SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 6 - Mendatangi Wanita Superhero


__ADS_3

Ketiga pria berjas rapi ini kini sedang saling tatap,Farhan yang tidak tahu harus berbicara apa hanya melirik ke arah Axel tanpa ingin menatap Bima yang duduk dihadapannya.


"Kalau boleh tahu ada apa ya pak,apa ini mengenai adik saya yang membantu bapak dari pengroyokan,saya janji pak tidak akan mengatakan kepada siapapun,maka dari itu saya tidak bertanya tetang kejadian itu dengan pak Axel atau pak Farhan."Ujar Bima sedikit cemas.


"Tenang pak Bima,saya mengundang anda kesini bukan untuk membicarakan masalah penyerangan itu,ini lebih penting lagi."Ujar nya sangat meyakinkan.


Hening....


Nah kan,bingung die mau bicara apa."Benak Farhan ketika Axel menghentikan perkataannya.Bima yang menunggu perkataan selanjutnya dari Axel harap harap cemas,bahkan kini detak jantungnya mulai sedikit kencang bak lari maraton.


"Pak?" Farhan menyenggol kursi yang Axel duduki.


"Ekhem...!"Begini pak Bima,saya ingin.


"Ingin?"Beo Bima.


"Saya ingin meminang adik pak Bima,untuk jadi istri saya."Ujar Axel tegas,tanpa keraguan.


Jederr,bak disambar petir disiang bolong.Bima terkejut bukan main,bola matanya yang tadi tenang menyimak perkataan atasannya itu,kini membesar bagai bola pingpong.


"Maksud bapak,meminang ? melamar jadi istri ? "Tanya Bima serius."Axel mengangguk tegas.


Bima terdiam sesaat."Maksud bapak apa ?"Pekiknya."Lah kagetnya delay."Benak Farhan,tertawa.


"Ya yah,maksud saya begitu." Ujar Axel terbata.Bima yang menyadari jika ia meninggikan suaranya langsung mencoba relaks kembali.


"Pernikahan bukan mainan pak Axel,saya tahu anda memiliki segalanya,tapi apa adik saya pantas bersanding dengan anda,apa lagi...

__ADS_1


"Adik anda lebih tua dan seorang janda."Axel meneruskan kalimat yang Bima ungkapkan.


Bima cengo,ia lupa berhadapan dengan anak jenius yang tiada tara ini.jelas Axel pasti sudah mencari tahu tentang Salwa baik luar maupun dalam.bahkan berapa isi rekening Salwa pun pasti Axel sudah tahu.


Bima hanya bisa menghela nafasnya,bukan ia tak mengijinkan Axel untuk meminang sang adik,tapi lebih pada Salwa yang pasti akan langsung menolak.bukan sekali dua kali Bima mengenalkan pria mapan pada Salwa,namun hati Salwa masih terpaut pada almarhum Satya sang suami.


"Maaf pak Axel,bukan saya tidak mengijinkan,namun Salwa susah untuk di dekati,saya sudah berkali kali memperkenalkan pria mapan padanya,namun ia selalu menolak.


"Yah,saya tahu.Karena hingga detik ini ia masih menjadi tulang punggung keluarga mantan suaminya bukan?"Bima mengangguk,Rasa bersalah akan hal yang sebenarnya tak ia lakukan,membuatnya tidak bisa berpaling."Lanjut Bima.


Axel paham sekarang,kenapa ia tak menemukan sama sekali identitas pria sebagai pacar atau teman dekat Salwa setelah menjadi seorang janda.


"Jika boleh tahu,apa yang membuat anda ingin menikahi Salwa,jika anda bilang cinta itu tidak mungkin."Ungkap Bima penuh ketegasan.


"Saya juga tidak yakin,namun usapan lembutnya mengisyaratkan sesuatu,tetapi saya masih tidak yakin." Jawab Axel singkat.


"Berikan saya satu alasan,tentang usapan yang bapak maksud ?"


Axel mencoba mengingat kejadian tengah malam itu,ia yang pulang dari menemani klien di club,dan memilih jalan pintas itu agar cepat sampai di rumah,justru malah dihadang beberapa preman,yang ia sendiri tak yakin sebenarnya apa motif mereka.Namun tiba tiba seorang gadis bak malaikat datang di tengah tengah kerumunan itu tanpa rasa takut sama sekali.Axel sempat blank maka dari itu ia sampai terkena pukulan tongkat baseball walau tidak terlalu keras,karena terhalau lengannya.


"Anda tahu tentang rumor bahwa saya pengidap penyakit aneh,karena saya tidak bisa naik lift dan selalu menolak berjabat tangan dengan selayaknya kepada para klien ?" Bima mengangguk.


Saya terkena Claustrophobia,biasanya penderita ini hanya akan takut pada ruangan sempit serta gelap saja,tapi tidak dengan saya pak Bima.saya juga tidak nyaman disentuh walau dengan anggota keluarga saya sendiri.Axel terus menjelaskan semuanya agar Bima bisa mencerna sendiri apa yang sebenarnya terjadi padanya,sampai dimana ia mengatakan jika ia tak berpengaruh dengan usapan Salwa,justru ia nyaman dengan sentuhan itu.


Bima paham apa yang Axel sebenarnya ingin ia jelaskan padanya,tapi bagaimana pun juga hanya Salwa saja yang bisa memutuskannya.Bima dengan tegas mengatakn itu kepada Axel CEO ART MEDIA tempatnya ia mengadu nasib.


Bima tidak ingin memaksakan sesuatu yang jelas jelas tidak masuk akal bagi Salwa dan dia sendiri tentunya.

__ADS_1


Ia dan Slawa hanya orang biasa,bisnis kafe dan resto yang Salwa bangun dengan susah payah itu pun harus menggunakan pinjaman dari bank agar dapat memajukan bisnisnya,sampai pada akhirnya Salwa baru bisa melunasi pinjaman itu 6 bulan yang lalu dengan bantuan Bima juga tentunya.jika di bandingan dengan kekuasaan dan kekayaan Axel ia masihlah remahan kue lebaran.


Lalu bagaimana pendapat keluarga Satya,jika adiknya di pinang oleh seorang Arion Axell Hadinata.Bima tak bisa menduga apapun,yang ia tahu ibu mertua adiknya itu pasti akan kembali mengucapkan sumpah serapah kepada Salwa.


****


Malam hari di SATYA cafe & resto,Salwa yang tadi siang tengah menjadi perbincangan hangat oleh Axel dan Bima sang abang,kini ia tengah fokus menatap layar laptopnya untuk melihat garafik pendapatan bulanannya.


"Hanya dua bulan dalam 8 bulan ini pendapatannya sedikit menurun,"Gumamnya sembari menyeruput latte yang dibawakan salah satu karyawannya tadi.


"Tok tok"


"Masuk." Ucap Salwa


"Permisi kak,ada yang mencari."Ujar Mita salah satu pramusaji yang bekerja di tempatnya.


"Mencari ? Tamu maksud kamu ?" Mita mengangguk.


Salwa memegang dagunya,berpikir kira kira siapa yang mencarinya malam malam begini.


Minta masuk Mit,sebelum nya terima kasih ya."Mita mengangguk.


"Silahkan pak,kak Salwa menunggu di ruangannya."Dua pria berjas rapi yang menjadi tontonan para pengujung serta para pramusaji ini melenggang masuk kedalam setelah di beri ijin.pria muda itu bisa saja langsung melenggang masuk,namun ia tidak ingin memberi kesan buruk untuk pertemuan pertama mereka dalam konteks bertamu.


"Selamat malam nona Salwa Mahira!"Suara khas seorang pria matang walau usianya masih 20an,membuat Salwa yang asik menatap layar ponselnya mendongak dan mengernyit.


Untuk apa mereka datang,apa ada masalah setelah malam itu,pikiran Salwa berkecamuk.ia menerka nerka maksud kedatangan dua Pria yang ia tolong beberapa hari lalu ini.

__ADS_1


...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...


__ADS_2