Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Membersihkan Nama


__ADS_3

Beberapa hari telah terlewat sejak naiknya Yu Jie menjadi ketua klan, sebab hal ini Yu Jie selalu dikelilingi rasa hormat kemanapun dirinya memijakkan kaki yang membuatnya merasa sedikit puas akan pencapaiannya di kehidupan kedua.


“Ini belum cukup," gumam Yu Jie.


Yu Jie baru memasuki kota Dua Bagian yang mana ini pertama kalinya sejak terakhir kali, kali ini dirinya datang ke sana sebagai ketua klan membuat setiap mata mengarah padanya.


“Si kejam itu ...."


“Sialan, akan lebih baik dirinya terus menjadi sampah daripada hidup dengan kejeniusan hanya untuk membuat kita menderita."


Berbagai bisikan terdengar disekitar Yu Jie, semua itu terucap dari warga kota yang tinggal di wilayah klannya membuat Yu Jie menghela napas panjang mendengarnya.


Yu Jie sudah ketahui sedari awal kalau tatapan mereka padanya bukan menunjukan hormat atau sejenisnya, melainkan amarah juga jijik yang alasannya sudah beberapa hari lalu dirinya ketahui dari informasi yang Yu Pao sampaikan.


“Lagipula ini tujuanku kemari, untuk membersihkan namaku dari hal kotor yang telah Yu Gang lakukan," gumam Yu Jie.


[Misi muncul, sistem mendeteksi ada kabar miring tersebar mengenai Tuan sehingga meminta Tuan membereskannya. Hadiah 50% exp juga 100 poin sistem akan Tuan terima sebagai imbalan keberhasilannya]


Yu Jie segera mengangguk puas melihat pesan misi dari sistem, hadiah expnya cukup besar sehingga merasa bersemangat untuk cepat-cepat mendapatkannya.


“Oh, kebetulan sekali," gumam Yu Jie.


Tidak jauh di depan Yu Jie ada beberapa orang dengan jubah sektenya tengah mengacau merecoki kediaman salah satu warga kota, mereka dengan bangga berkoar melakukan tindakannya atas perintah ketua klan baru yang tidak lain merupakan Yu Jie.


“Salah satu kelompok bentukan Yu Gang, benar-benar menjijikan," gumam Yu Jie sebelum menghampiri mereka.


Beberapa orang dengan jubah klan masih sibuk melakukan tindakannya, yang mana merampas juga memaksa membawa seorang wanita muda yang mereka temui merupakan sedikit contohnya.


“Ti— tidak, tolong jangan bawa Putriku!!!"

__ADS_1


Seorang wanita renta tampak memohon ketika putrinya ingin di seret paksa oleh beberapa orang itu untuk ikut mereka, bukan kasihan beberapa orang dengan jubah klan Yu tersebut malah tertawa dengan begitu kejinya.


“Hei, wanita tua. Kau harusnya bangga Putrimu bisa mengabdi untuk Patriak Jie sebagai pelayannya, jika Putrimu cukup baik mungkin akan bisa beruntung diangkat menjadi salah satu istrinya."


Wanita tua mendengar itu bukan tenang jelas menjadi semakin histeris, putri semata wayangnya adalah hal paling berharga untuknya sehingga tidak rela membayangkan putrinya harus melayani seorang pria keji macam Yu Jie.


Yu Jie melihat semua itu hanya mengerutkan dahi, dirinya tidak paham sudah sejauh mana Yu Gang berhasil meracuni pikiran warga kota terkait dirinya, yang mana Yu Jie sudah memutuskan untuk tidak diam saja.


“Hei, kalian sedang apa?" Yu Jie bersuara.


Beberapa orang itu segera menoleh sebelum terkejut bukan main mengetahui Yu Jie ada di sana, mereka dengan segera mencoba kabur tau akan berbahaya jika mereka tetap di sana.


Punggung Yu Jie segera muncul sebuah sayap hasil teknik Sayap Naga Surgawi miliknya, kecepatannya ketika menggunakan teknik itu hampir tidak tertandingi sehingga mustahil untuk mereka bisa lari.


“Ti— tidak!!!"


Slashhh!!!


Yu Jie tanpa ampun segera melesat setengah terbang menghampiri setiap dari mereka dengan kecepatan luar biasa, satu tebasan satu nyawa pasti melayang membuat hampir seluruh dari mereka tumbang saat itu juga.


“Kau yang terakhir," ucap Yu Jie dengan sorot mata tajam.


Satu orang tersisa hanya bisa membatu sebab mengerti kalau berusaha kabur adalah hal percuma, sudah terbukti dari teman-temannya yang kini telah menjadi jasad tidak sedap dipandang.


“Pa— Patriak Jie, mohon ampuni aku ...."


Satu orang tersisa segera berlutut dengan tubuh bergetar, kabar mengenai Yu Jie yang bahkan seimbang bertarung dengan Yu Gang membuatnya tidak berani melawan.


Yu Jie hanya menghiraukan berlututnya orang itu, dirinya lebih memilih menghampiri wanita muda yang masih terkapar lemas sebab sempat diseret oleh kumpulan sampah tersebut.

__ADS_1


Wanita muda yang masih setengah sadar hanya bisa menatap Yu Jie penuh ketakutan, dirinya takut Yu Jie macam-macam sebab kabar yang beredar.


“Jangan takut, aku bukan sampah semacam itu," Yu Jie menggendong wanita muda itu sebelum membaringkannya tepat di depan ibunya yang masih menangis.


Wanita tua yang merupakan ibu darinya hanya menatap Yu Jie dalam diam tidak mengerti apa yang sekarang tengah terjadi, kabar terkait Yu Jie bukanlah pemuda baik hati semacam ini sehingga dirinya bingung harus berterimakasih atau mengutuk Yu Jie.


“Jangan tatap aku seperti itu, aku memang benar merupakan Yu Jie tetapi tidak dengan kabar yang beredar terkait aku. Belum lagi sampah-sampah ini, mereka hanyalah orang buangan klan yang tindakannya sama sekali tidak mewakili aku," ucap Yu Jie dengan senyum tipis.


Ucapan Yu Jie segera mendapat perhatian penuh setiap warga kota yang memerhatikan, keadaan jalanan kota tengah ramai sehingga apa yang Yu Jie baru lakukan dilihat sekian banyak orang.


“Apa ucapannya benar?"


“Aku tidak tau, tetapi melihat dirinya rela membuat tangannya penuh darah untuk menghabisi orang-orang yang berkata membawa perintahnya ...."


“Jika sudah seperti ini bukankah sudah jelas kalau setiap kabar terkait pemuda itu hanya omong kosong belaka? Betapa bersalah aku sudah sempat membencinya belakangan ini."


Yu Jie segera tersenyum puas mendengar pembicaraan warga kota yang mulai memihak padanya, tidak perlu waktu lama menurutnya sampai kejadian ini tersebar dan membuat namanya bersih seperti yang seharusnya.


“Jika aku ingin namaku tetap bersih maka harus aku habisi orang-orang yang menjadi penyebab semua ini, benar?" tanya Yu Jie pada satu orang tersisa yang masih berlutut ketakutan.


“Pa— Patriak Jie, aku tau aku salah tetapi semua yang aku lakukan hanyalah menerima perintah," ucapnya terbata-bata.


“Benarkah? Kalau begitu jika aku memintamu untuk mengantarku ke markas kelompok mu apa kau bersedia? Lagipula kau hanya menerima perintah, bisa jadi aku akan memaafkan mu jika kau juga menerima perintahku," ucap Yu Jie.


Satu orang tersisa dengan segera mengangguk cepat, tidak lama kemudian memimpin jalan untuk Yu Jie ke sebuah bangunan di pinggiran kota yang mana tempat markas kelompoknya berada.


“Tugas kami adalah melakukan kekacauan dengan membawa namamu, Patriak Jie. Hanya itu yang kami lakukan dan tidak ada hal lain lagi," ucapnya sesaat setelah sampai.


“Aku tau, jadi jangan sok memberitahuku seolah kau lebih pintar dariku," ucap Yu Jie dengan decakan kesal.

__ADS_1


Satu orang tersisa baru ingin meminta maaf sadar Yu Jie marah, tetapi belum dirinya melakukan itu matanya tiba-tiba menggelap dan kesadarannya hilang sepenuhnya.


“Maaf saja, tetapi aku bukan tipe orang yang akan melepaskan orang-orang sepertimu." Yu Jie dengan pedangnya yang semakin dilumuri darah.


__ADS_2