
Jamuan dimulai dan setiap yang datang dipersilahkan menikmati hidangan terlebih dahulu, ketimbang memakan makanan yang disediakan Yu Jie lebih sibuk memerhatikan setiap orang yang mengikuti jamuan.
Jajaran jenderal termasuk Mu Yang juga para petinggi kerajaan ternyata ada di sana, membuktikan sepenting apa jamuan yang digelar malam ini.
“Hei, makan. Apa karena kerinduanmu pada Tuan Putri kau jadi seperti ini?" tanya Rong Yue.
“Seperti apa?"
“Seperti orang bodoh yang lebih banyak melamun, apa rasa cintamu padaku tidak sebesar rasa cintamu padanya?" Rong Yue cemberut seolah kesal.
“Kau tidak mengerti, sekarang diam dan jangan coba-coba membuatku kesal lagi," timpal Yu Jie.
Jamuan berlangsung tidak terlalu lama sampai akhirnya selesai, kali ini pembicaraan akhirnya dilakukan oleh pangeran pertama yang sedari awal diam.
“Aku sebagai pengganti sang raja yang saat ini tidak dapat hadir, ingin mengucapkan selamat pada kalian semua. Aku harap kalian belajar dengan sungguh-sungguh di akademi, sehingga ketika lulus dapat menjadi sarjana terhormat seperti jajaran petinggi di hadapan kalian," ucap pangeran pertama.
Yu Jie mengerti yang dimaksud oleh pangeran pertama adalah penasihat raja beserta jajarannya, sayang dirinya tidak termotivasi sebab bukan itu tujuannya hingga bisa sejauh ini.
Penasihat raja nampak membisikan sesuatu pada pangeran pertama setelah menyampaikan ucapan pembuka, yang mana sorot mata pangeran pertama langsung jatuh pada Yu Jie saat itu juga.
“Yu Jie, apa itu namamu?" tanya pangeran pertama.
Yu Jie hanya mengangguk berusaha tidak terlihat risau, masih belum pasti alasan pangeran pertama menaruh perhatian padanya saat ini sehingga tidak perlu khawatir identitasnya ketahuan.
“Aku dengar dirimu lah yang menjadi peringkat pertamanya di ujian masuk tahun ini, aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik membangun kerajaan di masa depan nanti," ucap pangeran pertama dengan senyum ramah di wajahnya.
Yu Jie hanya membalas dengan senyum pasu seadanya, sayang harapan pangeran pertama tidak akan pernah terjadi karena cepat atau lambat Yu Jie akan menghabisinya.
Baru Yu Jie berpikir demikian, pangeran pertama tiba-tiba memegangi lehernya nampak tercekat, tidak lama darah mengalir dari tepi bibirnya membuat setiap orang panik melihatnya.
“Apa yang terjadi?!!"
Para petinggi kerajaan segera menghampiri pangeran pertama tetapi tidak dengan Mu Yang, pria tua itu lebih memilih terus ada di samping Xiang He takut ada hal buruk akan datang.
“Ini ... jarum beracun dari mana?" penasihat raja saat memeriksa kondisi pangeran pertama.
Di leher pangeran pertama tertancap sebilah kecil jarum dengan warna kehijauan di ujungnya, jarum itu menancap dalam dan kemungkinan racun tersebut sudah menjalar ke sekujur tubuh pangeran pertama.
Para jenderal segera berdiri dari duduk mereka tetapi tidak dengan Mu Yang, setelahnya menghampiri setiap peserta ujian yang datang karena hanya kelimanya saja orang asing di sana.
__ADS_1
“Jangan mencoba lari, kami hanya ingin memeriksa!!!"
Empat orang jenderal kerajaan pada Yu Jie juga peserta ujian lain, melihat hal ini Mu Yang juga Xiang He sontak panik berpikir Yu Jie yang melakukan itu semua.
“Bukan aku," ucap Yu Jie tanpa suara pada Xiang juga Mu Yang.
Keduanya segera bernapas lega sembari mengangguk mengerti, hal ini membuat Mu Yang semakin waspada sebab pasti ada pihak lain yang melakukan semua ini.
Jang Kao juga dua peserta ujian yang lain diperiksa, tidak ditemukan jarum sejenis mereka bawa sehingga dapat lolos dari pemeriksaannya.
“Rentangkan tanganmu," salah satu jenderal dengan tatapan penuh intimidasi.
Yu Jie hanya melakukan apa yang diminta, setelahnya pemeriksaan dilakukan dan jenderal tersebut tidak menemukan hal mencurigakan darinya.
“Mereka aman," ucap jenderal tersebut pada teman-temannya.
“Aman? Bagus kalau begitu, tetapi mana wanita yang duduk di sini sebelumnya? Bukankah mereka awalnya berlima?" Salah satu jenderal ketika Rong Yue tidak ada ditempatnya.
Bukan hanya para petinggi kerajaan yang terkejut setelah menyadari itu tetapi Yu Jie juga, dirinya sama sekali tidak sadar Rong Yue sudah pergi entah kemana dari sampingnya.
Yu Jie awalnya berpikir Rong Yue hanya kebetulan pergi sampai dirinya menemukan lembar kain dengan tulisan tangan Rong Yue di atasnya.
“Kekasihku, maaf aku tidak bisa lebih lama bersamamu sebab tugasku di sini telah usai. Sampai jumpa lain waktu, aku harap kita bisa secepatnya kembali bertemu ... salam, kekasih tercintamu."
“Perempuan menyebalkan, kenapa menyentuh apa yang seharusnya menjadi milikku?!!" seru Yu Jie.
Yu Jie bukan tidak tau ada yang Rong Yue coba sembunyikan darinya, bisa dikatakan sudah disadari Yu Jie dari awal kalau Rong Yue bukan gadis biasa melainkan kultivator serupa dengannya.
Satu alasan Yu Jie membiarkan gadis itu adalah sebab dirinya penasaran ada urusan apa Rong Yue datang, mengingat kultivasi Rong Yue yang terhitung tinggi sebagai generasi muda yang lagi-lagi mirip dengannya.
“Kita mungkin serupa, tetapi jangan mengambil targetku juga," gumam Yu Jie sembari mencopot kaki meja, ingin digunakannya untuk menggantikan pedang yang dirinya tidak bawa.
Apa yang Yu Jie lakukan segera menjadi pusat perhatian, apa yang baru terjadi sudah begitu menghebohkan sehingga tingkah aneh semacam itu langsung menjadikan Yu Jie target tahanan.
“Tangkap dia, kemungkinan dirinyalah pelaku penyerangan pangeran pertama!!!" seru salah satu jenderal.
Para jenderal segera mengepung Yu Jie dari berbagai arah, melihat hal ini Mu Yang mulai bergerak ingin membantu tetapi langsung Yu Jie hentikan.
“Diam dan jaga Xiang He, dibanding setiap jenderal rendahan ini ada hal lebih berbahaya akan datang!!!" seru Yu Jie pada Mu Yang.
__ADS_1
Baru seruan Yu Jie terdengar, tiba-tiba dari berbagai arah muncul sekian banyak orang.
Mereka menggunakan topeng dengan corak merah darah sebagai hiasannya, tidak hanya itu, kekuatan masing-masing mereka juga setara atau bahkan lebih tinggi dari para jenderal di sana.
“Hei, tangkap pemuda ini terlebih dahulu sebelum mengurus mereka yang menyerang!!!"
Brukkk!!!
Baru salah satu jenderal memberi arahan pada temannya yang lain untuk menangkap Yu Jie, gagang meja yang Yu Jie pegang langsung menghantam kepalanya membuatnya kehilangan kesadaran.
“Tangkap aku kalau begitu, kalian pikir kalian bisa?" ucap Yu Jie dengan sorot mata tajam pada tiga jenderal tersisa.
Mereka segera menelan ludah tampak ngeri, pancaran aura dari tubuh Yu Jie memang perlahan bocor membuat mereka tau Yu Jie bukan pemuda biasa melainkan kultivator tingkat tinggi terlihat dari betapa kuat auranya.
“Ketimbang aku pukul kalian dengan kayu ini, lebih baik kalian bantu aku mengurus para penyerangnya," ucap Yu Jie, sadar tidak ada waktu lagi.
“Eh, kau bukan bagian dari mereka?" tanya salah satu jenderal kebingungan.
“Bukan, aku malah tengah begitu kesal pada mereka," ucap Yu Jie sebelum melesat dengan teknik Sayap Naga Surgawi.
Yu Jie melesat seolah menghilang dari pandangan setiap orang, bersamaan dengan ini mereka yang menyerang satu persatu jatuh dengan bekas luka pukulan benda tumpul di kepala mereka.
Sadar ada yang tidak beres, para penyerang menghentikan langkah mereka sebelum berkumpul di satu tempat yang sama.
Rencana awal mereka untuk menghabisi setiap orang di istana harus terlebih dahulu dihentikan sebab itu semua.
“Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan semua ini?"
“Sialan, bukankah setiap orang di istana ini hanya target mudah? Kenapa ada hal tidak masuk akal yang hanya dapat dilakukan kuktivator tingkat tinggi semacam ini?"
Setiap orang bertopeng mulai menyuarakan kekhawatiran mereka, berpikir akan berbahaya jika serangan misterius terus terjadi yang pada akhirnya malah menjadi ancaman gagalnya rencana mereka.
Yu Jie di tengah situasi itu tiba-tiba muncul di tengah ruangan, dirinya terbang sembari tangannya mengangkat tinggi kayu bekas kaki meja yang telah dilumuri darah setiap korbannya.
“Katakan padaku kemana perginya wanita menyebalkan itu, para pengguna topeng sialan!!!" seru Yu Jie membuat seisi ruangan bergetar.
Setiap orang bertopeng langsung menatap satu sama lain, mereka tidak pernah menyangka akan ada orang di sana mengenali pemimpin mereka.
Bukan hanya para orang bertopeng saja yang terkejut melainkan setiap orang pangeran pertama juga, mereka tentu tidak menduga kalau ujian masuk akademi ternyata berhasil disusupi oleh kultivator tingkat tinggi seperti Yu Jie.
__ADS_1
“Ini dia, Tuan Muda Jie. Satu-satunya orang yang bisa membuat situasi mencekam terasa menenangkan," gumam Xiang He menatap Yu Jie penuh kekaguman.
“Benar, Tuan Putri. Tenang untuk kita tetapi tidak dengan musuh-musuhnya," timpal Mu Yang, rasa hormatnya pada Yu Jie tidak pernah berkurang bahkan setelah Yu Jie membawa pergi seluruh uangnya.