Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Di Situ Seninya


__ADS_3

Di penjara bawah tanah, 14 tetua sekte Pedang Darah nampak diam serius berpikir.


Mereka ditempatkan di sel yang sama juga tidak ada satu rantai pun mengekang tubuh mereka, ini menunjukan betapa Yu Jie yakin mereka tidak dapat melakukan apa-apa sehingga membuat mereka frustasi diremehkan sejauh ini.


“Sialan, bocah itu amat yakin sepertinya kita tidak akan lari."


Tao Fan bersuara, ia adalah yang paling senior di antara para tetua sekaligus yang paling kuat di antara mereka, bisa di katakan hanya tinggal satu langkah lagi hingga dirinya bisa menjadi kultivator Jiwa Bumi tahap Menengah.


“Anda benar, Senior Fan. Entah dipikir bagaimanapun, bocah itu benar-benar sudah berlebihan."


Ungkapan penuh rasa kesal terlontar dari banyak tetua, ini adalah pertama kalinya untuk mereka menundukkan kepala di hadapan orang selain patriak juga wakil patriak sekte mereka.


Belum lagi fakta kalau seorang pemuda lah yang membuat mereka harus melakukan itu, semakin membuat mereka merasa frustasi.


“Senior Fan, kita harus mengambil tindakan," ucap salah satu tetua.


Tao Fan mengangguk, mereka semua sudah memikirkan cara melawan atau setidaknya lari tetapi tidak ada ide bagus mereka temukan sedari tadi.


“Kita harus melawan, apa kalian setuju?" ucap Tao Fan, tidak menemukan cara yang lebih baik dari ini.


Para tetua hanya menelan ludah mereka, patriak juga wakil patriak mereka saja tidak dapat melakukannya sehingga mereka tidak percaya diri.


“Tidak perlu bertarung habis-habisan, hanya sampai tercipta celah yang dapat kita gunakan untuk lari saja," lanjut Tao Fan setelah melihat keraguan di wajah para tetua.


13 tetua segera mengangguk mengerti, rencana ini tidak sama sekali buruk daripada terus diinjak oleh Yu Jie.


“Kalian membicarakan apa?"


Yu Jie tiba-tiba muncul entah darimana mengejutkan Tao Fan juga 13 tetua lainnya, kebanyakan dari mereka langsung merasa ciut untuk melakukan apa yang baru dibicarakan.


“Sekarang!!!"


Salah satu tetua berseru ketika Yu Jie membuka pintu sel tempat mereka berada, tetapi hanya tiga orang tetua lain yang ikut bergerak untuk melakukan serangan sesuai rencana.


“Wah, apa ini?" Yu Jie mengangkat alisnya.


Pancaran aura segera keluar dari tubuh Yu Jie demikian kuatnya, membuat total empat orang tetua yang baru ingin menyerang jatuh saat itu juga.


“Senior Fan, kenapa dirimu diam saja?"


“Benar, Senior Fan. Kau tidak lupa rencananya, kan?"


Tao Fan juga sembilan tetua yang tidak ikut bergerak hanya bungkam, mencoba tidak menanggapi ucapan yang terus terlontar dari empat tetua yang kini tengah tersungkur menerima tekanan aura.

__ADS_1


Yu Jie tentu langsung menyadari situasinya, yang mana segera dirinya tebas leher empat tetua yang sebelumnya mencoba menyerang dan menghancurkan jiwa bela diri mereka saat itu juga.


Empat tetua dibuat Yu Jie kehilangan nyawa begitu mudah, membuat Tao Fan juga sembilan tetua tersisa semakin kehilangan keberanian mereka.


“Ka— kami tidak ikut ambil bagian dalam rencana kabur yang dilakukan empat orang ini, mohon ampuni nyawa kami!" seru Tao Fan yang bahkan sudah berlutut di hadapan Yu Jie.


Sembilan tetua lain langsung melakukan hal serupa, mereka tidak cukup bodoh untuk menyusul empat rekan mereka ke alam baka.


“Benarkah, kalian tidak ada rencana ingin menyerangku juga?" tanya Yu Jie, sorot matanya tajam menusuk menatap 10 tetua tersisa termasuk Tao Fan.


Tao Fan juga para tetua dengan cepat menggeleng kencang, tidak lagi memikirkan soal harga diri sebab nyawa jauh lebih berharga menurut mereka.


Yu Jie tiba-tiba menunjukan senyumnya, seolah percaya begitu saja dengan pengakuan para tetua.


“Eh ... bukankah meyakinkannya terlalu mudah?" batin setiap tetua.


Berbeda dengan pikiran para tetua, Yu Jie punya alasannya sendiri.


Saat baru memasuki penjara bawah tanah sebenarnya sudah Yu Jie dengar seluruh pembicaraan mereka, yang mana Yu Jie hanya coba biarkan untuk saat ini sebab mereka berguna.


“Rencana pembuatan kelompok kuat untuk kerajaan akan gagal jika aku menghabisi mereka semua, untunglah mereka tidak keras kepala," gumam Yu Jie.


Yu Jie setelahnya meminta 10 tetua tersisa untuk ikut bersamanya, menuju halaman istana sebab ada yang ingin dirinya bicarakan pada mereka.


“Jangan bicara yang tidak-tidak, kau semakin membuatku takut karena ucapanmu."


Bisikan penuh kekhawatiran banyak terdengar dari 10 tetua yang kini sudah berdiri berderet di hadapan Yu Jie, mereka masih menerka alasan Yu Jie membawa mereka ke sana.


“Jangan khawatir, aku mengajak kalian kemari sebab tempat ini akan menjadi tempat kalian paling banyak menghabiskan waktu nanti," ucap Yu Jie.


Para tetua menatap Yu Jie penuh tanda tanya, yang mana segera Yu Jie jelaskan rencananya merekrut mereka semua menjadi bagian kerajaan Zirah Besi.


“Apa kalian keberatan?" Yu Jie dengan sorot mata tajam penuh ancaman.


Harga diri kultivator Jiwa Bumi benar-benar tinggi, karena ini sudah Yu Jie pikirkan beberapa metode penyiksaan jika ada dari para tetua itu berani menolak sebab harga diri mereka.


“Kami bersedia!!!" seru para tetua serempak tanpa berpikir.


“Eh ... semudah ini?" Yu Jie penuh tanda tanya.


Para tetua mengangguk cepat, mereka merasa menjadi prajurit kerajaan bukanlah hal buruk ketimbang menjadi penghuni dunia bawah setelah kematian mereka.


Yu Jie meski merasa ada keanehan di sana, lebih memilih tidak menghiraukannya.

__ADS_1


“Kalian tau apa konsekuensinya jika berkhianat jika sudah bersedia bergabung bukan?" tanya Yu Jie.


“Kami mengerti dan kami pastikan hal semacam itu tidak akan terjadi!!!" seru para tetua.


Yu Jie mengangguk puas, setelahnya ia keluarkan satu buku bela diri dari jubahnya sebelum berkata, “Di antara kalian yang memiliki kekuatan paling tinggi, segera maju ke sini."


Para tetua melirik Tao Fan, pria itu segera maju sebab memang dirinyalah orang yang Yu Jie maksud.


“Siapa namamu?" tanya Yu Jie.


“Ak— aku Tao Fan, Tuan."


“Baik, kau akan aku tunjuk sebagai ketua kelompok ini." Yu Jie seraya memberikan buku bela diri di tangannya.


Yu Jie juga memberi perintah pada Tao Fan untuk melatih buku bela diri pemberiannya dan membantu yang lain untuk menguasainya, tidak hanya itu dirinya perintahkan juga untuk Tao Fan menjadi penghubung langsung antara Yu Jie dengan kelompok yang baru di buat ini.


Tao Fan mengiyakan itu semua tanpa keberatan, dirinya periksa setelahnya buku bela diri pemberian Yu Jie sebelum terbelalak sulit percaya.


“Ini ... bukankah buku bela diri tingkat Langka?" ucap Tao Fan.


Para tetua langsung mengerumuni Tao Fan ingin memastikannya, tingkat Langka adalah hal yang sulit ditemukan karena buku bela diri sekte Pedang Darah saja hanya ada di tingkat Biasa.


“Ini luar biasa." Para tetua dengan decak kagum.


Yu Jie hanya tersenyum tipis melihat mereka semua tertarik mempelajarinya. Meski poinnya harus dikorbankan untuk menukarnya dengan buku bela diri tersebut, dirinya merasa itu setimpal untuk mendapatkan rekan yang kuat.


“Sekarang aku akan pergi, jangan berani-berani mengacau atau aku habisi kalian dengan tanganku sendiri," ucap Yu Jie, membiarkan mereka berlatih saat itu juga.


“Tu— tunggu, Tuan ..." Tao Fan dengan penuh keraguan.


“Apa?" Yu Jie mengangkat alisnya.


“Nama kelompok kita apa?" Tao Fan menanyakan apa yang membuatnya amat penasaran.


Yu Jie sempat diam nampak berpikir, setelahnya berkata, “Kelompok Pedang Darah."


Para tetua hanya bungkam melihat Yu Jie yang kini semakin menjauh, mereka merasa tidak ada yang spesial dari nama itu sebab nama tersebut diambil dari nama bekas sekte mereka yang Yu Jie telah hancurkan begitu mudahnya.


“Bukankah namanya agak sedikit ... terkesan malas berpikir?"


“Diam, jika tuan itu sudah memutuskan namanya maka kita hanya harus menerimanya," timpal Tao Fan, khawatir tetua yang baru berbicara kehilangan nyawa.


Yu Jie di tengah langkahnya hanya tersenyum geli sebelum berkata, “Di situ seninya, Bodoh."

__ADS_1


__ADS_2