
Di atas brankar,Salwa masih tertidur karena efek obat terlarang yang mulai menghilang namun membuatnya justru tertidur dan memasuki alam mimpinya semakin dalam.Entah siapa yang sedang berada dalam mimpinya,namun senyum selalu tersungging di bibir mungil itu samapi membuat pria muda di sisi nya ikut terkekeh.
"Bertemu siapa disana nona dewasa ?"sepertinya senang sekali,apa efek obat itu membuat mu bertemu seseorang yang kau rindukan,hem ?"
Axel mengusap kening Salwa dan membelai pipinya,Axel tatap wajah Salwa penuh tanya,wajah yang seakan pernah ia lihat namun entah dimana,dari awal pertemuan mereka Axel selalu merasa bahwa mereka berdua memang di takdirkan untuk bertemu dan menjalin kasih seperti sekarang.
Namun sayangnya,hingga detik ini Axel masih tak menemukan apapun yang berkaitan dengan masa lalu mereka,bahkan Bima hanya mengatakan jika kedua orang tua Salwa meninggal karena kecelakaan,tetapi jika di tanya semakin dalam,Bima selalu mengelak.Apa yang sebenarnya Bima coba tutupi,atau memang ia tak mau lagi mengingat masa lalu itu ?,entah Axel tak menemukan jawabannya walau ia sudah mencari tahu.
"Apa yang sebenarnya Abang mu tutupi,apa ada hal yang memang tak seharusnya di ungkit ?"
"Brak"
Pintu bercat biru itu di buka cukup keras dari arah Luar.
"Kenapa bisa begini ?"tanya pria berusia 35 tahun itu.
Axel langsung menarik pelan lengan pria yang merupakan kakak perempuan yang sedang terbaring lemah itu.
"Abang duduk dulu,aku bisa jelaskan."Axel mencoba menenangkan Bima yang menatap kecewa kepada nya.
Axel mulai menceritkan apa yang terjdi kepada Salwa dari awal hingga akhir,tak ada satu pun yang ia tutupi sampai pada apa yang ia ketahui tentang mantan suami Salwa yaitu Arya Satya.
Bima menatap marah kepada Axel,"Jika anda tak bisa menjaganya dengan baik,lebih baik jangan lagi mendekatinya,cukup satu kali saya hampir kehilangannya."Ucap Bima tegas."Setahu Saya Satya adalah orang baik,jadi jangan mengada ada apa lagi sampai menuduhnya ke hal hal berbau kriminal seperti itu."Lanjutnya.
Axel meghela nafas,ia turunkan dadanya dan membenahi duduknya."Bang,maaf jika apa yang menjadi urusan saya pada akhirnya akan melibatkan Salwa,tapi dari awal kami bertemu saya yakin,Tuhan sudah membuat takdir itu untuk kami.Jadi biarkan saya menjaga Salwa 24 jam."Bima menatap heran,24 jam ? apa maksudnya?"Bima tak paham.
__ADS_1
Axel menarik nafasnya dalam dalam,"Biarkan saya menikahi Salwa secepatnya !"Bima terkejut.ia memang menyetujui rencana Axel mendekati Salwa,tapi untuk urusan menikah ia tak mau ikut campur.
"Saya memang menyetujui anda mendekati adik saya pak Axel,tapi untuk urusan menikah apa lagi setelah kejadian ini,saya sangsi jika Salwa akan baik baik saja,apa lagi Ayah anda pasti tidak akan setuju dengan mudah !"
Axel bukanya takut atau ragu mendengar penuturan Bima,justria ia terkekeh.Bima bingung apa yang lucu dari seluruh perkataannya.
"Kenapa anda tertawa pak Axel ?"dimana kata kata saya ada yang lucu ?"Bima menatap kesal kepada Axel yang justru masih bisa tertawa dalam kondisi seperti ini.
"Cukup anda percaya pada Tuhan saja bahwa saya bisa mejaga Salwa lebih baik dari pria manapun,saya tidak sedang menyombongkan apa yang saya miliki atau saya kuasai pak Bima,tapi lebih dari itu,saya yakin dia wanita yang tengah berbaring itu adalah takdir jodoh untuk saya."Bima menatap tak percaya,tak tahu harus berbicara apa lagi,semua hal yang ia utarakan dipatahkan begitu saja oleh Axel.
Axel bangkit dari duduknya dan kembali ke sisi dimana Salwa tengah berbaring dengan nyamannya,seolah tak terjadi apapun.Namun itu tak berlangsung lama,Axel melihat mata Salwa bergerak gerak cukup cepat dan raut wajah mulai memerah.
"Adik,bernafas jangan tidur !"Salwa bergumam menyebut kata kata adik.Axel memegang kening Salwa yang ternyata pebuh dengan keringat.
Dan,ampuh Salwa berhenti bergumam."Apa anda punya adik lagi selain Salwa ?"Tanya Axel.
Bima mentap sekilas Axel dan kembali lagi ketempat duduknya."Tidak adik saya hanya salwa saja.Maaf saya tak bisa menjelaskan tentang hal yang sudah saya tutup rapat demi kebaikan nya."Ujar Bima.
Axel tak mampu bertanya lebih jauh,karena setiap di tanya tentang masa lalu Salwa dan kedua orangtuanya Bima selalu bungkam dan tak mau menjawab.
"Cek lek"
Farhan,David serta Dokter Jo masuk ke dalam ruangan secara bersamaan.
"Kau bisa jelasksan padanya,ia keluarga dari Salwa."Ujar Axel.
__ADS_1
Jonathan menjelaskan kondisi Salwa saat ini,ia mengatakan jika Salwa masih perlu di rawat secara intensif sampai obat yang membuatnya seakan terbang itu benar benar hilang sepenuhnya dan tak menimbulkan efek samping apapun.Dokter Jo juga mengatakan sebaiknya Salwa tetap berada di rumah sakit sampai hasil lab yang masih ia periksa selesai sepenuhnya.
Bima yang tak memiliki kuasa yang sama seperti Axel hanya bisa pasrah saja jika Salwa masih harus di rawat di rumah sakit di bawah pengawasan Axel tentu saja.
Hampir dua jam Bima di kamar itu,ia sangat ingin menunggu adik nya siuman namun apa boleh buat ia harus segera pamit karena pekerjaan di perusahaan tak mungkin ia tinggal terlalu lama apa lagi ia memang tak mengambil cuti walau Axel sudah menawarkan.Bima yang tak ingin berhutang apapun menolak dan tetap bekerja,Bima juga mengatakan jika ia menolak menduduki kursi direktur keuangan karena ia tak mau suatu saat Salwa yang akan menanggung dari keputusan yang hanya akan menguntungkan dirinya saja.
Axel tahu bukan hanya karena itu,ia sudah mendengar jika ayahnya mulai mendekati Bima lewat Wakil CEO yang merupakan kakak Ipar alias kakak kandung dari sang istri Mayara.Farhan sudah mengatakan jika setelah dimana ia mengajak Salwa untuk di perkenalkan kepada ayahnya,Nyonya besar itu mulai mengulik kehidupan Salwa dan mencoba mendekati Bima agar mau menjadi kubu mereka.
Tapi Axel sangat terkesan,alih alih Bima mengambil kesempatan itu walau Axel juga menawarkan jabatan itu padanya,pada akhirnya Bima tetap menolak.
"Apa lagi yang kamu temukan Jo ?"Tanya Axel setelah Bima pamit dan meninggalkan kamar VVIP itu,Jonathan yang tak bisa menutupi apapun dari Axel,hanya bisa menatap pasrah ke arah Tuan muda Hadinata itu.
"Obat itu memang tidak memeberi efek yang berat untukmu,tapi obat itu memberi efek cukup signifikan untuk Salwa,"Jangan berbelit belit !"Ujar Axel memotong perkataan Jonathan.
Jonathan memberikan Tab nya dan membuka hasil yang sebenarnyan sudah ia dapatkan namun ia tak bisa mengatakan begitu saja kepada Bima.
"Apa maksudnya ini ? bukannya obat itu tak memberikan efek yang serius padaku setelah injeksi yang kamu berikan Jo !"Axel menatap tajam ke arah Jonathan,sedangkan David dan Farhan yang sudah mengetahui itu hanya bisa diam,mereka sama sekali tak menyangka jika kejadian ini akan membuat Salwa harus menanggung hal yang entah ia dapat memaklumi atau justru akan membenci Axel karena telah membuat ia mungkin akan sulit memiliki keturunan.
...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...
Maaf jika banyak TYPO ya readers ...
Makin seru enggak sih ?"
Kasih komen ya ...please..🙏🙏
__ADS_1