SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 23 - Bukan makan malam berdua


__ADS_3

Pukul delapan malam,Salwa yang memiliki janji makan malam sudah bersiap dengan gaun yang dikirim oleh Farhan,gaun berwarna navy dengan panjang gaun di atas lutut nya membuat kaki pendek nya terasa lebih tinggi serta di lengkapi sepatu heels 7cm dengan warna senada dengan gaunnya.


Kerah berbentuk V membuat leher pendeknya lebih terkesan jenjang dan seksi.Yanti yang membantu Salwa berhias pun menganga setelah Salwa tampil paripurna dengan riasan yang ia buat sendiri.Bahkan Jack yang mengintip di sebalik pintu merasakan jantungnya berdebar sangat cepat.


Namun di samping penampilan nya yang sangat anggun dan cantik,Salwa sedikit merasa was was,terakhir Farhan membawakan barang barang kepadanya,Axel mengajaknya ke makam dan ke kediaman hadinata.Lalu kira kira,kali ini kemana tuan muda itu akan membawanya.Salwa merasa sedikit tak tenang.


"Wauu"


Yanti terpukau,saat Salwa selesai merapikan sedikit penampilannya dan berdiri menghadap kerah Yanti.ia tak sangka jika ternyata keahlian merias yang di miliki Salwa nyatanya masih sangat baik.


"Tuan muda kecil itu bakalan langsung narik kamu ke penghulu Sal,yakin deh !"Yanti sangat bersemangat.


Jack yang ada di luar akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan Salwa setelah ia bisa menguasai dirinya.


"Khemm hem.."


Yanti dan Salwa menoleh menatap Jack.


"Kenapa ? keselek batu ?"Yanti tersenyum mengejek.


"Mau kemana sih ?"kamu serius deket sama CEO muda itu Sal ?"Salwa mengangguk.


Jack tidak tahu mau berkata apa lagi,apa kah kesempatan untuknya benar benar sudah tidak ada lagi ?atau ia masih bisa menggunakan kesempatan yang bisa saja ia ambil tanpa peduli apapun,"tapi itu enggak mungkin."


"Oi !"Jack terbangun dari lamunannya.


"Enggak usah terpesona,punya orang tuh !"Tegur Yanti.


Jack hanya bisa tersenyum getir ke arah Yanti,namun Yanti tak bisa melakukan apapun untuk menangani perasaan Jack."Sudah terlambat,kita sama sama tahu Jack,bagaimana Salwa selalu menjaga hatinya agar tak sembarangan jatuh cinta terhadap laki laki dengan statusnya yang seorang janda,dan sekarang ia menemukan seseorang yang bisa mengembalikan senyum lugas itu lagi."


"Woi !"Tegur Salwa.


Yanti yang melamun langsung terlonjak membuat kedua bahunya terangkat."Kenapa pada gantian sih ngelamunnya !"Salwa mulai menata alat tempurnya ke tas kecil yang ia beli sore tadi lewat salah satu temannya yang menjual tas tas untuk acara resmi.


"Kira kira tuh CEO ngeluarin berapa modal nih buat kamu kaya princes begini ?"Salwa mengedikkan bahunya.

__ADS_1


"Ntar kalo udah selesai juga aku kembaliin Yan.enggak mau aku berhutang sama dia,belum juga jadi apa apa."Ujar Salwa.


Tok tok


Pria yang sedang menjadi perbincangan mereka, datang dengan penampilan sempurnanya,jas berwarna senada dengan gaun yang di pakai Salwa membuat mereka sangat serasi.


"Hai nona,apa sudah siap ?"Tanya Axel dengan senyum tengilnya.


Salwa berjalan mendekat kearah Axel,"ada yang kurang enggak ?"aku enggak mau jadi pusat perhatian hanya karena mereka tahu jika kasta kita berbeda."Axel terkekeh mendengar penuturan Salwa yang selalu apa adanya.


"Ada !" Salwa mengernyit,bahkan ia sampai menoleh ke arah Yanti,sedangkan Yanti hanya bisa mengedikkan bahunya karena baginya penampilan Salwa sudah sangat perfect.


Farhan berjalan mendekat saat Axel mengulurkan tangannya.Axel meraih sebuah paper bag dari tangan Farhan dan menyerahkan nya kepada sang pujaan hati.


"Pakai yang ada disini,ganti tasmu itu,aku sudah pilihkan yang sesuai untuk baju yang kamu kenakan."Salwa meraih paper bag dari tangan Axel dan membukanya,"apa lagi ini sih,lagian kenapa aku enggak bisa nolak semua pemberiannya sih,waduh jangan jangan kena pelet !"Salwa bergumam sampai ia tak sadar jika ia sedang di tatap oleh semua orang.


"Ngedumel apa sih ?"Axel langsung meraih salah satu kotak yang ada di dalam paper bag itu dan membukanya.


"Sini aku pakaiakan !" Axel membalik tubuh Salwa dan memakaiakn kalung mas putih dengan bandul bunga melati.


Axel terbahak,begitupun Farhan dan Yanti.sedangkan Jack hanya bisa menatap kemesraan itu dengan tangan mengepal,tanpa sadar pikiran kalutnya membuat hati semurni awan itu memanas."Maaf Sal,aku kembali keruangan ku dulu,"Oke jawab Salwa.


Axel yang melihat Jack pergi tersenyum penuh makna,"sampai kapan pun Salwa adalah miliku,jangan kan kamu,seseorang yang sedang memandang dari jauhpun tak akan ku biarkan ia menyentuh walau hanya seujung kukunya !"Axel bergumam dalam hati serta memandang Salwa dengan senyum manisnya.


Salwa dan axel kini sudah berada di mobil mewah miliknya dan siap datang ke sebuah jamuan yang diluar ekspektasi Salwa."Kita sebenarnya mau kemana sih anak muda ?"


Axel meraih tangan Salwa dan menautkan keduanya,"Maaf kita harus mengganti sesi makam malam kita dengan menghadiri sebuah pesta ulangtahun salah satu kolega ayah."Salwa yang mendengar perkataan Axel langsung melepas tangannya.


"Maksud kamu kita datang ke acara para orang kaya ?"Seru nya."Axel mengangguk.


"Stop pak Farhan !"pekik Salwa,Farhan terkejut dan langsung menginjak rem membuat Salwa dan Axel terpental kedepan.


"Kamu kalau mau macu adrenalin jangan sekarang dong !"Axel menegakkan tubuhnya serta membenarkan jasnya.


"Sekarang katakan kita mau kemana ?"Salwa menatap tajam manik mata Axel.

__ADS_1


Axel memegang pundak Salwa dan memintanya duduk dengan baik dan tenang,"Kita akan datang ke sebuah acara ulang tahun,tadi sore aku sudah mereservasi restoran untuk kita dinner,tapi tiba tiba ayah ku yang berkuasa itu menghubungi Farhan dan memintaku datang menggantikannya ke sebuah acara,dan karena acara itu ada di lantai bawah aku menyetujuinya,begitu kira kira nona dewasa."Axel menghela nafas nya karena berbicara terlalu panjang.


"Memangnya jika acara itu di lantai 2 atau lantai 10 apa hubungannya tuan Axel yang terhormat !"


Axel terdiam,walau ia sudah menjelaskan kepada Bima jika ia memiliki Claustrophobia tapi ia belum pernah menjelaskan apapun tentang ini kepada Salwa.


"Ya aku malas saja jika harus bolak balik naik lift."Ujarnya dengan mengerlingkan mata.


Salwa yang mendapatkan jawaban tak sesuai dugaannya hanya bisa mendengus kesal,dua kali ia dikerjai oleh anak muda menjengkelkan ini,"Di pikir aku ini apa,seenak jidat ngajak tapi enggak minta persetujuanku dulu,pantas saja jika dari tadi persaanku enggak enak."Salwa terus saja komat kamit hingga tanpa sadar gumamannya semakin keras dan terdengar di telinga Axel.


"Maaf nona,tapi jika aku pergi sendiri sudah di pastikan aku akan dikenalkan dengan anak kolega ayah dan pasti ujung ujungnya akan di jodohkan,jika aku bawa Sania semua orang sudah tahu dia siapa,tak mungkin aku akan mengatakan jika ia pacarku,tapi kamu ?"


Salwa menoleh menatap Axel,"aku apa?"


"Tentu saja,kamu calon istriku."Jawaban Axel membuat rona wajah Salwa berubah,bahkan blushon yang ia kenakan tak semerah pipinya sekarang.


"Gombalannya makin pinter ya,pak Han ?"Ujar Salwa,membuat Farhan tertawa kecil.


"Berani kamu tertawa Han !."Farhan yang mendapat tatapan tajam serata seruan sang atasan bukannya takut,ia justru semakin terbahak.


"Maaf pak !"Farhan menutup mulutnya.


...🤎🤎🤎🤎🤎🤎🤎...


Hai readers... bagaimana kesan kalian sampai di bab ini ?


Makin penasaran atau jenuh ?


aku nantikan jawaban kalian ya...


Terima kasih untuk yang udah kasih hadiah,like serta votenya 🙏🙏...dukungan kalian adalah penyemangatku.


Salam Hangat


Sichuz

__ADS_1


__ADS_2