SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 9 - Perpustakaan saksi bisu


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Siang hari di ART MEDIA tampak sibuk karena hari ini adalah inspeksi rutin yang selalu Axel lakukan tiap akhir bulan untuk menilai langsung para bawahannya agar tahu berapa besar bonus yang akan mereka terima,karena Axel tidak suka jika memberi bonus asal asalan pada bawahannya yang tidak kompeten,sekalipun jabatannya sudah direktur.


Farhan serta Sania mengekor di belakang sang tuan menuju ke ruang meeting untuk bertemu para bawahannya untuk mengetahui setiap perkembangan para pegawai yang di pimpin oleh mereka.


Para pegawai yang sudah berada di ruangan meeting saling berbisik,kira kira akan ada ketentuan apa lagi yang akan di lontarkan oleh Axel kali ini.Semenjak ART MEDIA di pimpin oleh Axel banyak sekali perubahan dan cara kerja yang harus di patuhi oleb setiap kepala bagian dan setiap jajarannya.


"Selamat siang pak Axel !" Seru mereka bersamaan serta sedikit menundukkan kepala mereka hormat.Axel seperti biasa ia hanya memasang muka datar nan dinginnya berjalan tegap dan duduk dengan tegas di kursi kebesaraannya.


"Laporan!" Ujarnya menengadahkan tangan diman sang asisten setia berdiri.


Farhan dengan sigap memberikan tab yang biasa ia bawa,serta sudah membukanya.


"Ini laporan yang sudah masuk ke email saya pak,disini sudah tertera siapa saja bulan ini yang tetap kompeten dan mana saja yang performanya turun.


"Dimana wakil CEO ?"tanya Axel pada Farhan,setelah melihat kesekeliling jika pria matang itu tidak ada di tempatnya.


"Khem,beliau hari ini sedang mengunjungi ayah anda pak."Jawab Farhan sedikit canggung.


Mentang mentang dia adik rubah betina itu,makanya ia bisa seenak jidat keluar masuk perusahaan.dalih membantu,membantu apanya.cih,sialan !"


"Ya sudah,mulai saja meeting seperti biasa."semua mengangguk setuju.


Agenda rapat yang selalu membuat para stafnya panas dingin tak pernah berjalan santai,Axel selalu serius jika sudah mengenai perkembangan perusahaannya.Jika ia mendapat kabar baik,Axel tidak akan perhitungan apa lagi masalah bonus,bahkan Axel pernah memberikan Bima sang manager keuangan liburan ke pulau Bali karena ia berhasil menemukan sebuah kecurangan di salah satu divisi.


Farhan serta Sania setia duduk di samping kiri dan kanan Axel,mereka juga ikut menilai semua laporan yang di jelaskan satu persatu setiap divisi serta para manager di setiap bidangnya.


Rapat penuh ketegangan yang selalu di laksanakan ketika akhir bulan ini tiba pada akhirnya setelah dua jam membuat para bawahan Axel itu kembali lapar walau sudah mengisi amunisi di kantin kantor dengan beraneka ragam masakan dan makanan penutup.


"Pak Dion dan pak Bima langsung keruangan saya,"Dion selaku direktur keungan serta Bima sang manager keuangan mengangguk.Dan untuk yang lain seperti biasa,tidak perlu saya jelaskan lahi." Baik pak,mereka berseru serentak.

__ADS_1


Axel bangun,membenahi jasnya dan langsung berjalan keluar dari ruangan meeting di ekori Farhan serta Sania.


Wiuhhh...


Seluruh manusia pejuang kehidupan itu menghela nafas mereka yang terasa semakin pendek.Bahkan Bima yang beberapa hari lalu berbicara santai dengan Axel namun tidak dengan saat ini,ketegasan dan wibawa Axel selalu membuat mereka seakan tercekik.


"Ya ampun,masih muda tapi auranya lebih seram dari pak Erland."Ujar salah satu kepala manager.


"Tapi selama pak Axel yang mengambil kendali kemudi,perusahaan ini lebih baik lagi.apa lagi klien kita sekarang lebih luas lagi jangkauannya."Tutur Bima,"walaupun banyak yang tidak suka,namun perkataan Bima memang benar adanya itu lah yang selalu membuat mereka tak bisa berkata kata ataupun mengolok Axel.


Karena jika ada yang meragukan kinerjanya Axel tak akan ambil pusing,tetapi ia pasti akan langsung menyuruh orang itu untuk duduk di kursinya dan menjalankan seluruh pekerjaannya yang resikonya tak main main.


***


Si janda kembang incaran Axel hari ini tak ada di tempatnya sepertia biasa.Karena setiap hari kamis siang di setiap akhir bulan,Salwa selalu meminta ijin kepada Yanti dan Jack jika ia akan menghabiskan waktu selama tiga jam di perpustakaan kota untuk memenuhi hobi dan mengenang kebersamaannya dengan sang suami,Satya yang kini sudah berada di alam keabadian.


Jika pasang muda mudi akan berkencan di mall atau kafe tidak dengan Satya dan Salwa dulu,walau Satya memiliki Kafe,namun setelah mereka memutuskan bersama,mereka justru sering menghabiskan waktu mereka disini membaca dan saling berbisik menggoda,sampai akhirnya setelah 3 bulan mereka bersama,Satya memantapkan hatinya untuk meminang Salwa kepada Bima abang Salwa satu satu nya.


Janda kembang itu kini sedang berada di depan rak dengan jajaran buku yang sangat beragam,ia mulai menimang kira kira buku apa yang akan ia baca kali ini.


"Memangnya kenapa ?" Tanya Salwa.


"Itu kan buku dongeng anak anak mbak ?"Tanpa ingin menjawab pertanyaan pria asing itu,Salwa langsung berbalik menuju ke tempat duduk yang sudah disediakan.


"Apa kah anda tidak bosan selalu mengekori saya tuan!" Geram nya lirih.


Pria tampan blasteran korea ini hanya tersenyum kecil menanggapai pertanyaan Salwa.bukan ia tak ingin menjawab,tetapi karena Salwa selalu memberi pertanyaan yang sama.


"Selama nona tidak mau memberi tahu saya nomer ponsel nona,saya akan terus membuntuti nona jika nona datang kesini,saya cukup konsisten bukan ?"


Salwa hanya bisa merotasikan kedua bola matanya malas,pertanyaannya selalu di jawab dengan jawaban yang sama.dari awal mereka bertemu 1 tahun lalu hingga sekarang.

__ADS_1


Namun Salwa tidak pernah berperilaku tidak baik kepada Pria ini,karena si pria juga hanya menjumpainya di perpustakaan,ia tidak pernah sama sekali mengusik kehidupan Salwa,tidak seperti seseorang yang beberapa waktu lalu menawarkannya investasi serta diam diam mengulik kehidupannya.


"Eh,kenapa jadi aku keingetan pria berondong itu."Salwa menepuk kepalanya pelan dan itu terlihat dari indera penglihatan si pria.


"Kenapa nona,anda sakit kepala ?" Bisiknya.


Salwa menoleh,ia menggunakan kedua jari telunjuk dan tengah mengisyaratkan lihat saja bukumu,jangan usik aku.


Si pria yang mendapatkan kode seperti itu langsung memeragakan mulut terkunci dengan jari dan jempolnya.


.


.


.


Pukul 3 sore tepat,Salwa dan Si pria keluar dari perpustakan secara bersamaan.Salwa menuju parkiran sepeda motor,sedangkan si pria menuju ke parkiran mobil.


"Gagal pak ?" Tanya sang asisten.


"Seperi biasa,dia masih dingin." Kekehnya.


Tin tin...


Salwa memencet klakson motor besarnya ketika berpapasan dengan pria tadi.Dan hanya lambaian tangan yang selalu ia lakukan hingga detik ini.


"Kenapa anda tidak mencari tahu lebih detail tetang nona itu ?"


Pria berusia hampir 29 tahun itu hanya memandang keluar jendela,ia tak menjawab pertanyaan sang asisten yang jelas jelas ia sudah tahu jawabannya.


Bukan tidak mencari tahu,namun pria ini sudah sangat mengenal Salwa,namun sayangnya Salwa mungkin sudah melupakannya.

__ADS_1


"Biarlah begini,bisa sedikit menggoda dan melihat kerlingan matanya saja sudah membuat jantungku berdebar,aku tidak mau merusak momen itu hanya karena ketidaksabaranku."Gumamnya.


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


__ADS_2