SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 37 - Video amatiran


__ADS_3

Malam hari di kafe, Jack dan Salwa tengah berbicara serius tentang hal yang baru saja ia ketahui.


Jack yang tak bisa lagi mengelak, hanya bisa diam dan mendengrkan wanita itu mengomel. Karena ia menyadari jika tindakan yang ia ambil memang keliru.


"Aku bingung sama Yanti juga, bisa-bisanya dia nutupi ini dari aku!"


Jack hanya tertunduk saja. Tanpa membela ataupun memberi keterangan.


"Kalau Mitha enggak keceplosan, aku enggak bakalan tahu hal ini, ini kafe aku rintis susah payah Jack, kamu tahu itu!" Seru nya, ia juga tak habis pikir dengan seseorang yang melakukan ini kepada kafenya, karena Salwa pikir selama ini ia tak memiliki musuh.


"Maaf Sal, aku dan Yanti hanya tidak ingin kamu tambah sakit jika tahu hal ini, lagian juga semua sudah baik baik saja kan."


"Tentu,suami mu sudah mengurusnya! benak Jack."


"Jadi laporan yang kamu kirimkan waktu itu, semua nya bohong? kamu manipulasi?"


"Bukan manipulasi Sal, itu laporan beberapa bulan sebelumnya saja , hanya aku ganti judul laporannya, jika aku memanipulasi data bisa di penjara aku!"


Salwa hanya melengos dan kembali duduk di kursinya, mungkin karena ia lelah berdiri serta mengomel sepanjang dan selebar jalan tol.


Tok tok


"Selamat malam!"


Pria tampan dengan rahang kokoh, serta dada bidang nya, berbalut jas resmi, melangkah maju masuk ke dalam ruangan Salwa.


Cup


Kecupan singkat di pipi Salwa seketika membuat hati gerah wanita itu langsung menjadi dingin bagai tertimpa hujan Salju.


"Ada apa, kata Jun kamu pulang terlambat?"


"Kalau begitu aku permisi!" Jack yang tidak ingin melihat kemesraan mereka berdua memilih undur diri.


"Besok kita bahas lagi!" Jack hanya bisa mengangguk pasrah, "gara-gara mitha ini! huh !"


Axel menarik pinggang sang istri ketika Jack sudah berlalu, ia duduk kan Salwa di sofa ruangan itu dan memeluk nya posesif. Ia mengendus bau tubuh Salwa yang sangat ia rindukan.


"Aku bau ax!"


"Aku suka bau tubuhmu! "Axel terus mencecap leher Salwa hingga membuat sesuatu di bawah sana mulai bergejolak.


"Ax, ini di kafe!" Ujar nya pelan.


Namun sayangnya Axel tidak mau mendengar kata-kata sang istri, ia terus saja melakukan hal yang ia mau tanpa kawatir akan ada yang menganggu, jelas lah, Jun sang pengawal setia sudah berdiri di depan pintu bersama dengan Farhan untuk mengahalau siapapun yang akan masuk ke ruangan sang Nyonya.


"Ax!" suara Salwa tertahan saat tangan kekar itu sampai pada tempat dimana biasa ia letakkan saat tidur bersama dengan Salwa satu minggu ini.


Axel memijat pelan dua bukit berbatu kembar itu seakan-akan mereka sedang pegal dan butuh pijatan agar rileks, namun justru hal ini tidak membuat sang pemilik merasa tenang.


"Aku sayang kamu!" bisiknya.

__ADS_1


Tanpa aba-aba ia mencium bibir mungil Salwa dan ********** habis, sedang kan Salwa yang tak siap mencoba meremat jas Axel berpegangan agar tubuhnya tidak oleng.


Hingga beberapa detik kemudian Axel masih belum melepas tautan bibir mereka serta tangan nya masih aktif di dada sang istri.


"Huh huh,aku habis nafas Ax!" Salwa melepas paksa keromantisan itu.


"Aku belum puas sayang!" Axel merengek seperti balita yang di sapih oleh ibunya.


Salwa langsung membenahi bajunya, dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya untuk menetralkan degub jantungnya yang tiba-tiba marathon.


Axel dengan sigap mengusap bibir Salwa yang masih terdapat sisa saliva miliknya.


"Kamu manis, kapan aku mendapat jatah lebih sayang?" senyum jahat Axel membuat Salwa tertawa.


"Apakah ini sudah tidak tahan?" Salwa mengusap pedang sakti yang siap bertempur di arena ring tinju itu.


Axel mendesis bagai kobra yang siap melemparkan racun mematikannya, ia menahan usapan itu dan memandang Salwa dengan mata penuh damba.


Sedangkan Salwa menarik sudut bibirnya karena berhasil menaikan libido sang suami. Namun senyum itu tak bertahan lama.


"Jika kamu ingin merasakan nirwana itu, selesaikan tugasmu!"


Perkatan yang syarat ancaman itu membuat seketika badan tegap berotot itu loyo bagai daun yang terlepas dari batang nya.


Salwa berjalan ke arah kamar mandi dengan senyum jahatnya, "aku kerjain kamu!" ia terkekeh menutup mulutnya.


Sedangkan Axel yang kalah sebelum bergulat hanya bisa mendesah pasrah, ia sungguh menyesal kenapa tidak dari dulu ia mendengar usulan Farhan untuk mengikutinya belajar dan mendengarkan kajian dari beberapa ustadz yang sudah asistennya itu sarankan agar menjadi guru mengajinya.


"Padahal aku bisa melakukan tadi karena belajar nonton video, namun ternyata itu masih tidak berguna, dasar viedo amatiran!"


Sedangkan di luar sana, Jun dan Farhan sedang mengghibah sang tuan yang sedang merebahkan punggungnya karena tak bisa melakukan hal yang ia inginkan dengan bahsa isyarat.


Mereka saling lirik dan saling mengedikkan bahunya tanda tak mengerti apa sang tuan bisa berhasil melakukan misinya.


"Hah!" mereka menghela nafas bersamaan, mereka sangat tahu selain Axel tak pernah dekat dengan wanita manapun, ia juga tidak mengetahui cara merayu wanita agar bisa tenggelam larut dalam buaian rasa haus jiwa.


.


.


.


.


Salwa yang cukup lelah dengan beberapa pekerjaan di kafe, membuatnya langsung tertidur saat perjalanan pulang menuju ke kediaman nya bersama Axel yang sedang mengusap lembut surai sebahu itu.


"Apa anda membutuhkan beberapa referensi lagi Pak?"


"Ck!"


Farhan yang mendengar Axel berdecak menelan ludahnya, sepertinya apa yang ia pelajari tadi di kantor memang tidak berhasil membuat sang nyonya terpancing.

__ADS_1


"Jangan lagi menyodorkan video-video itu Han, tidak ada gunanya sama sekali!"


Farhan yang penurut menganggukkan kepalanya walau hanya terlihat samar dari arah belakang. Sedangkan Jun mengikuti mobil Axel dari arah belakang dan memantau sekitar, "Mobil itu bukan mobil anak buah tuan Erland, siapa mereka?"


Jun bergumam, karena melihat sebuah mobil namun ia pastikan itu bukan mobil yang mengikuti ia dan sang nyonya tadi pagi.


Tut tut


Jun mencoba menghubungi seseorang, "Iya Jun?" sapa seseorang di seberang sana.


"Aku kirimkan plat nomer sebuah mobil padamu, tolong segera di cek, dan serahkan laporannya segera padaku!"


Perkataan syarat akan ketegasan membuat seseorang di seberangb sana mengangguk tegas, ia tahu jika ini pasti hal darurat.


"Aku akan segera menganalisisnya!"


"Baik!" Jun langsung menutup sambungan teleponnya.


Jarak antara kantor, kafe dan kediaman yang Axel bangun memang sedikit jauh, Axel sengaja membeli tanah di sebuah lahan yang masih kosong dan belum terdapat bangunan rumah yang terlalau banyak, ia melakukan ini karena ia ingin tenang bersama sang istri dan jauh dari hiruk pikuk suara kendaraan.


Dan yang paling penting tempat ini memudahkan Axel untuk mengetahui siapa orang-orang yang sedang mengintai atau mengikuti mereka.


...🍀🍀🍀🍀🍀...


Hai readers, gimana kabar kalian hari ini?


Gimana nih sampai disini?


konflik mereka akan segera dimulai ya, jadi harap tenang dan simak terus ya gengs...


lope lope sekebon,,,, ❤❤❤❤


Oh ya aku ada novel baru juga nih dari teman penulis,novel ini juga di noveltoon kok,simak blurb nya yuk! di jamin menarik, cinta antara guru dan siswanya...


Nama pena : LichaLika


Judul : Bu Guru AKU PADAMU


BLURB :


ALDO ALEXANDER seorang siswa kelas 12 SMA, jatuh cinta kepada gurunya sendiri Vega Aprillia guru Fisika.


Sosok Aldo yang tampan dan sedikit jail, membuat Aldo di kenal sebagai siswa yang somplak di antara teman-temannya.


Vega Aprillia adalah guru Fisika yang baru di sekolah Aldo.


Aldo sangat membenci pelajaran Fisika, setiap Vega datang ke kelasnya, Aldo selalu membuat kegaduhan, sehingga membuat Vega dibuat pusing bukan kepalang, namun siapa sangka Aldo justru jatuh cinta kepada guru fisikanya itu.


Apakah Vega akan menerima cinta sang murid? mengingat Vega telah memiliki tunangan?


__ADS_1


__ADS_2