Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Lenyapnya Yu Sheng


__ADS_3

Yu Jie tengah memejamkan matanya ketika lonjakan kekuatan terasa dari tubuhnya, lonjakan Qi terpancar dari sekitar tubuh Yu Jie bersamaan dengan ini sebagai pertanda naiknya tahap Yu Jie ke Puncak Pemurnian Qi.


Yu Jie baru membuka matanya saat melihat sorot mata penuh keterkejutan dari Yu Sheng, hal ini membuat Yu Jie tersenyum tipis cukup kagum dirinya tidak diserang oleh pria itu.


“Kultivator terhormat yang tidak menyerang musuhnya ketika lengah sepertimu cukup jarang, aku kagum padamu," ucap Yu Jie.


Yu Sheng segera tersadar dari rasa terkejutnya, jujur saja bukan tidak memanfaatkan kesempatan ketika ada yang dirinya lakukan, melainkan tidak sempat terpikirkan sebab keterkejutannya.


“Aku tidak perlu rasa kagum darimu," ucap Yu Sheng.


Tampak tenang bagaimana Yu Sheng terlihat tetapi tidak dengan yang ada dalam dirinya, yang mana hanya bisa memaki dirinya sendiri karena tidak sempat melakukan sesuatu ketika Yu Jie bisa dengan mudah dirinya tumbangkan.


Yu Jie menyadari hal ini hanya tertawa kecil, setelahnya berkata, “Jujur saja kalau kau menyerangku barusan juga tidak akan bisa dengan mudah kau lakukan."


[10% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]


Tepat setelah ucapan Yu Jie, Yu Pao juga Yu Wen segera melayang di masing-masing samping Yu Jie. Pancaran aura kuat terasa begitu meledak keluar dari tubuh mereka untuk menekan Yu Sheng.


“Sombong!!!" seru Yu Sheng.


Bersamaan dengan seruan Yu Sheng, pancaran aura demikian kuat keluar dari tubuhnya. Aura milik Yu Sheng seolah melahap habis aura milik Yu Pao juga Yu Wen yang mengarah padanya.


“Hei, dua pengkhianat. Kalian tidak lupa siapa aku, kan?" tanya Yu Sheng pada Yu Pao juga Yu Wen.


Baik Yu Pao maupun Yu Wen segera menelan ludah mereka, jujur saja saat keduanya menghadap Yu Gang juga merasakan hal serupa seperti sekarang.


“Jangan termakan omongannya, teknik milik kalian lebih unggul sementara untuk kekuatan kita hanya harus menghadapinya bertiga," bisik Yu Jie pada keduanya.


Keduanya yang sempat merasa gentar segera mengangguk mengerti, bersamaan dengan ini senyum percaya diri juga mulai muncul di wajah keduanya.


“Sheng tua, jangan kira kami masih pesuruh yang sama dengan masa lalu," ucap Yu Pao.


“Benar, Sheng tua. Asal kau tau saja kalau satu dari kami bahkan cukup untuk mengantarmu menemui ajal mu," timpal Yu Wen.


Yu Jie tertawa puas mendengar ucapan keduanya, kesombongan dari ucapan keduanya Yu Jie sesalkan sebab kalau itu dirinya jelas akan ada imbalan didapatnya.

__ADS_1


“Omong kosong!!!" seru Yu Sheng.


Yu Sheng tiba-tiba menebaskan pedangnya pada Yu Jie, Yu Pao juga Yu Wen, satu ayunan tersebut menyasar ketiganya sekaligus seolah ingin ketiganya mati saat itu juga.


Yu Jie melihat hal ini segera mengangkat pedangnya untuk menghalau, hal ini berhasil dilakukan meski Yu Jie masih harus terlempar sebab benturannya.


Yu Jie berhasil menahan keseimbangan agar tidak jatuh sebab hal ini, segera menoleh pada Yu Pao juga Yu Wen dirinya yang ternyata keduanya mengalami hal serupa.


“Sudah cukup main-mainnya, ayo kita singkirkan dirinya saat ini juga!!!" seru Yu Jie.


Yu Jie, Yu Pao juga Yu Wen segera melesat terbang menerjang Yu Sheng, tidak lama kemudian pertukaran serangan harus terjadi membuat kerusakan besar muncul di sekitar area pertarungan mereka.


Dampak dari pertarungan tersebut tidak main-main bahkan suaranya mungkin terdengar hingga dalam kota, belum lagi lesatan Qi yang berhasil dihindari oleh masing-masing nya kini telah banyak menumbangkan puluhan pohon besar d isekitar sana.


Bummm!!!


Yu Jie baru menebaskan lesatan Qi nya yang mana Yu Sheng berhasil membelokan arahnya, itu menuju tempat Yu Man berada bersama enam orang bawahannya.


“Sial, itu berbahaya." Yu Man dengan jantung yang seolah hampir copot setelah berhasil menghindarinya.


Yu Man segera mengangguk sebelum mengambil jarak bersama enam orang lain, Yu Jie mulai bisa bernapas lega melihat mereka dalam jarak aman walau tidak lama.


Yu Sheng memang kini telah menerjang Yu Jie dengan kecepatan penuhnya, pedangnya sudah siap diayunkan dan hanya menunggu waktu saja sampai pedang itu menebas Yu Jie.


“Memangnya ada waktu untukmu mengkhawatirkan orang lain?!!" Yu Sheng dengan senyum keji.


Pedang di tangan Yu Sheng mengayun demikian cepat menyasar leher Yu Jie sebagai target, melihat Yu Jie telat menghindar membuat Yu Sheng yakin Yu Jie bisa dirinya habisi.


“Kau pikir hal semacam ini akan membunuhku?" Yu Jie dengan senyum sinis.


[10% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]


Yu Sheng awalnya hanya menganggap Yu Jie terlalu percaya diri sampai pedang Yu Jie tiba-tiba diayunkan menyasar lehernya, hal ini membuat adu cepat dua pedang terjadi membuat siapa yang paling cepat akan berhasil menghilangkan nyawa lawannya.


“Aku unggul." Yu Sheng dengan senyum di wajahnya menyadari pedang Yu Jie tidak lebih cepat dari pedangnya.

__ADS_1


Ctankkk!!!


Yu Sheng segara terbelalak saat pedang milik Yu Pao juga Yu Wen muncul tiba-tiba menghalau pedangnya, hal ini membuat laju pedangnya terhenti sementara tidak dengan pedang di tangan Yu Jie.


“Kau lupa kalau aku tidak sendiri?" Yu Jie dengan senyum lebar.


Pedang milik Yu Jie telah dialiri Qi saat menebas leher Yu Sheng, ketajaman pedang itu bertambah beberapa kali lipat hingga sosok kultivator Jiwa Bumi macam Yu Sheng saja tidak akan memiliki kesempatan untuk dapat hidup setelah tebasan nya.


Ini terbukti dari betapa lancar pedang Yu Jie melaju saat menebas leher Yu Sheng, membuat tubuh tanpa kepala ambruk jatuh dari udara menghantam tanah.


Yu Jie segera menghela napas panjang dengan senyum lebar di wajahnya, untuk menghabisi sosok macam Yu Sheng memang tidak bisa dengan cara biasa sehingga hal berbahaya macam ini terpaksa dilakukannya.


“Patriak Jie, kita berhasil," ucap Yu Pao dengan napas terputus sebab lelah.


“Sialan, pria tua ini benar-benar merepotkan hingga kita bertiga saja harus kesulitan," timpal Yu Wen yang beberapa bagian tubuhnya mengalir darah bekas sabetan pedang.


Yu Jie tidak menghiraukan keduanya segera mendarat tepat di tempat ambruknya tubuh Yu Sheng, kultivator Jiwa Bumi tidak akan mati hanya dengan ini telah Yu Jie ketahui sehingga dirinya tidak terlebih dahulu senang.


Benar saja sebab tidak lama setelah mendaratnya Yu Jie, sebuah asap tipis berbentuk pria tua melayang keluar dari jasad Yu Sheng.


Rupa dari asap itu menyerupai Yu Sheng yang mana ini normal sebab apa yang baru keluar merupakan jiwa bela dirinya, yang mana jiwa bela diri itu membawa kesadaran penuh seorang kultivator dalam arti lain Yu Sheng sama sekali belum mati.


“Bocah, kau sudah berlebihan berani membuatku sampai seperti ini!!!" seru Yu Sheng dalam rupa jiwa bela diri.


Jiwa bela diri Yu Sheng segera melesat mencoba menyerang Yu Jie, yang mana tentu Yu Jie tidak tinggal diam membiarkan hal semacam ini terjadi.


Yu Jie dengan pedang teraliri Qi segera menebas jiwa bela diri tersebut, membuat jiwa itu perlahan memudar sebelum menghilang sepenuhnya tanda Yu Sheng telah benar-benar mati.


“Aku akan mengingat ini!!!"


Teriakan itulah yang keluar terakhir kali sebelum lenyapnya Yu Sheng, yang mana hanya menghela napas panjang Yu Jie mendengarnya.


“Kau mau mengingat apa terserah mu saja, penghuni alam baka," ucap Yu Jie dengan senyum sinis.


[Misi yang sistem berikan telah berhasil Tuan selesaikan, 10% exp juga 100 poin sistem akan diberikan sebagai imbalan]

__ADS_1


“Hahaha, Gang tua. Kau selanjutnya!!!" teriak Yu Jie dengan seluruh tenaga tersisa.


__ADS_2