Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Hanya Yu Jie


__ADS_3

Yu Jie segera mencari ke sekitar untuk menemukan Ma Gong tetapi dirinya tidak temukan apa-apa, teknik kabur yang baru Ma Gong gunakan bisa jadi jurus andalan sekte Pedang Darah.


“Sialan, sekte Besar dari kerajaan terpencil ternyata memiliki teknik merepotkan semacam ini?" gumam Yu Jie dengan decakan kesal.


Yu Jie lebih memilih kembali ke sekte Pedang Darah tidak ingin terlarut dalam pengejaran percuma, yang mana Mu Yang ternyata telah ada di sana mencari dirinya.


“Tuan Muda Jie, apa yang baru terjadi?" tanya Mu Yang, melihat hamparan anggota sekte Pedang Darah telah tergeletak di tanah.


“Apa lagi? Tetu saja hal yang menyenangkan." Yu Jie dengan senyum seringai.


Mu Yang hanya bisa menelan ludahnya, penyerangan Yu Jie lakukan tidak terlalu lama tetapi sudah berhasil melakukan itu semua.


“Berhenti memikirkannya, cepat kembali ke ibu kota dan tugaskan sekitar seribu prajurit kemari. Ada hal harus kita lakukan pada sekian banyak orang ini,' ucap Yu Jie.


Mu Yang menerima perintah langsung pergi dari sana, meninggalkan Yu Jie seorang diri yang tidak ikut pergi.


Yu Jie hanya menyandarkan tubuhnya di dahan pohon guna bersantai hingga Mu Yang kembali, tanpa terasa matahari sudah muncul menandakan datangnya pagi hari.


“Semuanya, ikut aku masuk menemui Tuan Muda Jie!!!"


Suara seruan terdengar yang Yu Jie kenali sebagai suara Mu Yang, benar saja tidak lama kemudian pria tua itu sudah datang dengan sekitar seribu prajurit bersamanya.


“Hormat kami, Tuan Muda Jie!!!" seru serempak Mu Yang juga para prajurit.


Para prajurit langsung berdecak kagum kemudian, mereka begitu sulit untuk percaya apa yang tengah mereka lihat di sana.


Sekte Pedang Darah yang digdaya juga terkenal akan kekuatannya, kini lebih tampak seperti tempat mati sebab seluruh anggotanya kini telah tumbang di tanah.


“Jangan melamun dan cepat kumpulkan setiap dari mereka, laporkan padaku jika sudah," ucap Yu Jie, tidak sedikitpun beranjak dari pohon tempatnya bersandar.


Para prajurit melakukan itu tanpa banyak bicara, apa yang Yu Jie katakan hanya akan mereka lakukan sebab tidak ingin Yu Jie marah yang bisa jadi nasib mereka akan sama dengan anggota sekte Pedang Darah.


Sekitar siang hari, apa yang Yu Jie perintahkan akhirnya selesai. Ribuan anggota sekte Pedang Darah kini sudah di kumpulkan dalam satu tempat lapang.


“Tuan Muda Jie, kebanyakan dari mereka sudah mati." Mu Yang melaporkan apa yang diketahuinya.


“Hanya kebanyakan?" tanya Yu Jie, sebab mengira tidak ada yang selamat dari tekanan auranya.


“Benar, ada sekitar empat belas orang masih bernafas."

__ADS_1


Mu Yang segera memerintahkan beberapa prajurit untuk menggotong mereka yang selamat ke hadapan Yu Jie, yang mana saat ini dilakukan salah satu dari mereka membuka mata dengan ekspresi penuh amarah.


“Beraninya prajurit rendahan macam kalian menyentuhku, menyingkir!!!" seru pria yang sadar.


Yu Jie mengenali pria itu sebagai salah satu tetua Pedang Darah, langsung mengambil langkah.


“Teriak lagi maka kau akan langsung aku habisi," ucap Yu Jie pelan namun menusuk pendengaran.


Tetua itu segera bungkam, ingat tentu saja orang yang telah membuatnya dan setiap tetua lain hilang kesadaran dengan kekuatannya.


“Tu— tuan, ini salah paham," ucap tetua itu cepat.


Para prajurit yang sempat mengambil jarak demikian jauh ketika tetua itu sadar, langsung menatap penuh keheranan.


Mereka mengenali pria itu sebagai kultivator ternama di kerajaan Zirah Besi, tentu terkejut sosok sepertinya bahkan dapat merasakan takut di hadapan Yu Jie.


“Salah paham? Bangunkan teman-temanmu yang lain, mari kita luruskan kesalahpahaman ini." Yu Jie pada tetua tersebut.


Tetua itu langsung melakukan apa yang Yu Jie pinta, dengan membangunkan 13 orang temannya yang seluruhnya adalah tetua sekte Pedang Darah.


Setiap tetua setelah dibangunkan langsung menatap sekitar untuk memeriksa, setelahnya terkejut melihat tumpukan jasad anggota sekte mereka.


14 orang tetua itu langung menelan ludah, mereka yakin Yu Jie tidak main-main dengan ucapannya.


“Tu— tuan, apa yang terjadi pada patriak juga wakil patriak sekte kami?" tanya salah satu dari mereka, sebab tidak melihat keberadaan Ma Gong juga wakilnya.


“Kalau yang kau maksud wakil patriak adalah jasad di sana, maka itu dirinya," ucap Yu Jie menunjuk salah satu arah.


Para tetua langsung kehilangan semangat hidup melihat ini, jujur saja mereka tidak yakin dapat bertahan jika Yu Jie benar ingin menghabisi mereka, melihat wakil patriak yang lebih kuat saja kini sudah meregang nyawa di tangan pemuda yang sama.


“Kenapa tampak lemas seperti ini?" tanya Yu Jie, mencoba menahan senyumnya.


Para tetua bungkam cukup lama, sampai kemudian salah satu dari mereka memberanikan diri untuk berbicara, “Tu— tuan, mohon ampuni nyawa kami."


Suaranya terdengar begitu lirih penuh keputusasaan, seolah tidak percaya permintaannya akan Yu Jie iyakan.


“Itu hal mudah." Yu Jie dengan santainya.


Para tetua langsung terbelalak, mereka terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru mereka dengar.

__ADS_1


Tidak hanya para tetua sekte Pedang Darah, para prajurit juga memberikan reaksi serupa. Mereka mempertanyakan apa yang tengah Yu Jie coba lakukan, dengan membiarkan hidup belasan kultivator Jiwa Bumi tahap Awal yang bisa kapan saja meratakan ibu kota jikalau Yu Jie tidak ada.


“Aku punya alasan, jangan berani-berani bertanya akan apa yang sudah aku putuskan." Yu Jie penuh ancaman pada para prajurit juga Mu Yang.


Mu Yang pada akhirnya hanya mengangguk mengerti, begitu pula dengan para prajurit yang jelas tidak berani menentang Yu Jie.


Yu Jie setelahnya memerintahkan sebagian prajurit untuk membakar ribuan jasad anggota sekte Pedang Darah, sementara sisanya diperintahkan oleh Yu Jie untuk mencari tempat penyimpanan harta di sana.


“Ak— aku akan menunjukan lokasinya." ucap salah satu tetua tanpa Yu Jie minta.


“Bagus kalau begitu. Mu Yang, pergi bersamanya dan bawa setiap harta yang kau temukan kembali ke ibu kota." Yu Jie memberi perintah.


“Tu— Tuan Muda Jie, apa aman membiarkannya mengantarku?" tanya Mu Yang, jelas risau karena kekuatan tetua itu jauh di atasnya.


Yu Jie melirik tajam tetua yang bersedia mengantar, tetua itu langsung menggeleng kencang memberi isyarat dirinya tidak berani macam-macam.


“Pergi saja, aku akan menunggu di sini untuk jaga-jaga." Yu Jie tidak yakin tetua itu dapat dipercaya.


Mu Yang pada akhirnya pergi bersama ratusan prajurit juga satu tetua sekte Pedang Darah, tidak lama mereka kembali dengan puluhan gerobak berisi demikian banyak keping emas juga sumber daya.


“Tuan Muda Jie, kita mendapat keuntungan besar!" Mu Yang penuh semangat.


Yu Jie hanya menatap dengan wajah datar sebelum berkata, “Kita? Itu semua milikku, kalian hanya membantuku membawakannya."


Mu Yang hanya bisa tersenyum canggung, entah milik siapa itu tidak penting sebab yang penting sekarang adalah sekte Pedang Darah sudah tidak lagi dapat berbuat apa-apa.


Yu Jie pada akhirnya kembali ke ibu kota dengan membawa begitu banyak hal luar biasa, tidak hanya jarahan tetapi juga tawanan yang seluruhnya merupakan sosok ditakuti di kerajaan Zirah Besi.


“Hei, siapa yang menyuruhmu melepas ikatan itu?" Yu Jie di tengah perjalanannya kembali ke ibu kota.


“I— ini lepas sendiri, Tuan." Salah satu tetua ketika ikatan selembar kain putus dari tangannya.


“Omong kosong, cepat pasang lagi!"


“Ba— baik."


Para prajurit termasuk Mu Yang hanya bisa menatap Yu Jie dalam diam, ikatan kain tipis di tangan setiap tetua jelas tidak sedikitpun berguna untuk menahan mereka. Meski demikian, tidak ada satupun tetua sekte Pedang Darah berani kabur dari sana, menggambarkan betapa mengerikan Yu Jie di mata mereka.


“Hanya Tuan Muda Jie yang bisa melakukan ini," batin Mu Yang juga setiap prajurit.

__ADS_1


__ADS_2