Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Tamu Tak Diharapkan


__ADS_3

Aura mulai merembes keluar bersamaan dengan Yu Jie melangkah, aura demikian kuat itu jelas mengganggu untuk pria tua juga orang yang datang bersamanya.


“Sialan, ada di ranah apa dia sebenarnya? Mengapa auranya sekuat ini," gumam pria tua dengan napas yang mulai sesak.


“Paman Yang, kepalaku tiba-tiba sakit dan tubuhku sulit untuk digerakkan," ucap wanita muda dengan gaun mewah.


Pria tua dengan baju zirah langsung menyentuh pundak wanita itu untuk mengalirkan Qi nya, membantu wanita muda bertahan dari tekanan aura Yu Jie.


“Menarik, tetapi aku tidak sebaik itu hingga akan berhenti hanya sampai di sini saja," gumam Yu Jie.


Aura dari tubuh Yu Jie bertambah beberapa kali lipat, hal ini membuat kusir kereta kuda jatuh kehilangan kesadaran dan membuat pria tua juga wanita muda gelagapan.


“Paman Yang ...."


Pria tua segera menatap wanita muda khawatir, dirinya ke sana ditugaskan untuk melindungi wanita tersebut sehingga tidak bisa diam saja melihat wanita itu kenapa-kenapa.


“Nak, bisa aku minta kau menarik auramu kembali?" Pria tua dengan ketegasan.


Yu Jie hanya mengangkat alisnya, tidak merasa harus menuruti itu malah menambah tekanan auranya.


Wanita muda segera jatuh berlutut, tekanan dari Yu Jie sudah ada di tahap dirinya tidak bisa tahan.


“Lancang, berani sekali kau membuat Tuan Putri tampak seperti ini!!!" seru pria tua kehilangan kesabarannya.


Pria tua segera mengeluarkan auranya untuk menekan balik Yu Jie, sayang tidak ada yang berubah meski itu telah dilakukannya.


Yu Jie segera tersenyum sinis, lucu menurutnya melihat kultivator setingkat pria tua itu ingin beradu aura dengannya.


“Lancang, berani sekali orang dari kerajaan kecil seperti kalian berteriak padaku?!!" Yu Jie dengan suara tinggi.


Bendera di atas kereta kuda memang sudah Yu Jie kenali, yang mana itu merupakan milik kerajaan Zirah Besi yang ada di dekat sana sekaligus penguasa wilayah di mana klan Yu juga Bai berdiri.

__ADS_1


Untuk kekuatan masih Yu Jie ingat kerajaan tersebut tidak seberapa, karena hanya salah satu dari empat kerajaan lain di pinggiran wilayah kekaisaran yang hampir menguasai seisi benua.


Bisa dikatakan kerajaan Zirah Besi dan empat kerajaan lain hanya serpihan dibanding kedigdayaan kekaisaran, karena ini identitas mereka tidak terasa mengintimidasi untuk Yu Jie yang di kehidupan pertamanya bahkan mampu membuat kaisar tunduk padanya.


Mendengar ucapan Yu Jie, pria tua bukan marah malah semakin risau wajahnya. Dirinya tentu tau di mana tengah berada, klan Bai yang terkenal kuat sehingga melihat Yu Jie menganggap rendah kerajaannya membuatnya mempertanyakan posisi Yu Jie di sana.


Klan Bai juga klan Yu memang masih ada di wilayah kerajaan, meski demikian kerajaan tidak pernah punya hak juga keberanian untuk ikut campur di wilayah kekuasaan dua klan tersebut.


“Nak, ucapan mu sebelumnya sudah begitu berlebihan. Entah kau menganggap serendah apa kerajaan Zirah Besi, tetap kerajaan kamilah kekuatan yang mengatur sekian besar wilayah di sekitar sini," ucap pria tua dengan pemilihan kata amat hati-hati.


Yu Jie dengan senyum sinis hanya menertawakan, setelahnya berkata, “Sekitar sini bukan berarti wilayah ini, hati-hati sebelum bertingkah di wilayah orang lain atau kau akan tidak beruntung bertemu sosok sepertiku."


Pria tua hanya bungkam, dengan ini jelas sudah kalau posisi Yu Jie sama sekali tidak rendah melihat kepercayaan dirinya diusianya yang begitu muda.


“Tuan Putri, sebaiknya kita mengalah dan meminta maaf padanya," bisik pria tua pada wanita muda yang tampak telah begitu lemas berlutut di tanah.


Wanita muda yang tidak lain merupakan tuan putri kerajaan Zirah Besi hanya mengangguk, bagaimana tidak jika saran itu disampaikan oleh salah satu dari jenderal kerajaannya sendiri.


Pria tua segera menatap Yu Jie rumit, untuk membujuk tuan putri kerajaannya meminta maaf saja sudah berlebihan tetapi Yu Jie menolak hal tersebut bahkan saat belum disampaikan membuatnya menganggap Yu Jie arogan.


“Apa yang terjadi di sini?"


Suara terdengar dari arah dalam aula, Bai Yin nampak baru keluar dari sana setelah mendengar keributan yang terjadi.


Bai Yin segera terkejut melihat ada Yu Jie di sana, dirinya senang tetapi tidak lama sebab matanya segera jatuh pada pria tua juga wanita muda yang membuat suasana hatinya langsung berubah kesal.


“Kalian, bukankah klan Bai sudah bilang tidak tertarik ikut campur dalam masalah kerajaan?" Bai Yin ketus.


Yu Jie mulai bisa menebak garis besar alasan kedatangan keluarga kerajaan Zirah Besi langsung menarik auranya, ingin melihat bagaimana Bai Yin mengurus keluarga kerajaan tersebut.


“Nona Muda Yin, mohon dengarkan alasan kedatangan kami sekali saja," wanita muda saat Yu Jie menarik auranya.

__ADS_1


Wanita muda bahkan segera berdiri sebelum membungkuk memberi hormat pada Bai Yin tidak peduli identitasnya sebagai tuan putri, seolah menganggap identitas Bai Yin sebagai nona muda klan Bai lebih tinggi darinya.


“Tidak tertarik, pergi sana. Kedatangan kalian tidak diharapkan jadi jangan keras kepala, atau kalian akan terlihat tidak tau malu karenanya," Bai Yin mengibaskan tangannya.


Ekspresi wanita muda juga pria tua segera berubah buruk, mereka tau kedatangan tiba-tiba mereka terkesan tidak sopan tetapi semua itu ada alasannya.


“Menunggu apa? Cepat pergi, ada hal lebih penting harus aku lakukan," ucap Bai Yin.


Sorot mata Bai Yin segera beralih pada Yu Jie, yang mana sudah hilang ekspresi kesalnya berganti senyum malu-malu di wajahnya.


“Tuan Muda Jie, ayahku sudah menunggumu kedatangan mu. Silahkan ikuti aku, biar aku antar bertemu dengannya," ucap Bai Yin lemah lembut suaranya.


Yu Jie hanya mengangguk, yang mana hal ini segera membuat pria tua juga gadis muda melirik satu sama lain penuh penasaran.


Cara Bai Yin memperlakukan keduanya dengan saat berbicara pada Yu Jie begitu berbeda, keduanya adalah orang penting kerajaan tetapi tidak mendapat sambutan baik sementara Yu Jie yang tidak mereka ketahui siapa disambut sebaik itu membuat keduanya bertanya-tanya.


“Tuan Putri, kita benar-benar harus meminta maaf padanya," bisik pria tua.


“Aku setuju, aku takut identitas tuan ini jauh lebih dari apa yang kita bayangkan," jawab wanita muda dengan suara lemas, tiba-tiba teringat sekuat apa aura Yu Jie menekan tubuhnya.


Yu Jie hanya tersenyum sinis mendengar bisikan keduanya, sembari terus melangkah dirinya berkata, “Kalau meminta maaf mudah kenapa masih ada banyak pertarungan di mana-mana?"


Pria tua juga gadis muda segera bungkam, mendengar itu membuat keduanya semakin risau.


“Jangan pedulikan tamu tidak diundang seperti mereka, Tuan Muda Jie. Aku tidak tau apa masalah yang terjadi antara dirimu dengan mereka, tetapi akan aku lebih persulit tujuan mereka kemari karena sudah berani bersinggungan denganmu," timpal Bai Yin tiba-tiba.


Pria tua juga wanita muda mendengar ini segera gemetaran, bak jatuh tertimpa tangga menurut mereka sebab kini keduanya juga menyinggung Bai Yin di waktu yang sama.


“Kusir bodoh!!! Enak sekali kau terlelap setelah menimbulkan kekacauan ini!!!" seru pria tua setelah Yu Jie dan Bai Yin memasuki aula.


Pria tua memang menganggap kekacauan itu salah kusir kereta kudanya, karena sudah berani secara arogan tidak berhati-hati memacu kuda di wilayah penuh kultivator tingkat tinggi macam klan Bai.

__ADS_1


__ADS_2