
Beberapa hari telah terlewat semenjak penderitaan harus dirasakan para bangsawan muda, mereka mungkin dendam tetapi tidak dapat berbuat apa-apa hingga Yu Jie tidak perlu melakukan tindakan lebih jauh pada mereka.
Pagi-pagi sekali Yu Jie sudah bersiap di kamarnya, hari ini adalah hari pelantikan Xiang He menjadi ratu dilaksanakan dan ada yang ingin Yu Jie lakukan sebelum semua itu dimulai.
Yu Jie keluar dari bangunan utama istana menuju salah satu kediaman terpisah, di sana adalah tempat bermalam utusan dari klan Yu dirinya ketahui dari Mu Yang.
“Siapa yang datang ke ibu kota kira-kira?" gumam Yu Jie penuh tanda tanya.
Yu Jie mengetuk gerbang kediaman itu, tidak lama seorang pria dua puluhan tahun muncul yang tidak lain merupakan Yu Man.
“Hormatku, Tuan Muda Jie!!!" Yu Man dengan penuh antusias setelah mengetahui Yu Jie lah yang datang.
Yu Jie setelahnya dipersilahkan masuk oleh Yu Man, tetua ketiga serta yang paling muda di klan ternyata datang bersama dua anggota elite klan ke sana.
“Apa ada hal yang menghambat Yu Pao juga Yu Wen hingga bukan keduanya yang datang?" tanya Yu Jie.
Yu Man segera menjelaskan jika klan tengah tertimpa masalah yang harus segera diselesaikan, hal ini membuat tetua pertama dan kedua sibuk sehingga dirinya yang termuda terpaksa menjadi perwakilan untuk datang ke istana.
“Apakah itu masalah serius?" tanya Yu Jie, ekspresinya tiba-tiba berubah dingin.
“Ti— tidak, Tuan Muda Jie. Anda tidak perlu risau, hanya beberapa hal kecil saja sehingga Anda tidak perlu turun tangan untuk mengurusnya," timpal Yu Man sedikit panik.
Yu Jie mengangguk pelan, artinya ia tidak perlu jauh-jauh kembali untuk membantu klan mengurus masalah tersebut.
“Oh iya, Tuan Muda Jie. Ada kepentingan apa di tengah kesibukan Anda hingga menyempatkan kemari?" tanya Yu Man.
“Apakah harus ada alasan untuk aku yang merupakan ketua klan menyambut orangku?" Yu Jie menaikan alisnya.
Yu Man menggeleng kencang, dirinya merasa tersentuh sebab ini tandanya Yu Jie amat peduli pada anggota klannya.
“Ada sebenarnya," ucap Yu Jie tiba-tiba.
“Eh ... ada apa Tuan Muda Jie?" tanya Yu Man tidak mengerti.
“Ada kepentingan, memangnya apalagi?"
__ADS_1
Yu Man segera memijat keningnya, tidak berapa lama lalu dirinya tersentuh akan sesuatu yang tidak pernah ada.
“Kau marah?" tanya Yu Jie melihat reaksi Yu Man.
“Ti— tidak," jawab Yu Man terbata.
“Bagus, sekarang dengarkan apa yang akan aku katakan ...."
Yu Jie menyampaikan pada Yu Man sesuatu yang harus Yu Man lakukan sebagai perwakilan klan Yu setelah acara pelantikan nanti, semua itu Yu Man sanggupi tanpa sedikitpun keberatan meski ada sedikit keanehan.
“Sebagai pengingat, semuanya harus berjalan sesuai seperti yang aku sampaikan." Yu Jie menutup pembicaraannya.
“Sesuai keinginan Anda, Tuan Muda Jie."
Yu Jie merasa urusannya di sana telah selesai pada akhirnya memutuskan pergi, Yu Man dan dua anggota elite klan juga langsung bersiap berangkat ke acara pelantikan Xiang He yang akan dimulai tidak lama lagi.
Yu Jie langsung terbang menggunakan teknik Sayap Naga Surgawi ke lapangan istana, di sana sudah ada demikian banyak rakyat kerajaan yang memang diperbolehkan datang untuk menyaksikan pelantikan.
Tidak hanya rakyat biasa, para bangsawan dan petinggi kerajaan juga sudah berkumpul, hanya tinggal menunggu kedatangan Xiang He saja sampai pelantikan posisi ratu dilakukan.
“Hormat kami, Tuan Putri!" seru rakyat kerajaan juga setiap bangsawan.
Setelahnya upacara pelantikan resmi dilakukan, Xiang He melakukan setiap tradisi yang memang harus dilakukan sampai tahap akhir dan dengan ini dirinya telah resmi menjadi ratu kerajaan.
“Puji Yang Mulia Ratu!!!" seru salah satu petinggi kerajaan yang memimpin pelantikannya.
Rakyat kerajaan langsung bersorak sorai, pengangkatan Xiang He sebagai ratu membawa harap besar setiap orang akan kerajaan Zirah Besi untuk dapat menjadi lebih baik lagi.
Xiang He setelahnya dipersilahkan memberi sambutan sebagai pemimpin baru kerajaan, apa yang Xiang He ungkapkan kebanyakan berisi harapan kebahagian untuk rakyatnya dan ini disambut baik mereka semua dengan penuh suka cita.
“Terakhir, aku ingin berterima kasih kepada seseorang ...."
Ungkapan Xiang He langsung membuat setiap orang bungkam, mereka mempertanyakan siapa orang beruntung hingga ratu mereka sampai bersedia menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Kepada sang penyelamat kerajaan, dengan ini aku sebagai Ratu kerajaan Zirah Besi mengungkapkan rasa terima kasihku!!!"
__ADS_1
Seruan Xiang He langsung membuat rakyat terpikir akan satu orang, yaitu Yu Jie yang memang telah mereka anggap sebagai pahlawan.
“Rakyatku sekalian, mari kita ungkapkan rasa terima kasih ini bersama-sama ..." Xiang He sembari menarik napas dalam.
Rakyat kerajaan segera melakukan hal serupa, sempat hening beberapa saat sampai mereka bersuara.
“Tuan Muda Jie, tolong bersedia menerima rasa terima kasih kami!!!"
Seruan tersebut terdengar demikian kencang hingga membuat area sekitar bergetar, bagaimana tidak jika yang berteriak hampir seratus ribu orang.
“Hutfhh, betapa merepotkan menjadi sosok hebat yang dikagumi banyak orang," gumam Yu Jie seraya menggeleng pelan.
Yu Jie setelahnya terbang secara perlahan juga elegan ke hadapan setiap orang, posisinya yang sempat tersembunyi kini mulai nampak jelas dan langsung disadari oleh orang-orang di bawahnya.
“Lihat, itu Tuan Muda Jie, penyelamat kita!!!"
“Benar, itu Tuan Muda Jie kuktivator hebat kerajaan kita!"
“Tuan Muda Jie, tolong jadikan aku kekasihmu!!!"
Kehebohan langsung timbul setelah kemunculan Yu Jie, yang mana keriuhan ini bahkan melebihi sorak sorai rakyat kerajaan ketika merayakan naiknya Xiang He sebagai ratu.
Menyadari situasinya mulai kacau dan tidak terkendali, Yu Jie mengangkat satu telunjuknya, di saat yang sama mulut setiap orang langsung bungkam tidak dapat terbuka.
Hal ini membuat setiap orang hanya bisa menatap Yu Jie penuh kagum dalam diam saja, yang mana sosok Yu Jie terlihat begitu menawan dengan terpaan angin menghembus wajah juga jubahnya.
“Maaf, aku tidak bermaksud memaksa kalian bungkam. Aku melakukan ini hanya karena diriku tidak suka kebisingan, apa kalian keberatan?" tanya Yu Jie penuh kelembutan dalam suaranya.
Yu Jie diam menunggu jawaban tetapi hanya hening tidak ada yang terdengar, sampai sini Yu Jie baru ingat dirinya masih menggunakan Qi untuk menutup mulut setiap orang.
Yu Jie langsung menurunkan telunjuknya yang mana setiap orang langsung bisa kembali berbicara.
“Aku tidak keberatan Tuan Muda Jie, bahkan jika dirimu menculikku untuk hidup bersamamu selamanya aku sama tidak keberatannya!!!" seru salah seorang wanita.
Ucapan tersebut langsung memancing banyak wanita lain untuk melakukan hal serupa, walau demikian tidak Yu Jie biarkan hal tersebut terjadi dengan langsung mengangkat telunjuknya.
__ADS_1
“Ini lebih baik," gumam Yu Jie, merasa heningnya mereka amat baik untuk ketenangan juga kesehatan mentalnya sebab tidak perlu mendengar ucapan yang tidak-tidak.