Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Serangan Pagi Buta


__ADS_3

Pagi buta Yu Jie sudah begitu siap dengan pedang di tangannya, dirinya tengah ada di area luar kota dekat hutan yang ada di sana.


Yu Jie sendiri ditemani beberapa orang yang sudah sama siapnya, tidak jauh di dalam hutan tersebut telah mereka ketahui kalau ada markas tempat kelompok yang dipimpin Yu Sheng berada.


“Kelompok ini berbeda dengan yang pernah kita singkirkan, mereka jauh lebih kuat jadi jangan gegabah dan fokus saja menyelesaikan area tugas masing-masing," ucap Yu Jie.


“Kami mengerti, Patriak Jie," ucap beberapa orang di hadapan Yu Jie bersamaan.


Yu Jie hanya mengangguk sebelum sorot matanya jatuh pada salah satu mereka, itu merupakan Yu Pao yang nampak tengah begitu gugup.


“Tetua Pao, jangan ragu. Pada akhirnya kita akan kembali bersama untuk menyingkirkan Yu Sheng sebagai target akhirnya," ucap Yu Jie menenangkan.


Yu Jie telah ketahui kalau jarak kekuatan antara tetua memiliki celah cukup jauh, hal ini dirinya sadari sebagai alasan ragunya Yu Pao.


“Aku mengerti, Tuan Muda Jie," Yu Pao dengan helaan napas panjang.


Yu Jie mengangguk pelan sebelum memberi isyarat pada Yu Pao untuk bergerak lebih dahulu, Yu Pao segera melesat cepat menuju satu arah yang menjadi bagiannya.


"Tetua Wen, dirimu tidak perlu menerima nasihat dariku juga, kan?" tanya Yu Jie.


Yu Wen segera menggeleng, tidak lama kemudian dirinya ikut melesat ke arah berbeda dari Yu Pao.


Dua orang telah pergi tersisa Yu Man bersama beberapa orang lain, jumlahnya enam orang yang merupakan anggota elite klan pihak Yu Jie.


Yu Man memiliki kekuatan tidak sebanding dengan Yu Wen juga Yu Pao sehingga dirinya diberi Yu Jie sedikit keistimewaan, yaitu membawa enam orang anggota elite klan untuk dipimpinnya menyelesaikan tugas dari Yu Jie.


“Kami juga akan pergi, Patriak Jie," Yu Man yang setelahnya mengajak enam anggota elite klan bergerak bersamanya.


Serangan dari tiga arah mata angin sudah memiliki masing-masing orang untuk mengurusnya, hanya tersisa satu yang mana ini merupakan tanggung jawab Yu Jie untuk membereskannya.


[Misi muncul, habisi setiap orang yang Tuan temui juga singkirkan pemimpinnya. Hadiah 10% exp juga 100 poin sistem akan diberikan sebagai imbalan keberhasilan]

__ADS_1


Yu Jie hanya mengerutkan dahi melihat hadiah exp yang sistem janjikan, 10% exp amat kecil menurutnya jika dibandingkan siapa yang akan menjadi lawannya.


“Bahkan mengurus kelompok berisi kumpulan orang lemah seperti kemarin saja hadiahnya jauh lebih besar, jangan bilang hadiahnya sistem kurangi sebab aku membawa orang untuk membantuku?" Yu Jie penuh tanda tanya.


Dari sini mulai Yu Jie pahami kalau memicu misi seorang diri akan menerima hadiah lebih dari yang seharusnya, meski demikian tidak Yu Jie pusingkan sebab akan berbahaya untuknya melakukan itu ketika Yu Sheng yang hanya sedikit lebih lemah dari Yu Gang merupakan lawannya.


“Lain kali bisa aku pertimbangkan mengurus segalanya sendiri, tetapi untuk sekarang ...."


Yu Jie belum menyelesaikan ucapannya ketika mendengar banyak langkah kaki mendekat ke arahnya, dirinya segera melompat dan mendarat di atas sebuah dahan pohon guna bersembunyi dari mereka.


“Hei, apa kalian sudah dengar kalau banyak kelompok selain kita kini telah diratakan?"


“Aku mendengarnya tetapi siapa peduli? Lagipula pemimpin masing-masing kelompoknya hanya bekas anggota elite klan dengan kekuatan tidak seberapa."


“Kau benar, tetapi bagaimana jika kitalah target mereka selanjutnya?"


“Apa? Kau gila atau bagaimana? Kau pikir Yu Jie sampah itu berani macam-macam berurusan langsung dengan tetua Sheng pemimpin kita?"


Slashhh!!!


Dengan teknik Sayap Naga Surgawi, Yu Jie bisa dengan cepat melesat untuk menebaskan pedangnya. Satu dari mereka segera ambruk membuat yang lain terkejut tidak tau alasan kematiannya.


“Serangan!!!"


Satu dari mereka segera berteriak guna mengingatkan yang lain untuk waspada, sayang baru teriakannya terdengar sebilah pedang sudah langsung menembus tenggorokannya.


“Ka— kau?!!!"


Dua orang telah tumbang yang berarti hanya tersisa enam dari mereka, masing-masing nya mulai dapat melihat Yu Jie walau tidak terlalu jelas sebab matahari belum muncul sepenuhnya.


“Si— siapa kau?!! Kenapa kau melakukan semua ini, apa kau tidak tau siapa kami?!!" seru salah satu dari mereka.

__ADS_1


Keenam orang itu sudah berkumpul untuk menjaga satu sama lain, mata mereka terpaku pada Yu Jie takut-takut Yu Jie kembali menyerang yang kali ini mereka akan lebih siap untuk menghalau.


“Aku? Orang yang akan menjadi mimpi buruk untuk kalian," ucap Yu Jie dengan senyum seringai.


[10% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]


Keenamnya segera menatap Yu Jie tajam, mereka merasa Yu Jie terlalu sombong sehingga ingin sekali memberi Yu Jie pelajaran.


“Omong kosong, kamilah mimpi buruk untukmu dan bukan sebaliknya!!!" seru satu dari keenamnya.


“Benarkah?" Yu Jie mengangkat alisnya.


Yu Jie melangkah dengan santai untuk mendekat, semakin dekat jarak Yu Jie tentu wajahnya semakin mudah untuk dikenali.


Wajah setiap dari keenamnya segera berubah pucat sebab hal ini, mereka mulai paham apa alasan Yu Jie bisa berkata demikian sebab ucapannya benar-benar kenyataan.


"Sial, dirinya ...."


Satu orang belum menyelesaikan ucapannya ketika Yu Jie tiba-tiba menghilang dari posisinya, hal ini membuat keenamnya waspada walau percuma sebab satu orang yang baru berbicara tiba-tiba ambruk dengan tubuh tanpa kepala.


Lima orang tersisa dengan segera melangkah mundur mencoba membuat jarak, mereka mengira Yu Jie ada di posisi mereka sebelumnya tanpa tau kalau Yu Jie sekarang sudah ada di belakang mereka.


“Kalian mencari apa? Aku, mimpi buruk kalian tengah ada di sini," ucap Yu Jie dengan pedang yang saat itu juga diayunkan.


Lima orang tersisa baru ingin menoleh saat sebilah pedang tiba-tiba menebas masing-masing leher mereka, hal ini membuat nyawa mereka hilang saat itu juga tanpa atau apa sebenarnya yang telah membunuh mereka.


Jasad kelima orang itu segera ambruk pada waktu hampir bersamaan, hal ini membuat senyum Yu Jie semakin melebar sebelum berkata, “Menyedihkan, kalian berpikir aku tidak akan berani menyerang kemari? faktanya kalian mati di sini."


Yu Jie tidak membuang waktu segera kembali bergerak untuk masuk lebih dalam ke hutan, yang mana tidak jauh dirinya melangkah tiba-tiba suara ledakan keras muncul dari beberapa arah berbeda.


Itu merupakan ledakan Qi yang masing-masing Yu Jie ketahui siapa pemiliknya, yang mana bersamaan dengan ini berarti serangannya ke sana telah resmi berlangsung saat itu juga.

__ADS_1


“Aku tidak boleh kalah," gumam Yu Jie sembari mengaliri pedangnya dengan Qi.


__ADS_2