap diriku sendiri? Bagaimana caranya?" gumam Yu Jie, sembari terus terbang mengikuti arahan Mu Yang sebagai pemimpin rombongan prajurit.
Tidak perlu waktu lama sampai Yu Jie sampai di tempat tujuannya, yaitu kediaman bangsawan Jang dengan segala kemewahannya.
“Kalian semua, cepat ratakan tempat ini!!!' seru Yu Jie, pada belasan ribu prajurit yang datang bersamanya.
Para jenderal termasuk Mu Yang ikut maju membuka paksa gerbang kediaman itu, para penjaga kediaman bangsawan nampak kebingungan dengan apa yang tengah terjadi sekarang.
“Je— jenderal Yang, apa yang menjadi tujuan Anda datang kemari? Apa anda ingin menemui Tu—"
Salah satu penjaga belum sempat bertanya ketika Yu Jie melempar pedang dari udara, menancap tepat di jantung penjaga itu menghilangkan nyawanya.
__ADS_1
“Jangan membuang waktu, cepat ratakan saja," ucap Yu Jie memberi perintah.
Para jenderal termasuk Mu Yang tidak berani membantah, mereka segera masuk paksa sebagai pemimpin penyerangan ini.
Para penjaga kediaman bangsawan yang belum mengerti situasi dapat dihabisi begitu mudah oleh Mu Yang beserta yang lain, hingga tidak butuh waktu lama area luar kediaman itu bersih dari penjaga yang bertugas di sana.
Keributan yang terjadi di luar kediaman nampaknya didengar oleh mereka yang ada di dalam, kali ini para penjaga keluar dengan persiapan hingga berhasil memukul mundur Mu Yang dan para jenderal yang ada di barisan depan.
Mu Yang beserta para jenderal perlahan terus terpojok hingga terpaksa keluar dari gerbang kediaman, ternyata penjaga yang masih ada di dalam cukup banyak hingga berjumlah sekitar seribuan orang.
“Apa-apaan semua ini?! Apa setelah semua yang telah keluargaku lakukan, kerajaan Zirah Besi ingin membuang keluargaku dengan cara seperti ini?!"
Seorang pria sepuh dengan jubah mewah keluar dari kediaman, tidak perlu menebak untuk tau kalau dirinya adalah pemimpin keluarga Jang.
Mu Yang dan para jenderal mulai mengambil jarak dengan para penjaga bangsawan Jang, menoleh pada Yu Jie menunggu perintah lebih lanjut darinya.
Yu Jie segera terbang mendekat sebelum mendarat di atas gerbang kediaman, menatapi sekitar seribu penjaga di bawahnya yang kebanyakan panik setelah menyadari keberadaannya.
“Benar, Tuan Jang. Pihak kerajaan ternyata memiliki sosok sepertinya, akan berbahaya jika kita terus melawan seperti ini."
Para penjaga sudah lebih dahulu kehilangan semangat bertarung setelah melihat sosok Yu Jie. Kebanyakan mereka memang hanya kultivator Pelatihan Tubuh, yang untuk memukul mundur Mu Yang juga para jenderal saja sudah membutuhkan sekian banyak usaha.
Kini datang sosok kultivator yang mereka tebak ada di ranah Jiwa Bumi tahap Puncak, untuk membayangkan menerima serangannya saja tidak berani mereka.
“Bicara apa kalian? Cepat habisi dia, tidak peduli apapun itu kalian harus tetap melindungiku!" seru pria sepuh yang nampak belum mengerti situasinya.
Yu Jie tertawa pelan melihat kebodohannya. Jangankan hanya seribu, puluhan ribu penjaga di hadapannya sekalipun dapat dirinya singkirkan dengan mudah.
“Setiap prajurit, lihat semua yang akan terjadi!" seru Yu Jie.
Para prajurit termasuk Mu Yang dan para jenderal langsung memerhatikan Yu Jie, mereka ingin tau apa yang alasan ucapan Yu Jie.
Yu Jie memberi isyarat pada Mu Yang untuk melemparkan pedang padanya, Mu Yang sempat ragu walau tetap melakukan itu.
__ADS_1
Yu Jie menangkap pedang dari Mu Yang sebelum mengalirinya dengan Qi, setelahnya menyabetkan pedang tersebut membuat lesatan Qi muncul dari sana.
Wushhh!!!
Lesatan Qi menembus tubuh sekitar seribu penjaga begitu mudahnya, membuat tubuh-tubuh itu terbelah yang sama artinya mereka semua telah kehilangan nyawa.
Setiap prajurit termasuk para jenderal langsung menelan ludah mereka, tidak berani membayangkan jika merekalah sasaran lesatan Qi tersebut.
“Itu yang terjadi jika kalian berani memihak pengkhianat kerajaan, mengerti?" tanya Yu Jie.
“Siap, Tuan. Kami mengerti!" seru belasan ribu prajurit serempak.
Setiap prajurit juga para jenderal setelahnya membicarakan kehebatan Yu Jie, mereka merasa Yu Jie terlalu luar biasa di usianya yang tampak begitu muda.
Berbeda dengan mereka, Mu Yang berbeda. Raut wajah Mu Yang masam tidak bersemangat, apalagi setelah Yu Jie mengembalikan pedangnya yang mana telah ada retakan cukup besar di sana.
“Tuan Muda Jie, kenapa kau merusak pedangku lagi kali ini," gumam Mu Yang, tidak ingin Yu Jie mendengarnya.
Setelah para penjaga yang melindunginya tumbang, kepala keluarga Jang langsung sadar, jika sebanyak apapun penjaga disisinya tetap tidak akan bisa melindunginya dari sosok seperti Yu Jie.
“Sialan, siapa sebenarnya pemuda ini," ucap kepala keluarga Jang mencoba lari.
Yu Jie jelas tidak membiarkan itu terjadi, dirinya langsung terbang sebelum mendarat tepat setelah mencengkram kepala pria sepuh itu dengan erat.
“Kau mau kemana?' tanya Yu Jie dengan sorot mata tajam.
Kepala keluarga Jang beberapa kali membuka mulutnya tetapi tidak ada kata keluar dari sana. Sampai Yu Jie menyentuh salah satu titik di tubuhnya, langsung pria sepuh itu kehilangan kesadarannya.
Yu Jie menyeret pria sepuh yang kini sudah tergeletak di tanah, membawanya ke arah Mu Yang juga para prajurit yang telah menunggunya.
“Mu Yang, ikut denganku dan bawa dia. Sementara yang lain, geledah kediaman ini dan pastikan tidak ada seorang keluarga Jang pun yang tersisa," ucap Yu Jie.
“Baik, Tuan!!!" seru serempak setiap prajurit kerajaan.
__ADS_1