SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 18 - Pagi yang tak terduga


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Wanita cantik janda kembang itu bergumam di sebalik bantal dengan umpatan umpatan kecil di benaknya.Ia yang baru saja memejamkan mata sehabis pulang dari kafe,mendadak terbangun dari mimpinya setelah poselnya berdering terus menerus.


Dengan langkah gontai ia bangun dari ranjang empuknya menuju meja tempat ia biasa bekerja jika di rumah.matanya membola setelah ia tahu siapa yang terus membuat ponselnya berdering.


Ia geser layar ponselnya dan langsung terhubung dengan seseorang di seberang sana.pria muda yang tak tahu waktu itu langsung berseru menanyakan kenapa dari sore ia tak membalas atau mengangkat telponnya.


Salwa kesal,hingga tanpa sadar ia mengeratkan giginya ingin sekali ia menghentikan pembicaraan seseorang di seberasng sana,namun ancamannya membuata Salwa tak mampu mengelak,entah sihir apa yang sudah pria muda itu lakukan padanya,sehingga membuat Salwa patuh dengan mudahnya.


Padahal setelah Satya meninggal,ia tak pernah sama sekali tertarik dengan lawan jenisnya walau dengan berbagai karakter serta tampang yang menyegarkan mata dan kematangan diri yang pasti sudah akan membuat para wanita lain bertekuk lutut.


Tapi hanya dengan Axel ia tak bisa menghindar dari pesona pria muda yang terpaut usia enam tahun darinya itu.


Salwa meghela nafas,"tuan Axel yang terhormat bisa kah kita sudahi pembicaraan ini,hoaammm."Salwa menguap dengan lebarnya.


Axel terkekeh di seberang sana,"Oke,tapi nona Salwa harus berjanji jika tak akan lagi mengabaikan pesan dan telponku ?"senyuman licik tergambar di sudut bibirnya.


Salwa tanpa sadar menganggukkan kepalanya,entah karena mengerti atau karena rasa kantuk yang teramat sangat.


Axel yang tak lagi mendengar suara wanita pujaan hatinya itu mendengus."Nona Salwa ?"Panggilnya.


Sedangkan Salwa sudah mulai kembali dalam start mengarungi mimpinya dan telah mulai berlari.


Axel yang tahu jika Salwa mungkin sudah kembali mengarungi mimpinya melihat jam yang masih terpasang rapi di pergelangan tangan kirinya."Jam 3 pagi."Axel bergumam dan terkekeh.


"Selamat pagi kakak cantik,mimpiin aku ya jangan mimpiin si indah."Ucapnya sebelum memutus sambungan telepon.


Salwa tesenyum dalam tidurnya,entah karena mendengar kalimat Axel atau karena ia sedang bertemu seseorang dalam mimpinya.


.


.


.

__ADS_1


Pagi hari Salwa yang tertidur terlalu larut membuat ia bangun kesiangan dan hampir saja mengubah solat subuh menjadi solat dhuha.


Kamar yang terkunci membuat ia tak mendengar teriakan kakak iparnya yang sangat memekakan telinga suami dan anaknya.Alhasil akhirnya ia bangun saat matahari sudah menampakan sinar oranye di ufuk timur yang menandakan hari selanjutnya telah di mulai.


Gadis namun janda itu menuruni anak tangga satu persatu sambil sesekali menguap.rambut berantakan,mata cekung karena seringnya ia tidur terlalu larut.


sedangkan sang pengagum sedang memandangi bidadari nya itu dengan sedikit mengerutkan dahinya,lalu terkekeh.


"Pagi bang !" Ucap Salwa masih dengan suara paraunya.


Salwa yang ingin menarik kursi terhenti tatakala,ada tangan lain yang menarik kursi untuknya."Terimakasih."Jawab Salwa sekenanya.Ia masih tak menyadari jika ada makluk lain selain abang dan keponakannya di meja makan.


Bima dan keponakannya Allan menutup mulut mereka menahan tawa yang siap meledak."Kusut banget tante ?" Tanya Allan keponakan gantengnya.


Salwa menjawab dengan anggukan kepalanya.namun sejurus kemudian mata indah bola pingpongnya itu menangkap siluet seseoang yang tadi malam mengganggu tidurnya.ia mengucek matanya perlahan serta melebarkan kedua matanya.


"Akui yang masih di alam mimpi apa nih orang memang nyata."Gumam Salwa yang masih terengar di telinga para manusia yang sedang memandanginya itu.


Allan yang tak lagi sanggup menahan tawa,akhirnya meledakkan tawanya di susul sang ayah."Ya ampun tante lucu !" Ujar Allan.


Axel yang melihat Salwa sedang dalam mode menggemaskan itu ingin sekali lagi merasai bibir yang sedang terbuka karena terkejut.


"Enggak nona Salwa."Suara yang tadi malam Salwa dengar lewat sambungan ponsel kini menjadi nyata.


Tanpa aba aba Salwa langsung berdiri dari duduknya hingga kursi yang ia duduki terjatuh dan berlari menuju tangga kamarnya."Arrgghhh,bang Bim jahat,aku kaya singa gini,arrhhhgg !"Salwa masuk kedalam kamarnya masih dengan menutup kedua wajahnya.sesampainya di kamar Salwa langsung membanting tubuhnya ke ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.


"Maaf pak Axel,Salwa walau usia udah banyak,tapi karena terbiasa hidup sendiri dan hanya di rumah ini saja kesehariannya menjadikan ia bagai anak gadis yang masih sekolah."Ujar Bima.


Axel meminum teh hangat yang Nayla sungguhkan tadi,"Enggak masalah bang."Lanjutnya.


Bima yang mendengar Axel memanggil dengan kata 'abang' langsung terdiam.Axel yang menyadari jika Bima terpana akan panggilan spontanya langsung tertawa.


"Enggak masalah kan jika saya memanggil pak bima seperti calon makmum saya memanggil anda begitu ?"


"Makmum."Gumam Bima.

__ADS_1


Axel mengangguk,"saya serius ingin segera menikahi nona Salwa,tapi ada satu hal yang saya ingin utarakan.Maaf jika ini akan membuat abang merasa saya tidak gentlemen.


Bima memicingkan matanya,"Maksud anda pak Axel ?"


Axel mejelaskan jika ia tak bisa mempublish dulu hubungannya dengan Salwa karena ada banyak hal yang harus ia urus sebelum semua itu selesai ia tak bisa menunjukkan kepada semua orang jika Salwa adalah wanitanya.


"Maksud anda bagaimana ?" Tanya Bima.


"Saya sedang mencari tahu tentang mantan suami Salwa dan beberapa orang di masa lalunya,ada hal yang tak bisa saya lacak dengan mudah,jadi saya menyimpulkan pasti ada sesuatu dengan semua itu.dan ada seseorang yang sedang memata matai saya dan juga Salwa,saya tidak tau apa motifnya tapi demi keamanan Salwa saya diam diam meminta beberapa bodyguard saya untuk mengikuti kemana pun Salwa pergi."


Nayla yang mendengar percakapan serius antara suami dan calon adik iparnya itu meminta Allan sang anak untuk melanjutkan sarapannya di ruang tengah.


"Maksud anda ada yang ingin berbuat jahat dengan Salwa ?"Tanya Nayla.


"Saya tidak pasti orang ini mau berbuat jahat atau hanya mengumpulkan sebuah data saja."Ujar Axel.


Bima semakin bingung,"data apa maksudnya ?"


"Nanti akan saya kabari lagi jika ada hal baru yang kami temukan pak bima,dan kedatangan saya kemari juga untuk mengatakan apa anda tertarik untuk menjadi direktur keuangan di ART MEDIA ?"


Mata Nayla membola,"Di Direktur ?"Axel mengangguk.


"Saya sengaja datang dan tidak membicarakan ini di kantor karena terlalu banyak telinga kotor di sana.


Bima paham apa yang di maksud Axel dengan telinga kotor pun hanya menganggukkan kepalanya,"bisakah saya memikirkannya terlebih dahulu pak ?"


Axel mengangguk,ia mengatakan jika selebihnya ia akan bicarakan lagi setelah Farhan selesai dengan pengintaiannya.bukan tanpa alasan Axel membicarakan banyak hal ini kepada Bima juga Nayla,karena hanya mereka orang orang yang bisa di percaya,tidak dengan gegabah ia melakuakan ini,ia sudah lebih dulu mencari seluruh data diri keduanya dan nihil,Axel tak menemukan indikasi akan kejahatan apapun.


Ia juga ingin keduanya menjadi orang yang akan Axel percaya untuk mejaga Salwa jika terjadi sesuatu pada nya suatun hari nanti.


"Apa saya boleh naik keatas,ke kamar Salwa ?"Tanya Axel meminta ijin.


Bima serta Nayla mengangguk,mengijinkan.


...💜💜💜💜💜💜💜💜...

__ADS_1


__ADS_2