
Jika kalian bingung dengan alurnya, maaf ya...
kisah ini memang terjadi karena kejadian masa lalu, jadi kalo baca separuh-separuh nanti pasti gagal paham, jadi tolong baca sesuai bab ya readerss...karena setiap bab akan membuka satu persatu kunci kejadian sebelumnya...
Terima kasih..
Disebuah rumah sakit dimana beberapa bulan lalu menjadi tempat istirahat Salwa karena kejadian yang tak terduga, kala di malam ia harus terluka karena ulah seorang Gavin Suhendra.
Jika melihat Axel diam setelah kejadian itu, dan mengartikan bahwa ia tak mengawasi pria gila pencinta dunia ese-ese tentu jelas tidak, Axel selalu memantau pergerakan Gavin dimana pun pria itu melangkahkan kaki nya, bahkan sistem cctv di apartemennya pun juga di retas oleh Axel.
Bahkan Bara dan Max di buat mual oleh kegiatan yang terekam oleh kamera cctv yang ada di setiap ruangan apartemen mewah itu. Sungguh pria menakjubkan, batin kedua pria jomblo itu.
Jonathan pria berusia 25 tahun ini sedang melakukan kegiatan rutin nya di rumah sakit tersebut, rumah sakit yang belum lama di bangun ini adalah rumah sakit swasta yang memiliki gedung khusus untuk para penderita ganguan mental. Bukan rumah sakit jiwa namun jika ada pasien yang mengarah ke gangguan jiwa pihak rumah sakit akan berkontribusi membantu si sakit untuk di rawat di rumah sakit yang tepat.
"Sus, masih ada berapa pasien lagi?" tanya Jo pada asistennya.
"Tinggal satu saja Dok, setelah itu ada free!" ucap sang suster di selingi senyum manisnya.
Jo mengangguk dan menunggu pasien terakhir di panggil oleh sang asisten.
"Selamat siang Dokter!"
"Selamat si
Ucapan Jo terpotong kala ia melihat wanita yang biasa ia jumpai di rumah sang sahabat. Kini berdiri di hadapannya. Ada apa gerangan?
"Saya boleh duduk?" tanya wanita itu.
Jo mengangguk pelan, ia berdiri menutup pintu dan meminta suster yang merupakan asistennya itu untuk menunggu di luar. Sang suster yang mengerti jika tamunya ini pasti berhubungan dengan hal pribadi mengiyakan ucapan Jo dan membalik tanda yang tergantung di depan pintu.
"Ada apa kamu kesini?"
"Aku tidak perlu menjelaskan, kamu pasti tahu apa tujuan ku kesini!" ucap si wanita.
__ADS_1
Jo menelan ludahnya susah payah, apa wanita ini tahu akan apa yang terjadi padanya, atau ada hal lain yang ia ingin ketahui? Jo meremat satu tangannya yang ada di pangkuan untuk meredam keterkejutannya.
"Kenapa kamu diam Dokter Jo, apa aku semenakutkan itu!" wanita itu terkekeh.
Jo tak bisa bersuara ia yakin wanita di hadapannya ini pasti sudah tahu apa yang terjadi pada dirinya.
"Kenapa kamu memberiku obat ini?" wanita itu mengambil botol obat dari bahan kaca yang di berikan Jo beberapa minggu lalu.
"Aku bisa jelaskan, jadi tolong jangan mengahakimi suamimu!"
Wanita mungil kesayangan sahabatnya ini tertawa, tawa pedih setelah ia tahu kegunaan obat yang ia konsumsi selama ini. Suaminya sungguh sangat berhati-hati hingga ia baru mengetahui itu sekarang setelah beberapa waktu berlalu.
"Jadi benar ini adalah obat untuk rahimku, kenapa? ada apa dengan kesuburanku?"
"Atau jangan-jangan selama ini aku yang tidak subur? bukan Axel?"
Jo menatap wanita pertama di hidup sahabatnya itu trenyuh, tidak ada maksud lain Axel menutupi itu semua dari sang istri, Axel hanya sedang mencari pengobatan untuk sang istri untuk kembali membuat organ reproduksi sang istri bisa kemabali sehat seperti sedia kala. Namun ternyata beberapa obat masih tak menimbulkan efek yang baik pada wanita ini.
"Lalu apa beberapa vitamin yang aku minum setelah kejadian itu sebenarnya adalah obat?"
"Semua pil yang ada di botol yang aku bilang itu adalah vitamin, itu semua adalah obat untuk penyembuhan organ reproduksimu. Kami, aku dan Axel mendapatkan beberapa obat dari beberapa rekomendasi para dokter ahli di bidang itu. tapi sayangnya masih tak cukup. Botol yang aku berin padamu dua minggu yang lalu itu kami dapatkan dari dokter di Jerman, lalu dari mana kamu tahu jika ini bukan vitamain melainkan obat?"
Salwa terdiam ia mulai mengingat kejadian 4 hari yang lalu.
Flasback on
Pagi itu Salwa kembali mual, seperti yang ia alami beberapa waktu belakangan ini. Ia mengingat jika semenjak ia meminum vitamin yang di berikan Jo di saat ia mengalami sakit hebat akibat datang bulannya yang tidak berjalan seperti biasa. ia mulai sering mual di pagi hari, walau tidak parah tapi cukup menganggu.
Axel yang mendengar sang istri kembali mual setelah beberapa hari tak terjadi hal itu, kembali di landa cemas. Ia yang kalut keluar kamar dan menghubungi Jo di ruang kerjanya, Axel yang sedang dalam kondisi cemas, tak menyangka jika di sebalik pintu ruangannya itu ada seseorang yang tengah menguping pembicaraannya.
Setelah Salwa keluar dari dalam kamar mandi dan tak mendapatin sang suami di kamarnya, ia keluar dari kamar dan mencari dimana suaminya, sayup terdengar seseorang sedang bergumam, Salwa terus mencari tahu dimana suara itu dan ternyata ia mendapati Axel tengah menghubungi seseorang.
Salwa yang berpikir jika itu masalah pekerjaan hampir saja melangkahkan kakinya menjauh dari sana, namun tiba-tiba ia mendengar namanya di sebut. Salwa yang penasaran akhirnya kembali mendekat di pintu yang tak tertutup rapat itu dan mendengar kelanjutan apa yang sedang suami mudanya itu bicarakan dengan seseorang di seberang sana.
Ia menutup mulutnya, tatkala apa yang ia dengar sungguh mengejutkan indera pendengarannya.
__ADS_1
"Aku ingin Salwa segera sembuh Jo, jadi tolong cari lagi entah dimana itu obat yang bisa mengembalikan kondisi rahim nya seperti sedia kala dan cari yang tidak ada efek sampingnya seperti yang terakhir kamu berikan padaku."
Salwa mulai mencerna apa yang ia dengar sembari berjalan menjauh dari ruang kerja sang suami.
Flasback off
"Jadi kamu bisa mengatakan sejujurnya apa yang terjadi padaku, apa ini ada hubungannya dengan kejadian malam itu?" tanya Salwa menatap tajam mata Jonathan.
"Kejadian malam itu memang membuat kondisi mu seperti ini, ada obat terlarang dengan dosis yang sangat tinggi di masukkan kedalam tubuhmu, sebenarnya tidak hanya organ reproduksimu, namun lever dan ginjalmu juga sedikit bermasalah." ujar Jo.
"Apa Axel juga tahu jika organ lain ditubuhku bermasalah?" Jonathan menggeleng.
"Setelah kamu keluar dari rumah sakit kala itu ada dua botol yang aku minta Axel agar kamu mengkonsumsi nya, obat yang berwarna merah yang kamu konsumsi hingga hari ini adalah obat untuk lever dan ginjalmu, sedangkan botol obat yang aku berikan 2 minggu lalu itu baru obat untuk terapi organ pentingmu."
"Kondisi ini rumit Sal, maka dari itu aku tak menjanjikan apapun kepada Axel, kamu masih bisa selamat dan masih bisa berdiri sekarang ini juga merupakan keajaiban. Tapi aku bisa jamin kini lever dan ginjalmu sudah baik-baik saja."
"Ya aku memang merasakan tubuhku cukup tidak nyaman di beberapa bagian setelah kejadian itu, namun aku memang sengaja tak ingin mengeluh karena aku takut jika Axel akan kawatir."
"Aku hanya tidak ingin ia terus menerus menyalahkan dirinya, jadi aku minta maaf jika aku tak mengatakan keseluruhan akibat kejadian itu," ucap Jo penuh sesal.
Salwa menyenderkan tubuhnya, ia menarik nafasnya dalam, apa yang akan ia lakukan jika bertemu dengan Axel setibanya di rumah nanti.
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
Assallamualikum pagi semua...
aku ada bawa cerita baru nih, dari Mayya_zha
yuk cekidot,,
Napen : Mayya_zha
Judul : Fake Love
__ADS_1