
Yu Jie langsung meminta Yu Man menjelaskan semua yang baru terjadi di sana, Yu Man menjelaskan secara terperinci akan apa yang baru saja terjadi dan bagaimana pertempuran berakhir hingga akhirnya selesai seperti ini.
Yu Man memaparkan jika para penyerang dikenalinya sebagai orang-orang sekte Seni Ledak, sebuah sekte Menengah yang cukup memiliki nama di kerajaan Zirah Besi.
Tetua klan Bai langsung membenarkan hal tersebut, sekte itu benar-benar memiliki ciri pasti setiap pertarungan mereka, yaitu membawa Bom Kematian sebagai senjata rahasia andalan mereka.
“Mereka benar-benar bukan apa-apa tanpa bom itu, sebab ini kami dapat mengurus mereka dengan cukup mudah." Yu Man menutup penjelasannya.
Yu Jie menghela napas panjang, jika benar demikian maka seharusnya semua kekacauan yang baru terjadi dapat dicegah asal keamanan di sekitar istana lebih kuat sedikit saja.
“Mau bagaimana lagi, mereka lemah tetapi para prajurit istana lebih lemah," gumam Yu Jie.
Mu Yang sempat mendengar ini, jenderal kerajaan tersebut hanya diam sebab tidak memiliki hal untuk dikatakan sebagai pembelaan.
“Oh iya, Tuan Muda Jie. Kami juga membiarkan seorang dari mereka hidup untuk mendapat informasi," ucap Yu Man.
Yu Man langsung memberi isyarat pada dua anggota elite klan untuk membawa seorang yang dimaksud, dua anggota elit klan langsung menyeretnya ke sana untuk menghadap Yu Jie.
“Kerja bagus, ini hal paling tepat yang telah kau lakukan," ucap Yu Jie pada Yu Man.
Yu Jie menghampiri satu orang dengan jubah sekte Seni Ledak yang baru di seret paksa oleh dua anggota elit klan, berjongkok di hadapannya dengan sorot mata tajam memberi intimidasi.
“Enyah sana, kau tidak akan mendapatkan informasi apapun dariku, Sialan!" seru pria tersebut.
Yu Jie mengangkat alisnya, cukup menyebalkan diteriaki oleh seseorang yang jelas sudah kalah dan tidak memiliki apa-apa.
Yu Man, Mu Yang juga setiap orang di sana langsung menelan ludah, bagaimana ekspresi Yu Jie terlihat merupakan tanda jika anggota sekte Seni Ledak tersebut akan merasakan yang namanya derita.
“Arghhh!!!"
Suara teriakan terus terdengar dari waktu ke waktu dari mulut anggota sekte Seni Ledak tersebut, sesuai dugaan setiap orang kalau Yu Jie benar-benar melakukan apa yang baru mereka bayangkan.
Satu persatu jemari pria tersebut di patahkan oleh Yu Jie, yang mana suara teriakan hampir pasti terdengar bersama suara keretakan tulang yang bergeser dari posisi semestinya.
“Katakan lagi kau tidak akan memberi tau apapun padaku," ucap Yu Jie, ketika kesepuluh jemari tangan pria tersebut selesai dipatahkannya.
__ADS_1
“Tu— tuan, tanyakan semua yang anda ingin tahu dan aku akan menjawabnya sebisaku," ucap pria tersebut, tubuhnya bergetar hebat sebab ketakutan.
Yu Jie tersenyum sinis, setelahnya berkata, “Seharusnya kau mengatakan ini sedari awal."
Yu Jie setelahnya menanyakan alasan sekte Seni Ledak menyerang istana, hal ini Yu Jie anggap tidak biasa sebab dirinya ingat tidak pernah bersinggungan dengan mereka.
“Sekte ku adalah bawahan sekte Pedang Darah, patriak sekte Pedang Darah membawa dendam sebab seorang pemuda entah siapa menghancurkan sektenya ...."
Yu Jie mengepal erat jemarinya, mulai merasa kesal mengingat lepasnya patriak sekte Pedang Darah saat itu merupakan penyebab ini semua.
“Patriak sekte Pedang Darah menduga pemuda yang menghancurkan sektenya masih berkaitan dengan Kerajaan Zirah Besi, itu sebabnya ia meminta kami melakukan semua ini sebagai bentuk balas dendamnya," lanjut pria tersebut.
Yu Jie mulai berdiri sebelum menarik pedang dari sarungnya, menempelkan pedang tersebut ke leher pria tersebut tanpa kata keluar sedikitpun dari mulutnya.
“Tu— tuan, apa yang ingin Anda lakukan? Aku sudah menjawab dengan baik semua yang Anda tanyakan ...."
Yu Jie tersenyum sinis, “Apa kau ingin tau alasanku tetap ingin membunuhmu?"
“Be— benar, Tuan."
“Karena aku pemuda yang dimaksud, Sialan," ucap Yu Jie.
Pedang di tangan Yu Jie sempat mengayun sebelum menebas leher pria tersebut, membuat tubuhnya ambruk tanda nyawanya telah hilang bertepatan dengan tebasan tersebut.
Hanya hening setelahnya suasana di sekitar sana, tidak ada satupun dari para prajurit juga yang lain berani bersuara sebab takut membuat Yu Jie terganggu.
“Kalian, bisa masuk ke dalam istana untuk membantu yang lain membantu rakyat biasa," ucap Yu Jie pada ribuan prajurit yang berhasil selamat.
“Baik, Tuan Muda Jie!!!" seru serempak para prajurit sebelum bergerak memasuki istana memeriksa kondisi para rakyat biasa.
“Jenderal Yang, kau sudah mendengar sendiri situasinya. Aku minta dirimu mengatur pertemuan dengan para petinggi kerajaan secepatnya untuk membahas ini semua," lanjut Yu Jie.
“Sesuai keinginan Anda, Tuan Muda Jie," ucap Mu Yang sebelum pergi dari sana melakukan apa yang Yu Jie pinta.
Kini hanya tersisa Yu Man, tetua klan Bai dan dua anggota elit klan saja, mereka semua hanya diam menunggu Yu Jie mengatakan sesuatu pada mereka.
__ADS_1
“Tetua Man, aku minta kau sampaikan pada kelompok Pedang Darah untuk menemui aku secepatnya," ucap Yu Jie.
“Kelompok Pedang Darah? Apa itu, Tuan Muda Jie?" Yu Man tidak mengerti.
“Masuk saja ke istana dan tanyakan hal tersebut pada salah seorang prajurit yang kau temui, mereka akan mengerti," jelas Yu Jie.
Yu Man mengangguk sebelum pamit dari sana, dua anggota elit klan juga ikut bersamanya untuk melakukan hal tersebut.
Yu Jie menghela napas panjang setelahnya, semua yang baru terjadi benar-benar diluar perkiraannya.
“Tuan Muda Jie, apa ada perintah untukku juga?"
Yu Jie menoleh sebelum teringat jika ada tetua dari klan Bai juga di sana, dirinya langsung mengungkapkan terima kasihnya sebab bantuan dari pria tua tersebut benar-benar dibutuhkannya.
“Hahaha, tidak perlu dipikirkan, Tuan Muda Jie. Anggap ini sebagai bayaran dari sikap lancang yang pernah aku lakukan." Pria tua tersebut dengan tawa renyah.
Yu Jie menegangkan alisnya tidak mengerti, “Maksud Anda?"
“Aku Bai Tao, mungkin dirimu lupa tetapi akulah orang yang saat itu menemani Nona Yin untuk mengacau di klan mu dengan tuntutan memutus pertunangan," ucap Bai Tao dengan ekspresi menyesal.
Yu Jie hanya tersenyum tipis, kejadian itu benar-benar sudah dilupakannya jadi ia meminta Bai Tao untuk melupakannya juga.
“Seseorang benar-benar bisa berubah demikian tidak masuk akalnya," ucap Bai Tao.
“Maksudnya?" tanya Yu Jie.
“Sampah dari klan Yu, siapa yang mengira ia akan menjadi sosok paling dihormati di kerajaan ini? Bukan hanya itu saja, pemuda yang sama bahkan berhasil membuat Nona Muda klan ku tergila-gila dan berharap pemutusan pertunangan tidak pernah ada," lanjut Bai Tao, sorot matanya penuh binar menatap sosok di hadapannya.
Yu Jie hanya diam tidak tau harus berkata apa, pencapaiannya sekarang mungkin terlihat luar biasa tetapi tidak jika Bai Tao tau apa tujuan akhir dari semua yang dilakukannya.
“Jangan terlalu memujiku, lagipula aku masih banyak kekurangan terbukti dari kecerobohanku membiarkan semua kekacauan ini terjadi," ucap Yu Jie, menatap area dalam istana yang masih dipenuhi kepulan asap bekas ledakan.
“Itu tidak merubah fakta kejeniusanmu, Tuan Muda Jie," timpal Bai Tao.
Yu Jie menatap Bai Tao penuh selidik, setelahnya berkata, “Katakan apa tujuanmu terus memujiku seperti ini."
__ADS_1
Bai Tao sempat terkejut sebelum tersenyum canggung, “Hmm ... apa Anda bersedia menerima Nona Mudaku menjadi tunangan Anda seperti dahulu?"
“Enyah sana," timpal Yu Jie sebelum mengambil langkah memasuki istana.