SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 32 - Kediaman pribadi


__ADS_3

Brak


Suara pintu mobil di tutup cukup keras oleh David,karena Farhan ada urusan lain,maka Axel meminta David mengantarkan ia dan Salwa menuju ke kediaman Bima abang Salwa tercinta.


Salwa yang melihat wajah suram David mencoba tetap biasa saja,bukan ia tak tahu jika pria itu pasti memendam banyak hal,apa lagi setelah tahu jika Salwa adalah wanita yang sangat Axel kagumi.


Jika di telisik,David memang lebih dulu bertemu dengan Salwa sebelum pada akhirnya Axel bertemu dan memproklamirkan bahwa wanita di sampingnya ini adalah kekasih hatinya.


Di malam itu,sembari menunggu Jonathan memberikan penanganan kepada Salwa,Axel bertanya kepada David apa kah pria itu mengenal Salwa dan sejauh apa hubungan mereka.


David yang tak bisa lagi mengelak dengan gamblang menceritakan bahwa Salwa adalah wanita yang selama ini ia kagumi.Axel cukup terkejut karena ia tahu betul jika kebiasaan David keperpustakan kota setiap hari kamis itu hanya untuk bertemu wanita yang sudah David sukai sejak di bangku kuliah.


Namun Axel tak menyangka jika wanita itu adalah Salwa,selama ini David hanya menceritakan bagaimana sikap Salwa terhadapnya jika bertemu,namun David tak pernah menceritakan secara detail tentang wanita itu dan siapa namanya.


"Tapi maaf kali ini aku tidak mau mengalah kepada siapa pun termasuk dirimu,karena Salwa adalah hidup bagiku !"


Kalimat tegas yang Axel lontarkan membuat David seketika bungkam.David tahu betul selama ini Axel tak pernah mempunyai cita cita untuk masa depannya,karena ia berpikir bahwa menjadi apa yang ia ingin kan dan berguna untuk orang lain dengan segala keterbatasannya itu sudah cukup.


Axel tahu betul ia tidak sama dengan pria lain yang akan dengan mudah nya terpaut hati atau tertarik dengan lawan jenis yang beraneka ragam bakat dan kecantikan mereka.Namun berbeda dengan Salwa,ia merasa bahwa janda kembang itu memang di lahirkan di dunia ini hanya untuknya,egois ? tentu,tapi Axel tak peduli.


"Axel kita mau kemana ?"Tanya Salwa,saat ia tahu jika arah mobil yang ia tumpangi tak menuju ke arah jalan menuju rumah sang kakak.


"Duduk saja dengan nyaman,dan tetap bersandar padaku,kita akan kesuatu tempat dulu."Salwa mengangguk dan kembali bersandar di bahu Axel dan melanjutkan membacanya.


Sedangkan David hanya bisa pasrah melihat keromantisan sejoli yang ada di belakangnya,"Aku kalah sebelum berperang."David bergumam dalam hati.


Setengah jam setelahnya,mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah rumah dengan penjagaan cukup ketat oleh bodyguard di bawah naungan Jun.


"Rumah siapa ini ?"lirih Salwa setelah mobil SUV itu berhenti di sebuah halaman yang cukup luas.

__ADS_1


"Ayuk sayang,jangan bengong !"Salwa menggapai tangan Axel dan mengaitkan tangannya di lengan Axel.


"Selamat datang Tuan muda dan Nona muda !"sapa Jun kepada Axel dan Salwa.


Salwa menatap Jun dengan seksama,karena ia memang belum pernah berjumpa dengan pria itu,Axel memegangi Salwa dan berjalan perlahan sampai mereka masuk kedalam rumah tersebut.


"Rumah siapa Ax?"Salwa melihat kesekeliling,rumah yang cukup besar serta halaman depan yang sangat luas namun tampak kecil jika di lihat dari gerbang depan.


"Rumah kita !"Axel meletakkan Salwa perlahan di sofa ruang tengah yang terdapat Tv LED yang cukup besar,serta beberapa guci mahal dan Vas yang terdapat bunga tulip di dalamnya.


"Rumah kita ?"Beo Salwa.


Axel duduk di sebelah Salwa dan mulai menjelaskan bahwa rumah ini sepenuhnya adalah miliknya,ia bangun rumah ini dengan keringatnya sendiri tanpa bantuan sang ayah.


"Maksud kamu,kamu bangun rumah ini dari pekerjaan mu yang lain?"Tanya Salwa takut.


Axel mengangguk dan tersenyum,ia tahu bahwa wanita di hadapannya ini pasti berpikir yang macam macam tentangnya.


"Menurutmu ?"Salwa tertegun,apa kah jawaban itu menandakan iya,"Benaknya tak nyaman.


Axel yang tak bisa menahan tawanya akhirnya ia lepaskan dan membuat Salwa memicingkan matanya."Memangnya ada tampang mafia di wajah tampan ku ini,Sayang ?"


Salwa langsung memukul jidat Axel menggunakan jari telunjuk dan jempolnya,"Pletak !"


"Auuhh,Sakit !"Axel mengeluh dan mengusap keningnya,"kuat banget sih,merah Salwa ?"rengeknya.


Sedangkan Salwa hanya melengos jengkel,para bawahan Axel yang melihat itu sungguh terkejut,ia tak menyangka jika tuannya bisa di perlakukan seperti itu dan tak ada nada atau wajah marah sedikit pun.


"Sepertinya nona Salwa akan menjadi tameng yang akan membuat kami selamat dari amukan tegas pak Axel."Gumam para bodyguard yang ada berjaga di sana dan tak sengaja menyaksikan adegan itu.

__ADS_1


"Lalu mau sampai kapan kita disini ?"Salwa mulai tak sabar.


"Selamanya !"Ujar Axel enteng tanpa beban.


"Ax !"Seru Salwa.


"Kita selama nya disini,karena besok kita akan melakukan ijab kabul disini."Salwa langsung spontan berdiri dari duduknya.


"Auch,maksud kamu apa sih,aku belum setuju Axel Hadinata !"teriaknya kesal sambil memegangi pahanya yang berdenyut.


Axel berdiri dan langsung mengendong Salwa bagai karung Beras.Sedangkan Salwa memekik terkejut atas tidakan yang pria muda ini lakukan.


Sesampainya di sebuah kamar yang cukup luas,Axel meletakkan Salwa di ranjang king size yang biasa ia tiduri jika berada di rumah itu.


"Istirahatlah !" Ujar Axel.


"Kamu mengurungku?"Salwa menatap tak percaya,jika laki laki ini mampu melakukan hal seperti ini.


"Aku tidak mengurungmu,nanti malam Abang beserta istri nya akan datang kesini menemanimu,jadi istirahatlah !"


Salwa menahan amarah nya,ia tak mengerti kenapa dan apa dengan pria muda itu.


Cup


Axel mengecup kening Salwa,"aku tidak ingin kehilangan mu,kejadian kemarin membuatku sadar bahwa aku telah membuat mu dalam bahaya,maka dari itu tinggalah disini bersama ku dan jangan pergi jika tidak bersama dengan pengawal,aku memiliki musuh yang masih belum muncul ke permukaan,jadi tolong dengar kan aku,aku sangat mencintai mu !"


Salwa memundurkan tubuhnya mendengar suara Axel yang sedikit berubah,ia tatap pria itu,Salwa mengernyit melihat mata Axel yang berkaca kaca.


Tanpa diminta Salwa langsung mengangkat tangannya dan mengusap cairan bening yang hampir saja terjatuh."Jangan sedih adik kecilku !"kalimat spontan yang ada di kepalanya ia ucapkan begitu saja,seakan ia sudah biasa mengatakan kalimat itu.

__ADS_1


Axel tersenyum,wanita tangguh di hadapoannya ini mau mengerti dirinya,tapi tiba tiba saja..


"Arrgghhh,kepalaku sakit Ax,sakit!"Axel bingung dengan apa yang terjadi dengan Salwa,"Hei kamu kenapa,Salwa !"Axel memekik saat Salwa tiba tiba tumbang dan menutup matanya.


__ADS_2