SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 45 - Si pria Gurun


__ADS_3

Satu minggu berlalu dengan cepat, setelah kejadian malam itu Axel tak lagi memperbolehkan Salwa datang ke kafe, ia pikir berada di rumah beberapa waktu kedepan adalah hal yang lebih aman dan tepat, Salwa yang tak ingin membantah perintah suaminya, memilih mengalah dan menurut saja, alhasil beberapa pekerjaannya ia diskusikan lewat salah satu aplikasi online bersama Jack dan Yanti, awalnya Jack merasa Axel berlebihan tapi setelah Salwa mengatakan jika ia mengalami kejadian berbahaya malam itu akhirnya Jack memaklumi dan mengatakan kepada Salwa jika Kafe aman di bawah kendalinya dan Yanti.


"Aku hari ini akan bekerja di rumah sayang!"


Axel mengusap kening sang istri yang berada di di pelukannya. Salwa tak mendengar jelas, karena rasa lelah sekaligus puas yang ia dapatkan secara bersamaan, membuatnya kembali mengarungi mimpi setelah adegan menegangkan yang ia lakukan bersama Axel di atas ranjang king sizenya.


"Sayang?"


Axel menggoyangkan sedikit tubuh tak berbalut kain itu, namun sayangnya ang istri masih terlalu nyaman dengan posisinya.


Axel tersenyum, apa yang ia citakan kini sungguh menjadi nyata, harapan nya terkabul melihat wanita yang tadinya hanya berputar-putar di kepalanya, kini ada di sampingnya dengan segala jiwa dan raganya telah Axel miliki.


Apa lagi yang ia harapkan? banyak, ia masih menunggu Jo mendapatkan obat dan terapi yang tepat untuk mengembalikan kesuburan Salwa, Axel mulai sedikit merasa cemas, ia takut Salwa akan mengetahui hal yang sebenarnya jika ia tibba di waktu jatah menstruasi nya.


Jonathan mengatakan jika Salwa akan mengalami sedikit perubahan kebiasan saat ia datang bulan. Namun semoga saja Salwa tak menyadari jika ada yang lain pada tubuhnya, itu harapan Axel.


Ia kembali menutup tubuh bayi baru lahir istrinya, ia tambah lagi suhu AC kamarnya agar tetap dingin karena hari mulai siang.


Ia pakai celana pendeknya, dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa kegiatan yang sangat ia gemari.


Axel membuka ruangan yang terdapat lemari baju, beberapa aksesoris miliknya dan Salwa, serta satu rak sepatu yang cukup besar. Ia mengambil kaos berwarna biru muda serta celana kain untuk ia pakai.


Klek


Ia buka pintu ruangan setelah selesai memakai baju, ia berjalan menuju ranjanganya, namun ternyata sang istri sudah bangun dari mimpinya dan duduk mengapit selimut untuk menutupi dadanya.


"Kenapa bangun?"


Salwa menatap Axel dengan wajah yang sudah segar, ia memanyunkan bibir mungilnya.


"Kenapa mandi tidak mengajakku?"


Axel terkekeh dan mendekat ke arah ranjang nya.


"Aku kira kamu akan tidur hingga siang berganti malam, jadi aku membiarkan mu tetap mengarungi mimpi yang mungkin belum usai."


Salwa kembali merebahkan kepala nya di pundak sang suami.


"Aku bosan di rumah terus Ax!"


Wajah Axel langsung berubah suram ketika mendengar kata-kata Salwa.


"Aku mohon sayang, di rumah bawa saja teman wanita mu itu jika kamu bosan, tapi please tetap di rumah, oke?" Axel mengusap surai sebahu itu lembut.

__ADS_1


Salwa hanya bisa menurut, bagaimana pun benar kata Axel, semua demi keamanan nya. Malam itu jika tak ada Jun entah apa yang terjadi padanya, mungkin kini ia sedang tergeletak kembali di atas brankar rumah sakit dengan lubang di salah satu bagian tubuhnya.


"Mandi lah, kita sarapan yuk!"


"Mau sarapan apa, aku enggak masak?"


"Kita bisa pesan sayang, atau minta tolong salah satu ajudan di depan untuk keluar."


Salwa mengangguk patuh, ia menyibak sedikit selimut dan mengambil lingerie yang teronggok di bawah samping tempat ia tertidur.


Axel yang melihat Salwa masih ogah-ogahan langsung mendekat ke arah sang istri lalu menggendongnya ala pengantin baru dan membawanya ke kamar mandi.


"Apa masih senikmat itu hem? sampai kamu masih tak berniat untuk bangun?"


Salwa menyembunyikan wajahnya di dada Axel dengan senyum malu-malu.


.


.


.


Meja makan yang tadinya sepi bagai makam, kini sudah ramai dengan dentingan sendok setelah salah satu pengawalnya kembali dengan menenteng beberapa kantung yang berisis makanan serta bahan-bahan untuk Salwa masak siang nanti.


"Semua yang ada di rumah ini serta beberapa yang stand by di jalanan semua di bawah kuasa Jun sayang. Yang berarti di bawah perintah dariku, tidak ada satu pengawal pun dari keluarga Hadinata ada disini."


Salwa manggut-manggut bagai mainan kucing, dan kembali fokus pada makanannya.


"Eemm ... tapi ada satu hal yang kamu wajib tahu tentang Jun sayang!"


Salwa mendongak menatap Axel dengan seksama. Pria itu menarik nafas pelan, bagaimana pun sang istri harus tahu satu persatu tentang semua yang berhubungan dengan pekerjaan dan para pengawalnya.


"Jun adalah mantan seorang narapidana!"


"Uhuhk uhhuk!"


Salwa tersedak makanannya mendengar penuturan sang suami. Axel bangun dari duduknya, ia merasa bersalah karena kata-kata nya Salwa sampai tersedak dan mengeluarkan air mata.


"Maaf sayang, aku mengejutkanmu?"


Axel menepuk-nepuk pelan punggung atas Salwa sampai wanita itu merasa tenang.


"Na narapidana apa?"

__ADS_1


Axel menatap mata Salwa lembut, ia usap punggung itu kembali agar Salwa siap mendengar kelanjutannya.


"Dia pernah hampir membunuh seseorang."


Salwa mengedip-ngedipkan matanya, ia tak percaya apa yang ia dengar, pria gurun itu mantan napi karena percobaan pembunuhan, sungguh ia tak ingin percaya ini.


"Si siapa yang ia ingin bunuh?" tanya Salwa lirih,


Axel kembali duduk di kursinya. "Selingkuhan istrinya." jawabnya.


Mata Salwa membola, jadi Jun si pria gurun itu sudah pernah menikah? sungguh tak percaya. Dan seseorang yang hampir tewas di tangannya adalah selingkuhan istrinya? wau secantik apa istrinya itu sehingga menjadi sombong dengan berselingkuh pikir Salwa.


"Lalu bagaimana kamu mengenalnya Ax?" tanya Salwa penasaran.


Axel menerawang saat pertama kali dimana Axel tak sengaja hampir menabrak pria malang itu. Axel yang kala itu masih berusia 18 tahun, menatap iba kepada pria tinggi besar namun sorot mata nya terlihat rapuh.


Juna sendiri dulunya adalah seorang perwira Angkatan Darat, ia menikah di usia yang masih muda kala itu, namun sayangnya setelah satu tahun menikah Jun harus pindah tugas ke ujung barat pulau indonesia untuk waktu yang cukup lama. Dalam tugasnya jika tak ada hal penting setiap perwira di larang untuk kembali ke kota nya masing-masing.


Namun suatu ketika, ibunya mengirimi ia surat dan mengatakan jika sang istri mulai bertingkah di luar batas, ia sering menerima tamu laki-laki hingga membawa masuk ke dalam rumah, tadinya Juna tak percaya, tapi karena ia tak ingin terus berasumsi akhirnya ia meminta ijin atasan untuk pulang dengan alasan ibu nya sedang sakit dan ingin bertemu dengannya.


Namun sungguh malang, sesampainya di rumah, ia mendapati sang istri yang tengah bergumul mesra di ranjang yang biasa mereka pakai tanpa sehelai benang pun.


"Ya Allah, lalu setelah itu Jun menghajar pria itu?"


Axel mengangguk, ia tersenyum miris. kembali ia mengingat kelakuan yang juga pernah ibu tirinya lakukan diam-diam tanpa sepengetahuan sang ayah, mungkin jika ia melakukan dengan orang yang bukan saudara, Axel memaklumi tapi ini kakak nya sendiri, sungguh ia tak habis pikir.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Thanks untuk para pembaca setia yang masih tongkrongin cerita remahan kue lebaran ku..


I lope yu Alll.... jangan lupa like, komen dan Vote nya yaa...


Oh iya, aku ada cerita baru dari teman sejawat nih, simak yuk jangan lupa mampir ya gengs,,,share kalau perlu..


Napen : Ummu Salamah


JUDUL : MY LOVE FOREVER


Kisah percintaan di bumbui kisah masa lalu yang belum usai...


Ceeeekidoottt..


__ADS_1


__ADS_2