
“Ki— kita sampai," ucap Bai Yin dengan wajah tersipu.
Yu Jie hanya tersenyum puas saat di hadapannya telah ada gerbang memasuki wilayah klan Bai, untuk Bai Yin yang tersipu tidak terlalu dirinya pikirkan sebab ada hal lebih penting ingin dilakukannya di sana.
Yu Jie bersama Bai Yin berjalan bersama menyusuri jalanan klan yang tengah ramai orang beraktifitas, seluruhnya merupakan anggota klan Bai yang penasaran dengan siapa Bai Yin tengah bersama.
Bai Yin memang terkenal akan betapa dingin pada seorang pria, sebab ini meski kecantikannya luar biasa kebanyakan pemuda seumurannya sudah lebih dahulu putus asa sebelum mendekatinya.
Belum lagi identitas Bai Yin yang merupakan nona muda klan Bai membuat gadis itu tampak lebih sulit dijangkau, kini ada pemuda entah siapa berjalan bersamanya tentulah membawa kecemburuan untuk kebanyakan anggota klan Bai yang melihat, khususnya mereka para pria.
“Sialan, siapa dia hingga Nona Muda bisa tampak begitu senang ada di sampingnya?"
“Aku tidak tau tetapi aku tau satu hal, aku membencinya karena sudah berani mendekati Nona Muda klan kita."
Beberapa ucapan tidak senang sampai ke telinga Yu Jie, yang mana kesempatan semacam ini jelas tidak Yu Jie lewatkan untuk mengambil keuntungan darinya.
“Hei, daripada mengoceh tidak jelas seperti itu kenapa tidak membuat diri kalian lebih pantas?" Yu Jie pada mereka yang sebelumnya berbicara.
Setiap anggota klan Bai di sana segera menatap Yu Jie penuh tanda tanya, ingin tau apa maksud ucapan Yu Jie pada mereka.
“Maksudku dengan kalian yang seperti ini memang ada wanita mau bersama kalian? Jangankan Bai Yin yang merupakan Nona Muda, wanita yang banyak ada di klan saja belum tentu sudi bersama kalian. Tidak sepertiku, wanita mana yang tidak mau menjadi kekasihku?"
Entah kebetulan atau apa saat Yu Jie mengucapkan hal tersebut ada angin menerpa wajahnya, membuat rambutnya berkibar menambah pesonanya.
“Ap— apa? Berani sekali sialan ini ...."
“Menyebalkan, jika tidak ada Nona Yin sudah kami habisi kau!!!"
Ucapan tidak senang ramai terdengar dari mereka yang merasa direndahkan, berbeda dengan kebanyakan pria mereka yang wanita malah terpaku menatap Yu Jie penuh ketertarikan.
[25% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]
[100% exp sudah berhasil Tuan dapatkan, peningkatan kekuatan akan segera dilakukan ....]
“Tunggu, sistem. Bisakah kau menahan peningkatan kekuatanku?" gumam Yu Jie cepat.
[Jika itu kemauan Tuan maka bisa saja, tetapi adakah alasannya?]
“Tentu ada, ini berkaitan dengan misi ku," gumam Yu Jie.
[Baik kalau begitu]
__ADS_1
Yu Jie mengangguk puas saat sistem mau mengerti, yang mana bertepatan dengan ini langkah Bai Yin tiba-tiba terhenti.
“Tuan Muda Jie, kita sampai." Bai Yin yang tidak berhenti menunjukan senyumnya saat berjalan bersama Yu Jie.
Yu Jie segera memperhatikan kediaman yang luasnya tidak main-main, cukup normal sebab itu merupakan kediaman Bai Yin juga ketua klan Bai sendiri.
“Aku tidak tau apakah Ayahku tengah ada di rumah, tetapi apa aku boleh tau apa maksud kedatangan mu ingin menemui Ayahku?" tanya Bai Yin yang sejak awal penasaran tetapi tidak berani bertanya.
“Ini hal yang berkaitan dengan masa depanku," ucap Yu Jie singkat.
Bai Yin mendengar ini tentu semakin tersipu, Yu Jie menyadari kalau sepertinya Bai Yin salah paham tetapi terlambat untuk meluruskan.
Bai Yin memang segera melangkah cepat masuk ke dalam setelah meminta Yu Jie menunggu di ruang tamu, tidak berapa lama gadis itu kembali dengan pria tua dengan tubuh tegap juga wajah tegas bersamanya.
“Jadi kau putra sahabatku? Sejak pemutusan pertunangan terjadi, Putriku tidak henti-hentinya mengeluh sebab menyesal. Keputusan bagus untukmu datang kemari guna menjalin pertunangannya lagi," ucap pria tua yang datang bersama Bai Yin.
Yu Jie mendengar ini jelas terkejut, siapa sangka bahkan Bai Yin sudah lebih dahulu mengungkapkan kesalahpahaman tersebut pada ayahnya sebelum Yu Jie meluruskannya.
Yu Jie mengetahui hal ini tentu tidak diam saja, yang mana segera memberi hormat dirinya pada pria tua yang dikenalinya sebagai Bai San tersebut sebelum berkata, “Hormat dariku, Patriak San. Amat disayangkan kalau sepertinya ada kesalahpahaman terkait tujuan kedatanganku kemari saat pertemuan pertama kita."
Bai San segera menaikan alisnya mendengar hal tersebut, bersamaan dengan ini senyum di wajah Bai Yin segera menghilang berganti wajah masam.
“Jadi tujuanmu kemari bukan untuk melamar Putriku?" tanya Bai San.
“Yin, cepat kembali ke kamarmu," ucap Bai San yang wajahnya berubah geram.
Bai Yin hanya menuruti ucapan ayahnya, yang mana dengan langkah tidak bersemangat gadis itu memasuki kamarnya.
Seperginya Bai Yin dari sana suasana ruang tamu tiba-tiba terasa suram, hal ini disadari Yu Jie bisa jadi karena suasana hati Bai San yang memburuk.
“Duduk," ucap Bai San menyuruh Yu Jie duduk di hadapannya dengan meja sebagai pemisah.
Yu Jie mengangguk sebelum duduk mencoba terlihat tenang.
“Kedatangan mu kemari sudah membuat Putriku patah hati, sampaikan tujuan kedatangan mu sebenarnya dan pastikan kalau itu penting karena jika tidak ...."
Bai San menatap Yu Jie tajam penuh ancaman, meski demikian intimidasi yang Bai San coba berikan dapat Yu Jie tangani sebab ini bukan pertama kali dirinya berurusan dengan kultivator Jiwa Bumi tahap Puncak seperti Bai San.
“Patriak San, aku datang kemari dengan atas nama Tuan Muda klan Yu." Yu Jie tanpa ragu.
Bai San hanya menatap Yu Jie lekat tidak sedikitpun bersuara, dirinya paham apa sekiranya yang terjadi pada klan Yu setelah kepergian sahabatnya yang mana tujuan kedatangan Yu Jie ke kediamannya juga perlahan mulai terbaca.
__ADS_1
“Aku kemari untuk membahas hubungan baik antara klan Yu dengan klan Bai di masa mendatang," lanjut Yu Jie karena Bai San hanya diam.
Bai San segera tersenyum remeh sebelum berkata, “Hubungan baik antara dua klan memang pantas di bahas bocah sepertimu? Meski identitas mu adalah Tuan Muda tetapi itu tidak akan lama sebab secepatnya posisi ketua klan Yu akan segera diambil alih oleh orang lain menggantikan ayahmu."
“Aku tau, itu sebabnya aku datang kemari untuk meminta dukungan klan Bai. Aku harap Patriak San bersedia mendukungku menempati posisi ketua klan yang ayahku tinggalkan,' ucap Yu Jie sembari membungkuk tanda keseriusan ucapannya.
Bai San segera tertawa keras mendengar hal ini, kepercayaan diri Yu Jie mengingatkannya pada sahabatnya tetapi tidak dengan kekuatannya.
“Jika kau mengatakan ini saat kekuatanmu setara dengan ayahmu mungkin aku tidak akan ragu untuk mengiyakan, tetapi dengan kekuatanmu sekarang? Berhenti bercanda," ucap Bai San.
Yu Jie hanya tersenyum tipis sudah menebak ini tidak akan mudah, meski demikian dirinya tidak hilang akal menjadikan klan Bai sebagai pendukungnya.
“Kekuatan ayahku mungkin luar biasa tetapi aku tidak sama sekali ragu dapat melampauinya, tidak akan lama sebab kejeniusan ku sudah kembali sekarang." Yu Jie penuh keyakinan.
Bai San sudah mendengar hal ini, dirinya lihat sendiri juga kalau kabar kejeniusan luar biasa Yu Jie merupakan hal yang nyata tetapi tidak merasa ada yang spesial dari itu.
“Butuh ratusan tahun lagi untukmu memenuhi ucapan mu itu, apa kau pikir aku bersedia menunggu?" Bai San menaikan alisnya.
Yu Jie melebarkan senyumnya mendengar ini, apa yang Bai San ucapkan merupakan tanda kalau pria tua itu telah terpancing.
“Tidak akan selama itu, Patriak San bisa melihatnya sendiri dengan syarat menyetujui permintaanku terlebih dahulu. Apa Patriak San berani?"
Bai San menatap Yu Jie penuh selidik mencoba mencari tau apa yang ingin Yu Jie lakukan, mau menolak tetapi tidak bisa sebab Yu Jie sudah berani-berani menantangnya.
“Baik, aku setuju. Sekarang bisa perlihatkan padaku apa maksud ucapan mu sebelumnya?"
[Misi yang sistem berikan telah berhasil Tuan selesaikan, 100% exp juga 10 ribu poin sistem akan diberikan sebagai imbalan]
[200% exp telah terkumpul, apakah Tuan bersedia melakukan peningkatan kekuatan?]
“Aku bersedia," gumam Yu Jie dengan senyum di wajahnya.
Sekitar tubuh Yu Jie segera dipenuhi oleh energi, lonjakan energi itu seolah meledak-ledak bahkan menghempas setiap benda yang ada disekitarnya membuat ruang tamu kediaman berantakan saat itu juga.
Tidak berhenti sampai di sana atap kediaman megah milik Bai San bahkan jebol karena ledakan energi dari tubuh Yu Jie menghantamnya, cukup lama itu terjadi hingga perlahan energi di sekitar Yu Jie mereda yang bersamaan dengan ini Yu Jie membuka matanya.
Yu Jie segera melihat Bai San menatapnya dengan penuh rasa tidak percaya, apa yang Yu Jie baru lakukan memang tidak biasa sebab bukan hanya menaikan ranah tetapi juga menaikan tahap dalam waktu bersamaan yang mana hampir tidak ada kultivator pernah melakukan.
“Patriak San, aku bisa katakan dirimu tidak akan pernah menyesal karena sudah mendukungku." Yu Jie dengan senyum tipis mengulurkan tangannya pada Bai San.
Bai San segera menyambut uluran tangan Yu Jie penuh semangat, ekspresi wajahnya kini menunjukan kehangatan bak seorang paman tengah bangga pada ponakannya, “Kau memang putra sahabatku, tidak berlebihan dirinya dahulu sering kali bercerita tentang kejeniusan mu."
__ADS_1
Di tengah suasana hangat itu tiba-tiba pintu kamar Bai Yin terbuka, yang mana tidak lama gadis itu muncul sebelum berkata, “Bagaimana dengan pertunangannya? Apakah kita bisa membahasnya sekarang?"