Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Memberi Bantuan


__ADS_3

Tatapan Kuan Li segera berubah geram pada Yu Jie, pemuda tersebut menurutnya begitu arogan dan tidak sama sekali memandangnya.


“Mati kau, Bocah!!!"


Kuan Li yang mengira serangan lembar daun sebelumnya hanya trik kotor tidak ragu menikam Yu Jie, dirinya melompat untuk menggapai Yu Jie dengan pedangnya.


“Jangan naik, dahan pohon ini akan patah jika kau kemari," ucap Yu Jie.


Yu Jie hanya mengangkat sedikit kakinya, membuat Kuan Li ditengah lompatannya ter tendang jatuh kembali ke tanah.


“Apa-apaan," gumam Kuan Li.


Yu Jie segera melompat dari atas pohon, dirinya mulai menghampiri Kuan Li yang masih sulit percaya.


“Apa kau terkejut ada seorang pemuda sepertiku bisa membuatmu tampak menyedihkan seperti ini?" tanya Yu Jie.


“Omong kosong, kau hanya beruntung!!!"


Slashhh!!!


Kuan Li baru ingin bangkit ketika bilah pedang Yu Jie tiba-tiba menebas lengannya, pedang itu amat tajam hingga bisa menembus zirah besi yang dikenakannya.


“Sialan, siapa sebenarnya bocah ini?!!"


Kuan Li mulai marah hingga tampak hilang akal, semua yang terjadi benar-benar menginjak harga dirinya.


“Lebih baik kau menyerah karena kau tidak akan pernah bisa melawannya," ucap Mu Yang.


“Omong kosong!!!" seru Kuan Li.


Mu Yang hanya menggeleng pelan tidak tau harus kasihan atau tertawa, Yu Jie adalah ketua klan Yu yang mana seisi kerajaan saja belum tentu mau menjadi lawannya.


“Hei, bisa kau berhenti berisik? Telingaku sakit," ucap Yu Jie.


Kuan Li baru ingin menjawab tetapi Yu Jie lebih dahulu menyentuh salah satu titik tubuhnya, mulutnya tiba-tiba terasa kaku sehingga tidak dapat menggunakannya.


“Kalian jaga dia dan jangan biarkan lari, aku sudah melukainya cukup parah sehingga kau seharusnya tidak kesulitan menanganinya," ucap Yu Jie pada Mu Yang.


Mu Yang segera mengangguk sembari berterimakasih, Yu Jie tidak menanggapi hanya melangkah menuju pertempuran yang tengah terjadi tidak jauh dari sana.


“Tuan Muda Jie, hati-hati," ucap Xiang He yang tau Yu Jie ingin emana.


Yu Jie mengangguk sebelum berkata," Sudah banyak pertempuran aku lalui, pertempuran kecil seperti ini bukanlah apa-apa untukku."

__ADS_1


[20% exp juga 200 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]


“Ini dia yang aku tunggu-tunggu," gumam Yu Jie.


Yu Jie segera pergi meninggalkan ketiganya di sana, yang mana tepat setelah kepergian Yu Jie langsung Kuan Li tanyakan identitasnya.


“Kau tidak perlu tau, lagipula kau tidak ada di posisi bisa bertanya seperti ini," ucap Mu Yang dengan dingin.


Tidak jauh dari sana, pertempuran antara prajurit kerajaan dengan orang-orang Kuan Li masih terjadi.


Prajurit kerajaan yang sudah tertekan sedari awal kini ada di posisi hampir tidak tertolong, berbanding terbalik dengan pihak lawan yang tampak semakin bengis ingin menghabisi mereka.


“Sial, kenapa jenderal Yang lama sekali?!!"


“Aku benci mengatakan ini, tetapi bagaimana jika Jenderal Yang meninggalkan kita dengan kabur bersama Tuan Putri?!!"


Banyak prajurit sudah kehilangan semangat bertarung mereka, melihat banyak teman mereka tumbang adalah alasan utama munculnya hal ini.


“Huahaha, kabur? Kau pikir Jenderal Li akan membiarkannya?!!"


“Benar, aku yakin Tuan Putri juga Jenderal Yang tengah Jenderal Li habisi saat ini!!!"


Ucapan terdengar dari pihak lawan yang terus memaksa maju, menebas setiap prajurit kerajaan yang ada di hadapan mereka dengan cukup mudah sebab keunggulan kekuatan mereka.


Ucapan tersebut membuat banyak prajurit mulai merasa putus asa, hal itu mungkin terjadi sebab mereka lihat sendiri bagaimana Mu Yang kalah saat bertukar serangan dengan Kuan Li sebelumnya.


Pertempuran yang harusnya bisa bertahan lebih lama kini tampak akan berakhir dengan singkat, puluhan prajurit rombongan Tuan Putri kebanyakan telah mati menyisakan beberapa saja dari mereka.


“Kita harus apa?"


“Aku tidak tau, yang jelas aku tidak mau hidupku berakhir seperti ini."


Belasan prajurit tersisa semakin hilang arah, mereka ingin terus mencoba melawan tetapi sadar kalau itu semua percuma.


“Ayo kita lari!!!"


Satu dari belasan prajurit memberi komandonya, mereka yang memang sudah tidak mengharapkan kedatangan Mu Yang jelas setuju dan segera mengambil persiapan untuk kabur jika ada kesempatan.


“Kalian pikir ingin kemana?"


Belasan prajurit segera membatu diposisi mereka, puluhan orang pihak lawan kini mulai membentuk lingkaran menutup celah kabur untuk mereka.


“Sialan, kita akan mati di sini."

__ADS_1


Para prajurit mulai merasa lemas beberapa bahkan menjatuhkan senjata di tangan mereka, puluhan orang pihak lawan segera tersenyum lebar sadar pertempuran akan segera berakhir saat itu juga.


“Habisin mereka semua!!!"


Seruan terdengar yang bersamaan dengan ini puluhan orang pihak lawan mulai berlari ke arah belasan prajurit, mereka mengambil ancang-ancang mengayunkan pedang untuk mengakhiri nyawa setiap prajurit tersebut.


Para prajurit yang memang merasa mereka akan mati di sana mulai menutup mata, tidak ingin melihat langsung ketika ada bilah pedang mengoyak tubuh mereka.


Brukkk!!!


Suara jatuhnya puluhan orang terdengar serentak saat belasan prajurit menutup mata, hal ini membuat mereka penasaran sehingga segera memeriksa.


“Apa yang tejadi?"


Belasan prajurit menatap tidak percaya puluhan lawan mereka kini tengah tersungkur di tanah, puluhan orang itu masih hidup tetapi tidak dapat melakukan apapun selain menatap mereka geram.


“Apa yang kau lakukan pada kami, sialan?!!"


“Menjijikan, apa sekarang prajurit kerajaan Zirah Besi mempelajari trik kotor semacam ini?!!"


Ujaran kemarahan terdengar dari orang-orang pihak lawan, mereka mencoba bangkit tetapi tidak bisa sebab merasakan ada sesuatu seolah menekan tubuh mereka.


“Jangan dengarkan ocehan mereka, kita segera habisi saja semuanya!!!"


Seruan salah satu prajurit segera menyadarkan yang lain untuk kembali mengangkat senjata, mereka dengan beringas mulai menebas puluhan orang pihak lawan yang kini tidak dapat berbuat apa-apa.


“Ini untuk teman-teman kami, sialan!!!"


Slashhh!!!


Satu orang terakhir dari pihak lawan akhirnya mati dengan tebasan di leher, dengan membawa dendam tumbangnya cukup banyak prajurit membuat belasan prajurit tersisa gelap mata dan dengan cepat membantai lawan mereka.


“Sekarang, ayo kita cari Jenderal Yang juga Tuan Putri. Aku takut ucapan mereka benar jika keduanya tengah dalam bahaya sekarang."


Belasan prajurit tersisa mulai meninggalkan lokasi pertempuran dengan langkah gontai akibat lelah, semangat bertarung mereka tiba-tiba bangkit setelah kemenangan tidak terduga mereka dapatkan dengan cara tidak terduga pula.


Setelah kepergian belasan prajurit tersebut, Yu Jie di atas udara perlahan turun menapakkan kakinya di tanah.


“Hmm, bantuan seperti ini seharusnya tidak akan membuatku ketahuan, kan?" gumam Yu Jie.


Perlahan Yu Jie menarik auranya kembali yang sebelumnya sempat memenuhi area pertempuran tersebut, aura yang sama juga penyebab kenapa puluhan orang pihak lawan bisa tampak tidak berdaya.


“Sepertinya aku datang agak terlambat," gumam Yu Jie melihat jasad sekian banyak prajurit kerajaan.

__ADS_1


Bukan rasa sedih yang Yu Jie rasakan ketika melihat jasad-jasad prajurit itu, melainkan kecewa karena betapa lemah mereka membuatnya harus repot seperti sekarang.


“Jika ini kehidupan pertamaku, mungkin sudah aku datangi pangeran pertama untuk menuntut balas sekarang juga," gumam Yu Jie, agak lucu teringat cara berpikir bodohnya dahulu.


__ADS_2