
Di perusahaan, Axel tengah memimpin rapat di ruangan yang berada di depan bilik Sania dan Farhan, ART MEDIA sedang menangani tender dari sebuah perusahaan Jewelry yang cukup terkenal di Singapura. Pemiliknya adalah seorang nyonya yang sudah sangat lama berkecimpung di dunia perhiasan. Ia kini ingin melebarkan sayapnya di Indonesia setelah melihat keuntungan yang bisa ia peroleh.
Dari beberapa kliennya yang berada di Indonesia, salah satu nya menawarkan ART MEDIA untuk menjadi sarana perusahaannya untuk publisitas, agar usaha barunya itu segera di kenal masyarakat luas.
"Jadi bagaimana Nyonya?" Axell menjeda kalimatnya.
"Messina, panggil saja Messi tuan Axel Hadinata!" Senyum ramah tersunggimg dari wanita paruh baya yang sangat menjaga penampilannya, terlihat dari kulit mulus serta wajah cantiknya walau usia sudah menginjak kepala lima.
"Jadi apa anda setuju dengan hasil yang kita diskusikan ini? atau masih ada hal yang ingin anda sampaikan?" ucap Axel ramah.
Wanita paruh baya bernama Messina itu menggeleng, ia sudah sangat puas dengan apa yang sudah Axel sampaikan di awal waktu pertemuan hingga kini meeting itu telah selesai.
"Saya rasa apa yang anda sampaikan sudah sangat baik, bukan begitu?" ia menoleh kesamping ke arah sang asisten.
"Iya Nyonya semua sudah sesuai, saya harap perusahaan anda akan sangat serius menangani ini pak Axel, karena hasil yang akan kami berikan juga tidak main-main, kami harap satu minggu pertama sudah ada perkembangan yang cukup signifikan." ujar pria matang itu sembari menatap tajam kearah dimana Axel duduk.
Axel mengangguk pelan, senyum tersungging dari wajah tampannya. Senyum penuh makna dengan tatapan yang mengikat pada pria matang itu.
Mereka saling berjabat tangan setelah meeting benar-benar usai. Semua divisi yang terlibat dalam meeting tersebut juga pamit kepada Axel untuk kembali ke ruangan mereka masing-masing.
"Kami pamit pak Axel, Saya senang bisa bekerjasama dengan anak muda yang sangat berbakat seperti anda!" Ujar Nyonya Messi.
"Semoga anda puas dengan hasilnya nanti!" Balas Axel dengan senyum tengilnya, membuat nyonya messi tertawa kecil.
Percakapan itu tiba-tiba terhenti saat wanita paling Axel cintai datang dan menyapa semua orang.
"Maaf apa saya mengganggu?" Salwa merasa tidak enak.
"Tidak kakak, kami sudah selesai!" Axel mendekat ke arah Salwa dan merangkulnya, seolah panggilan kakak adalah sebuah tanda yang harus ia gambarkan dengan jelas di hadapan orang ini.
__ADS_1
"Wah anda punya kakak yang sangat cantik ya Pak Axel, kalau begitu kami permisi!" ujar sang Nyonya.
Pemilik Angel Jewelry itu berjalan keluar bersama dengan sang asisten setia yang selalu ada dimana pun ia berada.
"Siapa mereka Ax?"
"Klien baru ART MEDIA, tiga hari lalu asistennya menghubungi Farhan ingin membahas pekerjaan. kami sempet curiga, karena hanya orang-orang tertentu saja yang tahu nomer bisnis Farhan, tapi setelah ia mengatakan jika ia dapat rekomendasi dari klien kita yang beberapa bulan lalu menjalani kerja sama dengan perusahaan ini, akhirnya kami setuju untuk ketemu, dan hari ini kita membahas pekerjaan. Begitu sayang!"
Salwa manggut-manggut saja karena tak mengerti, Axel yang gemas dengan sikap sang istri mencubit pipinya, tak sengaja adegan kemesraan itu di tangkap mata oleh dua orang jomblo yang ada disana.
"Maaf ya aku seakan mengiyakan jika kamu kakak ku." Salwa terkekeh.
"Kan kita sudah sepakat untuk tidak mengatkan kepada siapapun tentang status kita, biarkan mereka menebak dengan pikiran mereka sendiri."
Axel tersenyum dan menarik Salwa masuk kedalam ruangannya sebelum kedua jomblo itu semakin tertekan dengan nasib yang mereka buat sendiri.
Kecurigaan Axel yang, entah mendasar atau tidak, namun ia hanya ingin menjauhkan Salwa dari pria misterius yang kini sedang menjadi incarannya, sebelum ia mengetahui jika Jack berada di kubunya, ia akan terus membuat Salwa tetap di rumah. Uang yang biasa nya di kirim langsung ke tempat kedua orang Satya pun kini Farhan yang menjadi kurirnya.
Kedua orang tua Satya sungguh kaget, saat Farhan yang mengantar uang bulanan untuk mereka, dan Farhan juga mengatakan jika nyonya mudanya itu tak akan lagi mengantar uang ini, namun akan langsung di kirim via rekeneing, tak lupa Farhan juga menyerahkan buku rekening serta ATM baru atas nama mereka sendiri.
Jika sang ayah mertua senang akhirnya Salwa kini memiliki pasangan lagi, lain halnya dengan sang ibu, ia masih tak terima jika Salwa bisa kembali bahagia dengan kehidupan barunya.
Bahkan ia sampai berjanji pada dirinya sendiri, ia akan tetap menghantui kehidupan rumah tangga Salwa, ia tak rela jika Salwa bahagia sedangkan ia tak lagi bisa melihat sang anak di dunia ini.
Mungkin jika wanita tua ini tahu, apa penyebab sang anak meninggal dan apa yang sudah dia perbuat semasa hidup, ia pasti tak akan melakukan hal itu, justru ia akan sangat menutup diri, anak yang ia banggakan yang ia kira sudah sangat menjujung nama baik keluarga telah melakukan hal yang sangat kotor.
.
.
__ADS_1
.
"Bagaimana kamu sudah merekam seluruh tata letak gedung ART MEDIA?"
"Sudah, semua terekam dengan baik, siap untuk mulai menjalankan misi sesuai instruksi anda!"
Tawa menggelegar di dalam ruangan tersebut, wanita itu sangat antusias, ia akan memulai hal yang sudah sangat ia inginkan, melihat anak muda itu hancur selangkah demi selangkah.
"Bilang kepada anak buahmu, ikuti kemanapun wanita itu melangkah, jika ada kesempatan gunakan waktu untuk membawanya, aku tidak menyangka jika Wanita itu adalah gadis yang selalu bersamanya, bahkan di detik terakhir."
"Jika dulu wanita itu bisa menjadi penyelamat, kita lihat apakah sekarang ia juga akan menjadi malaikat untuk adik kecilnya itu."
"Haha!" tawanya kembali memenuhi ruangan itu.
"Tapi Nyonya apa anda masih percaya apa yang di katakan tuan saat itu benar adanya? karena jika kita lihat hingga anak itu sebesar sekarang tak ada satupun wajah atau dari kebiasaan tuan yang ada pada dirinya." ujar sang asisten.
Tapi tes DNA menyatakan jika mereka ayah dan anak , tidak mungkin hasil itu palsu, aku sudah membayar mahal orang itu. Jika bukan karena usaha keluarga ini goyah sepeninggal suamiku, aku pasti sudah melenyapkan anak itu dari dulu. Tapi mungkin akan lebih baik jika memang hal ini aku lakukan sekarang, karena ibunya, aku kehilangan suami dan lucas harus kelingan ayahnya, dan sekarang ia membuatku kehilangan dua-duanya.
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...
Hai hai selamat malam, kali ini aku up dengan membawa cerita dari kak Emy dengan judul KEMBALI CANTIK SI GADIS CACAT.
Blurb:
Alice pernah mengalami kecelakaan, hingga membnuat sebagian wajahnya terluka. Semenjak saat iyu, dia harus menerima cacian dan hinaan dari semua orang. Bahkan sang kekasih pun akhirnya memutuskan hubungna secra sepihak karena wajah buruknya.
Namun diam-diam ada pria yang selalu membantu Alice. Bagaimanakah percintaan Alice selanjutnya? Apakah pria itu akan menampakan diri dan membantu Alice mengubah takdirnya?
__ADS_1