
Cek lek
"Jack!"
Jack yang sedang serius mengetik di laptopnya seketika menghentikan kegiatannya, terkejut dengan kedatangan Salwa di ruangannya.
Jack mendongak dan langsung menatap Salwa dengan lembut walau hati nya sedang panas.
"Kenapa Sal?"
"Aku mau ketempat Ax, dia minta di bawain makan siang, ntar kalau ada apa-apa hubungi aku ya?" Jack mengangguk seraya tersenyum..
Salwa menutup kembali ruangan kecil Jack. ia langkahkan kaki nya ke parkiran karena Jun sudah menunggun disana.
"Biar saya saja Bu Salwa!"
Wanita yang sekarang menyandang nama Nyonya hadinata itu menganggukkan kepalanya dan menyerahkan paper bag besar berisi makanan.
Jun menutup pintu mobil dan mulai menjalankan kereta besinya, ia membelah jalanan luas mengantar sang nyonya untuk menemui bos besarnya.
"Maaf Bu Salwa saya hanya akan mengantar sampai loby, saya tidak akan turun nanti Farhan yang akan menjemput anda!"
"Baik Jun!" ucap Salwa tanpa bertanya kenapa begitu. Salwa tidak mau ikut campur dengan hal yang sudah Axel lakukan selama ini, dari kenapa ia punya pengawal pribadi di luar kekuasaan sang ayah sampai seberapa banyak musuh yang ada di sekeliling sang suami, ia tak ingin masuk kedalamnya, kecuali Axel meminta pendapat dan bantuannya.
Tak ada perbincangan di dalam mobil, dan ini salah satu yang membuat Jun tidak menolak untuk menjadi pengawal Salwa, wanita ini tak banyak bicara namun kepekaannya cukup tinggi.
Mobil yang Salwa tumpangi masuk ke area lobi perusahaan, namun setelah turun ia tak mendapati Farhan menjemputnya, alhasil Salwa masuk dan meminta ijin terlebih dahulu ke resepsionis.
"Permisi mba!"
Resepsionis bernama puji itu menoleh menatap sedikit kebawah, karena tingginya yang menjulang sedang kan Salwa mungil hanya sebahunya saja.
"Ada yang bisa saya bantu Mbak?" tanya nya sopan.
"Saya mau antar makan siang buat pak Axel!"
"Apa anda nona Salwa?"
Salwa mengangguk dan tersenyum, "anda langsung lurus saja, belok kanan dan naik tangga untuk sampai di ruangan Pak Axel!"
"Terimaksih ya Mbak!"
Sepanjang jalan Salwa bergumam dan bertanya pada dirinya sendiri, baru kali ini ia tahu jika ruangan CEO berada di lantai bawah, bukan di lantai yang paling atas, " lagian Farhan kemana lagi, kata Jun ia jemput di depan." mulut Salwa komat kamit sampai akhirnya ia berada di sebuah lorong kecil. ia telusuri lorong itu dan sampai di sebuah ruangan yang cukup luas dan terdapat beberapa bilik serta dua ruangan utama.
"Sepi amat, kemana Sania?" Salwa masuk kedalam perlahan dengan menenteng paper bag berwarna hitam itu, sedangkan meja Sania tampak kosong.
"Kaya ada suara dari ruangan itu." Salwa berjalan mendekat ke sebuah ruangan yang terdapat plakat kecil bertuliskan ruangan CEO.
__ADS_1
"Ax!"
Salwa mendorong pintu yang ternyata tak tertutup sempurna.
"Allahu" Salwa membekap mulutnya melihat kejadian yang ada di depannya.
Beberapa saat lalu
Farhan yang mendapat kabar bahwa Salwa sudah dalam perjalanan dan hampir sampai, ia segera keluar dari ruangan Axel menuju lobi, namun sesampainya di lobi ia justru mendapati Jihan sedang memohon kepada resepsionis agar bisa bertemu dengan Axel. Farhan yang tak ingin terjadi keributan dan tak ingin sang atasan menjadi bahan gosip akhirnya mengajak Jihan agar mengikutinya.
"Ada apa anda kesini Nona?"
"Aku ingin bertemu Axel Han, tolong bawa aku padanya, paling tidak biar aku mengatakan sesuatu untuk terakhir kalinya!" Jihan menangkupkan kedua tangannya memohon.
Farhan menatap mata Jihan, ia sedang mencari alasan yang tersembunyi dibalik kedatangannya. Namun karena Jihan terus memohon akhirnya Farhan mengijinkan.
"Baik, namun jika anda melakukan hal-hal yang akan merugikan Pak Axel, saya akan tidak tegas !"
Jihan menggangguk pasrah, bukan hanya sekali atau dua kali Jihan berusaha menemui Axel, baik itu di kantor ataupun di kediaman tuan Erland, setelah kejadian di kafe Salwa waktu itu Axel memang menutup semua akses agar Jihan tak lagi bisa mengganggunya, bukan bermaksud jahat, Axel hanya tidak ingin Jihan terlalu berharap padanya.
Farhan membuka pintu ruangan Axel, dan mempersilahkan Jihan masuk. Axel yang mencium bau parfum bukan milik sang istri langsung membalikkan kursinya dan menatap tajam ke arah Jihan.
Namun siapa sangka sesaat Farhan keluar Jihan tiba-tiba saja mendekap Axel yang berdiri dari duduknya. Axel berusaha melepas dekapan Jihan, ia tarik paksa wanita itu hingga tanpa sadar Axel mendorong Jihan hingga terjatuh ke lantai.
"Ax, kau kasar sekali!" Farhan yang sengaja tidak menutup pintu dengan rapat bisa mendengar teriakan Jihan, namun ia berusaha tidak ikut campur.
Namun tanpa Axel duga, Jihan yang nekat tiba-tiba membuka resleting dres nya dan membukanya, terpampang lah bagian atas tubuh wanita itu dan membuat Axel terkejut dan marah.
Dengan sendirinya Axel mendekat perlahan dengan tatapan berkilat amarah, namun sayangnya hal itu di artikan lain oleh Jihan. Wanita yang seumuran dengannya itu tersenyum genit, ia mengira Axel terpana dengan apa yang ia lakukan, tetapi...
"Ax, stop!"
Salwa berteriak karena melihat Axel mencekik seorang wanita yang bagian tubuh atasnya terlihat jelas bahkan warna merah menyala di kedua sisi bukit itu.
Salwa berlari dan membantu Farhan menarik tangan Axel agar melepas cengkramannya.
"Ax, stop! kamu bisa membunuhnya!"
Axel seketika mengendurkan kedua tangannya mendengar suara yang sangat ia rindukan kedatangannya. Salwa memegang pergelangan Axel dan menurunkannya.
"Uhuh uhuk uhuk!" Jihan terbatuk keras ia segera menghirup udara sebanyak mungkin karena merasa jantungnya hampir saja berhenti berdetak.
Axel langsung memeluk Salwa lemas, bukan hanya Jihan detak jantung Axel juga bermarathon membuat bibirnya membiru karena pasokan oksigen yang berkurang.
"Han tutup pintu rapat!" Salwa memberi arahan kepada Farhan agar menutup pintu serapat mungkin.
Salwa memberi kode agar membantunya meletakkan Axel ke sofa panjang yang ada di sana.
__ADS_1
"Siapa kamu?" Salwa menatap tajam gadis kecil di hadapannya kini.
Jihan tak bergeming ia masih mencoba menetralkan detak jantungnya yang hampir saja berhenti.
"Dia Jihan Bu Salwa."Farhan membantu Jihan menjawab pertanyaan Salwa.
"Apa urusan mu disini dan apa yang sebenarnya terjadi?" ia mencecar Jihan karena ia tahu sang suami sedang dalam kondisi tak bisa di ajak bicara.
"Aku kekasihnya! mau apa kamu?" ucap Jihan pelan, Salwa yang mendengar jawaban Jihan membulatkan kedua matanya.
"Jihan!" Axel kembali berteriak mendengar perkatan Jihan.
Salwa menatap Farhan seolah bertanya ada apa ini, Namun Frahan hanya bisa menundukkan kepala ia takut salah bicara, melihat Axel yang sedang lepas kendali lebih baik menunggu pria muda itu tenang agar ia sendiri yang akan menjelaskannya. "Maaf pak kali ini, kita tak lagi bisa menutupi apapun dari nya." Farhan bergumam dalam hati seraya memandang ke arah Axel.
Salwa mendekat ke arah Jihan dan membenahi baju yang hampir terlepas itu, Salwa tarik kembali dres itu ketempatnya semula agar bisa menutupi dua benda menonjol yang akan membuat mata pria tak berhenti berkedip.
"Wanita baik-baik tak akan melakukan hal serendah ini, kecuali kamu memang sudah tak lagi menghargai dirimu!" Salwa menatap tajam kedua mata Jihan dan meremat kedua bahu Jihan sampai wanita yang tingginya melebihi Salwa itu mengaduh.
"Sakit!" Ucapnya pelan.
"Sakit? dengar baik-baik! jangan lagi mengusik suamiku, jika kamu melanggar apa yang aku katakan ini, bukan hanya cekikan, namun aku akan membuat wajahmu tak lagi berbentuk!" tatapan tajam bagai pedang katana siap mencincang tubuh wanita bernama Jihan tersebut.
Axel menatap sang istri sendu, banyak sekali hal yang ia sesalkan, kenapa wanita dewasa itu harus melihat nya dalam kondisi seperti ini.
Sedangkan Jihan hampir saja pingsan mendengar ucapan Salwa, Suami?
...🌲🌲🌲🌲🌲🌲...
Mau promoin novel kawan sesama penulis nih...
Yang suka ceita fantasy Simak yuk!
Blurb :
Anggita adalah gadis tomboy anak dari seorang pengusaha kaya raya, ia sedikit keras kepala tapi ia jago bela diri. Suatu hari ia yang secara tidak sengaja masuk ke dinia komok, masuk ke tubuh sang Ratu yang kerakternya berbanding terbalik dengan Gita.
Mampukah ia menjlani hidupnya di dunia komik sendirian tanpa dukungan keluarganya? Bisakah ia kembali ke dunia nyata?
Dan ada hal seru apa saja selama ia berada di dunia komik? yuuuukk ikuti ceritanya..!
Novel ini juga mengikuti lomba (Wanita Mandiri) jadi mohon dukungannya, jangan lupa like, komen, dan vote ya..!
Napen : icha_violet
Judul : Cewek Tomboy jadi Ratu
__ADS_1