Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Kecemburuan Para Bangsawan


__ADS_3

Yu Jie baru kembali ke istana ketika ada seorang pemuda berlari terburu-buru mencoba menyusulnya, itu merupakan Peng Fu yang membuat suasana hati Yu Jie buruk seperti saat ini.


“Tuan Muda Jie, tunggu aku!" seru Peng Fu dengan langkah gontai mencoba mengejar.


Yu Jie menghentikan langkahnya, senyum muncul di wajahnya sebab kebetulan ini membuatnya tidak perlu repot mencari Peng Fu.


“Eh ...."


Jantung Peng Fu sempat terhenti demikian pula dengan langkahnya, senyum yang Yu Jie tunjukan dapat Peng Fu rasakan ada hal tidak beres akan terjadi padanya.


“Ada apa? Kenapa berhenti?" Yu Jie mengambil langkah terlebih dahulu menyambangi Peng Fu.


Peng Fu sudah membuka mulutnya beberapa kali tetapi tidak ada kata keluar dari sana, susunan kata maaf yang sebelumnya telah disiapkan kini hilang begitu saja.


“Kenapa diam, Tuan kultivator muda berbakat?" Yu Jie masih dengan senyumnya.


Peng Fu gelagapan mencoba memberi penjelasan, yang mana pada saat ini matanya tanpa sengaja terpaku pada satu tempat membuatnya terpana.


Yu Jie menaikan alisnya, Peng Fu seolah tidak menghiraukannya membuat rasa kesal Yu Jie bertambah.


Yu Jie penasaran Peng Fu sebenarnya menatap apa sampai berani tidak menghiraukannya, membuat Yu Jie ikut menoleh ke arah yang membuat Peng Fu terpana.


Tidak jauh dari sana ada gerombolan generasi muda dengan jubah mewah, mereka semua berkumpul di sekitar satu orang wanita demikian cantiknya.


“Bukankah dirinya adalah Bai Yin, Nona Muda klan Bai yang terkenal akan kecantikan juga kejeniusan kultivasinya itu?" Peng Fu penuh tanda tanya.


Yu Jie hanya diam, Bai Yin ternyata juga datang dan sepertinya wanita itu menjadi dambaan para generasi muda bangsawan.


Yu Jie tiba-tiba terpikir hal brilian terkait ini, yang mana bukan hanya dapat membuat Peng Fu hancur tetapi juga bisa menjadi ladang exp untuknya menyombongkan diri.


“Apa kau menyukainya?" tanya Yu Jie.


“Te— tentu saja, Tuan Muda Jie. Siapa memangnya pria yang tidak terbius akan kecantikannya?" Peng Fu seolah lupa tujuannya datang ke sana.


“Bergabunglah dengan mereka kalau begitu, kau mungkin bisa beruntung menjadi dekat dengannya," ucap Yu Jie.

__ADS_1


Peng Fu tanpa pikir panjang langsung melakukan apa yang Yu Jie katakan, ikut bergabung dengan para bangsawan lain di sekitar Bai Yin yang nampak risih meladeni mereka.


“Nona Yin, apa malam nanti dirimu punya waktu senggang?"


“Nona Yin, aku sudah banyak mendengar terkait kecantikanmu, siapa sangka semua kabar itu benar."


Berbagai ucapan dilontarkan setiap bangsawan muda kepada Bai Yin, yang mana wanita itu hanya menanggapi seadanya berharap mereka semua menyingkir dan berhenti mengganggunya.


Bai Yin sejak kedatangannya ke ibu kota memang tidak pernah lepas sehari saja dari situasi ini, para bangsawan muda seolah lintah yang selalu mencoba menempel juga berusaha menarik perhatiannya.


“Sialan, aku datang untuk Tuan Muda Jie. Kenapa malah kumpulan serangga ini yang selalu aku temui," gumam Bai Yin merasa kesal.


Di tengah keributan para bangsawan muda yang terus mencoba mendekati Bai Yin, Yu Jie sudah melangkah dari tempatnya mendekati mereka semua.


“Ehemm, aku kira mataku salah." Yu Jie entah apa maksudnya mengatakan itu semua.


Para bangsawan muda termasuk Peng Fu langsung menoleh pada Yu Jie penuh tanda tanya, kebanyakan dari mereka mempertanyakan siapa Yu Jie dan menduga-duga tujuannya.


“Apa-apaan, kau pikir dengan ucapan itu dirimu dapat menarik perhatian Nona Yin?"


Para bangsawan dengan berbagai ucapan tidak senang mulai memojokkan Yu Jie, mereka semua di sana adalah saingan sehingga kesal melihat ada satu orang lagi mencoba bersaing dengan mereka untuk mendapatkan hati Bai Yin.


Yu Jie hanya menunjukan senyum sinis pada para bangsawan, mereka boleh tidak senang tetapi tidak dengan Bai Yin yang sedari tadi coba mereka kejar.


Bai Yin memang langsung terpaku menyadari kehadiran Yu Jie, sosok Yu Jie seolah berlian dengan kilauan menyilaukan di tengah kumpulan serangga.


“Nona Yin, lama tidak berjumpa," ucap Yu Jie dengan senyum tipis di wajahnya.


Senyum Yu Jie terasa begitu menghangatkan untuk Bai Yin tetapi tidak bagi para bangsawan, mereka menganggap senyum itu menyebalkan dan ditujukan untuk membuat mereka kesal.


Para bangsawan baru ingin berbicara untuk menyuruh Yu Jie menyingkir dari sana, mereka kesal dengan Yu Jie yang sedari tadi mencoba sok kenal dengan bidadari dambaan mereka.


“Tuan Muda Jie?!"


Ucapan dari mulut Bai Yin membuat para bangsawan tercekat, siapa sangka kalau pemuda entah siapa dengan Bai Yin dambaan mereka benar kenal satu sama lain.

__ADS_1


Para bangsawan belum selesai terkejut ketika Bai Yin secara tiba-tiba berlari ke arah Yu Jie untuk memeluknya, hal ini membuat hati mereka hancur berharap merekalah lelaki beruntung yang bisa merasakan kehangatan pelukan Bai Yin.


“Tuan Muda Jie, ternyata benar dirimu ada di sini." Bai Yin dengan antusias.


Yu Jie hanya mengangguk pelan, dirinya tanyakan pada Bai Yin tujuannya datang ke ibu kota karena dirinya kira Bai San lah yang akan datang.


“Ayahku tidak dapat datang sebab memiliki kesibukan, aku harap Tuan Muda Jie tidak keberatan kalau hanya aku yang datang."


“Keberatan? Aku justru merasa senang," ucap Yu Jie.


Pembicaraan antara Yu Jie dengan Bai Yin benar-benar menunjukan kedekatan mereka antara satu sama lain, hal ini membuat para bangsawan muda semakin jengah melihatnya.


“Apa Nona Yin bahkan bisa sehangat dan selembut ini?"


“Sial, aku masih ingat beberapa saat lalu dirinya menanggapi kita dengan malas juga penuh keengganan."


Para bangsawan mulai saling berbisik menyuarakan ketidakpuasan mereka, Bai Yin selama ini selalu menunjukan sikap dingin yang ternyata tidak ketika tengah berbicara dengan Yu Jie.


“Hei, adakah dari kalian mengenali siapa pemuda itu?" tanya salah seorang bangsawan.


Wajah Yu Jie benar-benar asing dan tidak ada satupun bangsawan mengenalinya, kecuali satu orang yang tidak lain merupakan Peng Fu.


Peng Fu mengangkat tangannya, dirinya ingin katakan sejujurnya dan meminta setiap bangsawan itu merelakan Bai Yin ketimbang mati mengenaskan sebab membuat Yu Jie marah.


“Dirinya bukanlah pemuda biasa, ada baiknya kita menjauh dan tidak macam-macam," ucap Peng Fu.


“Saudara Fu, sejak kapan dirimu menjadi pengecut seperti ini?"


“Benar, Saudara Fu. Pemuda itu berani merebut bidadari kita, tentu saja harus ada pelajaran menyakitkan dirinya terima."


Banyak bangsawan muda tidak setuju dengan usulan Peng Fu menyudahi masalah itu, hal ini membuat Peng Fu menghela napas panjang tidak ingin ikut ambil bagian.


Para bangsawan mulai saling berbisik menyusun rencana memberi Yu Jie pelajaran, hingga akhirnya satu ide muncul dan akan secepatnya mereka lakukan.


“Haha, ini akan menyenangkan," gumam Yu Jie, ikut mendengar pembicaraan antar para bangsawan yang penuh kecemburuan.

__ADS_1


__ADS_2