
Tak membutuhkan waktu lama,kini Salwa sudah beranjak dari rumah kedua mertuanya setelah sesi terima uang berakhir seperti biasanya.
Salwa yang tak ingin lebih dalam lagi mendengar komentar pedas dari ibu mertuanya memilih beranjak dan segera kembali ke kafe untuk melanjutkan pekerjaannya.
Karena Jack juga sudah menunggunya di sana,tadi malam Jack mengirim pesan kepada Salwa jika ia sudah kembali ke Jakarta dan siap untuk bekerja besok.
"Jack,oleh oleh untukku adakan ?"Yanti menggelayuti lengan Jack hingga membuat pemuda itu hampir oleng.
"Yan,tak bisakah kamu menunggu sebentar.oleh olehnya pasti akan aku buka jika Salwa sudah datang."
Yanti yang mendengar itu hanya bisa mendengus seperti kerbau.Jack yang melihat kelakuan Yanti hanya bisa menahan tawanya saja.
"Assaallamualaikum !"
Salwa datang setelah berjibaku dengan padatnya kendaraan di jalanan kota jakarta yang terkadang membuatnya ingin memakan rambu rambu lalu lintas yang terkadang terlalu lama menganti warna lampunya.
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh!" Jawab Yanti bersamaan dengan Jack.
"Jalanan macet banget sih,padahal jam makan siang udah lewat satu jam lo."Salwa langsung membanting tubuhnya ke atas sofa karena lelah lahir batin yang ia rasakan.
"Kamu lelah karena padatnya jalan apa karena sikap mantan mertua mu itu ?"Kelakar Yanti.
"Lagian ngapain sih harus jauh jauh kesana,transfer saja kan bisa."Timpal Jack.
"pernyataan kalian sama saja dengan kak Nayla!" Ketus Salwa.
"Karena memang benar begitu adanya Sal,dari pada setiap kesana kamu dapat makian dari nenek sihir yang enggak tahu adab itu !"
Salwa yang mendengar perkataan Yanti hanya bisa menghela nafas saja,Salwa bisa saja melakukan itu,tapi niat Salwa hanya satu,ia tak ingin silahturahmi dengan keluarga suaminya itu hanya sekedar uang saja,maka dari itu ia selalu memilih mengantarkannya agar bisa melihat dengan nyata bagaiman kondisi keluarga suaminya.
Jack menatap sendu kearah Salwa,ia tahu betul semua yang di alami Salwa hingga detik ini bukan akibat dari kesalahannya,melainkan karena suatu hal yang harus di rahasiakan demi keamanan semua orang.
****
__ADS_1
Di ART MEDIA Axel sedang mendengar laporan dari anak buahnya mengenai kegiatan Salwa hari ini,Axel menghel nafasnya panjang ketika ia mendegar bahwa Salwa mengunjungi kedua mertuanya seperti biasa.
"Mau sampai kapan ia aka melakukan hal yang bukan tanggung jawabnya."Gumam Axel mentap foto Salwa yang ia ambil dari sosial media milik wanita itu.
"Lalu apa anda akan meneruskan rencana tentang pernikahan itu pak ?"Tanya Farhan yang sedang mrlihat berkas di hadapannya.
"Tentu Han,hal itu tidak akan aku rubah.Aku akan melindunginya mulai sekarang.Apa kah Bara belum mengabarimu tentang kode kunci yang aku suruh ia memebukanya ?"
"Belum pak !" Axel merenung mentap layar ponselnya.Apa kah ia mantan suami mu masuk dalam jajaran itu ?"benaknya.
Axel masih tak habis mikir,kenapa jaringan hitam itu terus mengulik kehidupannya lewat virus virus yang mereka tebar di jaringan khusus yang ia miliki.padahal sebelum ini ia tak pernah bermasalah dengan siapa pun yang ada di portal itu.
Jika ini merupakan sebuah dendam karena pekerjaannya dulu,ia merasa itu tak mungkin karena semua kode akses yang ia miliki di jamin kerahasiaannya.membutuhkan waktu yang sangat lama jika harus membobol kemanan agen khusus yang ia ikuti itu.
"Lalu siapa orang orang ini ?"Gumam nya.
"Siapa pak ?" Tanya Farhan yang sudah berada di hadapannya.
Farhan meletakkan berkas pekerjaannya untuk Axel periksa lebih lanjut serta membubuhi tanda tangannya di lembaran terakhir.
Pekerjaan yang menumpuk serta banyak nya hal yang terjadi akhir akhir ini membuat Axel sengaja tak menemui wanita nya itu karena ia ingin tahu siapa saja yang sedang bermain main.
Tapi Axel tetap melakukan banyak hal untuk Salwa seperti menerornya lewat telpon atau pesan dan mengiriminya bunga setiap pagi.
.
.
.
.
Di sebuah ruangan apartemen sore ini terjadi hal yang tak diduga oleh pemiliknya.saat ia bermain dengan salah satu wanita panggilannya,ia di kejutkan dengan kedatangan wanita yang menjadi alasannya mengeroyok sang CEO ART MEDIA itu.
__ADS_1
Wanita itu juga tampak terkejut melihat ruang tamu yang penuh dengan botol minuman serta seorang wanita dengan tubuh polosnya.
Pria itu mengira jika yang datang adalah salah satu pengawalnya,tanpa melihat di layar terlebih dahulu ia asal membuaka pintu saja.
"Apa kah kegiatan ini sudah menjadi keseharian kakak ?" Tanya wanita dengan balutan dress yang selalu menampakan jika ia adalah wanita matang walau usianya masih 21 tahun.
"Emm maaf Amara,seharusnya kamu tidak datang kesini."Gavin menatap Gadis itu dari atas sampai bawah.
Wanita yang di apnggil Amara itu tahu akan maksud dari tatapan pria di hadapannya ini.
"Kakak tertarik dengan tubuh ku ?" Ucap spontan gadis itu.
Pertanyaan yang sama sekali tak terbesit di pikirannya justru secara gamblang gadis itu utrakan.
"Maaf Ara bukan maksud kakak."Amara yang tahu kalimat apa yang selanjutnya ingin pria itu katakan memotongnya lebih dulu,dan mendekat kerah nya.
"Kakak boleh menyentuh bahkan menikmatinya,asal tuan muda hadinata itu jadi milik Ku!" Wanita cantik ini bebisik tepat di telinga Gavin dan membuat bulu kuduknya meremang.ia sedikit terkejut,"Apa kah Ara sudah tak Virgin lagi ?" Benaknya.
"Aku tahu apa yang kakak pikirkan,tapi aku masih tersegel rapi,semua ini aku lakukan karena aku tak ingin si Hadinata itu kecewa jika kami sudah menikah.ia harus menjadi yang pertama,dan setelah itu kakak boleh,asalkan kakak bisa bantu aku untuk mewujudkan semua itu."Gavin yang mendengar kalimat lugas itu tanpa sadar mengepalkan kedua tangan dan mengeraskan rahangnya."sebegitu memujanya kamu pada pria tak tahu diri itu !" Benaknya kesal.
Gavin memang sangat menganggumi gadis ini dari ia masih sekolah dasar hingga hari ini,namun ia tak pernah mengartikan jika itu sebuah rasa cinta,namun seiring berjalannya waktu Gavin tidak sadar jika ia sudah terobsesi dengan Ara hingga tanpa sadar ia sering melakukan hal hal ektrim untuk menjauhkan gadis ini dari para pria pria hidung belang yang ingin mendekatinya.
Bahkan ketika ia sedang berenang mengarungi nirwana bersama para wanita wanita itu,ia sering tanpa sadar menyebut nama Ara ketika ia mencapai puncak pelepasannya.
"Bagaimana ?" Wanita bernama Ara itu menatap Gavin dengan seksama.
Aku akan pastikan jika hanya aku yang kan mendapatkannya untuk pertama kali,bukan laki laki sialan itu."Batinya bersumpah.
"Tentu Ara,jangan khawatir.apa lagi tawaran mu membuat seluruh tubuh kakak bersemangat."Ucapnya dengan senyum tersungging di sudut bibirnya.
Ara yang mendengar kalimat itu sungguh senang ia tersenyum sumringah,"dan aku pastikan kakak tak akan mendapatkan kesempatan setelah aku benar benar bisa memiliki Axel."Benaknya.
...🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎...
__ADS_1