Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Identitas Yu Jie


__ADS_3

Yu Jie hanya diam mencoba mendengarkan saat pria tua juga wanita muda bungkam, keduanya nampak takut sebab ditatap tidak senang oleh setiap orang yang ada di sana.


“Bisakah kalian berbicara? Kalian sudah menganggu waktu berbincang ku dengan Nak Jie, setelah itu kalian malah diam membuang waktu kami?!!" Bai San dengan nada tinggi.


Pria tua juga wanita muda segera tersadar akan kesalahan mereka, keduanya yang terus bungkam akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.


"Sebelum itu, biarkan kami meminta maaf untuk segala kekacauan yang terjadi. Terkhusus untuk Anda, Tuan Muda. Maafkan kusir kereta kuda kami karena sudah bodoh hampir mencelakai Anda," ucap pria tua penuh penyesalan.


Wanita muda disampingnya segera meminta maaf dengan cara serupa, keduanya mengungkapkan penyesalan teramat sangat sebab sudah membuat Yu Jie marah sebelumnya.


Yu Jie hanya menghela napas, setelahnya berkata, “Aku akan memutuskan memaafkan atau tidak senada dengan pentingnya pembicaraan yang akan kalian bawa."


Pria tua mengangguk mengerti, setelahnya berkata, “Kalau begitu biarkan aku memperkenalkan diri terlebih dahulu ...."


Pria tua memperkenalkan diri sebagai satu dari beberapa jenderal kerajaan Zirah Besi bernama Mu Yang, dirinya datang ke sana sebab tuan putri meminta sehingga bersedia untuk menjadi pengawal tuan putri di sampingnya.


“Aku Xiang He, senang bertemu denganmu Tuan Muda." Wanita muda setelah Mu Yang mempersilahkan untuknya memperkenalkan diri juga.


“Baik Jenderal Yang, Tuan Putri He. Sudahi perkenalannya dan sampaikan inti pembicaraannya," ucap Yu Jie.


Mu Yang sempat tersentak sebelum mengangguk, dirinya mulai mengerti jika Yu Jie tidak senang basa-basi sehingga mulai menghindari ini.


Mu Yang menyampaikan garis besar kedatangannya ke sana yang berkaitan dengan situasi kerajaannya, raja tengah sakit parah sekarang yang mana pangeran pertama mulai menunjukan ambisi untuk menggulingkan raja.


Xiang He sebagai Tuan Putri sekaligus anak kedua sang raja jelas menentang hal ini, bukan karena dirinya juga menginginkan tahta tetapi karena tidak tega melihat ayahnya yang tengah sakit harus terancam sebab keserakahan kakaknya.


“Bukankah sudah aku bilang klan Bai tidak tertarik akan hal ini?!! Harus berapa kali aku sampaikan hingga kalian paham? Apa yang terjadi pada kerajaan bukanlah sesuatu yang mengharuskan kami campur tangan!!!" seru Bai San.


Yu Jie segera menyadari ada yang salah, setidak ingin apapun Bai San membantu seharusnya pria tua itu tidak berlebihan menanggapi permintaan tolong tersebut apalagi marah seperti sekarang.


“Kalian berdua, bisa keluar sebentar? Ada hal harus aku diskusikan terlebih dahulu pada Paman San terkait permintaan tolong kalian," ucap Yu Jie mencoba mencari tau alasan kemarahan Bai San yang menurutnya bukan karena hal sepele.

__ADS_1


Bai Yin segera dimintai tolong oleh Yu Jie mengantar Mu Yang juga Xiang He keluar, karena Yu Jie yang meminta jelas Bai Yin tidak memiliki kuasa untuk menolaknya.


“Paman San, bisa aku tau kenapa dirimu tampak begitu benci pada keduanya?" tanya Yu Jie ketika hanya ada dirinya juga Bai San di sana.


Bai San segera mengungkapkan kalau kerajaan Zirah Besi dahulu sempat memiliki ambisi membuat klan Bai juga klan Yu tunduk di bawah mereka, ambisi ini dimiliki oleh Raja mereka yang tengah sakit sekarang membuat Bai San yang menyimpan dendam menolak berurusan dengan mereka.


“Jika kau memiliki keinginan membantu, lebih baik lupakan, Nak Jie. Ayahmu juga pasti akan menentang jika dirinya masih hidup saat ini," ucap Bai San menutup penjelasannya.


Yu Jie hanya mengangguk mengerti, kebencian Bai San normal kalau sudah ada sangkut pautnya dengan ini. Meski demikian, Yu Jie tidak merasa ada hal harus diperpanjang dari kejadian lampau semacam ini apalagi dirinya bukanlah Yu Jie yang asli sehingga tidak menyimpan dendam tersendiri akan apa yang pernah kerajaan Zirah Besi lakukan.


“Paman San, maaf kalau aku membuatmu kecewa, tetapi aku sebagai ketua klan Yu sudah memutuskan untuk membantu mereka." Yu Jie menyampaikan keputusannya.


Bai San segera menatap Yu Jie curiga, setelahnya berkata, “Apa ini ada kaitannya dengan tuan putri? Apa kecantikannya menarik hatimu untuk membantunya? Jika iya maka harus aku katakan kau telah membuat aku kecewa, putriku ada dan dirinya lebih cantik, kenapa tidak fokus saja padanya?"


Yu Jie hanya tersenyum canggung, Bai San jelas salah sangka akan alasan keputusannya.


“Adikku menghilang dan aku tidak tau harus kemana untuk menemukannya, karena hal ini aku ingin berpetualang dan membantu mereka aku rasa cukup baik sebagai langkah awal petualangan yang ingin aku lakukan,"ucap Yu Jie.


“Lakukan kalau begitu, tetapi harus kau ingat klan Bai tidak akan mau sedikitpun membantu," ucap Bai San.


Yu Jie hanya mengangguk, setelahnya berkata, “Tidak masalah, Paman San. Dengan dirimu mau mengerti keputusanku saja sudah amat berterima kasih aku untuk ini."


Yu Jie langsung keluar dari aula setelah pembicaraannya dengan Bai San selesai, di luar aula nampak Mu Yang juga Xiang He tengah menunggu dengan cemas ingin tau hasil pembicaraan di dalam.


“Tuan Muda Jie, apa ayahku juga dirimu telah mengambil keputusan?" tanya Bai Yin sumringah melihat kedatangan Yu Jie.


Yu Jie hanya mengangguk sebelum memberitahu Bai Yin kalau Bai San tengah menunggunya di dalam, Bai Yin langsung pamit untuk menemui ayahnya sekaligus mencari tau apa yang Bai San juga Yu Jie baru bicarakan.


“Kalian berdua, ikuti aku," ucap Yu Jie setelah masuknya Bai Yin.


Mu Yang juga Xiang He sempat saling melirik penuh tanda tanya, mereka tidak tau hasil pembicaraannya sehingga waspada takut ada hal buruk ingin Yu Jie lakukan pada mereka.

__ADS_1


“Jangan takut, aku sudah memutuskan untuk membantu kalian," ucap Yu Jie setelan melihat keraguan terpampang jelas di wajah keduanya.


Ekspresi Mu Yang juga Xiang He saat itu juga berubah sumringah, keduanya nampak mulai bisa lega sebab kelompok sekuat klan Bai mau berpihak pada mereka.


“Tuan Putri, klan Bai akhirnya bersedia membantu. Tidak sia-sia perjuangan kita datang kemari jika sudah seperti ini," ucap Mu Yang penuh bahagia.


“Paman Yang, kau benar," timpal Xiang He sama senangnya, meski demikian dirinya coba tetap terlihat tenang sebab identitasnya sebagai putri kerajaan.


Yu Jie sempat mendengar pembicaraan keduanya dan langsung tau ada kesalahpahaman, meski demikian tidak dirinya ambil pusing sebab keduanya nanti akan paham dengan sendirinya.


Yu Jie terus berjalan dalam diam menuju wilayah klan nya berada, Mu Yang juga Xiang He yang sadar mereka keluar dari wilayah klan Bai segera merasa penasaran Yu Jie ingin membawa mereka ke mana.


“Ini ... bukankah ini wilayah klan Yu?" Mu Yang menyadari kemana mereka tengah menuju.


“Benar, klan Yu yang akan membantu kalian dan bukan klan Bai seperti yang kalian harapkan," ucap Yu Jie dengan tenang.


Xiang He juga Mu Yang langsung merasa tidak tenang mendengar ini, situasi klan Yu mereka ketahui tidak begitu baik sehingga keduanya juga tidak berpikir untuk datang ke sana guna meminta bantuan sebelumnya.


“Bukankah klan Yu tengah berkobar perang saudara?" tanya Xiang He pada Mu yang mencoba memastikan kabar yang beredar.


“Benar, Tuan Putri. Seingatku tuan muda sampah klan ini tiba-tiba memiliki ambisi untuk menduduki posisi ketua klan, dengan menentang setiap tetua yang tidak setuju dan pertempuran antar anggota klan dari kedua belah pihak terjadi hingga sekarang." Mu Yang menjelaskan.


Yu Jie hanya mengangkat alisnya mendengar pembicaraan mereka berdua, tidak lama setelahnya berkata, “Cukup tepat, sayangnya kabar yang kalian dengar belum seluruhnya."


Mu Yang segera menatap Yu Jie penuh tanda tanya, dirinya penasaran apa maksud ucapan Yu Jie sebelum hal tidak terduga terjadi.


“Hormat kami, Patriak Jie!!!"


Beberapa penjaga di depan gerbang klan tiba-tiba membungkuk memberi hormat setelah menyadari kedatangan Yu Jie, hal ini membuat Xiang He juga Mu Yang mulai menebak-nebak siapa sebenarnya pemuda di hadapan mereka ini.


“Perkenalkan, aku Yu Jie. Tuan Muda klan Yu yang kebanyakan orang anggap sampah," ucap Yu Jie tiba-tiba dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


Mu Yang juga Xiang He langsung terbelalak mengetahui hal ini, keduanya jelas sulit percaya kalau pemuda yang sempat berurusan dengan keduanya ternyata memiliki identitas tidak terduga bahkan diluar bayangan paling liar mereka.


__ADS_2