
Saat malam mulai datang, Yu Jie dipersilahkan menempati salah satu kamar di istana sebagai tempat bermalam nya.
Kamar itu demikian besar, masih ada di bangunan utama sehingga amat terlihat betapa baik Xiang He ingin memperlakukan Yu Jie sekaligus bermaksud sedikit membalas kebaikannya.
“Kau bisa pergi," ucap Yu Jie pada pelayan yang mengantar.
“Baik, Tuan Muda. Silahkan nikmati waktu Anda."
Setelah pelayan pergi, Yu Jie langsung memasuki kamar dengan senyum lebar di wajahnya.
Malam ini dirinya ingin menuai hasil dari kerja kerasnya, kerja keras menebar kesombongan pada setiap orang yang ditemuinya.
“Sistem, berapa banyak hadiah yang aku terima?" tanya Yu Jie.
[Sistem akan menghitung ... Dari hadiah misi menyingkirkan pangeran pertama sekaligus kesombongan murni yang terpicu beberapa waktu terakhir, Tuan mendapat total 155% exp juga 4500 poin]
Senyum Yu Jie menjadi semakin lebar, ini artinya ia bisa meningkatkan ranah saat itu juga.
[Exp Tuan sudah melebihi batas seharusnya, apa Tuan bersedia melakukan peningkatan kekuatan sekarang juga?]
“Itu yang aku tunggu sedari tadi," timpal Yu Jie.
[Peningkatan kekuatan akan segera dilakukan ....]
[25%]
[50%]
[77%]
[100%]
[Berhasil]
Yu Jie sudah duduk bersila ketika itu semua dilakukan, tubuhnya merasakan kehangatan luar biasa tidak lama setelahnya.
Lautan Qi seolah memenuhi tubuh Yu Jie, kenyamanan luar biasa Yu Jie terus dapat rasakan ketika itu semua terjadi.
“Ini dia bagian pentingnya," batin Yu Jie.
Lautan Qi seolah mengalir berkumpul di sekitar jantung Yu Jie, melebur menjadi satu sebelum membentuk sebuah inti yang lebih banyak dikenal sebagai jiwa bela diri.
Jiwa bela diri adalah gambaran keberhasilan seorang kultivator menapaki jalan keabadian, yang berguna untuk menyimpan jiwa dan mencegah pemiliknya menemui ajal langsung setelah kematian. Bisa dikatakan memberi kesempatan hidup kedua asal pemiliknya dapat menempati tubuh baru sebagai ganti tubuh yang telah kehilangan nyawa.
__ADS_1
Jiwa bela diri ini di bagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan betapa tinggi kekuatan yang didapat seorang kultivator Jiwa Bumi, yaitu hitam, kuning, merah hingga biru sebagai yang tertinggi tergantung dari seberapa murni Qi yang seorang pembudidaya abadi miliki.
Yu Jie yang selama menapaki jalan kultivasi tidak pernah menyerap Qi secara langsung tentu tidak perlu mengkhawatirkan kemurnian Qi-nya, sudah pasti amat murni sebab sistem yang memberikannya.
Menilik hal ini jelas sudah inti jiwa bela diri macam apa yang berhasil Yu Jie bentuk, yaitu warna biru yang bahkan kecerahannya terhitung tidak biasa.
“Bukankah ini artinya aku hampir tidak tertandingi?" gumam Yu Jie.
Perbedaan warna inti antara sesama kultivator Jiwa Bumi memang bukan sesuatu yang bisa dihiraukan, perbedaan kekuatannya hampir serupa dengan kultivator di ranah yang sama tetapi berbeda tahapnya.
Yu Jie dengan tubuh bawaan Naga Surgawi miliknya saja sudah bisa dengan mudah melawan kultivator dengan ranah lebih tinggi darinya, sekarang di tambah inti dengan warna terbaik membuat Yu Jie semakin merasa tidak terkalahkan.
“Dengan kekuatanku sekarang seharusnya menghadapi kultivator Jiwa Bumi tahap Tinggi masih dapat aku lakukan, jika kebetulan bertemu dengan yang memiliki tahap Puncak ... tetap dapat aku tangani perbedaan kekuatannya dengan teknik Amukan Naga Surgawi," gumam Yu Jie.
Yu Jie merasa puas dengan itu semua segera berkata, “Status."
[Nama : Yu Jie
Tubuh Bawaan : Tubuh Naga Surgawi (Legendaris)
Tingkat : Jiwa Bumi Tahap Awal (80%)
Teknik : Sayap Naga Surgawi, Amukan Naga Surgawi, Tebasan Taring Naga
Kondisi : Sehat]
Yu Jie sempat mengangguk puas melihat dirinya yang telah resmi menjadi kultivator Jiwa Bumi, mesti tidak lama sebab dirinya langsung teralih.
Mata Yu Jie terpaku pada poin yang dimilikinya, ternyata telah terkumpul banyak setelah terakhir kali menggunakannya untuk meningkatkan level sistem.
“Sistem, apakah aku bisa meningkatkan level mu lagi dengan poin ini?" tanya Yu Jie.
[Sayangnya tidak bisa, Tuan. Anda bahkan belum mencoba semua fitur yang telah Anda dapat dari peningkatan sebelumnya, ada baiknya nikmati terlebih dahulu setiap fitur yang tersedia sebelum kembali melakukan peningkatan]
“Benar juga," gumam Yu Jie.
[Jika Tuan bingung ingin menggunakan poin untuk apa, ada baiknya memeriksa toko sistem secara berkala]
Yu Jie segera teringat jika dirinya tidak pernah memiliki pedang yang layak selama ini, setiap pedangnya ada di kualitas biasa sehingga dapat rusak kapan saja.
“Sistem, perlihatkan setiap pedang yang menurutmu layak untuk aku beli," ucap Yu Jie.
Deretan nama pedang juga tingkatannya terpapar di hadapan Yu Jie, sayang tidak ada yang menarik sebab kebanyakan ada di tingkat langka dan semakin sedikit lagi yang memiliki tingkat spesial.
__ADS_1
“Tunggu ... apa ini?"
Yu Jie terpaku ketika melihat lembar kertas berupa peta di antara deretan daftar pedang, terlihat amat biasa tetapi berhasil membuat Yu Jie tertarik untuk terus menatapnya.
[Nama : Peta Pedang Sisik Naga (Legendaris)
Harga : 10 ribu poin
Di ujung dunia dikatakan tersimpan sebuah pedang yang melegenda, di buat dari sisik Naga yang kokoh dan memiliki ketajaman luar biasa.
Catatan, masih memiliki kaitan dengan tubuh bawaan Naga Surgawi juga buku bela diri Naga Surgawi]
Yu Jie terbelalak melihat ini, bagaimana tidak jika ternyata peta itu memiliki lokasi pedang yang tengah begitu dibutuhkannya.
Yu Jie tanpa ragu menukar seluruh poinnya dengan peta tersebut, melihat isinya sejenak sebelum menyimpannya di balik jubah.
“Aku harus mendapatkan pedang ini sebelum melakukan balas dendamku pada murid sialan itu, tetapi aku harus menyelesaikan seluruh masalah di kerajaan ini terlebih dahulu," gumam Yu Jie.
Masih malam hari tetapi Yu Jie tidak peduli, yang ada di pikirannya sekarang adalah meratakan sekte Pedang Darah agar seluruh masalah kerajaan Zirah Besi sirna dan ia bisa melanjutkan petualangannya.
“Jenderal Yang, segera datang temui aku!" seru Yu Jie.
Mu Yang memiliki kamar tidak terlalu jauh dari Yu Jie, sehingga langsung keluar saat namanya dipanggil tengah malam seperti ini.
“Tuan Muda Jie, apa ada yang terjadi?" tanya Mu Yang dengan panik.
“Tidak ada, aku hanya ingin kau menunjukan lokasi sekte Pedang Darah." Yu Jie dengan entengnya.
“Apa Anda serius, Tuan Muda Jie?" Mu Yang sulit percaya.
“Berhenti bicara dan tunjukan saja, lagipula serangan malam hari cukup baik untuk memberi efek kejut pada mereka," ucap Yu Jie sebelum sepasang sayap muncul di punggungnya.
Mu Yang baru ingin bicara ketika Yu Jie sudah menarik kerah jubahnya, menentengnya untuk terbang bersama pergi dari sana.
Setelah perginya Yu Jie, para pelayan baru datang setelah sempat mendengar teriakan. Sayang mereka terlambat sebab Yu Jie sudah tidak ada di kamarnya, hal ini membuat rasa penasaran menghampiri mereka.
“Apa yang terjadi, kenapa Tuan Muda tidak ada di kamarnya?"
Para pelayan yang panik takut terjadi apa-apa pada Yu Jie segera melapor pada Xiang He, karena mereka telah ketahui jika Yu Jie adalah tamu terhormat tuan putri mereka.
“Tidak perlu khawatir, tidak akan ada hal buruk terjadi pada Tuan Muda." Xiang He ketika sekian banyak pelayan mengetuk pintu kamarnya.
“Jika boleh tau, memang siapa dirinya, Tuan Putri?" tanya salah seorang pelayan, penasaran kenapa orang luar macam Yu Jie bisa diperlakukan demikian hormat oleh setiap orang di istana.
__ADS_1
Xiang He hanya tersenyum tipis sebelum berkata, “Ia adalah penyelamat kita, sosok yang tidak boleh sedikitpun disinggung atau kita akan celaka ...."