
Matahari bahkan belum muncul saat sekitar dua puluh ribu prajurit berkumpul, mereka dipanggil begitu tiba-tiba bahkan untuk prajurit yang tengah tidak dalam waktu tugasnya.
“Apa alasan kita dipanggil kemari?"
“Jangan tanya aku, aku masih mengantuk."
“Diamlah, penasihat raja sendiri yang menugaskan kita berkumpul di sini. Pasti ada hal penting untuk disampaikan, jadi patuh saja dan jangan banyak mengeluh atau pangeran pertama akan mengeksekusi mu."
Para prajurit masih kebingungan sampai Yu Jie, Xiang He juga Mu Yang datang, ketiganya diberitahu penasihat raja jika apa yang diminta telah selesai dilakukan.
“Mereka semua adalah setiap prajurit yang tengah ada di ibu kota, untuk prajurit tersisa tidak bisa ikut datang sebab ditugaskan di kota lain yang jauh dari sini." Penasihat raja menyampaikan laporannya.
Yu Jie hanya mengangguk sebelum menyuruh penasihat raja menyingkir, dengan langkah penuh wibawa dirinya berdiri di hadapan dua puluh ribuan prajurit tersebut.
Setiap prajurit menatap Yu Jie penuh tanda tanya, mereka tidak tau Yu Jie siapa dan bagaimana bisa Xiang He yang menjadi tahanan rumah kini ada di sampingnya.
“Kemana pangeran pertama? Kenapa Penasihat raja malah tampak patuh padanya?"
Setiap prajurit memiliki kecurigaan sebab merasa ada yang salah, mereka awalnya berpikir pangeran pertama lah alasan berkumpulnya mereka tetapi sepertinya tidak.
“Kalian bingung? Tanyakan apa yang membuat kalian bingung, aku mungkin bisa menjawabnya," ucap Yu Jie.
Suara Yu Jie terdengar pelan tetapi mampu didengar oleh setiap prajurit, tidak terkecuali yang ada di barisan paling belakang sebab Yu Jie memasukan sedikit Qi pada suaranya.
“Siapa kau, kenapa dirimu yang memimpin pertemuannya dan bukan pangeran pertama?" Salah satu prajurit memberanikan diri bertanya.
Yu Jie segera tersenyum kecil sebelum berkata, “Pertanyaan bagus, sekarang biar aku perjelas semuanya."
Para prajurit mulai menaruh perhatian lebih akan apa yang Yu Jie ingin sampaikan, tidak terkecuali para petinggi kerajaan dan beberapa jenderal yang juga penasaran.
“Aku Yu Jie, orang yang kalian cari selama ini," ucap Yu Jie, rambutnya berkibar terhembus angin membuat wajahnya terlihat jelas serupa dengan gambar yang tersebar di setiap penjuru kota.
Para prajurit mulai mengeluarkan senjata mereka, pemuda ini ternyata yang tengah mereka cari dan orang yang sama adalah dalang kekacauan ibu kota beberapa waktu terakhir.
“Jenderal, kita harus apa?!!" tanya serempak setiap prajurit pada beberapa jenderal termasuk Mu Yang.
Para prajurit mungkin masih memiliki keinginan melawan tetapi tidak dengan para jenderal, mereka melihat sendiri betapa mengerikan Yu Jie sehingga tau atau tidak Yu Jie adalah buronan paling dicari tidak merubah apapun untuk mereka.
“Turunkan senjata kalian, Tuan Muda Jie adalah sosok yang Tuan Putri mintai bantuan sendiri. Berani menentang apalagi menyerangnya sama saja dengan berkhianat pada raja!!!" seru Mu Yang, tidak bisa lagi hanya diam.
Para prajurit langsung menatap satu sama lain dalam diam, jika berkhianat adalah masalahnya maka itu sudah mereka lakukan dengan mengabdi pada pangeran pertama.
Pertanyaannya adalah mereka harus mendengarkan siapa, Xiang He dengan bantuannya atau pangeran pertama dengan sekte Pedang Darah yang menyokongnya.
__ADS_1
“Jika kita melepaskannya bukankah sama saja kita menentang pangeran pertama?"
“Benar, lagipula bukankah pemuda ini yang pernah mengancam pangeran pertama dengan meruntuhkan tembok kota?"
Setiap pembicaraan antara prajurit didengar langsung oleh Yu Jie, hal ini membuat Yu Jie semakin bersemangat sehingga tidak mau membuang waktu lebih lama lagi.
Yu Jie meminta Mu Yang mengambilkannya sesuatu dan langsung diiyakan, tidak lama Mu Yang kembali dengan menyeret jasad pangeran pertama yang sudah tidak bernyawa.
Yu Jie mengambil jasad itu dari Mu Yang sebelum melemparnya ke hadapan setiap prajurit, hal ini membuat mereka menelan ludah sebab artinya pengambil alihan posisi raja oleh pangeran pertama sudah tidak ada.
“Tidak ada lagi pangeran pertama, mulai sekarang dan seterusnya Xiang He lah yang akan memimpin kerajaan ini." Yu Jie dengan lantang.
Para petinggi kerajaan juga setiap jenderal langsung membungkuk memberi hormat, tidak merasa keberatan sebab mereka tidak pernah benar-benar mendukung pangeran pertama.
Di tambah Yu Jie yang telah mereka lihat sendiri betapa kejamnya, meski pangeran pertama masih hidup sekalipun akan tetap patuh pada Xiang He jika Yu Jie yang meminta.
Para prajurit kebanyakan hanya mengikuti apa yang para petinggi kerajaan juga setiap jenderal putuskan, sehingga lebih dari setengah prajurit di sana sudah ikut membungkuk memberi hormat pada Xiang He yang akan menjadi pemimpin kerajaan selanjutnya.
“Bagaimana dengan kalian?" tanya Yu Jie pada ribuan prajurit tersisa yang belum mengambil keputusan.
Salah satu dari mereka maju dengan gagahnya, jabatannya di antara para prajurit kemungkinan tinggi terlihat dari zirahnya yang tidak kalah bagus dengan para jenderal.
“Hormatku, Tuan Putri," ucap prajurit yang baru maju, membungkuk pada Xiang He tetapi tidak sedikitpun melirik apalagi memberi hormat pada Yu Jie.
“Tuan Putri, apakah dirimu juga diam-diam memiliki ambisi serupa dengan pangeran pertama?" tanya pria itu.
“Maksudmu?" Xiang He pada pria itu.
“Maaf jika ku lancang, tetapi jika Anda tiba-tiba datang dengan gagasan ingin menjadi pemimpin kerajaan, lalu apa bedanya Anda dengan pangeran pertama yang kini sudah kehilangan nyawa di tangan Anda, adiknya." Pria itu dengan senyum sinis di wajahnya.
Xiang He nampak membuka mulutnya tetapi tidak ada kata-kata keluar dari sana, terlihat jelas pria itu berhasil memojokkan Xiang He demikian parah.
“Haha, boleh juga." Yu Jie tidak bisa menahan tawanya.
Pria itu nampak tidak terima, sehingga langsung mengarahkan pedangnya ke arah leher Yu Jie sembari berkata, “Apa maksud tawamu?"
Ctankkk!!!
Yu Jie menampik pedang tersebut membuat pedang itu terlempar, tidak lama kemudian mengangkat tinggi kakinya sebagai serangan lanjutan.
Buaghhh!!!
Tendangan Yu Jie mendarat mulus tepat di perut pria tersebut, membuatnya jatuh sebelum meringkuk seraya meringis kesakitan.
__ADS_1
“Kau pasti bagian dari keluarga Jang, benar?" tanya Yu Jie dengan tangan terkepal siap dihantamkan.
“Be— benar," jawab pria itu sembari terbata.
“Haha, sial. Betapa lucu mendengar ocehan terkait ambisi ketika keluargamu sendiri tidak dapat menahan ambisinya untuk menyingkirkan keluarga raja," ucap Yu Jie.
Pria itu terbelalak nampak terkejut, ambisi yang baru disinggung merupakan rahasia keluarganya yang jarang orang tau.
“Jang Kao, Tuan Muda keluargamu sudah ada di penjara sekarang. Fakta kalau keluargamu membayar fraksi Langit Merah untuk membantai habis keluarga raja juga sudah terbongkar, sekarang katakan apa yang harus kerajaan lakukan," tanya Yu Jie dengan senyum seringai.
Pria itu hanya bungkam, tingkah congkaknya seolah tidak pernah ada sebab bagaimana menyedihkan ekspresinya sekarang.
“Hukuman mati, tidak ada yang lain lagi," ucap Yu Jie.
Setelah ucapannya, Yu Jie langsung mengaliri Qi pada tangannya sebelum menancapkannya tepat di jantung pria itu membuatnya kehilangan nyawa.
“Kalian sudah mendengarnya sendiri, jamuan makan malam baru saja menerima serangan dan ini alasan aku meminta kalian kemari, yaitu untuk menghukum mati setiap dari mereka yang terlibat dalam serangan ini. Mudahnya orang-orang bangsawan Jang yang saat ini ada di antara kalian," ucap Yu Jie pada setiap prajurit di hadapannya.
Serangan fraksi Langit Merah terlalu mulus untuk dapat dikatakan kebetulan, apalagi fakta kalau serangan hanya terjadi di dalam istana sementara tidak di area lainnya.
Karena ini Yu Jie menduga ada bantuan pihak lain yang pasti masih ada hubungannya dengan ini semua, yaitu orang-orang bangsawan Jang di antara prajurit kerajaan.
“Dugaanku benar adanya," gumam Yu Jie, setelah melihat perubahan reaksi cukup signifikan dari sekelompok prajurit.
Kebanyakan prajurit yang sebelumnya tidak ikut membungkuk pada Xiang He langsung memasang wajah risau, apalagi setelah melihat salah satu dari mereka dihabisi Yu Jie tanpa sedikitpun keraguan.
“Tangkap dia, dia adalah anggota keluarga Jang!!!"
“Hei, yang di sana ingin lari. Kejar mereka!!!"
“Sebelah sini juga, dia cukup kuat jadi ayo bantu aku menghabisinya!!!"
Kekacauan langsung terjadi di antara prajurit yang sekarang sudah saling menyerang, terbelah menjadi dua bagian antara prajurit dari keluarga bangsawan Jang melawan prajurit murni kerajaan menimbulkan pertempuran.
“Menyingkirkan dengan segera apa yang akan menjadi ancaman, itu yang baru aku lakukan," ucap Yu Jie memandangi santai pertempuran yang terjadi.
“Seperti yang diduga dari Tuan Muda Jie, Anda selalu bijak di setiap waktunya." Mu Yang memberi hormat tanda kagumnya.
Berbeda dengan Mu Yang, Xiang He hanya diam tanpa kata. Cukup lama wanita itu berpikir hingga akhirnya berkata, “Tuan Muda Jie, terima kasih."
Xiang He tidak tau harus mengatakan apa lagi pada Yu Jie yang sudah membantunya sebanyak ini, bahkan apa yang kini tengah terjadi juga Xiang He ketahui sebagai bantuan kesekian kali dari Yu Jie.
Yu Jie hanya mengangguk pelan tidak mempermasalahkan, lagipula segala hal ini terasa menyenangkan untuknya sehingga tidak merasa terbebani karenanya.
__ADS_1
“Berkumpulnya orang, berkumpul juga calon korban yang akan kesal melihat kesombonganku," gumam Yu Jie, mencoba menahan senyum agar tidak muncul di wajahnya.