
Dor !
Axel mengangkat senpi nya,ia menebak pria yang sedang memegang lengan Salwa tepat mengenai lengan kirinya.
"Arrgghhh !"Sialan kau !"Gavin yang merasa di atas angin langsung terbelalak kaget melihat Axel memegang senapan.
Axel masuk menuju Salwa,ia lepaskan jasnya untuk menutupi tubuh wanita pujaannya itu.Sedangkan Gavin yang masih syok akan kedatangan Axel yang tiba tiba tanpa ia duga,tak lagi bisa kabur karena Jun menutup jalan akses satu satu nya.
"Kita apa kan mereka bos ?"Tanya Jun.
"Tinggalkan saja mereka disini !"Gavin seketika mengernyit mendengar penuturan Axel."Apa semudah itu ia melepaskan ku ?"benak nya.
"Apa kau sudah melakukan tugasmu Han ?"
Farhan mengangguk,mungkin sekitar 30 menit lagi GS club akan runtuh Tuan Muda !"Gavin benar benar tak mengerti,namun..
Tring
Ponselnya tiba tiba berbunyi,"halo ?"jawab Gavin.
"Bos ada ledakan di gudang minuman kita,dan api menyebar secara cepat bos,para pelanggan kita kalang kabut !"Mata Gavin terbelalak,ia tak menyangka jika Axel akan langsung pada intinya.
"Kau ?"Teriaknya.
"Kita pergi !"Axel menggendong Salwa,dan meninggalkan Gavin yang terus meneriakinya.
"Bre***sek kau Axel !"sedangkan bawahannya hanya bisa mengerang kesakitan tanpa bisa membantu sang majikan.
Axel memang terkenal dengan sikap dingin namun baik,tetapi banyak yang tidak menyangka jika ia dapat menjadi iblis seketika jika ada yang mengganggu nya apa lagi sampai mengganggu kenyamanannya.Selama ini ia membuat seolah olah ia tak memilki kemampuan tak tik atau semacamnya agar para musuhnya merasa di atas awan ketika mengahadapinya.Bahkan Axel selalu meminta para pengawal yang khusus di bawahnya bukan di bawah naungan ayahnya,termasuk Jun untuk menjaga jarak dimana pun mereka berada,agar seolah olah Axel hanya lah seorang CEO pada umumnya.
Dan,kini sudah ada satu orang yang telah menganggap remeh dirinya dan menuai hasil yang tak ia sangka,yaitu Gavin.
.
.
Rumah Sakit dimana ia biasa di rawat jika sedang tidak sehat atau terkena musibah menjadi tujuan Axel dan David kali ini.
__ADS_1
"Kau sudah menghubungi Jo ?"sudah,ia sudah mensterilkan UGD agar tak ada yang melihat kondisi nona mu itu.
"Ax....
Salwa mulai meracau,obat yang belum di netralisir itu masih akan membuatnya bergejolak.
"Panas Ax,perutku berdenyut !"Axel yang tahu bagaimana rasanya hanya bisa memandang sendu."Sabar nona dewasa,sebentar lagi kita sampai."Jawab Axel.
"Perih Ax !"Salwa membelai pipi Axel lembut,dan
Cup
Salwa menarik tengkuk Axel,mengecup bibir Axel dan menggigitnya sedikit."Aku mau Ax !"Salwa terus meracau sedangkan Axel hanya bisa bersabar hingga ia bisa sampai di rumah sakit.David,jangan di tanya ia sangat tak nyaman melihat itu,namun ia mencoba bersikap bisa saja.
Jun dan Farhan serta pria yang mengintai dari jauh secara diam diam menurutnya,mengikuti mobil yang David kendarai dari belakang,sedangkan Gavin,entahlah.
"Brak"
David menutup pintu mobil setelah Axel keluar,ia sedikit berlari menuju brankar yang sudah Jo siapkan."Astaga kenapa bisa selebar ini lukanya?"Ujar Jonathan.
"Segera tangani,rawat saja di kamar ku !"Axel memberi perintah,Jo dan para asistennya segera membawa masuk Salwa yang masih bergumam dan menggeliat bagai ular.
Semua terkejut,namun tidak dengan Axel,bahkan kini Jun sedang membalas perbuatan pria itu.
"Cukup Jun !"Axel mendekat ke arah pria itu dan mengulurkan tangannya,"Plak !"ia singkirkan tangan Axel dengan sedikit memukulnya.
"Jika terjadi apa apa dengan nya,aku akan buat kau menyesal !"Tatapan nya siap menghunus bagai pedang.
"Dan aku pastikan ini pertama dan terakhir !"Ujar Axel tak kalah bengis menatap pria di hadapannya ini.
"Pria tinggi dengan kulit sawo matang yang tak lain adalah Jack menatap manik mata Axel seksama."jangan libatkan dia dalam segala urusanmu,sebelum bertemu dengan mu,hidupnya baik baik saja !"Tatapan tajam itu seketika meredup setelah mendengar perkataan Jack yang benar adanya.
Tapi rasa ingin memeiliki seluruh jiwa dan raga Salwa sudah tak bisa ia elak lagi,semua sudah terlanjur mengalir bagai air yang tentu saja Axel hanya ingin semua bermuara di ikatan yang sakral yaitu pernikahan.
"Aku akan menjaga nya lebih dari aku menjaga diriku sendiri,jadi jangan pernah kau berpikir bisa memilikinya walau hanya dalam angan mu saja !"Axel dengan mantap tanpa ragu ia mengatakan yang ada di dalam hatinya.Sedang kan Jack hanya bisa terdiam dengan amarah yang ia sendiri tak tahu harus ia lampiaskan kepada siapa,hanya berawal dari mengintai lalu mengangumi dan sekarang berubah menjadi rasa cinta,Jack sungguh tak tahu jika hatinya akan terpaut kepada sosok wanita mungil yang telah mengisi hari harinya selama hampir 6 tahun terakhir ini.
"Sekarang pergilah !"Axel masuk ke ruang UGD karena Dokter jo memanggilnya.
__ADS_1
Axel mendekat ke arah ranjang,walau Jo sudah menetralisir obat yang di suntikan oleh bawahan Gavin,namun efeknya masih saja membuat Salwa terus bergumam."Kenapa begini Jo ?"
"Kamu tidak akan mengira."Ujarnya.
"Maksud mu,mengira apa,bicara yang jelas !"Geram Axel.
"Selain obat sakti itu,aku juga menemukan kandungan yang sama seperti obat yang di gunakan untuk melumpuhkanmu waktu itu."Axel menatap ke arah data yang masih ada di Tab yang Jo pegang.
"Kau yakin ?"Jonathan mengangguk."Aku bisa mendeteksi dengan cepat karena efek yang Salwa tunjukan hampir sama,hanya saja sepertinya dosis nya tidak sebanyak waktu menyuntikkannya padamu.
Axel menatap Salwa yang masih meracau walau hanya terdengar seperti gumaman saja,"dan sepertinya nona ini tahu apa yang harus ia lakukan ketika kondisi ini terjadi padanya,seperti membuatnya tetap sadar dengan menancapkan pecahan botol itu kepahanya.Bagaimana pun rasa sakit akibat luka robek yang cukup dalam itu benar benar membantunya tetap waras,dia sangat waspda."Jonathan menepuk pundak Axel pelan dan meninggalkan sejoli itu.
"Dia sungguh mengajarimu dengan baik nona dewasa,tapi maaf aku tak bisa membuatmu dekat apa lagi sampai bergantung padanya,kini hanya aku yang boleh kamu jadikan sandaran untuk hidupmu,tidak akan aku biarkan siapapun merebutmu dan kehidupanku lagi."Axel mencium kening Salwa lembut.
***
Gavin cukup kalang kabut,hingga pagi menjelang ia masih berkutat dengan Club yang membuatnya memiliki pundi pundi uang serta untuk menyamarkan kegiatan elegalnya.
Jika banyak orang menyimpan kegiatan hitamnya di sebalik gunung atau hutan,tidak dengan Gavin,ia meletakkan semua hal hal terlarang itu di bawah gudang minuman yang ada di Club nya.
Karena nama besar sang ayah,Gavin selalu lolos jika ada inspeksi penertiban dari kepolisian,ia selalu santai karena ia tahu sang ayah pasti akan membantunya,namun sayangnya sang ayah tidak tahu jika ia bisa membangun club itu justru lewat bisnis elegal yang ia jalani sejak dia masih SMA.Ayahnya hanya tahu jika Club yang Gavin miliki adalah hasil kerjasama Gavin dengan bebarapa temannya.
GS club sendiri merupakan Club yang cukup mewah,karena hanya kalangan menengah keatas saja yang bisa masuk dan menikmati fasilitas luar dan dalam.
"Bagaimana,apa kau sudah menyamarkan pintu itu ?"Tanya Gavin kepada salah satu pegawainya.
"Sudah bos,nanti siang kita akan pindahkan semua barang barang itu ke gudang kita yang ada di peti kemas di dermaga T itu."
"Lakukan dengan baik,jika ini sampai teredus polisi hidupku akan berakhir seperti suami wanita itu."Baik bos,"Ucap sang pegawai.
"Sial !"aku tak menduga jika Axel bisa menemukan semua hal tetangku dalam sekejap,apa sebenarnya yang ia miliki ?
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Hai readers selamat malam....
Maaf Up nya agak gak tentu,anak lagi sakit dan rewelnya minta ampun...
__ADS_1
😁😁😁😁
Semoga kalian msih setia menanti,jangan di Unfav ya,pleas....🙏🙏🙏