
Yu Jie melihat Yu Dong masih tersungkur di posisinya segera meraih rambut pemuda itu, setelahnya menarik rambutnya untuk memaksanya mendongak menatapnya.
“Tu— tunggu, apa kesalahan yang telah aku perbuat hingga kau melakukan ini?" tanya Yu Dong terbata-bata.
Suara Yu Dong yang bergetar masuk ke pendengaran Yu Jie, yang mana bukan kasihan malah merasa semakin kesal Yu Jie dibuatnya.
Ingatan pemilik tubuh sebelumnya segera kembali jelas tergambar di kepala Yu Jie, bagaimana pemilik tubuh sebelumnya takut pada pemuda bernama Yu Dong ini membuat Yu Jie gerah tidak kuasa terus mengingatnya.
“Hei, apa kau bahkan punya alasan saat dahulu terus menghajar ku? Aku tanya sekali lagi, apa kau punya alasan sampai membuatku menderita hingga bahkan hanya untuk keluar kamar saja aku tidak berani?" Yu Jie mengatakan semua kejadian yang pemilik tubuh sebelumnya alami.
Yu Dong hanya diam nampak menyesal, bukan penyesalan akibat rasa bersalah melainkan sebab ketakutan yang menghampirinya.
Buaghhh!!!
Hantaman kepalan tangan dengan wajah kembali terdengar nyaring, Yu Dong bahkan sampai terhempas menghantam batang pohon tidak jauh dari sana karena hantaman tersebut.
“Ini semua aku lakukan untukmu, aku harap kau bisa tenang setelah melihat orang yang telah membuatmu menderita aku buat beberapa kali lebih menderita," gumam Yu Jie pada mendiang pemilik tubuh sebelumnya.
Yu Jie merasa belum puas dengan semua itu segera kembali menghampiri Yu Dong, seluruh tubuh pemuda itu sudah bergetar hebat melihat Yu Jie terus mendekat ke arahnya.
“Ak— aku menyesal ...."
“Aku tidak butuh penyesalan mu."
Buaghhh!!!
“Ti— tidak, aku mohon. Aku minta maaf akan setiap hal yang telah aku lakukan ...."
“Aku tidak ingin mendengar permintaan maaf mu."
Buaghhh!!!
“Ak— aku ...."
Buaghhh!!!
Yu Jie tanpa ampun terus menghajar Yu Dong, membuat pemuda itu terkapar hilang kesadaran dengan banyak darah mengalir di wajahnya.
“Menyebalkan, kenapa perasaan pemilik tubuh sebelumnya bisa sekuat ini sampai membuatku hampir terlarut," gumam Yu Jie dengan helaan napas panjang.
__ADS_1
Yu Jie yang mulai kembali mendapatkan ketenangannya dengan segera menyeret Yu Dong menuju kediaman Yu Gang, ini adalah langkah selanjutnya dari rencana yang sudah dipersiapkannya.
Yu Jie terus melangkah tidak memedulikan sedikitpun tatapan mempertanyakan anggota klan yang berpapasan dengannya, kebanyakan dari mereka merupakan bawahan Yu Gang yang tentu saja tidak tinggal diam.
“Hei, sialan!!! Apa yang telah kau lakukan pada Tuan Muda Dong?!!" seru salah seorang mereka.
Belasan anggota klan bawahan Yu Gang segera mengepung Yu Jie, mereka merasa Yu Jie telah berlebihan hingga berani membuat Yu Dong seperti ini.
Yu Jie hanya menaikan alisnya menyadari dirinya telah dikepung, tanpa sedikitpun perubahan ekspresi di wajahnya segera Yu Jie gunakan teknik Sayap Naga miliknya.
Belasan orang yang mengepung Yu Jie sempat terkejut walau tidak lama, sebab setiap dari mereka sudah harus tumbang tanpa tau apa yang telah menyerang mereka.
Yu Jie setelah membereskan belasan orang itu dengan segera kembali mendarat ke tanah, tidak lama kemudian kembali menyeret Yu Dong sesuai tujuan awalnya.
Di gerbang kediaman Yu Gang nampak ada empat anggota klan yang tengah berjaga, masing-masing dari mereka merupakan anggota elite klan dengan ranah Pembentukan Jiwa membuat Yu Jie menaruh sedikit waspada.
“Sampah, apa tujuanmu datang kemari?!!" seru satu dari keempatnya setelah menyadari kehadiran Yu Jie.
Yu Jie hanya diam tidak sedikitpun menanggapi, Yu Dong yang tengah diseretnya dengan segera dikenali oleh keempat anggota elite klan yang berjaga.
Keempat anggota elite klan tersebut tentu terkejut bukan main, melihat putra tetua yang mereka hormati kini tampak hilang kesadaran bahkan seperti hampir mati.
Yu Jie hanya diam menunggu satu yang menyerang mendekat, yang mana tepat setelah masuk jangkauan serangnya dengan segera Yu Jie tarik pedangnya untuk menebaskan nya.
Begitu cepat itu semua terjadi sampai tubuh anggota klan yang baru menyerang jatuh tanpa kepala, tebasan Yu Jie berhasil tepat mengenai lehernya membuat pria tersebut kehilangan nyawa saat itu juga.
“Apa-apaan?!!"
Tiga anggota elite klan yang tersisa jelas terkejut, mereka mengetahui ranah Yu Jie lebih rendah dari mereka sehingga mempertanyakan bagaimana hal seperti ini bisa terjadi.
Yu Jie hanya tersenyum sinis melihat keterkejutan ketiganya. Jangankan melawannya, melawan satu dari ketujuh anggota elite klan yang baru dilatihnya saja ketiganya belum tentu bisa.
“Menyingkir jika tidak ingin kepala kalian aku tebas seperti orang ini," ucap Yu Jie pada ketiganya.
Ketiganya sempat melirik satu sama lain, mereka mencoba menanyakan pendapat masing-masing terkait apa yang harus mereka lakukan.
“Memangnya aku menyuruh kalian untuk berdiskusi?"
Yu Jie tiba-tiba menghilang dari posisinya membuat ketiganya bertanya-tanya, mereka tidak sadar kalau Yu Jie kini tengah melayang tepat di belakang mereka.
__ADS_1
“Selamat tinggal," ucap Yu Jie sebelum menebaskan pedang yang telah dirinya alirkan Qi.
Berkat bantuan Qi mata pedang Yu Jie menjadi semakin tajam. Hal ini membuatnya dapat dengan mudah menebas leher ketiganya sekaligus hanya dengan sekali ayunan saja, yang mana tiga tubuh tanpa kepala kembali jatuh tidak lama kemudian menghantam tanah.
“Sekarang mari kita nikmati hidangan utamanya," ucap Yu Jie seraya menyeret Yu Dong ke depan pintu gerbang kediaman tersebut.
Brakkk!!!
Gerbang kediaman Yu Jie tendang membuatnya terbuka secara paksa, suaranya begitu keras hingga tidak mungkin orang di dalam kediaman tidak mendengarnya.
Benar saja sebab tidak lama pintu kediaman terbuka, Yu Gang segera muncul dari sana dengan wajah jengkel luar biasa.
“Siapa yang berani mengacau di kediaman ku?!!"
Yu Jie hanya tertawa kecil mendengar seruan Yu Gang, tidak lama kemudian segera dirinya lempar tubuh Yu Dong ke hadapan pria tua itu.
“Pu— Putraku?!!" Yu Gang dengan perasaan berkecamuk melihat kondisi Yu Dong yang begitu buruk.
Yu Gang tentu tidak diam saja, segera dirinya tatap tajam orang yang berani melakukan hal tersebut di mana Yu Jie segera dikenali olehnya.
“Kenapa? Tidak terima?" tanya Yu Jie menaikan alisnya.
Aura milik Yu Gang sempat bocor sebelum meledak-ledak terpancar ke berbagai arah, kediaman demikian besar miliknya bahkan bergetar hebat sebab auranya.
Yu Jie mulai merasakan tekanan tidak main-main dari aura milik Yu Gang tentu dengan segera mengeluarkan auranya juga untuk melawan, meski demikian itu sama sekali tidak cukup sebab tubuhnya masih sulit digerakkan.
“Ponakan Jie, bisa kau jelaskan apa maksudmu melakukan ini?" Yu Gang dengan suara dingin menusuk.
Yu Jie hanya menghela napas panjang sebelum tersenyum, tidak lama kemudian berkata, “Apa aku bahkan perlu alasan untuk melakukan hal semacam ini?"
Yu Gang mengerutkan dahinya, mempertanyakan bagaimana Yu Jie bisa tetap percaya diri di tengah tekanan auranya.
“Kenapa diam? Apa kau ragu bahkan untuk membela putramu? Oh, aku mengerti. Jangan bilang kau takut padaku?" Yu Jie dengan senyum sinis.
[10% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]
[100% exp telah berhasil Tuan miliki, apa Tuan ingin melakukan peningkatan kekuatan?]
“Tahan, ada hal penting masih harus aku lakukan," ucap Yu Jie cepat.
__ADS_1