SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 19 - Si kaya dan si miskin


__ADS_3

Axel melangkahkan kakinya menapaki tangga menuju kamar sang pujaan hati setelah mendapat ijin dari Bima dan Nayla.ia ketuk pintu kamar itu pelan,namun setelah ketukan ke lima Salwa masih tak membukakan pintu kamarnya.


"Apa ia sedang mandi."Gumam Axel,ia memegang handle pintu dan ternyata pintu itu tak terkunci.


Ia tekan dan pintu becat putih itu langsung terbuka."Nona Salwa ?"Axel memanggil Salwa pelan.Axel melangkahkan kakinya perlahan menuju ranjang karena ia melihat gundukan di balik selimut tebal bergambar doraemon.


Axel menahan tawa melihat selimut yang Salwa kenakan,ia bergumam wanita dewasa sepertinya masih saja menyukai kartun yang biasa di gemari anak anak.Tadi saat menyadari kehadiran Axel Salwa yang naik ke kamarnya justru tertidur kembali setelah masuk kedalam selimut karena memang kantuk yang masih ia rasaskan.


Axel meletakkan pa**tnya di samping ranjang Salwa,ia menjulurkan tangan panjangnya ingin membuka selimut namun tiba tiba ia mengurungkan niatnya saat tanpa sengaja ia melihat sebuah foto di figura kecil yang ada di atas nakas samping ranjang yang Salwa tiduri.


Axel ambil figura itu dan memandang foto di dalamnya dengan seksama.Ia mengernyit terkadang ia juga menahan dagunya berpikir.


"Aku seperti tidak asing dengan wajah ini,apa dulu kita pernah bertemu sebelumnya."Axel bergumam kecil.sebelum ia mwlanjutkan asumsinya,Salwa sudah lebih dulu menggeliatkan tubuhnya kearah Axel.


Axel langsung meletakkan figura itu dan memandang ke arah Salwa,"sepertinya bukan tanpa sengaja Tuhan memepertemukan kita berdua sekarang,aku yakin ada hal yang mendassari ini semua.Biarlah waktu yang akan menjawab nanti."Pria muda ini mengecup kening Salwa lama,setelahnya ia beralih ke telinga Salwa dan berbisik."Bangun atau aku akan mencium bibirmu lagi !"


Salwa langsung membuka matanya,ia memang sudah tersadar dari tidurnya ketika ia membalikkan tubuh dan melihat ada Axel disana.karena ia masih malu,Salwa pura pura tertidur kembali.


"Bangunlah nona,mandi beriaslah lalu ikut aku ke suatu tempat."Salwa yang mendengar Axel mengajaknya pergi mengangkat tubuhnya untuk duduk.


Ia rapikan sedikit rambutnya,"kemana ?"tanya Salwa.


"Nanti kamu akan tahu,dan mulai sekarang bersikaplah sewajarnya padaku.karena aku tak akan mengijinkan mu menjauh dari ku apa lagi sampai pergi dari ku.


"Kita tak punya hubungan apapun tuan Axel yang terhormat!"

__ADS_1


"Sebentar lagi akan ada hubungan yang membuat aku dan kamu tak akan terpisah,kecuali Allah saja yang melakukannya."Salwa menukikkan alisnya tajam."maksud anda ?"


"Abang mu sudah menyetujui tentang pinangan ku,jadi tak ada alasan untukmu menolak!"Dengan tegas Axel mengutarakannya.


"Ini hidupku tuan Hadinata,ada hak apa kamu memaksakan kehendak mu begitu saja !" Salwa kesal,ia tak mengerti dengan jalan pikiran Axel serat Bima sang kakak.


"Jika karena tanggung jawab mu dengan mantan mertuamu,aku tidak masalah.setiap hari minggu kamu juga masih boleh mengunjungi makam Satya almarhum suamimu."Axel dengan tegas namun dengan nada santai mengatakan semu hal itu.


Salwa heran,dari mana Axel tahu semua akan kebiasaannya,apakah Bima yang mengatakan itu semua atau Axel sengaja mencari tahu tentang semua hal tetangnya.


"Apa kau mengulik kehidupanku Tuan Hadinata ?"Ujar Salwa sinis.


Axel menghela nafas,"maaf jika aku lancang,aku hanya ingin tahu apa alasanmu hingga kini tak mau menikah kembali,dan ternyata banyak hal yang mendasari itu."Axel mengambil tangan Salwa dan menggemnya erat.


"Aku hanya ingin mengatakan jika Satya meninggal bukan karena kesalahanmu,tapi takdir yang sudah membawanya kepada yang Maha Esa.jadi jangan salahkan dirimu terus menerus,namun jika kamu masih ingin mengurus kedua orangtua serta adiknya aku tak akn menghalangi.


"Bagaimana,apa kamu setuju dengan pinangan ku wahai nona Salwa Mahira ?"Axel mengedipkan satu matanya menggoda Salwa.


Salwa menoleh kearah lain dan berdecih,membuat Axel tertawa.


"Usia kita terpaut jauh,keluarga ku hanya keluarga biasa,aku janda juga yatim piatu serta aku juga bukan wanita sosialita yang sepandan denganmu ?"Apa kamu yakin itu tidak akan menjadi masalah di hidupmu,wahai Tuan muda Axel ?"


Axel menggeleng kecil,"yang akan menjadi masalah terbesar justru bukan itu semua,aku adalah aku dengan segala hal yang sudah melekat di tubuh dan namaku,kamu adalah kamu dengan kehidupan yang sudah kamu jalani,kita berdua tak mungkin bisa merubah semua itu.berita si kaya dan si miskin menikah pasti akan menjadi trending topik,namun bukan itu juga yang penting,yang paling utama dan penting sekali adalah kamu bisa mencintaiku dan menerima ku dengan segudang ketidak sempurnaanku."Axel dengan mantap mengatakan semua itu tanpa jeda.


Salwa bahkan mengedipkan mata nya beberapa kali mendengar ungkapan Axel,"jujur banget sih tentang si kaya dan miskin."Benaknya mencelos.

__ADS_1


Axel menunggu jawaban Salwa dengan sabar,bahkan ia tak sungkan memainkan jari jemari Salwa yang masih ia pegang erat dengan satu tangannya.


Salwa tahu jika para orang kaya pasti memiliki masalah keluarga yang kompleks,apa lagi Axel juga memiliki ibu tiri yang merupakan istri pertama tuan Erland,siapa yang tak tahu dengan semua hal ini.


Salwa masih tak tahu harus menjawab apa ia terdiam sampai Axel membuyarkan lamunannya dengan mengecup punggung tangan Salwa.


"Bisakah bibir anda diam dengan tidak mencium sembarangan?"Axel sang tersangka hanya mengedikkan bahunya tanda tak peduli.Ia tak menanggapi ucapan Salwa namun ia justru menarik Salwa untuk bangun dan mengarahkan nya ke kamar mandi yang ada di kamarnya.


Salwa lalu menyambar handuk yang ada di gantungan di samping pintu kamar mandi lalu masuk kedalam dengan bersungut sungut,"di pikir aku anak kecil,dia tuh anak kecil.Badannya saja besar umur masih belia,mau nikahin aku.cih !"


Sedangkan pria yang sedang menunggu di luar membuak lemari Salwa untuk mencari dress yang bisa wanita itu gunakan.


Namun apalah daya,Salwa hanya memiliki dres resmi yang biasa paka ia ke kondangan,ia tak memiliki dres santai untuk jalan jalan,karena Salwa memang tak pernah menggunakan nya,yang ia gunakan sehari hari adalah celana jins,kaos serta kemeja saja.


"Apa begini bisa di sebut perempaun,semua pakaiannya seperti laki laki."Gumam paria tampan tinggi 185 cm itu.


Is meraih ponsel dan menghubungi Farhan untuk memesankan Salwa gaun gaun tidak resmi namun sopan kepada desainer terkenal langganannya.


Ia langsung menutup sambungan telponnya karena mendengar pintu kamar mandi terbuka.


"Sudah selesai ?" Tanya Axel seakan tidak percaya bahwa wanita itu lebih cepat waktu mandinya dari pada ia sendiri.


Salwa mengangguk dengan handuk ia gosokkan ke rambut nya yang basah."Apa kamu memiliki hardryer ?"Salwa mengangguk dan menujuk letak benda itu dengan dagunya.


Axel langsung meraih benda yang mengeluarkan angin hangat itu dan mencolokkannya,"kemari aku akan membantumu mengeringkan rambut basahmu,aku tak ingin kakak ipar dan Abangmu mengira kita habis melakuakan sesuatu karena kamu mandi keramas pagi pagi seperti ini.

__ADS_1


Salwa yang tahu apa maksud perkataan Axel melemparnya dengan handuk basah yang ia pegang,dan membuat pemuda itu seketika tebahak.


...❤❤❤❤❤❤❤❤...


__ADS_2