Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Menghabisi Puluhan Orang Dengan Satu Tebasan


__ADS_3

Yu Jie segera kembali ke tempat Xiang He juga Mu Yang berada, di sana ternyata telah ada belasan prajurit selamat yang sebelumnya memang mencari keduanya.


“Bocah, beruntung kau bisa selamat dari kejadian sebelumnya."


“Benar, untung kau cepat bersembunyi, jika tidak kau mungkin sudah mati."


Beberapa prajurit berbicara, entah lega melihat Yu Jie masih hidup atau kesal karena hal yang sama tidak Yu Jie ketahui.


“Tutup mulut kalian, sekarang periksa lokasi sekitar dan laporkan jika ada hal mencurigakan padaku," ucap Mu Yang menghentikan belasan prajuritnya berbicara lebih jauh.


Belasan prajurit segera mengangguk sebelum pergi, menyisakan Mu Yang, Xiang He juga Kuan Li.


“Tuan Muda Jie, maafkan prajurit tidak tau terima kasihku," ucap Mu Yang segera.


Yu Jie hanya mengangguk, setelahnya menghampiri Kuan Li yang kini telah diikat oleh rantai entah dapat dari mana.


“Hmpppp!!!"


Kuan Li nampak ingin berbicara, tetapi mulutnya tidak bisa digerakkan sehingga hanya terdengar mengerang.


Yu Jie segera menyentuh satu titik tubuh Kuan Li, membebaskan pria itu dari kondisi bisu selama ini.


“Sialan, Bocah. Kau telah melakukan apa padaku sebelumnya?!!" seru Kuan Li tepat setelah bisa kembali bicara.


Yu Jie menghela napas pelan, setelahnya berkata, “Kau tidak ada di posisi bisa bertanya."


Slashhh!!!


Yu Jie menarik pedang dari sarungnya begitu cepat, sama cepatnya dengan pedang tersebut menebas lengan Kuan Li tidak lama kemudian.


“Arghhh!!!"


Kuan Li menatap Yu Jie tidak percaya, satu lengannya terpisah dari tubuh begitu mudahnya dibuat Yu Jie.


“Jangan katakan hal tidak penting, jawab saja apa yang aku tanyakan kalau mau sisa bagian tubuhmu tetap menyatu," bisik Yu Jie di telinga Kuan Li.


Kuan Li segera mengangguk dengan tubuh gemetar, cara dirinya menatap Yu Jie seketika berubah setelah menyadari Yu Jie bukan pemuda biasa tidak seperti dugaannya.


“Caranya menebas tanpa ragu ... aku takut dirinya tidak akan pikir panjang langsung menebas leherku jika aku terus melawan," gumam Kuan Li menahan rasa sakit di tempat bekas lengannya.


Mu Yang melihat Kuan Li kehilangan kepercayaan diri segera mengangguk puas, memang seperti itulah bagaimana Kuan Li bertingkah seharusnya.

__ADS_1


“Paman Yang, aku pamit memasuki kereta kuda," ucap Xiang He tidak tahan melihat itu semua.


“Biar aku antar, Tuan Putri," ucap Mu Yang.


Kepergian Mu Yang bersama Xiang He menyisakan Yu Jie dengan Kuan Li berdua saja, situasi semakin mencekam di rasa Kuan Li karena hal ini.


“Sialan, kenapa kalian meninggalkan aku sendiri bersama bocah gila ini," gumam Kuan Li berisi umpatan.


Yu Jie ditinggal berdua saja seperti sekarang jelas senang, itu artinya ia tidak perlu menahan diri memberi siksaan.


“Sekarang bisa kita mulai?" tanya Yu Jie.


Kuan Li segera mengangguk cepat, beberapa kali menelan ludah merasa ngeri melihat pedang Yu Jie semakin dekat dengan lehernya.


“Pertanyaan pertama ...."


Arghhh!!!


“Pertanyaan kedua ...."


Arghhh!!!


Arghhh!!!


Beberapa pertanyaan Yu Jie lontarkan yang mana Kuan Li menjawab itu semua dengan benar, satu hal yang tidak Kuan Li duga adalah Yu Jie akan tetap menebasnya dengan pedang tidak peduli jawaban keluar dari mulutnya atau tidak.


“Tu— Tuan Muda, mohon hentikan semua ini ...."


Kuan Li sudah tergeletak di tanah dengan bagian tubuh tidak utuh, dirinya mencoba menahan rasa sakit yang diderita tetapi tidak bisa.


“Ak— aku akan mati jika Anda terus melakukan ini, Tuan Muda," ucap Kuan Li lemas hampir tanpa suara.


Yu Jie berdecak kesal sebelum berkata, “Memang yang ingin kau hidup siapa?"


Kuan Li melebarkan matanya saat pedang Yu Jie kembali diayunkan, kali ini menyasar lehernya yang mana belum dirinya meminta ampun, nyawanya telah lebih dahulu hilang sebab kehilangan kepala.


“Kau sudah tau siapa aku, akan merepotkan jika kau melaporkan ini semua pada pangeran pertama," ucap Yu Jie membersihkan pedangnya dari darah.


Bersamaan dengan Kuan Li yang telah kehilangan nyawa, Mu Yang nampak baru kembali ke sana.


Mu Yang tentu terkejut melihat kondisi jasad Kuan Li di hadapannya, dirinya menatap Yu Jie penuh rasa ngeri mempertanyakan apa yang telah Yu Jie lakukan pada Kuan Li sebelumnya.

__ADS_1


“Jasad ini aku berikan padamu terserah mau kau apakan, ada hal harus aku lakukan untuk kenyamanan perjalanan kita nanti," ucap Yu Jie sebelum melesat terbang dengan teknik Sayap Naga Surgawi miliknya.


Yu Jie meninggalkan Mu Yang yang tampak termangu di posisinya, hanya ada satu pikiran Mu Yang saat itu, yang mana dirinya bersyukur tidak menyinggung Yu Jie lebih jauh dipertemuan pertama mereka.


Yu Jie setelah pergi dari sana langsung menyisir jalan yang akan dilalui rombongannya, tidak jauh dari posisi sebelumnya ternyata benar ada puluhan orang lain yang siap mengepung jika Tuan Putri berhasil lolos kepungan pertama.


“Dia tidak membohongiku rupanya," gumam Yu Jie sembari menarik pedang dari sarungnya.


Yu Jie mengaliri pedangnya dengan Qi bersiap menyerang dengan satu tebasan, yang mana setelah Qi di pedangnya terasa cukup, langsung Yu Jie ayunkan lesatan Qi dari pedangnya ke arah puluhan orang tersebut.


Puluhan orang tersebut tengah bersembunyi dibalik semak saat itu terjadi, mereka hanya fokus memperhatikan jalanan menunggu kedatangan orang-orang yang bertugas melakukan sergapan pertama.


Serangan dari udara tentu tidak pernah sekalipun terpikir oleh mereka, sehingga serangan Yu Jie bisa berhasil dengan sempurna cukup mudahnya.


Puluhan orang itu bahkan tidak sempat bersuara ketika lesatan Qi menembus tubuh mereka, yang ada hanya suara tumbangnya puluhan orang secara serentak saat itu juga.


“Apa-apaan?!!" Seorang pria yang berdiri cukup jauh dari puluhan orang terkejut bukan main, setiap bawahannya tiba-tiba tewas entah karena hal apa.


Yu Jie menyadari keberadaan pria tersebut langsung menghampiri, dirinya menebak kalau pria itu merupakan pemimpin seperti Kuan Li di rombongan para penyerang pertama.


“Hei, apa ada hal ingin kau katakan untuk terakhir kali?" tanya Yu Jie tepat setelah mendarat di tanah.


Pria itu terkejut bukan main, dirinya melihat Yu Jie baru saja terbang sehingga berpikir kalau Yu Jie adalah kultivator Jiwa Bumi.


“Tuan, apa ada kesalahan telah orang-orang ku lakukan sehingga membuatmu tersinggung?"


Yu Jie menaikan alisnya, kecepatan mengambil keputusan pria di hadapannya cukup baik sehingga tidak ragu langsung tunduk hanya karena firasat dirinya lebih kuat.


“Kau hebat, aku tebak karena kemampuan ini kau bisa terus hidup sampai sekarang," ucap Yu Jie.


“Tuan, apa maksudmu?"


“Maksudku adalah kau penjilat, sialan."


Slashhh!!!


Tebasan pedang Yu Jie langsung membuat pria itu tumbang tanpa bisa melawan, yang mana hanya bisa menggeleng pelan Yu Jie setelahnya.


Pria yang baru dihabisinya bahkan tidak setara dengan Kuan Li, dengan tingkat kekuatan tidak seberapa tetapi berhasil menjadi pemimpin tentu hanya ada satu alasannya.


“Aku benci orang-orang sepertimu, menempel pada yang kuat bahkan tidak ragu menjilat ... kau mirip murid sialan ku," gumam Yu Jie mengepal tangannya erat.

__ADS_1


__ADS_2