SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 33 - Mewujudkan keinginan anak muda itu


__ADS_3

Axel terus menggigit bibirnya melihat kondisi Salwa yang masih tak sadarkan diri, sedangkan Jo meneliti tubuh wanita itu dengan cermat.Jo mengernyit,wanita di hadapannya ini tak seperti orang pingsan namun lebih seperti tertidur,detak jantung yang normal serta tarikan nafas yang seirama membuat otak cerdasnya mengatakan jika ada sesuatu yang sedikit tidak beres


"Gimana Jo?" tanya Axel setelah Jonathan selesai memeriksa gadis dewasa milik nya.


"Ia cuma syok saja, tidak ada hal yang serius." Jonathan merapikan alat medis yang ia pakai untuk memeriksa kondisi Salwa.


Axel terdiam dan menatap Jonathan yang sedang berpindah tempat ke sofa besar di kamar itu.


"Syok? maksud mu bagaimana?"


Jonathan menarik udara sebanyak mungkin untuk menjelaskan hal yang ia ketahui.


"Syok yang Salwa alami adalah syok yang sudah biasa ia dapatkan jika ada hal yang membuat ingatan tentang hal yang ada di alam bawah sadarnya bangkit begitu saja. Sepertinya ia dulu pernah melakukan terapi khusus." cetus Jo.


Terapi khusus,Axel sungguh tak mengerti untuk apa Salwa melakukana terapi khusus,tapi yang jelas ia melakukan itu bukan karena kematian Satya, karena Axel sudah menelusuri segala hal tentang Salwa setelah Satya meninggal, dan terbukti jika Salwa hidup baik baik saja walau sempat terpuruk.


"Sepertinya kamu harus menanyakan ini kepada kakaknya!" Jonathan menepuk bahu Axel pelan dan keluar dari kamar tersebut.


"Aaa..satu hal,ia tidak pingsan namun ia sedang tertidur, jadi biarkan saja ia seperti itu, nanti ia juga akan bangun dengan sendirinya."


Klek


Jonathan menutup pintu pelan dan melangkah ke ruang para bodyguard. Axel bangkit dari duduknya perlahan namun pasti ia rebahkan tubuhnya di samping Salwa dan ikut terlelap sambil memeluk wanita itu posesif.


.


.


.


Malam hari di kediaman Hadinata,tuan Erland sedang mendengar sebuah laporan secara lisan dari salah satu pengawal yang ia tugaskan memata-matai sang putra.


"Saya tidak tahu pasti rumah siapa yang tuan muda datangi dengan membawa serta wanita itu, namun setelah saya tanya beberapa rumah yang tak jauh dari kediaman itu, mereka hanya mengatakan jika rumah itu belum lama di bangun namun siapa pemiliknya mereka tidak tahu pasti tuan."


Erland,pria paruhbaya itu memandang ke arah buku yang ia baca,apa yang sebenarnya sang anak tutupi dari nya,apa kah ada hal yang selama ini ia tak mengetahui secara pasti tentang anak kandungnya sendiri? ini sungguh membuat kepalanya serasa ingin pecah, apa lagi barusan Farhan sang asisten pribadi Axel mengatakan jika anak kedua nya itu akan mengundurkan diri dari jabatannya di ART MEDIA jika ia masih saja terus melakukan tindakan di luar batas yang selama ini menjadi perjanjian mereka berdua.

__ADS_1


"Pergilah dan tidak perlu kamu mengikutinya lagi!" pengawal bertubuh tiinggi dengan brewok yang hampir memenuhi rahangnya itu mengaguk, menunduk hormat dan pamit undur diri.


Cek lek


"Sayang!" panggil sang istri manja.


"Ada apa Yara?" Erland sang suami hanya menatap sekilas sang istri walau wanita itu datang memakai lingerie seksi yang akan membuat para lelaki menatap rakus,namun tidak untuk sang tuan yang sedang semrawut isi otaknya.


"Bagaimana dengan kakak wanita itu?"


Yara mengusap pundak sang suami mesra dan meletakkan dagunya disana.ia kecup rahang itu dan sedikit menggigitnya.


"Axel membawa polisi untuk mengusir mereka dari rumah Bima, apa Damar tak mengabarimu?"


Pria paruh baya itu memejamkan mata meresapi apa yang sang istri lakukan, karena Yara sedang mencoba berkompromi menggunakan keahliannya.


"Damar mengabariku jadi aku bertanya padamu, apa yang akan kamu lakukan sayang?"


"Aku tidak akan ikut campur lagi, bicara pada Damar tak perlu mengganggu pria itu dan adiknya, jika Axel bersungguh-sungguh dengan ucapannya kita bisa keteteran dengan masalah perusahaan."


"Tapi sayang, kenapa kamu tak meyerahkan urusan perusahaan pada Damar saja?" tangan lentik itu kini sedang memainkan aksinya, bahkan bulu kuduk Erland kini sudah seperti pohon mahoni yang berdiri dengan tegap.


Mata Erland mualai berkabut, wanita itu tahu pasti dimana titik kelemahan pria di depannya ini.


"Damar memang handal, tapi selama ini hampir semua tender yang Damar setujui semua hasil dari kerja keras Axel!" pria itu menghentikan pergerakan jari jari berkuku dengan cat merah itu cepat.


"Kenapa? kamu tidak merindukanku?"


Yara,menegakkan tubuhnya dengan mata yang berkilat tajam, harus dengan apa lagi ia bisa menumbangkan anak tirinya itu dan membuat anak kandungnya sendiri bisa memiliki setiap sudut kekayaan Hadinata.


"Kenapa dulu anak itu tidak mati saja bersama ibunya," sungut nya dalam hati.


"Istirahatlah ada banyak pekerjaan yang harus aku urus." tegas Erland, sang suami.


Wanita usia lanjut itu membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah pintu dengan hati yang sangat panas. ia menuju kamar pribadinya yang terpisah dari sang suami dan melakukan hal yang sudah biasa ia lakukan untuk menenangkan pikirannya ketika pria paruh baya itu tak bisa memenuhi keinginannya untuk menyatu dalam selimut nirwana.

__ADS_1


***


Bibir mungil itu kini nampak seksi dengan usapan lipstik berwarna pink cerah serta balutan gaun berbahan brokat yang melekat pas ditubuh langsingnya membuat sempurna penampilannya pagi ini.


Seorang MUA handal serta para asistennya sedang merias wanita mungil itu untuk acara ijab kabul yang sudah Axel janjikan padanya, walau harus mundur satu hari karena kondisi kesehatan Salwa.


Salwa yang mengira bahwa itu hanya isapan jempol sungguh tak menyangka setelah gaun yang ia lihat selepas ia bangun subuh tadi kini sudah melekat indah di tubuhnya.


"Wau! anda sungguh cantik nona,Pak Axel sungguh pintar memilih gaun, padahal waktu itu saya menyarankan gaun yang lebih indah dan tentunya lebih mewah dari ini, tapi apa katanya? wanitaku tidak akan mau memakai gaun ribet seperti itu, ia tak perlu baju dengan aksen yang sangat ramai, karena bagiku kecantikan adalah dirinya sendiri.


Kalimat yang Axel ucapkan membuat Salwa terhenyak, sekagum itukah ia padaku? wanita berstatus janda dan rakyat jelata sepertiku? Salwa sungguh heran dengan pemikiran anak muda itu, atau jangan-jangan di tubuh itu adalah raga yang berbeda? Salwa cepat cepat menggeleng, memangnya komik? ia tertawa keras dalam hatinya.


Klek


Bima menyembulkan kepalanya melihat sudah sampai mana kesiapan sang adik.


"Bagimana Sal? sudah siap?" Salwa mengangguk.


Dari arah belakang Bima, Nayla serta sang tante Yana masuk kedalam untuk mengertahui apakah pengantin wanita nya sudah siap atau belum, karena dari tadi Axel sudah sangat gelisah menanti wanitanya keluar dari persembunyiannya dengan terus menerus melihat jam di pergelangan tangannya.


...❤❤❤❤❤❤❤...


Bismillah...


Selamat siang readers...


Bagaimana sampai disini ?


masih setiakan ?


mau ingetin jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya,saya sangat berterima kasih jika kalian membaca denga urut dan bisa memberi tanggapan sebagai dukungan...


Thanks..


Salam Hangat

__ADS_1


Sichuz


__ADS_2