SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 30 - Adik kakak dalam kubangan masalah


__ADS_3

Jika Salwa dan Axel tengah berbunga bunga lain halnya dengan Jack dan Yanti.Mereka tengah di rundung gundah yang amat sangat menyiksa pikiran mereka.


Satu hari lalu tepat setelah kejadian yang menimpa Salwa,Satya kafe & resto milik nya mengalami penurunan pelanggan secara tiba tiba,belum sampai di situ pagi tadi Jack dan para Chef mendapati ruang pendingin yang ada didapur tiba tiba rusak dan mengakibatkan seluruh persediaan daging dan bahan bahan lainnya rusak.


Jack menunduk lemas,ia memang tak memantau kondisi tempat ia bekerja dengan teliti karena ada masalah yang memang harus ia urus sehingga membuat konsentrasinya berantakan.


Jack juga belum menemukan siapa yang melakukan hal ini terhadap usaha milik Salwa.karena CCTV di malam kejadian itu juga tiba tiba tidak berfungsi.


"Bagaimana ini Jack ?"Yanti terus meremas kedua tangannya karena para pegawai yang terus menanyakan apa mereka akan bekerja hari ini atau tidak.


Jack menatap dengan seksama layar laptopnya,ia terus mengamati rekaman CCTV berharap menemukan sesuatu."Aaarrrgghhh !"Jack tiba tiba memekik membuat Yanti yang sedang duduk di hadapannya cukup terkejut.


"Kamu gila Jack,bikin kaget !"


Jack mengusap wajahnya kasar,ia tak tahu harus bagaimana namun...


"Apa ini perbuatannya ?"Jack mengingat perkataan seseorang di sambungan telpon beberapa waktu lalu."Tidak,tidak mungkin !"ia terus menggeleng membuat Yanti mengerutkan dahinya.


"Apa kau tiba tiba terkena serangan tidak waras Jack ?"Jack mendongak dan mendapati wajah Yanti sudah berada di hadapannya.


"Mundur !"Jack mendorong jidat Yanti menggunakan jari telujuknya.


"Bagaimana,apa kita hubungi Salwa saja ?"Jack menggeleng dengan cepat,"Kita cari tahu dulu kenapa pelanggan kita banyak yang kabur,itu lebih penting,sedangkan masalah bahan bahan aku sudah memesannya lagi.Dan tugasmu sekarang adalah meminta para chef untuk membuat hidangan dengan bahan bahan yang masih tersisa kemarin."Yanti menarik nafasnya dan seketika mengangguk.


Setelah Yanti keluar dari ruangan Salwa,Jack mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


Tut tut..


"Halo bos ?"jawab seseorang di seberang sana.


"Bagimana ?"


"Dia sedang dalam perjalanan menuju Vila milik kakek anda Bos !"Jack terdiam,ini sungguh di luar dugaannya.

__ADS_1


"Cari tahu terus,dan langsung kabarkan padaku !"Baik Bos."Jawab seseorang di seberang sana.


***


Di rumah mewah milik keluarga Axel,wanita yang merupakan nyonya besar satu satu nya keluarga itu tengah tertawa bersama dengan sang kakak dan suaminya.


Mereka sangat senang karena apa yang mereka lakukan berjalan dengan baik.


"Apa kamu yakin jika tindakan mu rapi dan tidak akan membuat Axel dengan cepat menemukan masalahnya ?"


"Jika ia tahu,ia tidak akan melakukan apapun kak,apa lagi jika semua karyawan mengetahui hal ini lebih dulu aku yakin Axel akan tetap diam,ia tidak mungkin serius dengn omongannya tentang meninggalkan perusahaan mu."Ujar pria bernama Damar tersebut.


"Lalu apakah kamu sudah memblokir semua kartu atas nama perusahaan yang Axel miliki sayang ?"Tuan Erland ayah Axel mengangguk,sedangkan anak nya yang kini sedang bermesraan dengan wanita pujaanya sama sekali tak terganggu dengan hal ini.


Kursi kepemimpinan ART MEDIA memang Axel yang menduduki namun hak atas ART MEDIA masih lah sepenuhnya milik tuan Erland dan tentunya masih ada beberapa hal yang masih menjadi kuasanya.


Namun apa lah daya,anak yang ia besarkan tanpa kasih sayang dari ibunya,kini bukan lagi anak polos yang ia kenal,banyak hal yang ia tidak ketahui tentang Axel,walau pada kenyataannya ia merasa bahwa Axel masih dalam genggamannya.


Padahal pada kenyataannya selama menjabat menjadi CEO di perusahaan itu Axel sama sekali tak pernah memakai hasil jerih payahnya untuk dirinya sendiri.Penghasilan yang sudah menjadi hak nya itu,ia berikan seluruhnya kepada nenek dan kakeknya dari sang ibu untuk menyambung hidup mereka.Setelah Axel tahu sang ayah tak pernah lagi mengirim uang kepada mereka setelah Axel berusia 12 tahun.


"Lalu bagaimana dengan wanita itu ?"Tanya Nyonya Mayara.


"Tenang saja, semua beres.semua sudah aku tumbangkan satu persatu,kau tak perlu kawatir adikku tercinta."Nyonya mayara langsung menyenderkan kepalanya ke pundak sang suami dan mengusap lengan kokoh itu mesra,tak lupa senyum puas tergambar disana.


***


Malam hari di kediamana Bima kini sungguh sangat kacau,badan audit perusahaan sedang menggeledah rumahnya.Bima yang tak tahu apa apa mendadak blank ketika membuka pintu dan ternyata adalah badan audit dari perusahaannya.


"Apa sih,yang di cari ?"Seru Nayla.ia sungguh kesal dengan apa yang mereka lakukan.


Bima yang tahu jika hal ini akan terjadi padanya hanya duduk di kursi dapur sambil bersidekap dan mengusap kepala Allan sang anak yang tetap diam tak menanyakan apapun perihal kedatangan orang orang tersebut.


Tok Tok ..

__ADS_1


Nayla yang masih kalut menghentakan kakinya kesal karena mendengar suara ketukan pintu.


Mata Nayla membola dan hampir keluar jika Bima tak segera menyadarkannya,"kenapa sayang ?"


Nayla menunjuk ke arah pintu,"polisi Bang ?"Lirihnya.


Bima menolehkan kepalanya perlahan,ia pasrah ini adalah hal yang harus ia tanggung jika berurusan dengan keluarga arogan itu.


"Selamat malam ?"Ucap salah satu polisi dengan mata tajam dan rambut hitam legamnya.


Bima dan Nayla menelan ludahnya kasar,belum selesai dengan pihak audit kini ada polisi yang juga bertandang."Se selamat ma malam pak !"Ucap Bima.


Bima mendekat ke arah pintu yang memang dalam kondisi terbuka,"a ada ya yang bisa saya bantu pak ?"tanya Bima sedikit tergagap.


"Saya mendengar ada hal yang membuat anda tidak nyaman pak Bima,tadi Tuan Axel menghubungi saya jika anda sedang dalam masalah.


Dahi Bima mengernyit,jadi polisi ini kiriman dari pak Axel,Bima sedikit tak paham,apa mungkin pria muda itu sudah tahu apa yang terjdi di kantor,banyak pertanyaan di kepala Bima yang membuat keningnya berdenyut.


Nayla sang istri mendekat dan menatap sendu ke arah Bima,"Apa abang akan di bawa pergi ?"Ujarnya dengan mata berkaca kaca.


"Assallamualikum !"Pria yang di harapkan datang oleh Bima akhirnya menampakan batang hidungnya.


"Maaf saya terlambat pak Bima."Farhan asisten Axel datang bersama dengan Sania sekretaris Axel.


Farhan langsung memberi isyarat kepada polisi muda itu untuk menyeret pihak audit dari dalam kamar Bima.Ia menundukan kepalanya hormat sebelum melakukan tugasnya kepada Farhan.


"Eh apa apan ini !"terdengar kegaduhan di dalam kamar Bima,mereka cukup terkejut karena para polisi itu langsung menyeret paksa untuk segera keluar dari dalam kamar yang sudah mereka buat bagai kapal karam tersebut.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Pagi Readers tersayang...


Apa kabar kalian hari ini,semoga selalu sehat dan bahagia ya..

__ADS_1


aku mau ucapin terima kasih untuk segala bentuk dukungan kalian,pokoknya kalian terbaik..👍👍❤❤


__ADS_2