
Axel anak muda berbakat,tampan,mapan dan gagah itu kini tengah berbaring di ranjang rumah sakit karena sesuatu hal.
Tadi malam tepatnya sehabis berkumpul dengan beberapa temannya dan juga David disebuah Club,ada seseorang yang berniat jahat padanya.Kemungkinan minuman yang ia pesan terdapat obat terlarang yang membuat Axel tiba tiba berhalusinasi.
Farhan yang selalu cermat akan keselamatan Axel langsung menyusul Axel ke kamar mandi saat tuannya itu tak kunjung kembali ke meja nya.Dan alangkah terkejutnya ketika ia melihat Axel bersandar di dinding luar kamar mandi serta meracau tidak jelas.
Ia langsung menghubungi David dan memintanya membantu membawa Axel ke mobil,karena Farhan tak ingin jika sang tuan akan muncul di majalah gosip besok pagi karena hal ini.
"Bagaimana keadaanmu ?"Tanya David yang datang membawa sarapan untuk Farhan dan Axel.
"Baik,cuma masih agak berat saja kepalaku."Jawab Axel.
Farhan sang asisten tiba tiba masuk sedikit terburu buru.
"Kenapa Han ?" Tanya David yang terkejut.
Farhan tak menjawab,ia langsung menyodorkan Tab kebaggaannya yang sudah terbuka dan menampakan sebuah rekaman kepada Axel.
"Apa maksud ini Han ?"
"Sepertinya obat itu tidak ada di minuman anda pak,namun ada seseorang yang menyuntikkannya secara langsung."Axel dan David tercengan.
Selama ini memang ia memiliki banyak sekali pesaing setelah ia menjabat sebagai CEO di ART MEDIA,namun hampir 5 tahun ia menjabat tak pernah sekalipun ia menadapat teror atau penyerangan secara berlebihan seperti sekarang ini.
David dan Axel saling pandang,"Siapa menurutmu ?" Tanya David.
Axel tak bisa menebak,karena baru kali ini ia diserang secara bertubi namun entah oleh siapa.Pertama penyerangan di malam dimana Salwa membantunya,dan kini sekarang ada orang yang kejam menyuntikkan obat terlarang dalam dosis yang tinggi.
Sedang kan di kejauhan sana,seseorang tengah terbahak karena berhasil melakukan sesuatu yang membuat Axel bertanya tanya.
"Cari tahulah,namun sebelum kamu mengetahuinya kamu akan lebih dulu menuyusul ibumu,jika beberapa tahun ini aku diam,tidak dengan sekarang menghancurkanmu sama dengan mengahancurkan keluargamu.itu menarik !"Lanjutnya masih dengan tawa menggelegar.
***
Bima terus mengekor kemanapun sang adik pergi,hari ini karena telpon dari seseorang ia terpakasa mengajukan cuti.
"Abang kenala sih ?"Salwa menghentikan langkahnya.
"Ikut abang jenguk ya,plis !"Bima memohon dengan mata sendunya.
__ADS_1
Hah,Salwa hanya bisa merotasikan bola matanya.ia duduk di kursi ruang tamu dan meletakkan sepatu yang hampir ia pakai.
Setelah selesai sarapan tadi,Bima mengatakan jika atasannya masuk rumah sakit dan memintanya untuk datang menjenguk bersama Salwa sang adik.
Salwa merasa jika tak ada kepentingan apapun langsung menolak ajakan Bima.Tetapi Bima tetap berusaha mengajak Salwa bukan karena ia takut akan CEO nya itu namun lebih dari itu,ia sedang berusaha mencoba mendekatkan adiknya dengan Axel,karena ia tahu jika Axel tiba tiba ingin meminang sang adik tanpa Alasan yang jelas pasti Salwa akan langsung menolaknya.
"Sal ! "
"Oke,Salwa ikut jenguk.tapi ini demi abang bukan buat dia."Jelas Salwa.
Bima tersenyum senang,sedangkan dua orang yang berada di balik tembok juga menghela nafas lega.
Mereka berdoa semoga Salwa mau dekat dengan lawan jenisnya kembali,karena memang alasan ini yang membuat kedua paruhbaya itu datang,setelah Bima menghubungi mereka jika CEO di tempatnya bekerja menaruh hati kepada Salwa.
.
.
Bima menghubungi Farhan sesampainya di salah satu Rumah Sakit yang terbilang wah,namun tak terlalu luas,tetapi memiliki hampir 4 lantai.
"Rumah Sakit ini baru kan Bang ?"Bima mengangguk.ia baru beberapa tahun,kalau enggak salah bersamaan sama pembukaan Mall RM itu dan katanya sih pemiliknya orang Korea."Lanjut Bima.
Salwa melirik seorang pria berjas rapi yang berjalan dengan sibuk menelpon.ia berhenti sejenak,karena merasa mengenal pria tersebut.
"Ayok Salwa !" Seru Bima membuat Salwa kembali melajukan langkahnya.
Mungkin ia juga sedang menjenguk seseorang batin Salwa bermonolog.
Cek klek
Bima membuka ruangan yang terdapat plakat VVIP khusus di atas pintunya,tetapi sebelum pintu itu terbuka sempurna seseorang dari dalam menarik gagang pintu itu pelan.
"Selamat datang pak Bima ?" Sapa Farhan serta mempersilahkan Bima dan Salwa masuk kedalam.
Bima dan Salwa mengikuti langkah Farhan dengan diam,Farhan membawa mereka langsung ke hadapan Axel yang tengah duduk di atas ranjangnya.
"Pak Axel,pak Bima datang."Farhan mempersilahkan Bima dan Salwa untuk duduk di kursi yang sudah Farhan siapkan.
Salwa canggung,bukan karena tak mengenal baik mereka,namun tatapan Axel yang cukup tajam membuatnya sedikit tak nyaman.
__ADS_1
"Dia kenapa."Batin Salwa.
"Bagaimana kondisi anda pak ?" Tanya Bima.
"Sudah lumayan baik,hanya kecapekan saja pak Bima,maaf saya merepotkan anda sampai anda meminta cuti hari ini."Axel membenahi selimutnya agar nyaman.sedangkan Salwa menatap dua pria di hadapannya ini bingung,apa sedekat itu abang dengan bocah sok dewasa ini."Gumamnya menelisik.
"Apa kabar nona Salwa ?" Salwa hanya mengangguk dan sedikit menyunggingkan senyumnya.Bimapun menyenggol lengan Salwa karena jawaban Salwa yang menurutnya tak sopan.
Salwa melirik kearah bima dan menggelengkan kepalanya sedikit,"Kabar saya baik pak Axel yang terhormat.
Axel yang mendengar ucapan Salwa tak ihklas hanya bisa menahan tawa,ia tahu Bima pasti merayu wanita mungil dihadapannya ini dengan sangat gigih,sampai bisa membawa sang adik kesini untuk menjenguknya.
"Pak Bima bisa ikut saya sebentar ?"Farhan datang dengan membawa laptop kerjanya.
Bima mengangguk,"saya permisi dulu mungkin ada pekerjaan yang ingin di tanyakan kepada saya oleh pak Farhan.Axel tersenyum mengijinkan.
"Dia itu kan Asisten CEO,ya kali pekerjaan nya dirundingin sama manager keuangan,kan ada yang lebih tinggi jabatannya."Axel yang tahu jika Salwa pasti heran kenapa Farhan membahas pekerjaan dengannya Bima segera membuka suara.
"Direktur keungan kami sedang cuti karena karena masalah keaehatan,jadi beberap pekerjaan di tangani oleh kakak anda nona Salwa.
Salwa mendongak menatap Axel,seolah mengisyaratkan jika apa yang Axel katakam sesuai dengan isi hatinya itu.
"Khem...Anda sakit apa,sampai harus di rawar disini ?"
"Ada sedikit masalah saja dengan kesehatan saya,maklumlah kegiatan yang terkadang tidak hanya menguras energi tapi juga otak saya,dan akhirnya tumbang seperti ini."
Salwa mengangguk mengerti,jika Bima saja bisa terkadang pulang larut hingga terkadang lupa hari,bagaimana dengan Axel yang notabene seorang CEO,pasti akan lebih sibuk lagi.
"Arrgghhh !"Axel tiba tiba mengaduh,ia memegangi kepalanya yang kembali berdenyut karena efek obat yang di suntikkan tadi malam untuk menetralisir obat berbahaya yang masuk ketubuh Axel.
Salwa melihat Axel sembari mengerutkan keningnya.ini sebuah kebenaran atau hanya modus.tetapi tiba tiba Salwa panik karena Axel mengeluarkan darah segar dari hidungnya.
"Pak Axel,anda tidak apa apa ?"Salwa memegangi tubuh Axel yang tiba tiba lemas.
Deg..
Axel merasakan lagi rasa yang sama ketika Salwa membantunya malam itu.
"Jika aku mengatakan bahwa sentuhanmu tidak sama dengan orang lain,apa kamu percaya ?"
__ADS_1
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...