SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 25 - Penyelamatan yang tak terduga


__ADS_3

Setelah Salwa pingsan,pria yang menyamar menjadi OB tersebut mengangkat tubuh Salwa dan memasukkan Salwa ke troli yang terdapat alat alat kebersihan di bagian bawah nya.namun sebelum itu ia mendeteksi terlebih dahulu bahwa tidak ada alat penyadap atau GPS di tubuh wanita mungil itu.


Pria itu dengan tenang,mendorong troli agar penyamaran dan gerak gerik nya tak mencurigakan.


namun ia salah,seseorang sudah mulai gelisah karena wanita pujaannya tak kunjung kembali,apa lagi tanda hijau di jamnya terus bergerak tak sesuai arah ke dalam ballroom.


Axel mengangkat tangan kanannya ia menutup mulutnya namun tidak rapat."Han,ada yang tidak beres.dimana kau ?"Axel berbicara sedikit berbisik lewat alat kecil yang ia pakai di telinga sambil mengamati sekitar dan berusaha tak membuat orang orang yang mungkin sedang menyamar curiga.


"Saya sedang di luar bos,saya segera akan ke kamar mandi !" Jawabnya.


"Axel mengeram tertahan,"tak perlu ikuti kemana pun sinyal hijau milik Salwa,apa kau tak memperhatikan !" Axel cukup kesal karena Farhan tak fokus.


Farhan baru tersadar jika dari tadi ia tak melihat jam nya karena terlalu sibuk mengamati sekitar yang menurutnya mencurigakan,namun ia keliru,ia telah di kelabuhi.


"**** !"Aku di kelabuhi."Farhan langsung keluar dari ballroom namun sayang nya ia terlamabat,sebuah SUV berwarna putih telah keluar dari hotel dan membawa Salwa yang ada di dalamnya.


"Bos.nona Salwa berhasil mereka bawa !"Ujar Farhan setelah mobil itu lewat di depannya dan menampakan sinyal Salwa yang bersamaan menjauh.


Axel berdiri dengan tenang,ia tak lupa memberi isyarat kepada David yang berada di meja lain,ia berjalan perlahan menuju meja tuan Sandi,"permisi tuan Sandi maaf saya harus lebih dulu pamit karena ada pekerjaan mendadak."Ucapnya.


Tuan Sandi berdiri dan menepuk pundak Axel pelan,"mainlah kerumah sesekali dan jika kamu tidak sibuk ajak lah Diva untuk jalan jalan,ia sudah terlalu lama meninggalkan Jakarta,jadi perlu teman untuk sekedar jalan jalan."


Axel tersenyum tenang walau hatinya bergemuruh,"nanti saya akan menghubungi anda tuan."Ujar Axel.


Axel lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar dari ballroom menuju loby.


Sesampainya di loby Axel sudah di tunggu oleh salah satu bodyguardnya."Sudah menemukan sinyal Salwa ?"tanya Axel.


Sang pengawal rahasia yang bernama Jun itu mengangguk dan mengambil sebuah tab berwarna hitam lali ia serahkan ke Axel."Ini bukannya daerah komplek lokalisasi ?"Tanya Axel.


Pria berkulit sawo matang itu mengangguk,benar sekali bos !"


"Brak"

__ADS_1


"Ada apa tanya David yang baru saja masuk kedalam mobil,"Wanita ku di culik !"


"Apa ?"nona manis itu di culik ?"David tanpa sadar memanggil nama yang ia sematkan untuk Salwa.


Axel mengernyit,"sepertinya ada hal yang harus kamu jelaskan padaku nanti !"David menelan ludahnya kasar,"goblok ngapain pakai keceplosan segala !"


Farhan yang sudah lebih dulu mengikuti mobil yang membawa Salwa sudah berada di jarak aman dua mobil di belakang SUV putih itu.


"Tuan muda,mereka mempercepat laju mobilnya dan ada seseorang di depanku membawa motor,jika di lihat motor itu membuntuti mobil di depan."Axel yang mendengar penuturan Farhan menyipitkan matanya,"apa mungkin dia ?"Axel tersenyum penuh makna membiuat David yang ada di sebelahnya merinding.


Farhan berenti cukup jauh ketika mobil SUV itu berhenti di sebuah rumah berlantai dua yang sudah masuk ke dalam komplek lokalisasi yang mejadi tempat bersenang senang kaum borjuis,lokalisai ini masuk dalam kelas unggulan,dan hanya orang orang kaya tertentu yang bisa masuk kesana.


"Bagaimana tuan ?"aku di belakang mu Han."jawabnya.


Axel merapikan jasnya,ia ambil sebuah revolver di bawah jok mobil nya dan menyelipkan di bagian belakang jasnya,sedangkan David mengambil sebua pisau lipat karena ia memang tak bisa menggunakan senpi.


"Jika kau tak siap,tunggu saja di mobil dan mengamati sekitar !"Ujar Axel.


David hanya bisa mendengus kesal,bagaimana pun wanita yang ada di dalam sana merupakan gadis pujaannya juga.


"Aman bos,mereka sudah berhasil di lumpuhkan."Jun sang pengawal rahasia yang selalu mengikuti Axel dari jarak jauh,sudah memberi sinyal SOS kepada bawahannya dan mengirimkan sinyal dari GPS yang ada di baju Salwa yang tak berhasil di lacak OB palsu itu.


"Siap!"dua pengawal setianya ini menganguk.


Axel masuk dan benar saja para bodyguard yang ada di luar sudah tergeletak di lantai,sedangkan pintu juga sudah di buka oleh para bawahan Jun.mereka menunduk hormat kepada Axel.


"Di dalam hanya tersisa dua saja tuan muda !"Axel hanya menjawab dengan anggukan.Axel sengaja memberi perintah oleh Jun agar tak langsung pada intinya karena ia ingin hanya dengan tangannya ia menghajar pria sakit jiwa itu.


Axel masuk dengan perlahan,ia lamat lamat mendengar sebuah pecahan kaca,entah itu botol atau yang lain,jantung Axel langsung berpacu sangat cepat."Kamu harus baik baik saja !"batinnya bergumam.


"Siapa kalian ?"Tanya bodyguard yang berjaga di depan pintu sebuah kamar yang Axel yakini Salwa ada di dalamnya.


Tanpa menunggu mereka berdua langsung menyerang Jun yang maju terlebih dahulu,sedangkan Axel dan Farhan langsung siap dengan senjata mereka.

__ADS_1


"Brak !" Axel menendang pintu berwarna putih itu yang ternyata tak di kunci.


"Bre**sek !"Umpat Axel yang melihat Salwa dalam kondisi acak acakan serta terdapat luka cukup lebar di pahanya dan masih mengalir darah segar dari sana,serta satu pria bersimbah darah di kepalanya sedang memegang lengan Salwa..


Sedangkan Gavin membola melihat Axel tepat waktu datang ketempat ini.


Beberapa saat lalu..


Salwa yang terbangun dalam kondisi sedikit melayang karena obat yang disuntikkan sang OB palsu itu mulai merasakan hawa tak nyaman di tubuhnya,sedangkan dua pria yang duduk di kursi menghadap ke arah ranjang yang Salwa tiduri tersenyum smirk menatap lapar kepada Salwa.


Salwa mulai gelisah,"kenapa nona apa anda perlu pelampiasan ?"Tanya Gavin sang penikmat dunia bawah pusar.


Salwa yang mendengar suara Gavin mengernyit,"Suara ini seperti pernah aku dengar ?"Benaknya bergumam.


Pria yang menyamar jadi Ob itu mulai mendekat kearah Salwa,ia belai pipi mulus Salwa dan hampir saja membuat Salwa terbuai karena pengaruh obat sakti tersebut.


"Jauhkan tangan mu !"Salwa berusaha mengumpulkan semangat nya kembali.


"Jangan sombong nona,kita habiskan malam ini bersama sama,bagaimana tuan muda ?"pemilik GS club itu tersenyum penuh hasrat.


"Axel tak akan bisa datang ketempat ini tepat waktu nona,jadi terima saja dan nikmati kebersaman kita."Salwa turun dari ranjang dua pria itu hanya melihat kemana arah Salwa melangkah,dan ternyata ia mengambil botol di atas nakas yang tertangkap pengamatannya.


"Wau dia ingin mengajak kita minum tuan muda !"Sang pengawal setia itu terbahak.


Namun sebelum tawa itu reda,Salwa memecahkan botol itu dengan memukulkannya ke kepala pelayan setia Gavin Suhendra.


"Argghhh !" pria itu tersungkur dengan luka robek di kepalanya,Gavin yang melihat itu sangat terkejut,ia tak menyangka dalam kondisi ini wanita itu masih saja memiliki kekuatan.


"Dasar ****** !"Gavin langsung membanting tubuh Salwa ke ranjang setelah membuang botol yang telah pecah itu.


Dengan sekuat tenaga Salwa mencoba tak terbuai dengan laki laki yang sedang berada di atasnya ini.ia tak berontak,ia kumpulkan tumpuan pada kakinya dan,"Buk !" ia menendang perut Gavin membuat pria itu seketika tersungkur memegangi perutnya yang sakit,Salwa beranjak kembali dan mengambil pecahan kaca di bawah ranjang lalu ia tancapkan ke paha kirinya agar membuat ia tetap tersadar.itu adalah pelajaran yang Jack ajarkan padanya jika dalam situasi seperti ini."Ajaran mu berguna Jack,"Gumam Salwa.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


Maaf jika adegan ini terlalu bertele tele,namun saya sudah semaksimal mungkin dan membuatnya senatural mungkin sesuai imajin saya...


😊😊😊😊😊😊


__ADS_2