SUAMI KU DAUN MUDA

SUAMI KU DAUN MUDA
Bab 62 - Ayah Mertua


__ADS_3

Kamu bertanya atau sedang  mengintrogasiku?" tanya David.


Jonathan yang sadar akan wajahnya yang tegang , langsung tersadar dan tertawa renyah.


"Sorry, Bro!" Jo menepuk punggung David sedikit keras hingga membuat pria bermata sipit itu mengaduh.


"Kira-kira Jo, pelan kenapa sih!" David mengusap dadanya dan berdehem.


"Jawab!" tegas Jonathan.


David membuang nafas kasar, jika saja rasa di hatinya ini tidak ia pupuk selama beberapa tahun, mungkin kini ia akan mudah berpaling dan segera mencari rumah yang lain, yang bisa menerima hatinya yang tulus, dan seluas samudera itu.


"Aku tahu, mungkin ini terdengar egois, menyukai wanita yang kini menjadi seseorang yang bisa membuat pria yang sudah aku anggap adikku sendiri, merasakan cinta. Dan merasa hidup kembali setelah sekian lama ia menutup hatinya."


David menatap jauh ke atas, ia pandang langit-langit kamar dan tersenyum, senyum miris yang hanya ia saja yang bisa merasakan, pedihnya. Selama ini, ia diam dan tak pernah membahas wanita itu kala bertemu dengan Axell, bukan karena ia telah melupakan, namun karena ia sedang berusaha menata kembali hatinya yang terluka.


"Aku mengaguminya dari 8 tahun yang lalu Jo, sebelum aku pernah membantunya yang hampir saja jatuh dari tangga kampus kala itu, ia adalah wanita pertama yang membuatku terpana, walau hanya dengan kerlingan matanya saja."


David terkekeh, ia merasa bodoh, bisa-bisanya ia mencintai wanita itu hingga kini, padahal dengan jelas ia tahu, wanita itu telah menjadi istri adik angkatnya sendiri, seseorang yang cukup berjasa dalam hidupnya.


"Jangan sampai, rasa cinta itu membuat hati bersih mu ternoda, Vid! relakanlah mulai sekarang. Kalau Salwa, hingga suatu saat tak bisa memberi keturunan sekalipun kepada Axell, aku bisa menjamin Axell lebih memilih mati daripada harus menikah lagi!" tegas Jo.


David mengangguk, bersamaan dengan senyum kecut yang tersungging di bibir merahnya, ia mulai meratapi nasib hati yang tidak beruntung. Jika saja Axell adalah orang lain yang tak aku kenal, pasti aku akan bersaing mati-matian untuk mendapatkan hati Salwa. Namun sayangnya keadaaan memaksanya mundur sebelum berperang, sungguh miris nasib cintanya.


***


Sudah dua kali dua puluh empat jam, Axell masih setia dengan kedua mata yang tertutup, malam tadi setelah bernegosiasi oleh dokter yang menangani Axell di rumah sakit, dimana Axell melakukan operasi. Akhirnya ia bisa di pindahkan walau harus sedikit bersitegang, namun akhirnya sang dokter mengijinkan jika Axell pindah di rumah sakit miliknya sendiri dengan catatan segala alat penunjang harus memadai. Namun sebelum mereka keluar dari parkiran rumah sakit, tuan Erland, ayah Axell datang bersama dengan sang asisten.


Ia cukup merasa bahwa memiliki hak sepenuhnya kepada sang anak, memaksa Jo memindahkan ke rumah sakit yang sudah menjadi langganannya. Beruntung, sebelum perdebatan itu semakin tak karuan, Salwa dengan cukup tegas dengan tatapan siap memangsa. ia mengatakan jika kini Axell juga menjadi tanggung jawabnya, ia mengatakan jika sampai ada hal buruk terhadap Axell, ia pun rela menyerahkan nyawanya kepada tuan besar Hadinata itu.


Tuan Erland cukup terkejut, sampai ia terdiam beberapa saat melihat sorot mata dan mendengar kata-kata tegas yang jelas tak terlihat rasa takut di setiap kata yang terlontar dari mulut mungil wanita yang kini menjadi menantunya itu.


Tanpa ingin menunggu jawaban dari ayah mertuanya, Salwa langsung mengkode Jo agar segera meminta supir ambulance untuk menekan pedal gas menuju rumah sakit milik Axell sendiri.

__ADS_1


Disinilah Axell sekarang, nyaman dengan tempat yang memang tak asing lagi untuknya.


Salwa tanpa ingin menyusahkan orang lain dengan sangat telaten mengurus Axell dari membersihkan tubuhnya, mengontrol infus serta selalu memantau pergerakan Bedside Monitor yang ada disana.


"Ax, kau tak ingin bangun? apa kau tak merindukan aku?" sungut Salwa seakan Axell bisa melihat wajah menggemaskannya itu.


"Ya sudah, aku sholat dulu ya! nggak jauh kok disini saja." Ujar Salwa tak mau lagi membuat Axell khawatir.


Kemarin, ketika ia masih di rawat di rumah sakit yang sebelumnya, Salwa yang tak leluasa akhirnya memilih menunaikan ibadahnya di mushola rumah sakit, tapi saat kakinya melangkah, belum sampai di depan pintu, tiba-tiba monitor yang ada di samping tempat tidur Axell berbunyi cukup tak beraturan seakan Axell tahu jika Salwa tak ada disisinya. Ini juga menjadi salah satu alasan yang membuat Jo bersikukuh memindahkan Axell ke rumah sakitnya sendiri sekaligus tempat Jo menyalurkan kehebatannya.


Salwa mulai menunaikan ibadah wajibnya, ia melakukan setiap gerakan itu dengan khusuk' dan baik, setelah sampai ke rakaat terakhir ia pun mengucap salam, dengan menoleh kan kepala nya kekanan dan kekiri.


"Amin!"


Ia mengusap wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya, Salwa mulai melantunkan istighfar, doa setelah sholat sekaligus melanjutkan dengan mendoakan sang suami agar segera diberi kesadaran dan bisa segera beraktifitas seperti semula.


Saat Salwa menaruh kembali mukena itu di tas nya, pintu pun terbuka dan seketika membuatnya menoleh. Terlihat pria paruh baya yang ternyata adalah mertuanya sendiri datang tanpa membawa sesiapa pun, hanya ada Jun yang mengikutinya dari arah belakang.


Tuan Erland terus saja berjalan, tanpa menghiraukan sapaan Salwa sama sekali. Sungguh orang yang sangat angkuh.


"Anda tidak apa-apa, Nyonya?" tanya Jun.


Salwa menggeleng, ia tersenyum pada Jun, mengisyaratkan bahwa kondisi nya baik-baik saja, diperlakukan tak baik oleh mertua adalah hal lumrah baginya.


jun, si pengawal setia berdiri tegak di samping Salwa dan menatap cukup tajam kearah paruh baya itu, tadi saat Jun sedang berjaga di luar, pria itu datang diantar oleh salah satu suster.


Hening, tak ada suara, tuan Erland hanya memandang sang anak tanpa berkata apapun. Bahkan usapan lembut atau hanya kecupan di kening pun sama sekali tak ia lakukan. Seakan benar, selama ini ia hanya memanfaatkan kecerdasan sang anak untuk kepentingan pribadinya, tapi sungguh hati terdalamnya hanya dia yang mampu melihatnya.


Setelah beberapa saat memandang tubuh sang anak yang masih terbujur lemah, pria paruh baya itu memutar tubuhnya berjalan dan berhenti tepat di samping Salwa. 


"Kabari saya! jika ia siuman!" Erland, ayah biologis yang sempat diragukan keabsahannya, melenggang tanpa berbalik menatap sang buah hati.


Salwa, ia tak menjawab ataupun mengangguk, ia tatap pria itu tanpa ekspresi hingga punggung renta itu hilang di balik pintu.

__ADS_1


"Anda, tidak apa-apa nyonya?" tanya Jun.


"Aku baik Jun, hanya saja, apakah keluarga kaya raya selalu memandang hanya dengan harta dan kemampuan saja, apa mereka tak punya hati sedikitpun?" Jawab Salwa, masih memandang pintu yang sedikit terbuka itu.


Jun, tak mampu menjawab perkatan Salwa, karena pada kenyataannya keluarga Hadinata memang keluarga yang cukup rumit, walau hampir semua orang selalu menyanjung kehebatan Axell karena didikan sang ayah, namun nyatanya tidak seperti itu.


Axell adalah salah satu contoh anak yang menjadi korban keegoisan orang tuanya, bahkan ibu tiri nya yang tak tahu menahu akan Claustrophobia yang diidap oleh Axell justru, ia lah yang membuat kondisi Axell semakin parah, dengan segala tingkah gilanya serta hukuman yang ia berikan kepada Axell saat anak itu tak menurut, kala itu.


...🌻🌻🌻🌻🌻...


Maaf yang readers up nya terlambat... 🤧


Aku bawa lagi nih, cerita dari temen penulis yang suka dengan berbau kontrak, boleh deh mampir..


Napen : As Cempreng


Judul : KENCAN KONTRAK


BLURB :


kisah ini berpusat pada nasib seorang gadis yang dijebak seorang model hingga dirinya harus berhubungan denagn lelaki biadab.


Namanya LALA CLARISA berawal dari kecerobohannya salah mendaprat orang, ia harus beruyrusan panjang. Menerima kenyataan bahwa dirinya menjadi objek pasar lelang dunia bawah.


Tidak sampai disitu, LALA terjebak tidak bisa melepaskan diri dari jeratan cinta CEO. Demi melindungi keselematan sang ayah dan berakhir pada sebuah perjanjian KONTRAK.


LALA tidak tahu bahwa ayahnya Alen Sergio adalah petarung hebat di dunia mafia dengan nama samaran Algio.


Di tengah perjalanannya ia terjebak di dalam cinta tiga pemuda, dua diantaranya adalah seorang kakak dan adik dengan sifat yang sangat bertolak belakang.


cekidottt....


__ADS_1


__ADS_2