
Sejak kedatangan Yu Jie, Bai Yin seolah lupa dengan gerombolan bangsawan muda yang terus menggangunya.
Bai Yin hanya terpaku pada Yu Jie hingga seolah tidak ada orang lain di dunia, keduanya bahkan secara tidak sadar sudah berjalan bersama mengitari istana untuk melepas rindu terkhusus Bai Yin yang memang terus memikirkan Yu Jie semenjak kepergiannya.
“Tuan Muda Jie, aku menginap di sini selama di ibu kota," ucap Bai Yin.
Yu Jie hanya mengangguk pelan, Bai Yin ternyata tinggal di salah satu kediaman yang banyak berdiri di istana terpisah dari bangunan utama.
Bai Yin membicarakan banyak hal selama bersama Yu Jie, hingga tidak terasa sore hari telah tiba yang berarti keduanya hampir seharian menghabiskan waktu bersama.
“Nona Yin, bukankah ini waktunya untukmu beristirahat?" tanya Yu Jie.
Bai Yin yang tampak masih bersemangat segera berubah murung, dirinya ingin bersama Yu Jie lebih lama tetapi tidak bisa menahan Yu Jie untuk terus bersamanya.
“Jangan risau, lagipula kita masih punya banyak kesempatan bertemu selagi dirimu masih ada di sini," ucap Yu Jie.
Bai Yin pada akhirnya mengangguk, sadar tentu saja sudah banyak menyita waktu Yu Jie yang mungkin sibuk.
“Terima kasih untuk hari ini, Tuan Muda Jie."
Bai Yin tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke arah pipi Yu Jie, satu buah kecupan tertempel di sana sebelum Bai Yin pergi masuk ke kediamannya seolah tidak terjadi apa-apa.
Yu Jie sempat terpaku dalam diam menatapi gerbang kediaman tempat Bai Yin tinggal, bukan tersipu atau sejenisnya melainkan ada hal ingin diketahuinya.
“Ehemm, betapa indah dunia ketika ada seorang wanita mencintaiku demikian dalamnya," ucap Yu Jie.
Yu Jie memandang langit sore kemerahan di atasnya, jemarinya menyentuh pipi bekas kecupan Bai Yin yang masih membekas.
Seorang Yu Jie terlihat seperti pujangga cinta, setidaknya itu yang Yu Jie rasakan tetapi tidak dengan orang-orang yang melihatnya.
Dari balik pepohonan di sekitar kediaman Bai Yin tinggal, mulai muncul gerombolan bangsawan muda sebelumnya.
Mereka ternyata terus mengikuti Yu Jie seharian ini, hati mereka bahkan mulai terasa panas melihat kemesraan yang terpampang jelas dari wanita pujaan hati mereka dengan pemuda entah siapa.
“Sialan, berani sekali kau!"
Gerombolan bangsawan muda mulai menghampiri Yu Jie dengan wajah geram, salah satu dari mereka bahkan langsung melayangkan pukulan menyasar wajah Yu Jie.
Yu Jie langsung menghindar dan ini amat mudah untuk dilakukan, setelahnya membalas dengan mengayunkan kepalan tangannya pada seorang bangsawan muda yang baru mencoba memukulnya.
Buaghhh!!!
__ADS_1
Satu bangsawan muda terkapar kehilangan kesadaran, kekuatan seorang kultivator jelas tidak dapat bangsawan muda itu tahan.
“Eh? Dia orang biasa?" Yu Jie bertingkah seperti tidak sengaja.
Jatuhnya satu bangsawan membuat setiap bangsawan lain geram, mereka mulai menerjang Yu Jie dari berbagai arah seolah gelap mata.
Wanita pujaan hati mereka dibuat tergila-gila di tambah salah satu kawan mereka dibuat terkapar tidak berdaya, ini membuat mereka buta dan tidak mencari tau lebih lanjut terkait lawan mereka.
Buaghhh!!!
Bughhhh!!!
Baghhhh!!!
Yu Jie dengan mudahnya memukulkan berkali-kali kepalan tangan ke sekian banyak bangsawan berbeda, kali ini dengan kekuatan yang dikurangi sehingga mereka tidak langsung pingsan seperti yang pertama.
Dalam sekejap mata, kini belasan bangsawan muda itu telah terkapar sembari meringis kesakitan.
Setiap dari mereka mempertanyakan bagaimana bisa sebuah pukulan terasa begitu menyakitkan, amat menyakitkan hingga sulit untuk dijelaskan.
“Sial, apa-apaan?"
“Bocah ini monster, cepat panggil prajurit untuk menangkapnya!"
Sekian banyak ucapan penuh kemarahan terdengar dari mulut para bangsawan, mereka sadar Yu Jie tidak dapat diurus dengan tangan mereka sendiri sehingga ingin meminjam kekuatan prajurit kerajaan.
Yu Jie tertawa geli mendengar ini, setiap prajurit di kerajaan Zirah Besi bahkan takut padanya sehingga mempersilahkan mereka melakukan apa yang diinginkan.
Benar saja, salah satu dari mereka langsung pergi dari sana sebelum kembali membawa beberapa prajurit yang tengah berjaga.
“Siapa yang berani melukai tamu istana ketika mereka seharusnya diperlakukan dengan penuh hormat?!" seru prajurit yang baru datang.
Para bangsawan muda segera menunjukan senyum seringai, mereka tidak sabar melihat wajah congkak Yu Jie di buat babak belur sebagai balasan.
“Aku yang melukai mereka, apa ada masalah?" tanya Yu Jie pada prajurit yang baru berbicara.
“Eh ... Tuan Muda Jie?!" Prajurit terbelalak menyadari kehadiran Yu Jie di sana.
Para bangsawan muda segera mengerutkan dahi sebab menyadari ada yang aneh dengan situasi ini, wajah beberapa prajurit yang baru datang memang kini tampak lemas seolah ketakutan.
“Apa yang terjadi?"
__ADS_1
“Hei, kalian. Cepat tangkap dia, hajar juga bila perlu sebagai balasan karena berani membuat kami seperti ini!"
“Benar, kenapa kalian hanya diam saja?!"
Para bangsawan muda mulai tidak sabar, mereka ingin cepat melihat Yu Jie memohon ampun di antara kaki mereka.
Tawa Yu Jie tiba-tiba pecah begitu kerasnya, membuat para bangsawan semakin merasa aneh dan mencoba menduga-duga.
“Kalian, mengerti bukan apa yang harus dilakukan?" tanya Yu Jie pada para prajurit.
“Siap, kami tau, Tuan Muda Jie!" para prajurit serempak.
Setiap prajurit yang diharapkan para bangsawan membantu mereka, tiba-tiba berbalik melawan mereka.
Hal ini membuat para bangsawan panik dan mencoba memberontak, tetapi kekuatan setiap prajurit jauh lebih unggul sehingga mereka tidak bisa melakukan apa-apa.
Para prajurit sendiri tidak sama sekali menggunakan kekerasan ketika melakukan itu semua, hanya memaksa saja setiap bangsawan duduk berlutut di hadapan Yu Jie.
“Kalian, apa tidak takut menerima hukuman dari ayahku karena berani melakukan ini?!"
“Benar, jangan harap kalian bisa selamat jika aku laporkan kalian pada orang tuaku yang seorang bangsawan!"
“Prajurit rendahan, cepat lepaskan atau semua ancaman dari teman-temanku menjadi kenyataan!"
Para bangsawan mengucapkan berbagai ancaman untuk mengecam tindakan yang dilakukan setiap setiap prajurit, mereka mempertanyakan dari mana sebenarnya para prajurit ini mendapatkan keberanian mereka.
“Berisik, apa kalian bahkan tau siapa sosok yang baru kalian singgung?!" seru salah seorang prajurit merasa jengah.
Para bangsawan muda langsung bungkam, mereka sedari awal merasa seperti ada yang aneh dengan pemuda misterius di hadapan mereka tetapi tidak tau apa sehingga tidak menghiraukannya.
“Dirinya adalah Tuan Muda Jie, penyelamat kerajaan ini! Kalian mau melaporkan kami kepada keluarga kalian? Silahkan saja, asal kalian tau jika posisinya di kerajaan jauh lebih tinggi dari setiap keluarga kalian!" lanjut prajurit tersebut.
Para bangsawan muda langsung melirik antara satu sama lain, rona wajah mereka tiba-tiba pucat secara bersamaan sebab pemuda yang membuat mereka kesal ternyata adalah sosok yang sama dengan yang akhir-akhir ini tengah amat gencar dibicarakan.
“Kalian sudah mendengarnya sendiri bukan? Aku adalah orang yang bahkan bisa menginjak-injak keluarga kalian, di bawah kakiku tanpa ada orang berani keberatan apalagi melawan," ucap Yu Jie dengan senyum seringai.
Para bangsawan hanya bisa menelan ludah mereka, rasa ngeri tiba-tiba menghampiri bersamaan dengan Yu Jie yang mulai melangkah mendekat.
Yu Jie mengangkat telapak tangannya, setelahnya berkata, “Pipi kalian ingin merasakan kecupan bukan? Kalau begitu biar aku beri masing-masing satu tamparan sebagai ganti kecupan di pipi kalian."
Plakkk!!!
__ADS_1
Yu Jie dengan santainya menyambangi satu persatu mereka untuk memberikan tamparannya, kebanyakan langsung meringis bahkan ada yang sampai menangis sebab rasa panas yang tidak kunjung hilang setelah hantamannya.
“Sial, Peng Fu pengecut itu pasti sudah tau hingga tidak ingin ikut bersama kami!" gumam setiap bangsawan muda dengan geram, teringat Peng Fu yang sebelumnya sudah coba mengingatkan tetapi tidak mereka dengar.