
Sudah beberapa minggu terlewat sejak pertarungan Yu Jie dengan Yu Gang, dalam kurun waktu itu Yu Jie lebih banyak menghabiskan waktu untuk istirahat sebab kondisi buruk yang diterimanya akibat efek samping teknik yang digunakannya.
“Status," ucap Yu Jie.
[Nama : Yu Jie
Tubuh Bawaan : Tubuh Naga Surgawi (Legendaris)
Tingkat : Pemurnian Qi tahap Tinggi (0%)
Teknik : Sayap Naga Surgawi, Amukan Naga Surgawi
Poin :11.400
Kondisi : Sehat]
Yu Jie segera mengangguk puas melihat itu, kekuatannya telah meningkat pesat bahkan walau belum 1 tahun terlewat semenjak kehidupan keduanya.
“Amukan Naga Surgawi, teknik ini luar biasa tetapi terlalu berbahaya efek sampingnya," gumam Yu Jie yang bahkan masih merasakan ada sisa lemas di tubuhnya sebab efek samping teknik tersebut.
Yu Jie masih asik memerhatikan statusnya saat pintu kamarnya diketuk dengan lembut, Xia Mei muncul di sana membawakan makanan untuk Yu Jie yang memang selalu ada di atas kasurnya.
“Tidak perlu bangkit, Kak Jie. Biar aku yang ke sana," ucap Xia Mei.
Yu Jie hanya bisa menghela napas panjang, dirinya bukan tidak bisa bergerak sama sekali tetapi diperlakukan seperti orang tidak berdaya oleh Xia Mei.
“Tidak perlu menggunakan tanganmu, Kak Jie. Biar aku yang suapi," ucap Xia Mei menepuk pelan tangan Yu Jie yang baru ingin menerima makanan pemberiannya.
Yu Jie tidak memusingkan itu hanya mengangguk saja, semangkuk sup tidak lama habis setelah Xia Mei menyuapinya.
“Kak Jie, tetua Pao juga tetua Wen menyuruhku memberitahumu kalau ini waktunya," ucap Xia Mei sembari membereskan mangkuk bekas makan Yu Jie.
“Secepat ini?" Yu Jie menaikan alisnya.
Xia Mei hanya mengangguk, setelahnya memapah Yu Jie untuk berdiri yang sebenarnya hal ini tidak diperlukan.
“Mei, Kakak tidak apa-apa. Tidak perlu untukmu repot seperti ini," ucap Yu Jie yang sebenarnya telah pulih bahkan bisa berjalan juga berlari dengan normal.
“Aku papah atau Kak Jie tidak perlu ke sana sama sekali." Xia Mei penuh ancaman.
__ADS_1
“Baiklah, lakukan sesukamu." Yu Jie pasrah akan sikap keras kepala adiknya.
Yu Jie pada akhirnya dituntun Xia Mei menuju aula utama klan, di sana telah ramai orang yang kebanyakan merupakan anggota klan bahkan tidak sedikit juga orang luar yang datang untuk menyambut dirinya.
Memang hari ini merupakan hari besar untuk klan Yu sebab posisi ketua klan akhirnya akan diisi, tidak perlu menebak sebab memang hanya Yu Jie yang berhak menempati posisi itu di sana.
“Selamat datang, Patriak Jie!!!"
Suara seruan terdengar keras memenuhi aula klan, setiap dari mereka yang datang memberi hormat pada Yu Jie tepat setelah kehadirannya.
Yu Jie hanya mengangguk kecil menerima setiap hormat mereka, dalam langkahnya Yu Jie menuju singgasana besar yang disiapkan untuk ketua klan Yu.
Singgasana itu telah lama kosong tidak ada yang mendudukinya, bahkan Yu Gang tidak berani kurang ajar menduduki singgasana kehormatan tersebut membuat Yu Jie menjadi satu-satunya yang duduk di sana setelah menghilangnya ketua klan sebelumnya.
Yu Jie baru duduk didampingi Xia Mei yang berdiri di sisinya sebelum melihat ribuan anggota klan sudah berlutut di hadapannya, termasuk Yu Pao juga Yu Wen yang ada paling depan memimpin setiap dari mereka.
Yu Jie segera memanggil Yu Pao juga Yu Wen, keduanya segera menghampiri Yu Jie dengan penuh hormat menanyakan alasan dipanggilnya mereka.
“Kalian berdua, kerja bagus untuk semuanya. Temui aku lagi setelah semua ini selesai," ucap Yu Jie yang segera dibalas anggukan oleh keduanya.
Upacara pengangkatan Yu Jie menjadi ketua klan segera dilakukan, itu berjalan lancar hingga waktu pesta perayaan akhirnya tiba.
Orang luar sekte yang kebanyakan merupakan saudagar dari kota Dua Bagian segera memberi Yu Jie selamat atas posisinya, tidak sedikit yang membawakan hadiah untuk Yu Jie sebab karenanya mereka tidak perlu lagi dibuat menderita oleh Yu Gang.
“Klan Yu sudah seharusnya tidak membebani para pebisnis seperti kalian, tidak perlu memikirkan hal ini dan nikmati saja pestanya seperti yang lain," ucap Yu Jie pada para saudagar tersebut.
Para saudagar segera menatap Yu Jie kagum sebab kemurahan hatinya, beberapa dari saudagar yang membawa putri mereka ke sana bahkan mencoba memperkenalkan Yu Jie dengan maksud menjodohkannya dengan putri mereka.
“Tidak ada perkenalan, cepat enyah saja dari hadapan Kakakku dan jangan mengganggunya!!!" seru Xia Mei cepat menyadari maksud mereka.
Para saudagar segera menyingkir setelah ucapan Xia Mei, mereka hanya bisa memendam keinginan menjodohkan putri mereka dengan Yu Jie yang mereka anggap begitu luar biasa.
“Akan ayah cari kesempatan lain, Ayah yakin Tuan Muda Jie akan jatuh hati padamu."
“Benarkan, Ayah? Tuan Muda Jie begitu mempesona hingga membayangkan menjadikannya suamiku saja sudah membuatku bahagia."
Wajah Xia Mei segera berubah merah padam mendengar pembicaraan salah satu saudagar dengan putrinya, sesaat setelahnya berkata, “Sudah aku bilang berhenti bermimpi menjadikan Kak Jie kekasih, kau dengar tidak?!!"
Yu Jie hanya tertawa kecil melihat amukan Xia Mei yang membuat para saudagar panik, lucu menurutnya melihat Xia Mei takut kehilangan sosok Kakak sebab akan sibuk dengan kekasih jika itu benar terjadi.
__ADS_1
Setelah perginya para saudagar dari hadapan Yu Jie, seorang pria dengan wibawa luar biasa menghadap Yu Jie bersama gadis demikian cantik di sisinya.
Yu Jie mengenali keduanya sebagai Bai San juga Bai Yin segera berdiri dari singgasana untuk memberi hormatnya, yang mana keduanya segera melakukan hal serupa.
“Huahaha, sudah aku duga putra jenius sahabatku akan berhasil mengambil alih posisinya dengan kemampuan sendiri bahkan tanpa bantuanku," ucap Bai San dengan tawa renyah.
Yu Jie hanya tersenyum tipis, mungkin dirinya berhasil merebut posisi ketua klan tetapi tidak sepenuhnya sebab ancaman sebenarnya belum sama sekali menghilang.
Bai San jelas paham akan hal ini, dirinya juga tau apa yang telah terjadi pada klan Yu sehingga meminta Yu Jie diam bahkan sebelum menjelaskan.
“Aku sudah berjanji untuk mendukungmu, jadi tidak perlu risau dan panggil saja aku jika dirimu butuh bantuan untuk klan Bai lakukan. Mengesampingkan perebutan tahta membosankan ini, bagaimana jika kita bicarakan terkait pertunangannya?" Bai San dengan sorot mata penuh arti.
Yu Jie hanya tertawa kecil mendengar itu, dirinya jelas menolak yang untung Bai San mau mengerti.
Pembicaraan panjang lebar sempat terjadi, yang mana ketika Yu Jie juga Bai San tengah sibuk mengobrol, Bai Yin juga Xia Mei terus menatap tajam satu sama lain entah apa alasannya.
“Selalu menyenangkan berbicara denganmu, sudah lama aku meninggalkan pekerjaanku jadi aku harus kembali bersama Putriku. Oh iya, jika kau berubah pikiran terkait pertunangannya temui saja aku, pintu klanku akan selalu terbuka lebar untukmu," ucap Bai San.
Yu Jie hanya tersenyum menanggapi itu, bersamaan dengan ini Bai San bersama Bai Yin segera pergi membuat Yu Jie mulai bisa bernapas lega.
“Akhirnya semua formalitas membosankan ini usai," gumam Yu Jie yang mulai bisa bebas meninggalkan singgasananya.
Yu Jie baru berdiri ketika Xia Mei menghentikannya, Yu Jie jelaskan kalau ada hal penting ingin dibicarakannya dengan Yu Pao juga Yu Wen barulah Xia Mei mau mengerti.
“Patriak Jie," ucap Yu Pao juga Yu Wen bersamaan saat Yu Jie menghampiri mereka.
Yu Jie hanya mengangguk kecil menanggapi hormat keduanya, tidak lama kemudian berkata, “Apa informasi yang aku minta untuk kalian cari sudah kalian dapatkan?"
Yu Pao mengangguk sebelum menjelaskan detail informasi yang beberapa waktu terakhir telah berhasil dirinya juga Yu Wen kumpulkan, ini terkait Yu Gang juga orang-orangnya yang mana Yu Jie membutuhkan informasi ini untuk menyingkirkan mereka semua.
Yu Gang setelah pertarungannya dengan Yu Jie memutuskan pergi dari sekte bersama putranya, akibat ini setiap anggota klan yang ada di bawah perintahnya melakukan hal serupa membuat para pembangkang sepenuhnya telah hilang dari klan Yu.
Tidak beda dengan Yu Gang, Yu Sheng yang memihaknya juga melakukan hal serupa bersama orang-orang nya. Mereka diketahui Yu Pao juga Yu Wen telah membangun markas tidak jauh dari kota Dua Bagian dan sering mengacau di kota tersebut.
“Mereka sepertinya ingin melakukan perebutan secara paksa untuk posisi ketua klan, dari apa yang aku dengar mereka bahkan membentuk beberapa kelompok sebagai langkah awal ambisi mereka." Yu Pao menutup penjelasannya.
Yu Jie hanya memasang wajah datar tidak terkejut sama sekali mendengar ini, jujur saja hal seperti ini sudah di prediksi olehnya hampir pasti akan terjadi.
“Kita harus bergerak secepatnya menyingkirkan kelompok-kelompok buatan mereka, setelah mereka kita bereskan kita harus berhasil memotong kepalanya dengan sekali tebasan," ucap Yu Jie memaksudkan Yu Gang.
__ADS_1
“Kami akan bergerak sesuai perintah mu, Patriak Jie," ucap Yu Pao juga Yu Wen bersamaan.