SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 57 - Kemalangan sang CEO muda


__ADS_3

Bara segera mengirimkan pesan ke Axel, dan mengatakan jika ada hal yang harus segera Axel ketahui dengan segera.


Axel disana, hanya menatap pesan itu tanpa ekspresi, ia sedang mencoba berkamuflase agar orang-orang yang sedang mengintainya dari jauh tak menyadari apa yang sedang ia pikirkan sebenarnya.


"Bagaimana, apa sistem sudah berjalan normal?" tanya Axel.


Farhan yang baru saja meletakkan pa**t nya di hadapan Axel menganguk, ia juga memberitahu jika Max langsung pamit tak bisa mampir karena ada pekerjaan yang sangat mendesak, kehadiran MAx juga menjadi pusat perhatian tim IT ART MEDIA, mereka tak menyangka jika sang CEO bisa mempunyai teman yang sangat ahli di bidang ini.


"Lalu apa yang Max temukan?" tanya Axel kembali.


"Virus yang biasa di pakai untuk mematikan sistem agar bisa dengan mudah mencuri data perusaahaan, Pak!"


Axel menatap tajam kelain sudut, ia benarkan posisi duduknya.


"Data apa saja yang di curi?"


"Dari semua data, hanya satu data yang di curi, pak." Farhan menyerahlan notebooknya ke Axel dan membuka beberapa File yang telah hilang.


"Ini bukannya data menegnai seleuk beluk pemimpin perusahaan, data tentang Ayahku?"


Farhan mengangguk, ia juga mengatakan jika data-dat milik tuan Erland lah yang sengaja dicuri, namun Farhan juga menjelaskan kemungkinan ini hanya manipulasi saja.


Tanpa berkata apa-apa, ia mengisyaratkan Farhan agar mengikuti kemanapun langkahnya tertuju.


"Kamu yang menyetir Han!"


Farhan dnegan sigap menangkap kunci mobil BMW yang Axel lemparkan padanya.


Segera, Farhan lajukan kendaraan itu melesat mengarungi riuhnya jalan utama menjelang sore hari ini.


"Kamu boleh bicara sekarang!" ujar Axel.


"Tiga hari lalu, saya melihat seorang OB baru masuk ke dalam ruangan anda, saya menegurnya karena sudah ada OB khusus yang hanya bisa masuk ke ruangan anda, namun ia berdalih tidak tahu karena ia OB baru, setelah saya memeriksa dan ternyata ia tak berbohong, Ibu Dina selaku HRD yang meneliti tentang CV nya pak."


"Lalu?"


"Kemarin saya masih melihatnya, namun hari ini ia sudah tak terlihat karena ijin sakit, saya menyuruh seseorang mencari ke alamat yang tertera tapi seperti yang saya duga, alamat itu palsu," ujar Farhan.


Axel terdiam menatap jalanan yang kian padat karena bersamaan dengan jadwal para pekerja pulang. Ia tak bersuara sama sekali sampai mobil yang ia kendarai tiba di sebuah loby apartemen yang menjadi tempat tinggal Max, Bara, serta Bagus.


"Kemabalilah ke perusahaan, dan amati, jika menemukan sesuatu segera hubungi aku, waspadalah!"


"Baik pak!" Frahan mengangguk.


Axel menberi peringatan ke Farhan karena ia tak ingin asisten setianya itu sampai mengalami kemalangan, sudah cukup sang istri saja yang mengalami itu, ia tak lagi mau ada hal buruk terjadi, kepada siapapun.


Axel melangkahkan kakinya, ia naiki tangga darurat satu persatu, hingga akhirnya ia tiba di lantai 5 apartemen itu. Kegiatan ini sudah biasa ia lakukan, lelah? tentu tidak ini salah satu bagian dari kegiatan Axel agar ia selalu waspada, selain ia memiliki claustrophobia tentunya.

__ADS_1


Sesampainya di depan pintu apartemen, ia memencet beberapa angka sebagai sandi pembuka pintu tersebut, tak lupa ia juga melirik seseorang yang mengikutinya dari lantai bawah tadi hanya saja bedanya orang itu memakai lift sedangkan Axell memakai tangga darurat.


Pintu terbuka, segera ia masuk dan menutup pintu itu sebelum seseoang ini melihat apa isi dalam apartemennya.


Puk


Axel menoleh menatap tangan siapa yang menepuk bahunya.


"Kenapa?"


"Sepertinya mereka mulai terang-terngaan membuntutiku Max!"


"Sampai kesini?"


Axell mengangguk, "sebelum ada hal yang tak di inginkan segeralah pindah, bawa alat-alat yang penting saja, aku sudah mencari tempat yang cukup aman dan tak akan membuat mereka curiga.


Max, menatap aneh ke arah Axel, tempat seperti apa memangnya sehingga membuat mereka-mereka ini tak akan curiga.


"Dimana?"


"Di rumah ku!" celetuknya.


"Dirumah Hadinata maksudmu?"


Axel mengangguk, ia melakukan ini bukan karena tak ada tempat lain, tapi berada di dalam area musuh itu akan lebih mudah mengelabuhi mereka.


"Aku mencurigai ibu tiri ku, sepertinya ia ikut masuk kedalam permainan ini, walau ini hanya kecurigaanku saja, kita patut waspada bukan?"


"Hai, Bar, apa yang kamu temukan?"


Bara langsung menyodorkan laptop yang menjadi alat kerja Bagus adik angkatnya.


"Kamu kenal dengan Keluarga mafia ini, TERARRA?"


"Aku sudah mengakses segala hal yang berhubungan dengan keluarga Mafia ini, dan ternyata suami dari wanita yang kini menjadi pemimpin keluarga itu terlibat dalam kecelakaan di Mall yang sama dengan ibumu kala itu." Ujar Bara.


Axel yang masih tak bisa mengingat apapun hanya bis terdiam, tapi..


"Satu hal yang akan membuat mu lebih terkejut," lanjut Bara.


Axel kembali fokus menatap Bara, beserta laptop yang ada di hadapannya.


"Kedua orang tua istrimu juga meninggal dalam kejadaian itu!"


Mata Axel seketika membola, ia terkejut. "Jangan katakan jika Bima kakak istriku tahu tentang kejadian ini?" ujar Axel meminta keyakinan.


"Aku rasa dia tahu, tahu banyak, kedua orang tuanya meninggalkan dalam ledakan itu."

__ADS_1


"Ledakan?" beo Axel.


"Yes, ledakan! bacalah," Bara meminta AXel untuk membaca setiap detail dari berita itu.


Pertama Axel mengamati satu-satu persatu data korban, dan memang di sana tertera nama Bima dan juga sang istri di dalam korban selamat.


"Dan kenapa selama ini kamu tidak bisa mengakses, karena setiap kamu memakai kode akses dengan akunmu, otomatis semua data itu akan terkunci," jelas Bara.


"Maksudmu orang ini sengaja membuat semua akun yang terdapat nama asliku tidak bisa untuk mengaksesnya, begitu?"


Bara mengangguk, sedikit aneh memang, tapi kenyataannya begitu setelah tadi Bara mencoba mengakses dengan menggunakan IP atau internet protocol milik Axel. Secara cepat data di web itu langsung memblokir secara otomatis. Seakan tahu jika Axel yang sedang membukanya. Walaupun kenyataannya data itu memang tak bisa sembarangan di akses, pemerintah pun seakan menutupi kebenaran tentang berita itu.


Axel mulai mencerna, yah beberapa kali ia menggunakan akun nya, untuk mencari data-data itu dan selalu gagal, namun ia sama sekali tak berpikir ke arah sana.


"Lalu apa yang bisa aku ketahui lewat Bima, Abang dari istriku?" tanya Axel.


"Tentu banyak, walau mungkin tidak secara konkrit, dan kamu juga akan menemukan alasan kenapa jika Salwa tak pernah membicarakan kejadian itu, walau ia tahu kau sering mengatakan jika ibumu meninggal dalam insiden itu." jawab Bara dan di angguki oleh Max dan Bagus.


Axel yang tak ingin kehabisan waktu, langsung pamit begitu saja, ia meminjam mobil Max untuk segera mengunjungi sang kakak ipar, namun sebelum itu ia lebih dulu menghubungi David dan menanyakan apakah abang iparnya sudah pulang ke kediamannya atau masih sibuk dengan pekerjaannya di sana.


Tak lama David membalas, dan ternyata Bima sudah pulang satu jam lalu, mungkin sekarang pria itu sudah sampai di rumahnya dan sedang bercengkrama dengan sang istri.


"Apa Salwa juga mengalami hilang ingatan sama sepertiku?" gumam Axel.


Dengan satu tangannya fokus memegang kendali, serta tangan satunya mencoba menghubungi sang istri jika ia akan pulang terlambat. Namun sesampainya di sebuah perempatan jalan.


Tak ayal Bagai kecepatan cahaya, mobil Axel seketika terguling hingga menabrak tiang listrik, sebelum ia sempat mengirim pesan untuk sang istri. Karena hantaman yang cukup keras dari sebuah truk yang melintas dari arah kirinya.


Kejadian itu sontak langsung membuat seluruh pengendara terkejut karena suara hantaman yang sangat keras dan membuat mereka seketika menghentikan laju kendaraannya.


...🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤...


Hai guys up kedua hari ini, lanjut bawa cerita sahabat lagi..yang suka cerita perjodohan, mampir yuk atau share ketemen yang lain ya....


Nama pena : Chocooya


JUDUL : FALLING INTO YOUR TRAP


Blurb :


Seumur-umur dalam hidupnya, Lisa tidak akan menyangka bahwa dirinya akan di jodohkan oleh keluarganya sendiri, tidak pernah dalam bayangan tergilanya bahwa pernikahan paksa akan menjadi salah satu moment hidupnya dan jalan kisah cintanya.


Nalisa Rembulan Cakra Wijaya selalu menginginkan cerita layaknya dalam kisah novel romansa yang di bacanya dan bukan perjodohan dengan seorang lelaki maniak aneh yang mengatakan bahwa Lisa adalah cinta pertamanya.


Lelaki bernama Noren Agustion Giovano sungguh menguji dirinya. JIka Noren memiliki rencana gila untuk meluluhkannya,Lisa berjanji bahwa rencananya lebih gila daripada apa yang bisa di bayangkan siapapun.


__ADS_1


__ADS_2