Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Sulit Untuk Tidak Kagum


__ADS_3

[Nama : Yu Jie


Tubuh Bawaan : Tubuh Naga Surgawi (Legendaris)


Tingkat : Pembentukan Jiwa tahap Menengah (5%)


Teknik : Sayap Naga Surgawi, Amukan Naga Surgawi, Tebasan Taring Naga


Poin :12.800


Kondisi : Sehat]


“Poinku cukup banyak, apa ini sudah bisa aku buat meningkatkan sistemnya?" gumam Yu Jie seraya memperhatikan jendela status di hadapannya.


[Biaya untuk peningkatan sistem adalah 10 ribu poin, tentu bisa asal Tuan bersedia]


“Kalau begitu tingkatkan." Yu Jie tanpa ragu.


[Peningkatan akan segera dilakukan, versi sistem akan diperbaharui ....]


[10%]


[40%]


[80%]


[100%]


[Berhasil!!!]


[Sistem telah mengalami peningkatan, untuk keuntungan yang akan Tuan dapatkan adalah ....]


Tokkk!!! Tokkk!!! Tokkk!!!


Yu Jie belum selesai membaca pesan sistem saat pintu kamarnya diketuk beberapa kali, ini membuat fokus Yu Jie terpecah sebelum teringat jika pagi itu memang ada hal harus dilakukannya.


Benar saja sesaat Yu Jie membuka pintu kamar, Yu Wen sudah ada di sana sembari memberi hormatnya.


“Patriak Jie, semua anggota sekte termasuk Tetua Pao telah berkumpul di aula sesuai perintah Anda," ucap Yu Wen.


Yu Jie segera mengajak Yu Wen pergi ke sana, terkait sistem bisa dirinya periksa nanti karena memulai petualangannya untuk mencari Xia Mei adalah yang terpenting saat ini.


Tidak perlu waktu lama sampai Yu Jie juga Yu Wen sampai karena mereka terbang, yang mana baru pintu aula terbuka sudah ada ribuan orang membungkuk memberi hormat untuk menyambutnya.

__ADS_1


“Hormat kami, Patriak Jie!!!"


Setiap dari mereka yang ada di sana tampak sungguh-sungguh memberi hormat kecuali dua orang, Mu Yang juga Xiang He ternyata ada di sana dengan ekspresi terkejut melihat itu semua.


“Keduanya juga aku suruh datang setelah menerima kabar kalau keduanya datang bersamamu, Patriak Jie. Maaf kalau dirimu tidak nyaman akan hal ini," ucap Yu Wen saat sorot mata Yu Jie jatuh pada Mu Yang juga Xiang He.


Yu Jie hanya mengangguk tidak mempermasalahkan, dirinya memilih langsung menyambangi singgasananya untuk menyampaikan apa yang ingin dilakukannya.


“Pertama-tama, aku ingin berterimakasih karena kalian sudah mau meluangkan waktu berkumpul di sini." Yu Jie pada setiap anggota klan.


Anggota klan yang datang hanya diam mendengarkan, mereka ingin tau alasan disuruh berkumpul juga dasar keputusan Yu Jie menghentikan pencarian Xia Mei.


Yu Jie menyadari wajah penasaran setiap dari mereka langsung menggunakan kesempatan ini untuk memperjelas semuanya, dengan mengatakan dirinya sendirilah yang akan melakukan itu sepanjang petualangan yang akan dilakukannya.


“Patriak Jie, maaf kalau aku terdengar lancang. Dari yang aku tangkap melalui ucapan Anda, apakah itu artinya Anda ingin pergi meninggalkan klan untuk melakukan pencariannya?"


Satu pertanyaan terlontar dari anggota klan yang datang, yang lain tetap diam sebab pertanyaan itu sudah mewakilkan kebingungan mereka.


“Benar, aku akan pergi," ucap Yu Jie singkat.


Suasana yang awalnya hening segera berubah riuh, banyak anggota klan tidak setuju pada keputusan Yu Jie karena akan berbahaya untuk Yu Jie melakukan itu seorang diri.


Blarrrr!!!


“Bisakah kalian diam?!! Berani sekali kalian mempertanyakan keputusan Patriak di saat tetua sepertiku saja hanya bisa mengiyakan keinginannya!!!" seru Yu Pao.


Setiap anggota klan segera dibasahi keringat dingin, hal ini membuat mereka bungkam sekaligus memendam kekhawatiran mereka pada Yu Jie.


“Patriak Jie, jika itu keinginanmu maka kami hanya bisa mendukungmu. Aku harap Anda benar sudah memikirkan ini secara matang dan tidak hanya bergerak berdasarkan emosi saja," ucap Yu Pao yang sebetulnya sama khawatir seperti yang lain.


Yu Jie hanya tersenyum, baik sekarang atau nanti dirinya akan tetap meninggalkan klan untuk membalas dendam kematiannya di kehidupan pertama, sehingga melakukannya lebih cepat akan lebih baik menurutnya.


Yu Jie sendiri segera memperkenalkan Mu Yang juga Xiang He pada anggota klan juga keperluan kedatangan keduanya, dirinya menjelaskan ingin sekalian melakukan sesuatu untuk menyebar luaskan nama klan ke dunia luar sepanjang langkahnya berpetualang. Membantu masalah kerajaan adalah salah satunya dan yang paling awal akan dilakukannya.


Banyak anggota klan termasuk Yu Pao juga Yu Wen tidak senang setelah mendengar Yu Jie akan membantu kerajaan Zirah Besi, meski demikian mereka hanya diam sebab keputusan telah Yu Jie ambil dan mereka tidak punya keberanian untuk menentangnya.


“Patriak Jie, apakah ada yang bisa kami lakukan untuk membantumu menyelesaikan masalah kerajaan?" tanya Yu Pao.


Yu Jie segera menggeleng sebelum berkata, “Bukankah apa yang telah kerajaan Zirah Besi lakukan masih membekas untuk kalian? Jika iya maka tidak perlu memaksakan diri melakukan sesuatu yang tidak kalian sukai, masalah kerajaan biar aku sendiri yang tangani karena ini keputusanku."


Yu Pao hanya bisa mengangguk, dirinya agak malu sebab ternyata Yu Jie tau apa yang ada dipikiran kebanyakan mereka.


“Untuk itu sebelum aku pergi, aku ingin melakukan satu hal terakhir untuk klan agar kalian tidak hilang arah ketika aku tidak ada," ucap Yu Jie.

__ADS_1


Yu Jie segera menyuruh Yu Pao menghadap dirinya, tepat setelah itu dirinya umumkan kalau Yu Pao telah resmi dirinya angkat menjadi tetua pertama sekaligus orang yang bertanggung jawab memimpin klan selama kepergiannya.


“Terimakasih sudah mempercayakan tanggung jawab besar ini padaku, Patriak Jie," Yu Pao berlutut memberi hormatnya.


Yu Jie setelah selesai dengan Yu Pao segera memanggil satu nama lain, itu merupakan Yu Wen yang dirinya beri peningkatan jabatan juga dari yang semula tetua keempat menjadi tetua kedua.


“Tetua Kedua Wen, kau akan bertanggung jawab membantu Tetua Pao mengurus klan selama aku pergi," ucap Yu Jie.


“Dirimu bisa mempercayakan ini padaku, Patriak Jie." Yu Wen seraya berlutut di samping Yu Pao.


Anggota klan segera bersorak sorai memberi selamat pada Yu Pao juga Yu Wen, mereka mengira titah terakhir Yu Jie telah selesai sebelum bungkam sebab ada satu nama lain disebut setelahnya.


“Yu Man, bisa kau menghadap aku sebentar?"


Yu Man nampak terkejut penuh tanda tanya, serupa dengan yang lain sebab mereka tidak mengerti mengapa nama Yu Man yang keluar dari mulut Yu Jie setelah dua tetua.


“Yu Man, kau aku tunjuk sebagai tetua ketiga. Aku harap kau tidak membuatku kecewa dengan menyepelekan tanggung jawab yang aku berikan."


Yu Man terperanjat sulit mencerna ucapan Yu Jie, dirinya hanya anggota elite klan yang beruntung bisa lebih baik dari anggota biasa, tiba-tiba Yu Jie mengangkatnya menjadi tetua tentu sulit untuknya mempercayai ini.


“Untuk sekarang tetua keempat akan aku biarkan kosong, kalian berlatih juga berkultivasilah dengan giat selama aku pergi, mungkin satu dari kalian akan beruntung mendapatkan posisi tetua keempat yang kosong saat aku kembali," ucap Yu Jie menutup pertemuannya.


“Kami mengerti, Patriak Jie!!!" seru mereka serempak penuh semangat, membawa harap bisa jadi satu orang beruntung melayani Yu Jie sebagai tetua serupa Yu Pao, Yu Wen juga Yu Man.


Yu Jie segera melangkah menuju tempat Mu Yang juga Xiang He berada, urusannya di klan telah selesai sehingga dirinya bisa langsung pergi menyelesaikan masalah kerajaan saat itu juga.


“Ho— hormat kami, Patriak Jie!!!"


Yu Jie hanya menaikan alisnya, Mu Yang juga Xiang He tiba-tiba memberinya hormat serupa anggota klan entah apa alasannya.


“Kita pergi sekarang dan jangan berlebihan," ucap Yu Jie memimpin jalan keluar dari sana.


Mu Yang juga Xiang He mengangguk cepat, ekspresi wajah jenderal juga tuan putri kerajaan Zirah Besi itu tiba-tiba gelagapan penuh keraguan.


“Paman Yang, entah perasaanku saja atau bagaimana tetapi Tuan Muda Jie tiba-tiba terlihat berbeda," bisik Xiang He agak tidak percaya kalau Yu Jie yang sekarang adalah orang yang sama dengan yang kemarin menghiburnya.


“Apa Tuan Putri tiba-tiba jatuh cinta?" tanya Mu Yang.


“Ishhh, bukan itu!!!"


“Hohoho, aku hanya bercanda, Tuan Putri. Jika boleh jujur aku juga merasakan hal berbeda dari pemuda ini, lebih berwibawa juga mendominasi yang mana seolah menuntunku untuk ikut tunduk padanya seperti setiap anggota klan Yu," jelas Mu Yang.


Yu Jie hanya tersenyum tipis mendengar ini, melihat anggota klan tunduk nampaknya telah memengaruhi keduanya untuk ikut melakukan hal serupa. Di tambah ada dorongan dari efek spesial tubuh bawaan Yu Jie, membuat keduanya semakin merasa sulit untuk tidak mengagumi Yu Jie.

__ADS_1


__ADS_2