SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 42 - Tua-tua Keladi


__ADS_3

Dentingan sendok menghiasi pagi ini, senyum cerah bak sinar lampu 100 watt menghiasi sudut bibit Axel, pria mana yang tidak bahagia jika apa yang menjadi tugasnya sudah terlaksana, kini ia sudah menjalankan semua tanggung jawabnya, menafkahi sang istri lahir maupun batin. Bahkan setelah buka segel dua minggu yang lalu Axel tak pernah absen menjejalkan miliknya untuk membawa sang istri ke nirwana lagi dan lagi.


Bahkan pagi ini Axel kembali mencetak hattrick sampai membuat Salwa kualahan dan tertidur di bathup.


"Nanti aku mau ayam goreng ini lagi, kirim atau bawain ke kantor ya?" ujar Axel.


Salwa yang tahu akal bulus sang suami merotasikan bola matanya malas. Ia memandang ke arah lain dan berdecih.


"Hahah!"


Axel tertawa mendengar gumaman sang istri, ia menyeruput air di samping kanan nya, lalu berdiri menghampiri Salwa yang sedang duduk berhadapan dengannya.


"Sayang, jangan gitu dong, aku mencintaimu?" Axel menatap mata sang istri dengan puppy eyes nya.


Salwa tergelak, beginikah menikah dengan pria yang lebih muda dari nya, setiap hari Axel selalu manja dan itu membuat Salwa selalu merasa di butuhkan.


"Iya nanti aku kirim lewat kurir saja ya, aku ada benyak kerjaan di kafe, kasihan Jack jika aku terlalu sering meninggalkannya." ucap Salwa.


Axel lesu, ia melepaskan rengkuhannya dan berdiri memijat keningnya, "sampai kapan pria itu akan mengganggu istriku!" keluhnya dalam hati.


"Ax!" panggil sang istri.


"Hem!" Axel berdehem dan kembali membukukkan tubuhnya dan menaruh dagu itu di ceruk leher sang istri.


"Kenapa?"


"Apa kamu sungguh-sungguh menawarkan pekerjaan untuk Bang Bim?" Axel mengernyit. Hal ini ia lupakan.


"Apa Abang sudah setuju?" tanya Axel.


Salwa terdiam, tiga hari setelah Jihan datang ke kantor Axel, Salwa bertandang ke kediaman sang kakak dan mendapati Bima sedang di rumah dan sedang membuat lamaran pekerjaan, Salwa bingung kenapa sang kakak harus mencari pekerjaan lain padahal ia sudah memiliki pekerjaan yang cukup mumpuni.


Bima yang tak lagi bisa menutupi masalah yang sedang ia hadapi akhirnya menceritakan segala nya dari ia di jebak dan akhirnya memutuskan mengundurkan diri walau Axel sudah menyelesaikan masalahnya. Salwa sungguh geram dengan keluarga suaminya itu, sungguh mereka sangat keterlaluan.


"Abang masih pikir-pikir sih, tapi benar ia akan bekerja dengan David bukan di bawah naungan Hadinata kan?"


Pupil mata Axel melebar mendengar pertanyaan istrinya, apa nama Hadinata semua nya jahat dimata Salwa, Axel mengelus dada dan menelan saliva nya kuat-kuat.


"Axel, kok diem sih?" Salwa menarik tangan sang suami.


"Bu bukan lah, itu milik David sendiri sayang tenang saja ya, bantuin bujuk abang kamu ya, oke?" Salwa tersenyum sumringah dan menganggukkan kepalanya.


****


Di sebuah Vila yang cukup megah dan sangat mewah, pria bermata abu-abu itu sedang menatap wanita paruh baya yang telah melahirkannya 27 tahun yang lalu dengan tajam.


Sang ibu tak ada raut wajah takut atau gentar dengan tatapan membelot sang anak. justru ia tersenyum meremehkan.

__ADS_1


"Aku sudah mengatakan padamu, jangan campuri urusan ku?"


Pranggg...


Vas berbahan keramik itu di lempar dengan keras, namun pria bernama Lucas itu sama sekali tak terkejut bahkan ia tak mengedipkan matanya.


"Aku sudah mengatakan, jika sampai kau menyentuh wanita yang ada disisinya, aku tidak akan tinggal diam, cukup satu kali kau merenggut kebahagiannya!" Lucas, pria itu mencoba mengancam wanita yang tak lain adalah ibunya, hubungan sedari kecil yang tak pernah sejalan membuat mereka bagai kucing dan anjing.


"Apa yang kau miliki? harta kakekmu? cih!"


Wanita yang masih sangat cantik walau usia tak lagi remaja, berdiri dan mendekat ke arah anak muda yang dulu sangat penurut padanya.


"Apa kah rasa cinta membutakan mata mu Lucas? dia sudah menjadi milik orang lain, jangan bodoh!" wanita itu memegang dagu sang anak dan menggoyangkannya pelan.


Pria bernama Lucas itu menepis kasar tangan sang ibu, "tak ada urusannya aku bodoh atau tidak, aku hanya ingin menyampaikan ini padamu! aku permisi!" ia membalikkan tubuhnya berjalan keluar dan membanting pintu dengan keras.


sudah hampir 17 tahun pria muda itu tak pernah lagi memanggilnya dengan sebutan 'ibu' , bukan tanpa alasan pria itu tak lagi menghormati ibunya, banyak sekali hal yang membuatnya tak lagi menghormati wanita paruh baya itu.


Cek lek


"Nyonya!" panggil seseorang yang masuk dengan pakaian rapinya, ia berjalan mendekat ke arah wanita itu dan mengusap pundaknya pelan.


"Apa kau sudah melakukan tugasmu Vin?" pria itu mengangguk.


"Aku sudah memastikan pengirimannya tidak akan terlambat, tapi mungkin aku akan sibuk beberapa waktu ini, club ku sudah selesai di bangun dan sedang tahap finising."


Nyonya besar itu hanya mengangguk sekilas, ia berdiri dari duduknya namun tiba-tiba pria muda itu menarik tangannya hingga ia jatuh ke pangkuan sang pria.


"Sepertinya kau butuh usapan lembutku nyonya?" ucapan syarat akan rayuan itu membuat wanita bertubuh sintal ini mengangguk.


Wanita itu tak lagi bisa mengelak, mata nya telah berkabut ia membutuhkan pelepasan segera.


"Disini saja!" bisiknya.


Si pria menatap wanita di hadapannya dengan senyum tertarik dari sudut bibirnya, ia siap melakukan hal yang akan membuat mereka sama-sama berhujankan peluh kenikmatan.


Klek


Pintu di kunci, agar membuat mereka lebih leluasa dan bebas berteriak karena gelombang-gelombang yang dahsyat itu.


"Wanita gila!" gumam pria yang mendengar pintu itu di kunci dari arah dalam.


***


Di Satya Cafe & Resto


Salwa sang pemilik sedang berdiskusi dengan salah satu chef untuk membuat menu dessert baru untuk kafenya, beberapa hari lalu ada seorang pelanggan yang mengirim sebuah saran dan kritik untuk kafenya lewat email, agar kafe nya menambah menu dessert dengan bahan buang mangga.

__ADS_1


Salwa sedikit bingung, karena menu dengan olahan mangga sudah ada lebih dari 4 jenis, dari jus, puding, salad, mangga kocok, dan es krim mangga.


"Apa lagi yang akan kita buat Chef?" tanya Salwa.


Chef yang bernama Haris itu mengetuk-ngetuk dagunya, ia juga bingung jika ingin berkreasi tidak bisa hanya satu dua hari saja agar bisa mendapatkan olahan dan rasa yang tepat.


"Nanti saya akan coba lihat daftar olahan makanan penutup yang ada di buku resep saya di rumah, tapi tidak bisa satu atau dua hari saja mbak Salwa untuk membuatnya!"


Salwa melipat bibirnya berpikir, "nanti Chef haris bicarakan dengan Yanti juga soal ini ya, siapa tahu dia ada ide, diakan paling suka dengan dessert." Salwa tertawa kecil jika mengingat Yanti selalu kalap jika ada menu makanan penutup baru di kafenya.


"Baik Mbak Salwa nanti saya akan diskusikan juga dengan yang lain, karena kemarin ada juga yang meminta menu nasi kuning dengan toping olahan makanan khas Pulau Dewata Mbak." ujar nya.


"Kapan itu Chef?"


"Waktu Mbak Salwa ijin sakit, ada beberapa pelanggan yang memberi saran lewat kertas memo, dan yang paling menarik ya itu tadi."


Salwa tersenyum, ia bangga banyak pelanggan yang peduli dengan perkembangan kafe nya, Salwa memang menaruk kertas memo di setiap meja untuk meberi lesan dan pesan setelah berkunjung dengan tulis langsung atau kirim via email yang tertera disana.


"Tapi sepertinya mas Jack tidak datang ya?"


"Dia ada urusan sudah pamit kepada saya dari semalam Chef."


Chef berusia 38 tahun itu mengangguk, karena dari ia datang ia belum menjumpai pria 27 tahun itu yang biasanya sudah ada di kafe pagi-pagi sekali.


...❤❤❤❤❤...


Hola readers yang selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa...


Sichuz ada judul cerita nih dari kawan aku, Tyatul simak Blurb nya yukk!


NAPEN : Tyatul


JUDUL : Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku


Blurb :


Viola Angelista adalaha seorang gadis yatim piatu yang di tinggal orang tuanya dalam kecelekaan di usia 16 tahun.


Viola merupakan gadis yang sangat cerdas di kampusnya, di usianya yang baru sja 21 tahun ia sudah lulus S1, ia memiliki paras cantik namun itu tak membuatnya sombong akan anugerah yang tuhan berikan. Hidupnya tambah bahagia dengan adanya sang kekasih yang sudah 2 tahun ini menemaninya.


Namun dalam satu malam kebahagiaannya hilang kala mendapatkan kabar jika kekasih nya mengalami kecelakaan saai ingin ke apartemenya.


Galaksi Aryano adalah CEO Ryano Group. Galaksi memiliki pacar yang sangat ia cintai selama 2b tahun, dia adalah Viola. Memiliki wajah tampan membuatnya menjadi idola kantor tapi tak ada yang mampu menggantikan sang pacar di hatinya.


Di malam itu ia akan memberikan kejutan untuk pacarnya, tapi nahasnya di malam itu juga Galaksi mengalami amnesia dan kelumpuhan.


Bagaiman Viola mengembalikan ingatan sang kekasih? ikuti yuk...

__ADS_1


Cekidoottt...



__ADS_2