Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Menghabisi Tiga Tetua Sekte Pedang Darah


__ADS_3

Cukup banyak orang mulai bergerak untuk menyerang Yu Jie dengan senjata mereka, nampak ada kepercayaan diri tambahan mereka dapatkan setelah kehadiran tiga tetua sekte Pedang Darah di sana.


Yu Jie diserang seperti itu hanya tersenyum sinis, mempertanyakan isi kepala mereka berani menyerangnya dengan kekuatan tidak seberapa.


Yu Jie menebak banyak dari orang itu hanya kultivator bebas tanpa sekte yang mengharapkan hadiah, terlihat dari kekuatan mereka yang hampir seluruhnya hanya kultivator Pelatihan Tubuh tetapi mata mereka buta karena harta.


Slashhh!!!


Yu Jie menebaskan pedangnya mengambil nyawa mereka yang menyerang dengan mudah, ada yang masuk jangkauan pedangnya maka pasti akan mati tidak lama setelahnya.


Cukup banyak jasad mulai berjejer di hadapan Yu Jie membuat yang tersisa berhenti mencoba menghampiri Yu Jie, mereka sadar Yu Jie akan mengambil nyawa mereka juga jika mereka masih berani melakukan ini.


“Tuan, apa yang harus kita lakukan?" tanya mereka yang tersisa pada tiga tetua sekte Pedang Darah.


“Kenapa bertanya? Cepat serang saja."


Mereka yang tersisa mulai bertanya-tanya menebak maksud perkataan tetua tersebut, jika menyuruh mereka menyerang serupa sebelumnya maka sama artinya dengan menyuruh mereka mati di bawah ayunan pedang Yu Jie.


“Kenapa ragu? Kalian ingin hadiahnya, kan?"


“Be— benar," jawab mereka serempak dengan penuh keraguan.


“Maka maju, sialan!!!"


Mereka yang tersisa diteriaki seperti itu oleh tetua sekte Pedang Darah yang ditakuti tentu tidak memiliki pilihan lain, mereka langsung menyerang dan benar saja tidak perlu waktu lama sampai mereka habis tidak bersisa.


“Pemuda ini berbahaya."


“Benar, tidak hanya ranah kultivasi nya yang begitu tinggi di usia muda tetapi kekuatan aslinya bahkan tampak lebih tinggi dari yang seharusnya."


“Jadi, kita harus apa?"


Tiga tetua sekte Pedang Darah setelah cukup lama mengamati bagaimana Yu Jie bertarung mulai mengambil kesimpulan, jika keberhasilan Yu Jie melukai mereka malam sebelumnya bukanlah kebetulan semata.


“Kita mundur terlebih dahulu untuk melaporkan ini pada patriak, kehadirannya di sisi tuan putri bisa jadi akan menghambat pangeran pertama merebut tahta kerajaan."


Saran itu segera disetujui dua yang lain, mereka mulai bersiap melesat pergi yang jelas tidak Yu Jie biarkan hal ini terjadi.


“Apa ini, apa kehadiran kalian kemari hanya untuk menonton saja?" tanya Yu Jie yang mulai melayang dengan Sayap Naga Surgawi menghalau jalan mereka.


Ketiganya terperanjat melihat hal ini, terbangnya Yu Jie malam kemarin tidak terlihat dengan jelas sehingga melihatnya secara langsung tentu mengejutkan mereka.


“Bagaimana bisa dirinya terbang layaknya kultivator Jiwa Bumi tahap Puncak?"


“Banyak hal tidak normal dari pemuda ini, jika kita salah mengambil langkah aku takut hidup kita akan dalam bahaya."

__ADS_1


“Benar, bagaimanapun caranya kita harus segera pergi dari sini."


Yu Jie tertawa renyah mendengar pembicaraan mereka yang begitu jelas di telinganya, entah apa yang mereka pikirkan hingga membicarakan hal ini tepat dihadapan orang yang tengah berhadapan dengan mereka seperti dirinya.


“Maka silahkan lari, itupun kalau kalian bisa!!!" Yu Jie dengan aura meledak keluar dari tubuhnya.


Tiga tetua sekte Pedang Malam segera merasa tekanan luar biasa menekan tubuh mereka, lebih besar dari yang kemarin bahkan walau telah mereka coba lawan aura itu dengan aura milik mereka.


“Maaf, aku sedang malas bermain-main sekarang," ucap Yu Jie.


“Pertarungan kemarin dengan kami kemarin hanya main-main? Jangan bicara omong kosong seolah kau tengah meremehkan kami!!!" seru salah satu dari ketiganya tampak tidak terima.


“Malas mengatakannya tetapi memang itu faktanya," ucap Yu Jie dengan senyum remeh.


[20% exp juga 200 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]


“Angkuh!!!"


Amarah ketiganya pecah sebab terpancing provokasi Yu Jie, ketimbang lari seperti rencana awal, ketiganya malah menyerang Yu Jie tanpa pikir panjang.


“Tiga kultivator Jiwa Bumi tahap Awal? Cukup untuk pemanasan sebelum menghabisi para petinggi sekte kalian."


Ctankkk!!!


Yu Jie hanya tersenyum remeh sembari meladeni serangan ketiganya, hanya dengan beberapa pertukaran serangan sudah dapat Yu Jie rasakan dirinya unggul baik dalam hal kekuatan ataupun teknik bertarung yang digunakan.


“Apa kultivator Jiwa Bumi selalu selemah ini?" gumam Yu Jie menyadari ketidaksempurnaan pondasi ranah ketiganya.


Yu Jie terus memberi luka dari celah yang terlihat sebab tekanan aura yang menekan ketiganya, membuat cukup banyak sayatan juga tebasan pedang diderita oleh ketiganya seiring waktu pertarungan mereka.


“Mundur!!! Jika terus memaksakan seperti ini kita akan mati!!!"


Ketiganya secara serentak melompat mundur mengambil jarak, Yu Jie hanya berdiri di udara tidak beranjak sedikitpun menatapi ketiganya dalam diam.


“Sial, kemana perginya luka dari teknik yang kita tinggalkan malam tadi padanya?"


“Aku menyadari aliran Qi nya tampak normal, apa pihak tuan putri memiliki obat penyembuh itu?"


“Berhenti memikirkan semua ini, pemuda ini jelas memiliki banyak rahasia sehingga tidak seharusnya kita memusingkan hal ini ketika tengah berhadapan dengannya."


Tiga tetua itu mungkin penasaran akan siapa pemuda di hadapan mereka, tetapi tidak bisa mereka terlalu pikirkan sebab teralih sedikit saja amat mungkin nyawa mereka bisa hilang karenanya.


“Hoammm, amat membosankan bertarung dengan kalian. Aku pikir kultivator Jiwa Bumi berbeda, siapa sangka malah lebih buruk dari kumpulan kultivator Pelatihan Tubuh sebelumnya," Yu Jie seraya menguap.


Mata tiga tetua tersebut sempat bergetar sebab jengkel, emosi menyelimuti mereka sebab gengsi diremehkan oleh generasi muda macam Yu Jie.

__ADS_1


“Kenapa diam saja? Apa kalian takut atau bagaimana?" Yu Jie dengan gerakan tiba-tiba sudah ada di hadapan satu dari mereka.


Pedang Yu Jie mengayun mengarah leher tetua di hadapannya, pada saat yang sama tetua lain mengacungkan pedangnya untuk menghalau pedang Yu Jie mengambil nyawa temannya.


Ctankkk!!!


Slashhh!!!


Pedang Yu Jie berhasil dihalau, meski demikian pedang yang menghalau harus terpental mundur menggantikan pedang milik Yu Jie menebas leher tetua yang diincarnya.


“Tidak ...."


“Kau yang membunuhnya, bukan aku," Yu Jie pada tetua yang menghalau pedangnya.


Tetua yang dimaksud segera menatap Yu Jie penuh amarah, tanpa pikir panjang dirinya serang Yu Jie sebab membawa dendam kematian temannya.


Slashhh!!!


Serangan tetua tersebut tampak asal dikendalikan emosinya, Yu Jie bisa dengan mudah menanganinya bahkan mengantar tetua itu juga menemui ajalnya.


“Tidak masuk akal!!!"


Dua tetua sudah kehilangan nyawa menyisakan satu saja dari mereka, yang mana satu tetua tersisa tanpa ragu mulai mencoba melesat pergi kabur dari sana.


Yu Jie segera mengaliri pedangnya dengan Qi, mengincar tetua yang lari sebagai target sebelum mengayunkan pedangnya membuat lesatan Qi muncul dari sana.


Slashhh!!!


Lesatan itu membelah tubuh tetua yang lari menjadi dua, membuat tubuhnya ambruk tidak lama setelahnya menandakan tidak ada yang tersisa lagi dari mereka.


Yu Jie kembali mengaliri pedangnya dengan Qi sebelum menebas setiap jasad tetua yang telah kehilangan nyawa, jiwa bela diri mereka masih bersembunyi di dalam ketika Yu Jie menebasnya membuat rencana mereka untuk lari dalam bentuk jiwa gagal seutuhnya.


“Pikirkan rencana kabur yang lebih baik, kalian pikir aku bodoh hingga tidak tau kalian masih hidup bahkan setelah raga kalian mati?" gumam Yu Jie, tidak peduli walau lawannya telah hilang dari dunia seutuhnya.


Yu Jie segera berjalan menghampiri Xiang He yang ternyata Mu Yang juga telah ada di sana, jenderal tersebut nampak baru berhasil membereskan orang-orang yang mengepungnya dengan susah payah.


“Tuan Muda Jie, Anda luar biasa," ucap Mu Yang dengan sorot mata kagum juga penuh penghormatan.


Yu Jie hanya tersenyum tipis menanggapinya, melirik pada Xiang He setelahnya yang mana wanita itu tengah menutup mata tampak tidak kuat melihat pertumpahan darah yang tersaji di hadapannya.


“Semuanya telah selesai sekarang, dirimu bisa membuka mata jika ingin," ucap Yu Jie.


Xiang He segera membuka matanya sebelum terkejut sebab Yu Jie lah yang langsung dirinya lihat tepat setelah matanya terbuka, yang mana segera Xiang He alihkan pandangannya tampak salah tingkah.


“Apa wajahku setampan itu hingga banyak wanita tampak terpikat padaku?" gumam Yu Jie.

__ADS_1


__ADS_2