Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Mengacaukan Sekte Pedang Darah


__ADS_3

Di bawah gelapnya malam, Yu Jie sudah terbang di atas setiap bangunan sekte Pedang Darah. Lokasinya tidak terlalu jauh dari ibu kota, membuat Yu Jie bisa dengan cepat sampai di sana.


“Waktunya pembantaian!" seru Yu Jie.


Setelah seruannya, pancaran aura seolah bocor terus menerus keluar dari tubuh Yu Jie. Menyelimuti seluruh area sekte Pedang Darah di bawahnya, membawa teror tidak terduga untuk setiap anggotanya.


“Sialan, ini mengerikan!" seru Mu Yang.


Mu Yang ada tidak jauh dari sekte Pedang Darah, menunggu Yu Jie selesai seraya memerhatikan itu semua.


Dari tubuh Yu Jie dapat Mu Yang rasakan pancaran aura luar biasa kuat, sehingga meski pancaran aura itu tidak dimaksudkan untuknya, dirinya tetap merasa tertekan hanya dengan melihatnya.


“Aku harus menjauh dari sini," gumam Mu Yang, ketika napasnya mulai terasa sesak karena tekanan.


Mu Yang yang ada cukup jauh dari lokasi saja merasakan tekanan seluar biasa itu, apalagi mereka anggota sekte Pedang Darah yang merasakan tekanan aura secara langsung.


Banyak anggota sekte Pedang Darah terbangun dari tidur mereka, sebab nafas mereka tiba-tiba terhenti dan begitu sulit untuk menghirup udara.


“Ap— apa yang terjadi?"


“Sialan, sebenarnya apa ini?"


Banyak anggota sekte Pedang Darah keluar dari kediaman mereka, untuk memeriksa penyebab hal aneh itu tetapi tidak mendapati apa-apa.


Tekanan aura yang terus mereka rasakan juga tidak ada hal bisa mereka lakukan untuk menghindarinya, membuat banyak anggota sekte tumbang kehilangan kesadaran sebab kesulitan bernafas.


Di antara anggota sekte Pedang Darah, hanya beberapa orang saja masih bisa mempertahankan kesadaran mereka, yaitu para tetua yang kini sudah berkumpul di kediaman patriak bersama wakil patriak mereka.


“Patriak, kita harus melakukan apa?"


“Patriak, apa ada sosok luar biasa kuat tidak sengaja kita singgung hingga hal semacam ini dapat terjadi?"


Berbagai pertanyaan penuh kepanikan terlontar dari mulut para tetua, kepada seorang pria sepuh yang tidak lain merupakan patriak sekte mereka.


Ma Gong nampak memijat keningnya, kepalanya terasa sakit sebab apa yang kini tengah menimpa sektenya.


Tidak berapa lama lalu ada tetuanya menghilang begitu saja entah apa penyebabnya, di tambah kemarin hal serupa terjadi pada lima tetua yang ditugaskan nya mengacaukan istana.

__ADS_1


“Kalian, cepat periksa sekitar sekte untuk mencari pelaku kejadian ini." Ma Gong memberi perintah.


Sekitar belasan tetua yang ada di sana segera menuruti hal ini, sampai tidak lama mereka kembali dengan ekspresi demikian buruk.


“Ada apa?" tanya Ma Gong.


“Patriak, di atas sekte kita ...."


Salah satu tetua tidak bisa melanjutkan perkataannya, sebab apa yang baru dilihatnya benar-benar kabar buruk untuk sekte Pedang Darah.


“Katakan ada apa?!" seru Ma Gong penasaran.


“Ad— ada kultivator Jiwa Bumi tahap Puncak tengah terbang sembari terus memancarkan auranya." Salah satu tetua menjelaskan, diikuti anggukan oleh setiap tetua lain sebab mereka melihat hal yang sama.


Ma Gong segera berdiri dari duduknya sebelum mengajak mereka semua keluar bersamanya, ingin menemui langsung kultivator yang dimaksud dan dalang terjadinya semua hal ini.


Yu Jie tengah menyapu pandangannya ketika dari salah satu kediaman muncul belasan orang, kebanyakan adalah kultivator Jiwa Bumi tahap Awal sementara dua yang tersisa ada di tahap Menengah.


“Akhirnya keluar juga," ucap Yu Jie.


[Seseorang di atas ranah Tuan mencoba membaca tingkat kekuatan Anda, sistem secara otomatis mengaktifkan fitur Sosok Misterius membuat ranah Tuan tidak dapat terbaca]


Yu Jie tersenyum lebar, salah satu fitur yang baru didapatnya ternyata berkaitan dengan penyembunyian ranah dan ini benar-benar berguna.


Yu Jie setelahnya hanya memerhatikan belasan orang tersebut untuk melihat mereka ingin melakukan apa, setiap orang itu dapat Yu Jie tebak adalah para petinggi sekte Pedang Darah.


“Senior, apa ada hal yang sekte Pedang Darah-ku lakukan sehingga membuat Anda tersinggung?" tanya Ma Gong.


“Sekte Pedang Darah-mu? Apa kau Patriak-nya?" Yu Jie mengangkat alisnya.


“Benar, jadi aku harap Senior bisa memberiku wajah dan berhenti mengacau di sini!" Ma Gong penuh percaya diri.


Ma Gong amat mengetahui betapa tinggi posisi sekte Pedang Darah di Kerajaan Zirah Besi. Sebagai satu-satunya sekte Besar juga yang terkuat, pastilah identitasnya sebagai patriak akan begitu dihormati tidak terkecuali oleh Yu Jie.


Sayang anggapan Ma Gong sepenuhnya salah, Yu Jie bukanlah orang yang peduli akan hal sejenis karena bila dirinya ingin seseorang mati maka orang itu harus mati.


“Memberi wajah? Dalam mimpimu!" seru Yu Jie yang kali ini semakin memperkuat pancaran auranya.

__ADS_1


Ekspresi Ma Gong seketika memburuk, jika posisinya sebagai patriak tidak dapat membuat Yu Jie gentar maka hanya pertempuran lah satu-satunya jalan keluar.


“Lancang! Jangan pikir sekte Pedang Darah-ku adalah tempat seseorang bisa mengacau seenaknya!" seru Ma Gong.


Ma Gong segera memerintahkan para tetuanya untuk bergerak saat itu juga, menyerang Yu Jie yang dianggapnya terlalu sombong dengan mengacau seorang diri.


Belasan tetua tanpa ragu menuruti perintah itu, mereka menerjang Yu Jie dengan penuh niat membunuh karena tidak memiliki pilihan lagi.


“Kau mengacau di sini maka harus siap mati!"


Belasan tetua menggunakan teknik meringankan tubuh mereka untuk menapaki udara secara sementara, sebab Yu Jie yang ada di udara dan tidak juga turun dari sana.


“Datanglah!"


Yu Jie tidak hanya diam ditempatnya langsung melesat menghampiri belasan tetua, hal ini membuat pecahnya pertarungan terjadi lebih cepat dari yang seharusnya.


Yu Jie memainkan pedangnya dengan cepat juga akurat dengan teknik Taring Naga miliknya, membuat belasan pedang milik setiap tetua tidak ada satupun yang dapat menyentuh tubuhnya.


“Hanya ini saja?" Yu Jie dengan senyum seringai.


Belasan tetua mulai sadar jika terus seperti ini maka mereka akan kalah, sehingga langsung menggunakan teknik milik sekte membuat aliran Qi bewarna merah pekat menyelimuti pedang mereka.


“Teknik ini lagi?" Yu Jie tidak kehilangan senyumnya.


Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Yu Jie tidak lagi menggunakan pedangnya untuk menghalau setiap tebasan pedang tetua, melainkan hanya menghindarinya dengan kecepatan yang dimilikinya.


Apa yang Yu Jie lakukan membuat teknik setiap tetua tidak berguna, membuat mereka lebih cepat lelah karena harus menggunakan banyak Qi untuk menapaki udara juga menggunakan teknik mereka.


Yu Jie menyadari Qi para tetua itu mulai terkuras, langsung melancarkan serangan baliknya. Dengan satu tebasan, dirinya berhasil meninggalkan luka pada belasan tetua itu sekaligus.


Belasan tetua yang pada dasarnya memang sudah mulai kesulitan untuk terus ada di udara, menerima serangan semacam ini langsung jatuh keras menghantam tanah.


“Selanjutnya ..." Yu Jie menatap tajam Ma Gong juga wakil patriak sekte Pedang Darah tidak jauh darinya.


Ma Gong dan wakilnya langsung menatap satu sama lain tanpa kata, mereka gentar namun tidak bisa mundur sebab para tetua sudah tidak lagi dapat bangkit untuk melawan.


“Apa kalian takut, Pecundang?" tanya Yu Jie dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


__ADS_2