
Yu Gang sudah menatap Yu Jie dengan wajah merah padam sebab geram, apa yang Yu Jie lakukan juga ucapkan sudah amat membuatnya gerah sehingga tidak bisa terus diam saja.
“Awalnya aku ingin membiarkanmu hidup sebab menghargainya, siapa sangka kau malah mencari kematian mu sendiri!!!" seru Yu Gang.
Yu Gang melesat cepat setengah terbang dengan pedang di tangan untuk menebas Yu Jie, dirinya begitu yakin Yu Jie akan kehilangan nyawa hanya karena satu ayunan pedangnya sehingga merasa percaya diri.
Ctankkk!!!
Mata Yu Gang terbelalak ketika Yu Jie ternyata berhasil menahan ayunan pedangnya, meski demikian Yu Jie harus terhempas begitu jauh dengan pedangnya yang telah terlempar entah kemana.
“Bocah sepertimu berani bertukar serangan denganku?!! Betapa sombong!!!" Yu Gang dengan senyum puas melihat Yu Jie tampak menderita.
Yu Jie yang baru terhempas segera bangkit, mencari pedangnya yang sempat terlempar segera dirinya ambil pedang tersebut tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.
Yu Gang hanya menatap Yu Jie lekat mencoba mencari tau apa yang akan Yu Jie lakukan, tidak lama kemudian dirinya terkejut bukan main menyadari ada hal aneh terjadi pada tubuh Yu Jie.
“Hahaha, kau pikir aku sebodoh itu hingga tidak menyiapkan apapun ketika datang ke sini?" Yu Jie dengan senyum di wajahnya.
Kekuatan aura dari tubuh Yu Jie tiba-tiba meningkat pesat sampai tahap tidak masuk akal. Serupa dengan auranya, ranah juga kekuatan tubuh Yu Jie mengalami peningkatan serupa.
Yu Gang segera menelan ludahnya saat pancaran aura juga kekuatan dari tubuh Yu Jie terhenti di tingkat yang begitu familiar untuknya. Jiwa Bumi tahap Puncak, entah bagaimana Yu Jie bisa memiliki kekuatan sebesar ini hanya dalam waktu amat singkat.
“Ini tidak masuk akal!!!" Yu Gang penuh ketidakpercayaan.
Yu Jie hanya tertawa kecil melihat reaksi Yu Gang, jujur saja dirinya juga tidak percaya kalau salah satu teknik dari Buku Bela Diri Naga Surgawi yang dipelajarinya sebulan terakhir ternyata bisa meningkatkan ranah nya sejauh ini meski hanya sementara.
“Amukan Naga Surgawi, tidak sia-sia aku berlatih keras untuk menguasai teknik ini," gumam Yu Jie.
Aura Yu Jie juga Yu Gang yang kali ini memiliki besar tekanan hampir serupa sudah saling beradu, mencoba menekan satu sama lain tetapi tidak ada yang unggul di antara kedua aura tersebut.
Yu Gang tentu tidak puas akan hal ini, merasa terhina bahkan dirinya ada bocah seperti Yu Jie bisa setara dengannya.
“Bocah ini berbahaya, aku harus menghabisinya sekarang juga," gumam Yu Gang dengan rasa gundah.
Yu Jie sempat mendengar gumaman Yu Gang akibat pendengarannya yang juga ikut dipertajam, yang mana hanya tawa renyah yang keluar dari mulutnya menanggapi ini.
“Hahaha, seorang kultivator tua sepertimu merasa terusik hanya karena generasi muda sepertiku? Betapa memalukan menjadi dirimu," ucap Yu Jie cukup lantang.
Ucapan Yu Jie berhasil memecah emosi dalam diri Yu Gang, yang mana sebab hal ini pria tua itu bahkan sudah bergerak dengan pedang penuh Qi di tangannya mencoba menghabisi Yu Jie sekali lagi.
Yu Jie tidak lengah segera melakukan hal serupa pada pedangnya, yang mana sesaat kemudian beradunya dua pedang penuh Qi harus terjadi.
__ADS_1
Ctankkk!!!
Berbeda dengan pertukaran serangan sebelumnya, Yu Jie kali ini tidak bergeming sedikitpun sebab benturannya.
“Menyebabkan!!!"
Yu Gang sudah kembali mengangkat pedangnya bersiap kembali menebaskan nya, yang mana dengan cepat segera Yu Jie tebas kan juga pedangnya untuk menyambut serangan tersebut.
Ctankkk!!!
Suara beradunya dua pedang terus menerus terdengar selama pertukaran serangan, yang mana dari sekian banyak pertukaran serangan tersebut tidak ada yang unggul baik Yu Jie maupun Yu Gang.
“Sialan," gumam Yu Gang.
Yu Jie segera tersenyum menyadari aura milik Yu Gang mulai melemah, ini pertanda Yu Gang mulai kehabisan Qi sehingga ingin memanfaatkan hal ini untuk keunggulannya.
Yu Gang menyadari Yu Jie terus mengajaknya bertukar serangan jelas curiga, Yu Gang merasa Yu Jie tengah mencoba menguras Qi miliknya sehingga memutuskan melakukan sesuatu.
“Mati kau!!!" seru Yu Gang.
Yu Gang tiba-tiba melepaskan tebasan besar dengan pedangnya, dari ayunan tersebut melesat sebuah Qi dengan cepat ke arah Yu Jie.
“Teknik milik klan Yu? Aku bahkan sudah menyempurnakan setiap darinya, bagaimana mungkin aku akan kalah karenanya," gumam Yu Jie sembari menghindar.
Lesatan Qi milik Yu Gang menghantam bangunan kediamannya sendiri sebab menghindar nya Yu Jie, membuat kediaman itu runtuh tidak kuasa menahan hantamannya.
“Wah, ternyata kau diam-diam membenci kediaman mu sendiri hingga menghancurkannya seperti ini," ucap Yu Jie dengan senyum sinis.
“Omong kosong!!!" seru Yu Gang penuh amarah.
Yu Jie hanya tertawa kecil, melihat Yu Gang seperti ini jelas malah membuatnya senang sebab cara bertarung orang yang dipenuhi emosi kerap kali terkesan asal.
Dugaan Yu Jie tepat karena setiap serangan Yu Gang mulai tidak jelas arahnya, seolah hanya ingin cepat menebasnya saja tidak memperhitungkan teknik atau hal lain seperti sebelumnya.
“Bertarung dengan cara seperti ini melawan aku mantan penguasa benua? Benar-benar lelucon," gumam Yu Jie.
Yu Jie melihat ada banyak celah di tubuh Yu Gang tentu mengambil kesempatan ini untuk meninggalkan luka, bahu juga area dada Yu Gang berhasil Yu Jie tebas cukup mudah dengan pedangnya.
Slashhh!!!
“Sialan!!!"
__ADS_1
Yu Gang segera melompat mundur sembari memegangi lukanya, menatap Yu Jie geram dirinya pertanyakan bagaimana bisa Yu Jie melakukan semua ini.
“Aku tidak akan melepaskan mu, bocah sialan!!!" seru Yu Gang dengan ledakan aura demikian besar memenuhi tubuhnya.
“Sial, dia mulai serius," gumam Yu Jie sembari melirik ke sana kemari.
“Mencari apa kau, sialan?!!" seru Yu Gang yang kini telah melayang di udara dengan pedang di tangannya.
Yu Jie sempat terdiam sebelum tersenyum lebar, di belakangnya tiba-tiba muncul Yu Pao juga Yu Wen sebelum disusul dua ribuan anggota klan yang telah dilatihnya nampak siap bertarung kapan saja.
“Hormat kami, Tuan Muda Jie!!!" seru mereka serempak.
Seruan mereka menggema hampir ke seisi klan, hal ini membuat Yu Gang terpaku sama sekali tidak mengerti apa yang tengah terjadi.
“Tetua Ketiga, Tetua Keempat, apa yang kalian lakukan di sana?!!" seru Yu Gang.
Yu Pao juga Yu Wen segera terbang sebelum melayang tepat di hadapan Yu Gang, keduanya menatap Yu Gang tajam tidak gentar sedikitpun di hadapan mantan pemimpin mereka tersebut.
“Gang Tua, lebih baik kau menyerah pada ambisi mu atau kau harus mati di sini!!!" seru Yu Pao.
“Gang Tua, kami sudah muak menuruti setiap perintah mu. Untuk setiap hal melelahkan itu, mulai sekarang lakukan saja semuanya sendiri karena kami sudah memiliki seseorang untuk dilayani," ucap Yu Wen.
Yu Gang hanya bisa menatap keduanya tidak percaya, baru beberapa hari lalu keduanya masih patuh dan kini keduanya memilih mengkhianatinya jelas dirinya pertanyakan apa alasannya.
Yu Jie segera tertawa keras sebelum ikut terbang ke hadapan Yu Gang, dengan sorot mata tajam dirinya berkata, “Apa harus kita lanjutkan pertarungan kita?"
Yu Gang bungkam saat sorot matanya bergantian menatap tajam Yu Jie, Yu Pao, Yu Wen juga dua ribuan anggota klan yang kini berkhianat, dirinya marah tetapi tidak bisa melakukan apapun membuat kepalanya terasa sakit luar biasa.
“Aku akan mengingat ini, sialan!!!" seru Yu Gang sebelum mendarat tepat di sisi Yu Dong untuk membawanya pergi dari sana.
“Tuan Muda Jie, haruskah kami mengejarnya?" tanya Yu Pao.
Yu Jie hanya menggeleng pelan, badannya tiba-tiba terasa lemas juga aliran Qi di tubuhnya perlahan menghilang sebab terkuras habis saat menggunakan teknik Amukan Naga Surgawi.
“Tuan Muda Jie, apa dirimu tidak apa?" tanya Yu Pao khawatir saat sayap di punggung Yu Jie tiba-tiba menghilang.
“Ini hanya efek dari teknik yang baru aku gunakan, aku akan kembali pulih setelah beristirahat sejenak ...."
Yu Jie tiba-tiba hilang kesadaran membuatnya terjatuh karena tengah melayang, beruntung Yu Pao dengan sigap menangkapnya sebelum tubuh Yu Jie jatuh ke tanah.
“Hei, bukankah dipikir bagaimanapun ini tidak masuk akal? Aku awalnya sempat ragu dengan rencana ini, siapa sangka kalau ternyata teknik milik Tuan Muda Jie benar bisa membuatnya setara dengan tetua Gang," ucap Yu Wen menatap Yu Jie yang tengah terpejam dengan rumit.
__ADS_1
“Aku juga tidak menduganya, satu hal yang bisa aku duga adalah klan kita akan mengalami peningkatan pesat di bawah kepemimpinannya," timpal Yu Pao.