SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 40 - Larut dalam cinta


__ADS_3

Suami?


Jihan menatap wanita di hadapannya ini tak percaya, karena jika di lihat dari penampilannya Salwa memang terlihat lebih dewasa dari pada Axel.


"Aku enggak akan percaya kalau kalian belum ngasih bukti buku nikah resmi padaku!" Jihan tersenyum smirk ia yakin jika Salwa pasti tengah membohonginya.


Salwa melihat kearah Farhan meminta persetujuan, namun Jihan mengartikan jika tatapan itu cara Salwa meminta tolong agar kebohongannya di tutupi.


"Kenapa? kamu takut?"


Jihan menegakkan tubuhnya yang hampir oleng kembali seperti sedia kala, anggun dan feminim.


"Axel, Axel!" Jihan tertawa kecil meremehkan.


"Apa harus sampai berbohong hanya untuk mengusirku? kau sungguh picik!"


Jihan menatap sinis ke arah Salwa, namun wanita dewasa ini hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Ada bocah kaya begini dah!" gumamnya.


Jihan yang mendengar gumaman Salwa meradang, "apa maksud mu dengan bocah, darimana nya aku terlihat bocah?" serunya sambil membusungkan dada.


Salwa yang di tatap ganas seperti itu bukannya takut justru ia terbahak, "Dimana kamu mendapatkan fans seperti ini Ax, astaga dia cukup narsis!" Salwa tertawa keras, ia memegangi pinggangnya melangkahkan kaki perlahan dan duduk di kursi kebesaran Axel.


"Apa aku sudah pantas Nona?" Salwa duduk dan sedikit berputar di kursi milik petinggi ART MEDIA.


Jihan sangat kesal karena Salwa sangat meremehkannya, ia sungguh sangat ingin mencakar muka tengil wanita kesayangan Axel ini.


"Han, bawa dia pergi dan tolong peringatkan Resepsionis dan Satpam di depan, jangan lagi memperbolehkan nya masuk!"


Jihan menatap Axel tak percaya, bagaimana pun mereka sudah saling mengenal dari kecil walau kenyataanya Axel sudah lupa akan keakraban mereka di waktu itu.


"Kamu jahat Ax, aku sungguh tulus mencintaimu!" pekiknya membuat Salwa menutup kedua telinganya.


Namun sayang nya Axel tak ingin lagi memberi ruang kepada Jihan, ia tak ingin lepas kendali lagi seperti tadi. Ini lah mengapa Axel selalu menolak jika sang ayah atau ibu tirinya berusaha mencarikan pasangan untuknya, bukan pemilih namun ada hal di dalam dirinya yang tak suka jika ada seseorang sembarangan menyentuhnya apa lagi seperti yang Jihan lakukan, sungguh hal itu membuat Axel emosi.


Farhan tidak ingin hal ini berlarut, ia seketika langsung menarik paksa Jihan agar mau ikut keluar dengan nya. Jihan tetap meronta membuat Salwa sedikit trenyuh, ia mengusap dadanya iba, bagaimana pun mereka sama-sama perempuan.


Axel berjalan kearah Salwa, ia bungkukkan badannya dan langsung menggendong sang istri ala pengantin baru. Tubuh Salwa yang mungil sungguh memudahkan Axel membopong wanita itu.


"Mau ngapain sih?" ujarnya.


Axel tak menjawab ia justru mengkode Salwa agar menggeser sebuah rak buku.


"Apa sih, enggak ngerti Ax!" Axel hanya menggelengkan kepalanya, entah hanya mendengar suara sang istri tadi emosi Axel seketika menguap entah kemana. Kini ia hanya ingin mendekap erat wanita ini dan melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


"Itu ada tombol yang hampir sama warnanya dengan cat raknya, di tekan!" Salwa yang paham seketika menurunkan tangan nya dari leher Axel dan meraba rak tersebut.


Greeek


Rak pun bergeser secara otomatis dan terpampanglah sebuah ruangan cukup besar, dengan tempat tidur berukuran king size serta kamar mandi dan beberapa buku yang sedikit berserak di atas meja. Di dalam kamar itu juga terdapat jendela kaca yang cukup besar.


Axel meletakkan Salwa perlahan di atas ranjang yang biasa ia pakai untuk istirahat atau sedang mengerjakan hal yang lain di luar ART MEDIA.


Setelahnya ia mendekat ke arah pintu kamar mandi membuka seluruh kain yang ia pakai dan membuangnya ke tong sampah.


"kenapa di buang Ax?"


"Parfum Jihan tertinggal aku tidak ingin memakainya lagi, jadi buang saja." Salwa hanya menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Axel.


Axel masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar terlihat sedikit segar. Sedangkan Salwa melihat seluruh ruangan itu dengan seksama, ia turun dari ranjang dan mendekat ke arah jendela.


"Karena ruangan ini hanya di lantai kedua jadi enggak bisa lihat apa-apa." gumamnya, namun Salwa merasa aneh dengan kaca yang ada di hadapannya.


"Grep"


Axel memeluk Salwa dari belakang, dan mencium pucuk kepala sang istri.


"Kenapa? kacanya aneh?" Salwa mengangguk, namun seketika ia menutup mata merasai bau tubuh sang suami.


"Kaca ini tidak tembus pandang, aku bisa melihat keluar namun dari arah luar kaca ini hanya akan terlihat gelap saja."


Axel tersenyum melihat apa yang Salwa lakukan, selama beberapa waktu ini hanya seperti ini yang mereka lakukan merasai diri masing-masing namun tanpa hal yang berlebihan.


Axel langsung menggedong Salwa seperti bayi simpanse yang sedang ingin bermanja.


Salwa menatap wajah Axel dan mencium dagu pria itu hingga turun kelehernya dan membuat tanda merah disana.


"Wau, aku bisa melakukannya!" Salwa tertawa cekikikan, namun ia tak tahu jika pria muda itu sungguh terpancing, jiwanya bergejolak meminta lebih dari sekedar menyentuh.


"Bruk"


Mereka ambruk bersamaan di atas ranjang king size itu dan saling mengusap kening. "Aku sangat menyayangimu, dan hanya kamu wanita yang bisa aku sentuh tanpa rasa takut, wanita yang selalu aku ingin kan sentuhan lembutnya, aku tidak tahu magnet apa yang kamu punya, namun dari semua gadis hanya sentuhanmu yang tak bisa aku tolak."


Salwa menatap mata bulat itu dan menciumnya, "aku sungguh terkesan tuan muda, aku bangga menjadi wanita kedua setelah ibu mu yang sangat kamu sayangi."


Axel tersenyum senang, ia ciumi seluruh wajah Salwa tanpa terkecuali, bibir itu mulai turun kebawah dan sampai lah di kancing kemeja milik Salwa, ia tarik satu tangannya untuk membuka kancing itu satu persatu.


"Kamu ingin?" Axel mendongak menatap Salwa tak percaya, sang istri memberikannya lampu hijau.


Axel langsung mengangguk bagai anak kecil yang sedang di tawari permen oleh penjualnya. Axel tak mau menunggu lagi, ia buka seluruh atribut Salwa satu persatu lalu menutup tubuh polos mereka dengan selimut.

__ADS_1


Salwa ihklas, jika hari ini perannya sebagai istri di atas ranjang harus ia tunaikan. Apa lagi yang akan ia kawatirkan, pria di atasnya ini sungguh telah mencuri seluruh hidupnya, ia juga menginginkan Axel larut bersama dirinya agar permasalahan yang membuat pria itu lepas kendali lenyap di telan kebersamaan ini.


"Ax!" Salwa menahan suaranya saat pusat inti tubunya melepaskan rasa yang tak bisa ia gambarkan. Benar jika ia seorang janda, namun sebelum merasakan surga dunia, sang suami terlebih dulu meninggalkannya dari dunia ini.


Axel yang paham jika sang istri sudah mendapatkan pelepasan pertamanya merasa bangga, bahwa apa yang ia pelajari sungguh bermanfaat.


Axel menyembulkan kepalanya dari dalam selimut dan beralih menyapu seluruh bongkahan menantang itu dengan lidahnya. Salwa yang tak lagi bisa mengendalikan tubuhnya hanya bisa bernyanyi seirama bersamaan dengan apa yang Axel lakukan.


"Sekarang ?" Axel bertanya lebih dulu karena setelah ini selain rasa menggebu pasti akan bersamaan dengan rasa sakit yang Salwa rasakan. Salwa mengangguk, ia usap peluh Axel sayang dan bersiap menerima penyatuan yang akan membuat mereka melebur.


Axel mulai mendorong pelan hingga ia merasakan sesuatu yang sedikit basah di bawah sana, yah cairan merah itu mengalir saat Axel menabrak paksa dinding yang selama ini Salwa jaga hanya untuk suaminya.


"Tes"


Satu airmata mengalir dari sudut mata Salwa, senang, sakit, bangga. Semua terjadi dalam satu waktu.


"Aku sungguh sangat mencintaimu, maaf kali ini aku harus menyakitimu, jika tidak aku tidak akan berhasil!" kelakarnya.


Salwa tersenyum di sela ringisannya karena mendengar ucapan suami mudanya itu, sungguh hari yang tak terduga.


...🍀🍀🍀🍀...


Wooooo gengs..... gimana nih? Syahdu enggak?


Jangan lupa komen, like, serta votenya ya..


aku ada novel baru lagi nih, dari teman sesama penulis bantu share yuk readers...


Napen : St Nurul ng


Judul : Gelora Noda dan Cinta


Blurb :


Violet gadis remaja 18 tahun harus menerima pil pahit atas kesalahan Dewandaru. Dewandaru yang berencana untuk menculik dan merusak Widuri, kakak sepupunya Violet malah salah sasaran, karena antara Violet dan Widuri memiliki kemiripan yang sulit di bedakan sehingga Dewandaru sangat sulit membedakan antara keduanya.


Apa lagi mereka tidak saling mengenal.


Violet mengalami depresi berat setelah mengalami penculikan dan pemerkosaan atas dirinya, Dewandaru setelah dinyatakan bersalah dia mendekam di penjara


untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Atas perbuatan Dewandaru, Violet melahirkan seorang anak laki-laki. Setelah keluar dari penjara, Dewandaru berusaha mencari keberadaan Violet yang di sembunyikan oleh kedua orang tua Dewandaru di luar kota.


Bagaimana kisahnya ikuti yuukkk, hanya di Noveltoon ya readers !

__ADS_1



__ADS_2