SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 41 - Cinta tak Salah Alamat


__ADS_3

Farhan sang aspri setia tetap duduk di biliknya dan mengerjakan kembali tugasnya sambil menunggu Sania kembali dari presentasinya.


"Tring"


Farhan melirik ponselnya, ia angkat dan ia buka aplikasi pesannya.


"Han, tolong bilang ke Sania carikan baju Kasual untuk istriku."


Pesan singkat dari Axel membuat Farhan menukikkan alisnya, untuk apa baju baru? Tapi karena ia tak ingin membuat sang bos menunggu akhirnya ia membalas dengan jawaban "siap".


Setelah membalas pesan Axel yang sebenarnya hanya berjarak beberapa langkah dari ia duduk, Ia langsung menghubungi Sania dan mengatakan apa yang menjadi pesan dari atasan mereka. Sania di seberang sana sedikit bingung karena ia tak tahu ukuran Salwa, jika di samakan dengan dirinya itu tidak mungkin, tinggi Sania 170cm sedangkan Salwa hanya 155cm.


Namun karena tak ingin membuat Axel menunggu, ia langsung membelokkan mobilnya kesebuah mall yang cukup tersohor walau baru saja berdiri beberapa tahun lalu ini.


Jika Sania sedang sibuk memilah dan memilih baju untuk istri sang tuan lain halnya dengan Axel yang sedang menikmati waktunya dengan menatap wajah Salwa dalam balutan selimut berwarna abu-abu itu.


Ia usap pipi kemerahan itu pelan menggunakan jempolnya terus menerus tanpa henti, hingga membuat wanita sedang dalam kondisi mata terpejam itu terbangun.


"Ax, aku masih capek. jangan ganggu ih!" ujar Salwa dengan nada parau nya.


Salwa menepis tangan Axel dan membalikkan tubuhnya kesamping kanan. namun sayangnya Salwa salah prediksi perubahan posisi nya langsung di manfaatkan Axel untuk memeluknya dari arah belakang dan kembali menjelajah.


Salwa membuka mata saat tekanan itu semakin erat dan menggebu, "Axel!" rengeknya.


Namun Axel tak mendengar perkataan Salwa seolah telinganya menjadi tuli dalam sekejap. Ia tetap pada tekad nya sampai apa yang ia inginkan di dapat oleh sang istri.


Tubuh Salwa menegang saat gelombang itu datang kembali, dan membuat tubuhnya benar-benar melayang. Axel? jangan di tanya ia sungguh sangat puas melihat peluh kembali membasahi kening wanitanya.


"Sudah Ax, perutku ngilu!"


Axel memberikan kecupan mesra di bibir dan kening Salwa. "Mau mandi sekarang?" tanya Axel.


Salwa yang tak lagi dapat membuka matanya karena rasa kantuk dan nikmat yang terjadi bersamaan hanya bisa mengangguk saja.


Axel menyibak selimut, ia bangun dari ranjang menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk sang istri. Setelah siap ia kembali ke dalam untuk membawa Salwa untuk berendam bersamanya.


"Sayang, bangun yuk mandi dulu?"


Salwa mencoba membuka matanya, ia merasakan sekujur tubuhnya benar-benar lelah, bagai ikut marathon 20 kilo meter. "Aku mau mandi air hangat Ax, sakit semua badanku, aku seperti habis di banting sama kingkong." Axel terkikik mendengar keluhan Salwa.


Tak ingin air menjadi dingin Axel langsung menyibak selimut itu dan menggendong Salwa menuju kamar mandi, sedang kan Salwa pasrah ia tak lagi bisa meronta, suara nya habis entah dimakan siapa.


"Hangat?" Axel menurunkan tubuh Salwa pelan ke dalam bathup.

__ADS_1


Salwa mengangguk dan membenahi posisinya, ia usap wajahnya dengan air yang sudah membasahi kedua tangannya.


"Ya ampun Axel!" Salwa berteriak setelah membuka mata.


Axel mengelus dadanya terkejut dengan teriakan Salwa, "apa sih sayang, bikin kaget tahu enggak?"


"Itu, pakai bajumu ya ampun, astaga Axel!" pekiknya.


Pria muda itu mulai paham apa yang membuat sang istri berteriak, "aku juga mau mandi nona, masa iya pakai baju sih?"


Axel langsung masuk ke dalam bathup dan duduk di hadapan Salwa. Ia pijat pelan kaki Salwa hingga perempuan itu merasa relaks.


"Enak kan? masih sakit enggak?"


Salwa mengangguk, "kalau yang itu jelas masih sakit, apa lagi kamu menggila kaya gitu!"


Axel tersenyum malu, ia usap kepala belakang nya dan sedikit menunduk. Ya dia menggila Salwa bagai heroin yang siap membuatnya melayang ke udara tanpa ingin kembali.


"Aku sudah memesankan baju baru kepada Farhan, tapi mungkin Sania yang akan membelikannya." Ucap Axel tanpa menghentikan pijatannya.


Salwa mengangguk, ia merasakan air hangat itu mejalar ke seluruh tubuhnya, "hem nyamannya!"


Setelah Salwa merasa cukup dengan acara berendamnya, Axel yang sudah lebih dulu selesai membantu sang istri memakai handuk mandi dan menggendongnya menuju ranjang.


"Ini kaos apa babydoll?" gumam Salwa saat kaos berwarna hitam bertuliskan salah satu merek lokal itu melekat di tubuhnya.


"Tubuhmu hanya sebatas dadaku sayang, jadi kaos itu pasti seperti daster di tubuhmu." Axel terkekeh melihat bentukan Salwa memakai bajunya.


Axel mengambil handuk kecil membantu Salwa mengusap rambutnya yang basah, setelahnya ia mengambil alat yang mengeluarkan udara panas itu untuk mengeringkan rambut Salwa agar wanita itu tidak sakit kepala.


"Ax, kenapa kamu bisa lepas kendali seperti tadi?" tanya Salwa di sela suara nyaring alat pengering.


"Ceritakan apa yang belum aku ketahui?" Salwa kembali mendesak.


"Kamu tahu apa itu Claustrophobia?" Salwa menganggu pelan ia hanya tahu sekilas, namun tidak tahu apa pastinya.


Axel mematikan alat pengering dan meletakkan kembali ketempatnya semula,ia membenahi posisi duduknya dan mengambil udara sebanyak mungkin untuk mengisi rongga dadanya agar ia bisa lancar menjelaskan hal yang masih ia simpan dari Salwa istri tersayangnya ini.


Axel mulai dengan perlahan, ia jelaskan satu persatu dari mana ia menadapatkan syndrome itu sampai akhirnya hal itu berdampak kepada sikap dan lingkungan sosialnya.


Salwa menatap manik mata Axel sendu, ia tak mengira jika Axel mengalami semua hal itu, di tinggal sang ibu, di bully, hingga tekanan dari sang ayah agar ia menjadi seorang pewaris Hadinata sehingga membuat hidupnya menjadi hampa.


"Lalu kenapa sikapmu lain dengan ku?" tanya Salwa.

__ADS_1


Axel tersenyum, "mungkin kamu adalah bidadari yang Tuhan kirimkan khusus hanya untuk aku, jadi karena itu di awal pertemuan kita malam itu entah apa tapi seperti ada magnet yang menarikku agar mendekat dan akhirnya aku bisa merasakan sentuhan yang sama sekali tak ingin aku tolak.


Salwa mengunci pandangannya, ia tatap suami mudanya itu dengan perasaan yang tak bisa ia jelaskan, sungguh ini menggelitik perutnya.


"Jika pria lain akan aku tolak dan tak ingin aku jumpai kembali, namun dengan mu semua berubah, menghindar kamu semakin dekat, menjauh kamu seakan berlari kepada ku."


Axel mengangguk mengiyakan semua perkataan Salwa, "Karena Tuhan sudah mengikat tali kita berdua." lanjut pria muda tampan yang sekarang menjadi kebanggan seorang Salwa Mahira.


Mereka mengobrol santai menceritakan pengalaman hidup mereka masing-masing sampai dengan hal-hal kecil yang Axel suka atau tak suka begitupun sebaliknya.


.


.


.


"Maaf satu hal yang aku tak bisa bilang kepada mu sekarang, maafkan aku sayang!" batin Axel seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Hola readers masih syahdu ya...pelan pelan yuk kita menuju huru hara yang akan membuat cinta mereka semakin kuat dan kokok bagai iklan semen... haha🤭


Aku juga ada cerita baru lagi nih, belum lama juga netesnya, simak yuk ! ceritanya enggak kalah seru, dari teman sejawat.


Napen : MOM AL


Judul : HASRAT SEPUPU (penghianatan)


Blurb :


Sifat iri dan dendam adalah sifat yang harus di hilangkan, sebab ini bisa jadi akan membawa boomerang untuk hidup kita nantinya.


Seorang gadis cantik yang sangat iri dengan kehidupan kakak sepupunya tega mencelakai sang kakak supaya bisa menikah dengan calonsuami kakaknya itu.


"Aku akan menggantikannya menikah dengan Leon," ucap gadis itu licik.


"Tapi aku tidak mencintaimu!!" bentak Leon marah dengan menatap tajam gadis itu.


Meskipun Leon menolak untuk menikah dengan gadis yang tidak ia cintai, namun seluruh keluarga mendukung ide konyol gadis yang ingin menggantikan kakaknya itu karena ingin menyelamatkan nama baik keluarga mereka.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Apakah rumah tangga leon dan gadis itu akan berjalan mulus?

__ADS_1



__ADS_2